The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Gospel Library General Conference
Conferences
Oktober dari 2000
Nabi Yang Hidup, Pelihat Dan Pewahyu

Nabi Yang Hidup, Pelihat Dan Pewahyu

Penatua Dennis B. Neuenschwander
Dari Dewan Tujuh Puluh

"Ada perbedaan yang besar antara standar dunia dan injil dan kerajaan Allah, dan . . . para nabi yang hidup yang selalu mengajarkan standar Allah."

Penatua Dennis B. Neuenschwander

Saudara-saudara, malam ini saya ingin membagi pengalaman yang sangat berarti bagi saya. Selama pertemuan Minggu siang pada konferensi umum, 6 April 1986, suatu kebaktian khusuk sedang berlangsung, tujuannya adalah untuk mendukung Ezra Taft Benson sebagai nabi, pelihat dan pewahyu dan presiden ke tiga belas dari Gereja. Semua anggota Gereja diundang untuk berperan serta baik dengan berada di tabernakel maupun melalui sarana radio atau televisi. Sebagai keluarga, kami menerima undangan untuk berperan serta di rumah, kecuali seorang putra kami yang sedang melayani misi, semua yang lain ada--seorang imam besar, seorang imam, seorang diaken, putra kami yang berusia sebelas tahun, dan istri saya, LeAnn. Melalui petunjuk dan sebaliknya, kita masing-masing yang memegang imamat berdiri, kemudian kami semua sekeluarga berdiri untuk mendukung Presiden Benson.

Mengapa Tuhan memanggil para nabi, pelihat dan pewahyu? Dan bagaimana kita mendukung mereka?

Tugas mendasar para nabi, pelihat dan pewahyu, yang kesemuanya memiliki kuasa kerasulan, adalah bersaksi secara khusus bagi Yesus Kristus ke seluruh dunia. Panggilan pokok menjadi seorang saksi khusus bagi nama-Nya tetap ada ketika para rasul ada di bumi. Kesaksian ini yang lahir dari Roh Kudus melalui wahyu, adalah pusat dari Gereja perjanjian baru dan pusat dari Gereja saat ini. Pada hari Pentakosta Petrus memberi kesaksian yang murni bahwa Yesus dari Nazaret "telah kamu . . . salibkan dan kamu bunuh" dan bahwa Dia telah bangkit "dengan melepaskan Dia dari sengsara maut . . ." dan tentang hal itu, mereka para rasul adalah saksi.1 Sedemikian kuatnya kesaksian akan Yesus Kristus yang diucapkan oleh rasul yang hidup yang telah mengubah hati sebanyak 3000 orang dibaptiskan untuk pengampunan dosa-dosa mereka. Kita membaca bahwa orang-orang yang baru bertobat "bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.2 Laporan dalam kitab Kisah Para Rasul memberi arti rohani yang mendalam pada kata-kata Paulus yang ditulis kepada orang-orang di Efesus yang menerima injil menjadi kawan sewarga Allah "yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.3

Dalam masa kelegaan pemulihan ini Nabi Joseph Smith mengajar bahwa "Asas dasar dari agama kita adalah kesaksian para rasul dan para nabi, tentang Yesus Kristus, bahwa dia mati, dikuburkan, dan bangkit pada hari ketiga, dan naik ke surga; dan semua yang lainnya tentang agama kita hanyalah tambahan padanya."4

Untuk memenuhi tugas ilahi ini untuk memberikan kesaksian khusus tentang Yesus Kristus ke seluruh dunia, para rasul yang hidup pada zaman kita telah memberikan kesaksian mereka. Dalam Pernyataan, "Kristus Yang Hidup, mereka menyatakan pemulihan imamat dan gereja, bersaksi tentang kedatangan-Nya yang kedua, dan "memberi kesaksian, sebagai para rasul yang diurapi--bahwa Yesus adalah Kristus yang hidup, Putra Allah yang kekal."5

Baik zaman dahulu maupun zaman modern para rasul memberi kesaksian akan Yesus Kristus karena "Tidak akan ada nama lain ataupun jalan lain ataupun cara lain yang diberikan dengan mana keselamatan dapat datang kepada anak-anak manusia. Hanya di dalam dan melalui nama Kristus, Tuhan Yang Maha Kuasa."6

Kedua, para nabi, para rasul, pelihat mengajar firman Allah dengan jelas bahwa semua anak-anak-Nya dapat diberkati melalui kepatuhan akan ajaran-ajaran-Nya. Mengutip dari Joseph Fielding Smith Presiden Hinckley menulis: "Ia berbicara terus terang tanpa ragu. Itulah misi dari nabi."7 Perlunya pengajar-pengajar yang mengetahui firman Allah yang diwahyukan pada zaman kita sama pentingnya seperti zaman dahulu. Di dunia yang serba membingungkan dengan gagasan yang saling bertentangan, pergeseran nilai-nilai, dan hasrat mementingkan diri untuk mendapat kekuasaan, akan lebih baik bagi kita untuk belajar percakapan antara Filipus dan orang Etiopia. Ketika orang ini sedang membaca kitab suci, Filipus lari kepadanya dan bertanya: "Mengertikah tuan apa yang tuan baca itu?" Jawabnya: "Bagaimanakah aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku?"8

Kepada umat Tuhan Alma me-ngajar kita:

"Jangan mempercayai seorang pun untuk menjadi" pengajar atau pendetamu, kecuali dia seorang dari Allah, yang berjalan di jalan-Nya dan mematuhi perintah-perintah-Nya . . . Dan tiada seorang pun ditahbiskan kecuali mereka itu orang-orang yang adil.

"Karena itu, mereka menjaga orang-orang mereka dan memberi mereka makan hal-hal yang berkenaan dengan kebenaran."9

Kata-kata ini melukiskan dengan sempurna para nabi, rasul dan pelihat yang memimpin Gereja ini. Mereka berbicara firman Allah dengan jelas, kuasa, dan pengertian.

Ketiga, kita mendukung 15 orang bukan saja sebagai para nabi dan pewahyu, tetapi juga pelihat. Para pelihat pada zaman kita tidak banyak dibicarakan, tetapi kemampuannya melihat hal-hal yang akan datang memberi kuasa dan wewenang kesaksian dan ajaran kerasulan. Saya merujuk ke dua tulisan suci yang berbicara panggilan yang penting dan khusus ini. Amon mengajar Raja Limhi dalam Kitab Mormon bahwa seorang "seorang pelihat dapat mengetahui hal-hal yang telah lampau dan juga hal-hal yang akan datang dan melalui mereka segala hal akan diwahyukan . . . dan mereka juga akan memberitahukan tentang hal-hal yang dengan cara lain tidak dapat diketahui.10

Dalam kitab Mutiara Yang Sangat Berharga kita membaca Tuhan memerintahkan Henokh mengolesi matanya dengan tanah liat, dan mencucinya, agar dia dapat melihat. Henokh melakukannya.

"Dan dilihatnya juga hal-hal yang tidak terlihat oleh mata biasa; maka dari sanalah terdengar perkataan yang tersebar di negeri itu: Seorang pelihat telah dibangkitkan Tuhan bagi umat-Nya."11

Pertanyaan tentang apa yang dimaklumkan oleh para pelihat modern kita bisa jadi tidak diketahui, dan apa yang dilihatnya yang tidak terlihat oleh mata biasa, saya memberikan tanggapan yang sederhana. Dengarkan, renungkan, dan dengan penuh doa pertimbangkan apa yang mereka ajarkan dan lakukan. Jika Anda melakukannya, sebuah pola akan terjadi, bahwa banyak yang dinyatakan, yang di dalamnya jawaban dari pertanyaan ini akan dinyatakan.

Sekarang saya akan kembali ke pengalaman keluarga kami pada kebaktian khusuk. Saat berakhirnya pemberian suara, Presiden Hinckley yang memimpin berkata: "Terima kasih brother dan sister atas dukungan suara Anda. Kami merasa Anda telah mendukung kami bukan saja dengan tangan Anda tetapi juga hati Anda, iman Anda, dan doa- doa, kami memang sangat kami perlukan, dan berdoa kiranya Anda akan terus melakukannya.12 Saudara-saudara, pendukungan kita kepada para nabi, pelihat dan pewahyu bukan hanya dengan mengangkat tangan saja, tetapi lebih dari itu adalah dalam keberanian, kesaksian, dan iman kita untuk mendengarkan, mengindahkan, serta mengikuti mereka.

Tetapi saya bertanya pada diri saya sendiri, jika hal ini demikian jelas, mengapa hal ini sedemikian sulit? Mungkin ada banyak jawaban tentang hal ini, tetapi saya kira, dalam kenyataannya, hanya ada satu. Kesulitan terbesar bersumber dari keinginan kita untuk lebih diterima oleh dunia, daripada Allah.

Ajaran dari nabi yang hidup sering kali bertentangan dengan trend dunia. Kita, sebagai Orang Suci Zaman Akhir dan penyandang imamat Tuhan, harus memahami bahwa ada perbedaan yang besar antara standar dunia dan injil dan Kerajaan Allah dan ajaran nabi yang hidup yang selalu mengajarkan standar Allah. Sejauh kita ingin injil mengakomodasi dunia, hal ini tidak dapat, tidak akan bisa, tidak pernah dan tidak akan ada.

Kebanyakan dunia modern kita berdasarkan atas kepentingan sendiri, keuntungan dan kepuasan langsung, dan penerimaan sosial berapa pun harganya. Injil dan Kerajaan Allah lebih dari sekadar hal hal ini. Di antara sifat-sifat yang Allah kagumi adalah kesabaran, panjang sabar, bertahan, kebaikan, dan kasih persaudaraan, dan tidak satu pun untuk jangka waktu pendek atau dikembangkan dalam sesaat.

Saudara-saudara, memiliki para nabi, pelihat dan pewahyu yang tinggal Di antara kita dan tidak mendengarkan mereka sama saja tidak memiliki mereka sama sekali. Nabi Yakub berharap bahwa kata-kata yang diukir sedemikian sulitnya di atas lemping-lemping oleh orang-orang benar akan menerimanya dengan hati penuh syukur dan agar mereka dapat belajar daripadanya "dengan kesukaan dan bukan dengan kedukaan."13 Semoga kita cukup bijaksana melakukan hal yang sama terhadap kata-kata nabi, pelihat, dan pewahyu yang hidup di zaman kita.

Saya bersaksi akan kuasa penyelamatan dari Yesus Kristus. Saya bersaksi atas para rasul, nabi, pelihat dan pewahyu yang hidup. Dalam nama Yesus Kristus.

CATATAN

1. Kisah para Rasul 2:23­24, lihat juga 32.
2. Kisah para Rasul 2:42.
3. Efesus 2:20.
4. Teachings of the Prophet Joseph Smith, diseleksi oleh Joseph Fielding Smith (1976), 121.
5. "Kristus Yang Hidup, Kesaksian dari Para Rasul," Liahona, Apr. 2000, 3.
6. Mosia 3:17.
7. The Teachings of Gordon B. Hinckley, (1997), hlm. 525.
8. Kisah para Rasul 8:30­31.
9. Mosia 23:14,17­18.
10. Mosia 8:17.
11. Musa 6:35; lihat juga 36.
12. Ensign, Mei 1986, 75.
13. Yakub 4:3.

 
© 2008 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy