The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Gospel Library General Conference
Conferences
April 2000
Menghormati Imamat

Menghormati Imamat

Uskup H. David Burton
Uskup Yang Mengetuai

Imamat bukan sesuatu yang bisa kita lepas pada hari biasa dan dipakai kembali pada hari Minggu. Imamat adalah hak istimewa dan berkat 24-7--yang berarti, 24 jam sehari, 7 hari dalam satu minggu.

Uskup H. David Burton

Selamat malam, saudara-saudara. Berbulan-bulan kami khawatir tentang kesiapan gedung untuk konferensi umum ini. Sebuah mukjizat telah terjadi--mukjizat terjadi karena para profesional dan orang biasa, orang dari latar belakang berbeda, telah memperlihatkan pengabdian luar biasa, pengorbanan, dan ilham di luar kebiasaan. Saya menyampaikan penghargaan kepada para penasihat saya yang hebat dan kepada masing-masing orang yang membagi bakat mereka bagi proyek ini.

Saya sering berada dalam gedung ini selama pembangunannya, tetapi ketika saya melihat gedung ini terisi oleh para pemegang imamat malam ini, saya takjub pada ukuran dan keindahannya. Bagi mereka yang mengikuti pertandingan football, jarak dari saya berdiri sampai kursi terakhir di balkon kira-kira: panjangnya lapangan itu. Jarak itu sama dengan tiga lapangan bola basket atau hampir empat kali lapangan tenis. Seorang pegolf mungkin membutuhkan sembilan lemparan tongkat golf dalam usaha memukul bola melewati balkon dan bagi sprinter kelas dunia untuk berlari dalam waktu 9 detik. Atau dengan kata lain ini benar-benar luar biasa!

Beberapa kali saya berkesempatan mengambil bagian dalam atau menonton pertandingan. Istri saya yang sabar mengatakan bahwa jam istirahatnya terlalu singkat. Dalam banyak olahraga, jika seorang pemain atau pelatih membuat tanda dengan meluruskan jari-jari satu tangan diletakkan di bawah tangan yang lainnya berarti meminta waktu time-out. Pertandingan itu pun berhenti sejenak sementara pemain dan pelatih menyusun strategi. Istilah time-out juga digunakan oleh beberapa orang tua untuk menghentikan anak-anaknya bila mereka menyimpang dari jalur yang diharapkan orang tua mereka. Time-out memberi kesempatan untuk memikirkan perilaku mereka.

Sahabat muda Imamat Harun, marilah kita menempatkan diri pada posisi time-out malam ini untuk membahas masalah keimamatan.

Beberapa minggu lalu saya berbicara dengan seorang cucu perempuan saya yang berumur 16. Saya menanyakan apa yang akan dia katakan kepada pemuda Imamat Harun jika dia berkesempatan berbicara dengan mereka. Dia berkata, "Kek, saya ingin minta mereka menghormati imamat dan pemegang imamat tujuh hari satu minggu daripada hanya satu hari di hari Minggu." "Beberapa cowok tidak memperlihatkan hormat sepantasnya untuk imamat sebab mereka menggunakan kata-kata kotor, beberapa menyenangi por-nografi; dan ada yang suka menggunakan narkoba." Anda pasti setuju dengan saya bahwa kata-kata kotor, pornografi, dan narkoba bukan bagian hidup seseorang yang memegang imamat.

Imamat bukan sesuatu yang bisa kita lepas pada hari biasa dan dipakai kembali pada hari Minggu. Imamat adalah hak istimewa dan berkat 24-7--yang berarti, 24 jam sehari, 7 hari dalam satu minggu.

Kata-kata kotor dan kekasaran sudah jadi hal yang umum dan diterima oleh banyak orang sebagai bagian wajar cara berbicara mereka. Perasaan benar dan salah kita telah pudar oleh hantaman bertubi-tubi. Kata-kata itu tak terkendali dalam musik, sekolah, olahraga, mal, dan tempat kerja kita. Kebanyakan percakapan sehari-hari dibingkai dengan istilah kasar dan diperciki dengan pernyataan kotor, kadang-kadang bersembunyi dibalik humor.

Baru-baru ini saya sedang berada di toko sepatu. Empat anak muda sedang mencari sepatu yang mereka sebut sepatu misionari. Dua remaja cakap itu pasti telah menerima panggilan misi dan di sana sedang mencari sepatu untuk misi. Saya terkejut oleh istilah-istilah kasar dan sedikit kotor yang terus-menerus diucapkan mereka. Ketika mereka menyadari bahwa di sana ada orang lain di dekatnya, saya mendengar salah seorang berkata, "Hei, kita lebih baik menggunakan bahasa so- pan," sambil menunjuk ke arah saya dengan kepala mereka.

Presiden Hinckley pernah berkata, "Percakapan adalah bahan kegiatan sosial. Percakapan bisa bahagia. Bisa ringan. Bisa sungguh-sungguh. Bisa lucu. Tetapi percakapan tidak boleh kotor jika seseorang itu tulus sebagai pengikut Kristus" [Teachings of Gordon B. Hinckley, hlm. 494]. Sumpah serapah dan imamat tidak cocok. Sumpah serapah juga tidak cocok dengan pelayanan misi. Sumpah serapah dan istilah yang kasar, apabila menjadi bagian percakapan kita, perlu dihapus dari kosa kata kita. Percakapan adalah jendela jiwa kita.

Selama time-out marilah kita mengulas pornografi. Tetapi pada tahun-tahun belakangan ini, pornografi menyebar seperti api yang mengganas. Kita dihadapkan pada pornografi setiap hari. Pornografi sama mencandunya seperti unsur-unsur lainnya yang tidak pernah kita pikirkan dimasukkan ke dalam tubuh kita. Pornografi sangat merusak. Ingatlah bahwa Setan tidak ingin kita bahagia atau berhasil dalam pelayanan Imamat Harun kita. Janganlah berbuat salah, dia ingin kita menderita. Tujuannya adalah menangkap hati kita dengan membujuk kita mengambil hal-hal yang mengerikan seperti pornografi. Jauhilah pornografi. Kita harus mendisiplinkan diri untuk menghindari buku-buku, majalah-majalah, musik, gambar, video, DVD, film, internet, program televisi--apa saja yang berisikan pornografi atau bahan yang merangsang. Pornografi dan imamat tidak selaras. Hormatilah imamat. Gunakan time-out permanen untuk menjauhi pengaruh pornografi apa pun.

Presiden Hinckley mengingatkan kita bahwa, "wabah narkoba modern telah menjadi wabah dunia . . . . Dalam kebanyakan kasus diikuti dengan penderitaan, dan sakit serta penyesalan dalam jangka waktu yang lama. Tidak seperti wabah di zaman kuno yang tidak bisa diatasi, dalam hal narkoba cara mengatasinya jelas dan pada umumnya mudah yaitu sekadar jangan menyentuhnya" ["The Scourge of Illicit Drugs," dalam Speaking out on Moral Issues, [1992], 127). Kita tidak akan membahayakan hidup kita dengan bermain-main dengan ular yang keji. Narkoba sama berbahayanya seperti gigitan ular yang mematikan.

Anak lelaki saya yang baru pulang melihat anaknya duduk di meja di dapur dengan bertopang dagu. Putra lainnya dengan wajah yang sedih sedang duduk di ruang tamu memandang ke luar jendela. Ibu mereka tidak tampak. Anak kami bertanya kepada kedua pemuda kecil ini di manakah ibu mereka berada. Mereka menunjuk ke kamar mandi. Dia dengan perlahan mengetuk pintu dan bertanya: "Sayang, apakah kamu di dalam?" dia menjawab: "Saya sedang time-out." Orang dewasa pun memerlukan time-out.

Para pemegang Imamat Melkisedek sekalian, marilah bergabung bersama kami untuk time-out. Dalam pergumulan hidup sehari-hari, mudah untuk kehilangan fokus pada pelayanan kita sebagai ayah dan pemegang imamat. Apabila kita tidak berhati-hati, pekerjaan kita, hobi, rekreasi bahkan kemungkinan pelayanan Gereja kita dapat memberikan pengaruh yang menyakitkan terhadap tanggung jawab kita sebagai ayah dan suami.

Presiden Howard W. Hunter pernah memiliki satu kesempatan memberikan ceramah di pertemuan imamat umum sewaktu beliau menjadi Presiden Gereja. Pada kesempatan itu, di bulan Oktober 1994, Presiden Hunter memberi ceramahnya judul, "Menjadi seorang Suami dan Ayah yang Saleh." Pada ceramah yang luar biasa ini, dia memberikan garis besar mengenai standar dan harapan bagi semua pemegang imamat Melkisedek. Saya anjurkan Anda membaca seluruh ceramah itu. Malam ini saya akan menyebutkan dua hal saja. Presiden Hunter berkata, "Seorang pria yang memegang imamat menganggap keluarganya sebagai yang ditahbiskan Allah. Kepemimpinan dalam keluarga Anda adalah yang terpenting dan tanggung jawab yang terkudus. Keluarga adalah unit paling penting dalam kekekalan dan melebihi setiap minat kehidupan lainnya" (dalam Conference Report, Okt. 1994, 68; atau Ensign, Nov. 1994, 50).

Presiden Harold B. Lee berkata, "Pekerjaan Tuhan yang paling besar yang Anda dan saya kerjakan adalah di balik tembok rumah tangga kita" [Stand Ye in Holy Places, 1974, 255). Kita perlu dengan jujur bertanya kepada diri kita sendiri. Apakah kita sedang melakukan yang sanggup kita lakukan dan harus kita lakukan untuk memberikan keluarga kita petunjuk injil serta pengawasan atau memberikan tanggung jawab itu kepada orang lain? Kepemimpinan dalam keluarga sering kali membutuhkan kita mengatur kembali prioritas kita agar dapat menemukan waktu yang dibutuhkan. Jumlah dan kualitas waktu yang kita gunakan sama pentingnya.

Presiden Hunter juga mengingatkan kita "Pria yang memegang imamat memimpin keluarganya mengambil bagian dalam Gereja sehingga mereka memahami injil dan berada di bawah perlindungan perjanjian dan tata cara" (dalam Conference Report, Okotber 1994, 69; atau Ensign, November 1994, 51). Agar kita dapat mencapainya, kita harus memastikan hidup kita teratur. Kemunafikan tidak pernah dapat dan tidak akan pernah berjalan dengan mulus. Kita diminta untuk memimpin dalam kebenaran dan mengajak keluarga kita mengikuti teladan mereka. Pimpinlah malam keluarga. Pimpinlah pembelajaran tulisan suci. Sediakan berkat- berkat imamat. Pimpinlah doa pribadi dan keluarga. Presiden Monson me- ngatakan, "Ingatlah bahwa pria tidak dapat berdiri lebih tinggi ketika dia berlutut" (dalam Conference Report, April 1964, 130).

Time-out termasuk ucapan-ucapan pemberi semangat. Saudara-saudara sekalian, kita dapat berhasil dan akhirnya memenangkan pertandingan. Kita dapat menghormati dan menghargai imamat dalam tujuh hari seminggu, dua puluh empat jam sehari. Kita dapat membuang sumpah serapah, pornografi, dan narkoba dari hidup kita demikian pula dengan kegiatan yang tidak sehat maupun yang tidak bersih. Kita dapat memberi kepemimpinan keimamatan dan pengarahan rohani yang keluarga kita butuhkan. Kita dapat melakukan semuanya dan masih banyak lagi apabila kita mau mendekatkan diri kita kepada Juruselamat, menghormati imamat suci yang kita jabat dan setia kepada perjanjian yang kita buat.

Saya bersaksi bahwa kita sedang melakukan pekerjaan Tuhan. Dia adalah Juruselamat kita. Dia adalah Penebus kita dan telah menebus dosa-dosa kita. Dia dan Bapa adalah Pembela. Dia hidup. Dia mengasihi kita sepenuh hati. Kita adalah pemegang imamat-Nya. Saya me-ngasihi Presiden Hinckley, para penasihatnya, Dua Belas Rasul, dan memberikan kesaksian akan kebaikan dan kebesaran, serta kewenangan mereka. Saya mengasihi Anda para pemegang imamat dan berdoa bagi keberhasilan kita. Dalam nama Yesus Kristus, amin.

 
© 2009 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy