The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Gospel Library General Conference
Conferences
April 2000
Menemukan Pelabuhan Yang Aman

Menemukan Pelabuhan Yang Aman

Penatua Joseph B. Wirthlin
Dari Kuorum Dua Belas Rasul

Dalam badai kehidupan kita sendiri Juruselamat adalah penghibur dan tempat berlindung kita. Jika kita mencari kedamaian, kita harus datang kepada-Nya.

Penatua Joseph B. Wirthlin

Saya merasa mendapat kehormatan dapat bersama Anda pada kesempatan bersejarah ini. Bagi saya, Pusat Konferensi yang megah dengan dinding granit abadi ini, merupakan simbol pekerjaan besar zaman akhir--batu yang dilihat Daniel--yang terungkit lepas dari gunung tanpa perbuatan tangan1 untuk berdiri selamanya sebagai kerajaan Allah. Kehadiran Anda di sini ataupun berperan serta di tempat lain, saya anjurkan kepada Anda agar pilihan Anda adalah untuk menjadi bagian dari konferensi umum bersejarah ini dan berdoa agar Tuhan mau memberkati Anda atas kesetiaan Anda.

Lebih dari 60 tahun silam, saya melayani sebagai seorang misionari di Misi Austria dan Switzerland. Itu merupakan saat yang menantang tetapi menyenangkan. Saya tumbuh untuk mengasihi orang-orang di daerah itu dan merasa enggan untuk meninggalkan mereka. Tetapi waktu pelayanan saya berakhir pada akhir Agustus 1939 dan saya membuat persiapan untuk berlayar pulang ke rumah.

Setelah perjalanan panjang melintasi Samudra Atlantik, yang pada saat itu sangat berbahaya karena perang, saya gembira ketika saya melihat lambang kebebasan dan demokrasi, Patung Liberty. Saya tidak dapat mengungkapkan kepada Anda kelegaan saya ketika saya akhirnya mencapai sebuah pelabuhan yang aman.

Saya membayangkan merasakan sesuatu yang para murid Yesus Kristus rasakan pada hari itu ketika mereka, bersama Juruselamat. Mereka melayari Laut Galilea. Tulisan suci menceritakan kepada kita bahwa Yesus sangat lelah, dan Dia pergi ke buritan kapal dan tertidur di sebuah tilam.2 Tiba-tiba, langit gelap, dan "lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat, dan ombak menyembur masuk ke dalam kapal, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air."3 Ombak mengamuk. Para murid panik. Itu tampak seolah-olah perahu akan terbalik sementara Juruselamat masih tertidur. Akhirnya, mereka tidak dapat menunggu lebih lama lagi dan mereka membangunkan Yesus. Anda hampir dapat mendengar kesedihan dan keputusasaan dalam suara mereka sewaktu mereka memohon kepada Tuhan "Engkau tidak peduli kalau kita binasa?"4

Banyak orang dewasa ini merasakan kesulitan dan keputusasaan; banyak yang merasakan itu, pada suatu saat, perahu kehidupan mereka dapat terbalik atau tenggelam. Adalah bagi Anda semua yang mencari sebuah pelabuhan yang aman itulah yang ingin saya bicarakan hari ini, Anda yang hatinya patah, Anda yang khawatir atau takut, Anda yang menanggung kesedihan atau beban dosa, Anda yang merasa tidak memiliki seseorang yang mau mendengarkan keluhan Anda, Anda yang hatinya meratap, "Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?" Kepada Anda saya menawarkan beberapa kata penghiburan dan nasihat.

Pastikan bahwa ada sebuah pelabuhan yang aman. Anda dapat menemukan kedamaian di tengah-tengah badai yang mengancam Anda. Bapa Surgawi Anda--yang mengetahui bahkan seekor burung pipit pun tidak akan jatuh--mengetahui luka hati dan penderitaan Anda. Dia mengasihi Anda dan menginginkan yang terbaik bagi Anda. Jangan pernah meragukan ini. Selagi Dia mengizinkan kita semua untuk membuat pilihan-pilihan yang mungkin tidak selalu bagi kepentingan diri sendiri atau orang lain, dan selagi Dia tidak selalu terlibat dalam urusan- urusan, Dia telah menjanjikan kepada yang beriman kedamaian bahkan dalam kesulitan dan pencobaan mereka.

Nabi Alma mengatakan kepada kita: "Dan Dia akan pergi mengalami segala macam penderitaan, kesengsaraan dan godaan, dan ini terjadi supaya firman dapat digenapi, yang mengatakan: Dia akan menanggung rasa sakit dan penyakit umat-Nya.5

Yesus menghibur kita ketika Dia mengatakan: "Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu."6

Beradalah dekat dengan Tuhan Yesus Kristus. Dia memberikan kasih istimewa bagi mereka yang menderita. Dia adalah Putra Allah, dan raja kekal. Dalam pelayanan fana-Nya Dia mengasihi mereka dan memberkati mereka.

Kepada yang tawar hati dan putus asa, setiap perkataan-Nya adalah melegakan dan memberi semangat. Kepada yang sakit, Dia membawa balsam penyembuhan. Mereka yang merindukan harapan, yang merindukan sentuhan perhatian, menerimanya dari tangan Raja segala Raja, Pencipta laut, bumi, dan langit.

Hari ini Yesus Kristus berdiri di sebelah kanan Bapa Surgawi kita. Menurut Anda apakah Dia tidak akan lagi memberi kita bantuan atau penghiburan kepada mereka yang menderita, yang sakit, atau yang memohon kepada Bapa dalam doa untuk bantuan?

Tetaplah bertabah hati. Orang dari Galilea, Pencipta, Putra Allah yang Hidup tidak akan melupakan ataupun meninggalkan mereka yang hatinya tertuju kepada-Nya. Saya bersaksi bahwa Orang yang menderita bagi umat manusia, yang memberikan hidup-Nya untuk menyembuhkan yang sakit dan menghibur yang sedih, menyadari akan penderitaan, keraguan, dan luka hati Anda.

"Lalu," dunia akan bertanya, "Mengapa dia tertidur ketika badai mengamuk di sekitar saya? Mengapa Dia tidak meredakan badai ini atau mengapa Dia membiarkan saya menderita?"

Jawaban Anda dapat ditemukan dalam memikirkan kupu-kupu. Terbungkus rapat di dalam kepompong, ulat kepompong yang sedang tumbuh harus berjuang dengan segala dayanya untuk menghancurkan ku-rungannya. Kupu-kupu itu mungkin berpikir, "Mengapa saya harus sedemikian menderita? Mengapa saya tidak dapat dengan mudah, dalam sekejab mata, berubah menjadi kupu-kupu?"

Pemikiran semacam itu akan bertentangan dengan rancangan sang Pencipta. Perjuangan untuk menghancurkan kulit kepompong berkembang menjadi kupu-kupu agar kupu-kupu itu dapat terbang. Tanpa penderitaan itu, kupu-kupu tidak akan pernah memiliki kekuatan untuk memenuhi takdirnya. Kupu-kupu itu tidak akan pernah mengembangkan kekuatan untuk menjadi sesuatu yang luar biasa.

Presiden James E. Faust menjelaskan bahwa, "Dalam setiap kehidupan akan datang rasa sakit, hari-hari menyedihkan akan kemalangan, dan penderaan. Agaknya akan menjadi kesedihan, kemalangan, dan sering kali patah hati bagi semua orang, termasuk mereka yang dengan sungguh-sungguh berusaha berbuat benar dan setia."7 Kemudian dia menyarankan bahwa kemalangan yang kita alami memperkenankan jiwa kita menjadi seperti tanah liat di dalam tangan Tuhan. "Pencobaan dan kemalangan," Presiden Faust mengajarkan, "dapat menjadi persiapan untuk kelahiran baru."8

Kemalangan dapat memperkuat dan memurnikan kita. Sebagaimana halnya kupu-kupu, kemalangan perlu untuk membangun karakter orang. Bahkan ketika kita dipanggil untuk mengalami pencobaan dan penderitaan dalam kehidupan, kita perlu mengetahui tempat kemalangan itu dalam membentuk potensi ilahi kita.

Jika kita hanya melihat penderitaan kita saat ini dan memahami perjuangan kita sebagai kepompong sementara. Jika kita hanya mau beriman dan percaya kepada Bapa Surgawi kita untuk melihat bagaimana kehidupan kita seperti sebuah kepompong, setelah suatu masa singkat, maka kita dapat keluar dari penderitaan kita lebih dimurnikan dan mulia.

Apakah yang akan dikatakan orang tua kepada anaknya, "Belajar berjalan adalah pengalaman yang menyakitkan dan sulit, kamu akan tersandung, kamu akan sepertinya menyakiti diri sendiri, kamu akan menangis berulang kali ketika kamu jatuh. Saya akan melindungimu dari perjuangan itu." Saya melihat cucu lelaki terkecil kami, Seth, sewaktu dia belajar berjalan. Melalui proses memperoleh pengalaman ini, dia kini berjalan dengan keyakinan. Dapatkah saya berkata kepadanya, "Karena saya mengasihimu, saya akan melindungimu dari hal ini?" Jika, karena saya tidak dapat melihatnya tersandung pada saat itu dia mungkin tidak akan pernah belajar berjalan." Itu hal yang tidak mungkin bagi orang tua atau kakek-nenek yang penuh kasih.

Si anak, jika dia dapat berjalan, harus melalui rintangan-rintangan dan sering kali proses belajar yang menyakitkan. Kami mendorong Seth untuk belajar melalui pengalamannya. Ya, bahkan mengetahui bahwa proses itu akan sulit, kami tahu bahwa kebebasan dan sukacita dari berjalan akan lebih berat daripada rasa sakit atau kemalangan sementara apa pun.

Brother dan sister sekalian, apakah kefanaan itu jika bukan suatu proses panjang seperti belajar untuk berjalan? Kita harus belajar berjalan di jalan Tuhan.

Anda lebih kuat daripada yang Anda kira. Bapa Surgawi Anda, Tuhan dan Penguasa alam semesta, adalah Pencipta Anda. Itulah satu alasan kita menyebut-Nya Bapa. Ketika saya memikirkannya, itu membuat hati saya bangga. Roh kita adalah kekal dan roh kekal memiliki kemampuan yang tak terukur!

Bapa kita di surga tidak ingin kita merasa takut. Dia tidak ingin kita tenggelam dalam kesedihan. Dia menghendaki kita untuk berusaha berjuang, menyingsingkan lengan baju kita dan mengatasi tantangan-tantangan kita.

Roh semacam itu--yang menyatu dengan iman dan kerja keras--adalah roh yang hendaknya kita usahakan sewaktu kita berusaha mencapai pelabuhan yang aman dalam kehidupan kita sendiri.

Brother dan sister, Anda tidak sendirian. Di Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir dewasa ini, jutaan orang berdiri di samping Anda. Mereka yang mengikuti ajaran-ajaran dan teladan Juruselamat "bersedia saling menanggung beban, supaya beban itu menjadi ringan; ya, dan bersedia berkabung dengan mereka yang berkabung; ya, dan menghibur mereka yang membutuhkan hiburan."9

Pertanyaan yang diajukan Kain kepada Tuhan, "Apakah aku penjaga adikku?" telah dijawab oleh para nabi pada zaman akhir ini. "Ya, kita adalah penjaga saudara-saudara kita,"10 ujar Presiden Thomas S. Monson. Apabila kita bekerja sama untuk kepentingan mereka yang membutuhkan, "Kita menghilangkan kelemahan seseorang yang berdiri sendirian dan mengganti kekuatan dari melayani bersama. Selagi kita tidak dapat berbuat apa pun, kita dapat dan harus berbuat sesuatu."11

Para uskup, pengajar ke rumah, pengajar berkunjung dan anggota kuorum imamat, serta Lembaga Pertolongan dan organisasi pelengkap lainnya semuanya berdiri siap memberikan bantuan. Ajaran-ajaran Juruselamat dan Gereja merupakan pelabuhan teraman kita--ya, "tempat kita berlindung dari taufan" yang paling aman.12

Tentu saja, saudara dan saudari Anda di Gereja bukan untuk memecahkan masalah-masalah Anda. Pengalaman saya ketika kami melakukan untuk orang lain apa yang seharusnya mereka lakukan dan harus melakukannya untuk mereka sendiri, kita sering kali justru melemahkan daripada memperkuat mereka.

Sewaktu Anda mengatasi kesulitan-kesulitan dalam kehidupan Anda, Anda akan menjadi lebih kuat. Kemudian Anda akan menjadi lebih mampu untuk menolong orang lain--mereka yang sedang berusaha, dalam perjalanan pulang mereka, untuk menemukan sebuah pelabuhan yang aman dari badai yang menyerang mereka.

Ketika Anda merasa diserang badai kehidupan dan ketika ombak muncul dan angin menderu, dalam situasi seperti itu adalah wajar bagi Anda untuk menangis di dalam hati Anda, "Guru, Engkau tidak peduli kalau kami binasa?" ketika saat-saat seperti ini datang ingatlah kembali akan hari ketika Juruselamat bangun dari buritan kapal, bangkit dan menghardik badai itu. "Diam! tenanglah!"13 kata-Nya.

Kadang-kadang kita mungkin tergoda untuk berpikir bahwa Juruselamat lupa pada kesulitan- kesulitan kita. Nyatanya, sebaliknya adalah benar; memang kita yang perlu membangunkan hati kita terhadap ajaran-ajaran-Nya.

Gunakanlah kecerdikan Anda, kekuatan Anda, usaha Anda untuk mengatasi tantangan-tantangan Anda. Lakukanlah semuanya semampu Anda dan kemudian serahkan sisanya kepada Tuhan. Presiden Howard W. Hunter mengatakan: "Jika kehidupan dan iman kita berpusat pada Yesus Kristus dan injil-Nya yang dipulihkan, apa pun tidak dapat salah secara permanen. Sebaliknya, jika kehidupan kita tidak berpusat pada Juruselamat dan ajaran-ajaran-Nya, tidak ada keberhasilan lain yang benar secara permanen."14

Menjalankan injil tidak berarti badai kehidupan akan berlalu dari kita tetapi kita akan dipersiapkan dengan lebih baik untuk menghadapinya dengan ketenangan dan kedamaian. "Carilah dengan tekun, berdoalah selalu dan percayalah," Tuhan menasihati "dan segala hal akan berlangsung bagi kebaikanmu, jika engkau hidup tak bercela."15

Beradalah dekat dengan Tuhan Yesus Kristus. Bergirang hatilah. Tetaplah beriman. Jangan ragu. Badai suatu hari nanti akan diredakan. Nabi kita terkasih, Presiden Gordon B. Hinckely, berkata, "Kita tidak perlu takut. Allah adalah pelindung . . . [dan] Dia akan mencurahkan berkat- berkat kepada mereka yang berjalan di dalam kepatuhan terhadap perintah-perintah-Nya."16

Dalam badai kehidupan kita sendiri Juruselamat adalah penghibur dan tempat berlindung kita. Jika kita mencari kedamaian, kita harus datang kepada-Nya. Dia, Sendiri, membicarakan kebenaran abadi ini ketika Dia berkata "Kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."17 Apabila jiwa kita ditambatkan di pelabuhan Juruselamat yang aman, kita dapat menyatakan sebagaimana yang Paulus nyatakan, "Dalam segala hal kami ditindas, tetapi tidak terjepit; kami habis akal, tetapi tidak putus asa; kami dianiaya, tetapi tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan."18

Nabi Joseph Smith, yang tahu banyak mengenai badai kehidupan, selama salah satu saat-saatnya yang paling gelap, berseru dalam kese- dihannya, "Ya Allah, di manakah Engkau, dan di manakah kemah yang menutupi tempat persembunyian-Mu?"19 Bahkan ketika dia mengeraskan suaranya, suara penghiburan dari Tuhan datang kepadanya: "Damai sejahtera bagi jiwamu; kemalangan dan penderitaanmu akan tinggal sebentar saja; kemudian, bila engkau bertahan dengan baik, Allah akan memuliakan kamu di atas; engkau akan mendapat kemenangan atas semua musuhmu."20

Injil memberi kita pelabuhan akan keamanan dan keselamatan abadi. Nabi yang hidup dan para Rasul zaman sekarang adalah sebagai mercu suar dalam badai. Berjalanlah mengikuti terang dari injil yang dipulihkan dan ajaran-ajaran yang diilhami dari mereka yang mewakili Tuhan di bumi.

Saya berikan kesaksian yang sungguh-sungguh ini bahwa Yesus adalah Kristus yang hidup, Juruselamat dan Penebus kita. Dia memimpin dan mengarahkan Gereja-Nya melalui Nabi, Presiden kita, Gordon B. Hinckley. Jika kita menjalankan ajaran-ajaran Juruselamat, kita akan dengan pasti menemukan pelabuhan yang aman dalam kehidupan ini dan dalam kekekalan yang akan datang. Dalam nama Yesus Kristus, amin.

CATATAN

1. Daniel 2:45.
2. Lihat Markus 4:38.
3. Matius 8:24.
4. Markus 4:38.
5. Alma 7:11.
6. Yohanes 14:27.
7. "The Refiner's Fire," Ensign, Mei 1979, 53.
8. Ensign, Mei 1979, 54.
9. Mosia 18:8­9.
10. Musa 5:34.
11. "Our Brothers' Keepers," Ensign, Juni 1998, 33, 38.
12. A&P 115:6.
13. Markus 4:39.
14. The Teaching of Howard W. Hunter, edisi Clyde J. Williams (1997), 40.
15. A&P 90:24.
16. "This Is the Work of the Master," Ensign, Mei 1995, 71.
17. Matius 11:30.
18. II Korintus 4:8­9.
19. A&P 121:1.
20. A&P 121:7­8.

 
© 2009 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy