The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Gospel Library General Conference
Conferences
Oktober dari 2000
Kantong Burung Pekak Setan

Kantong Burung Pekak Setan

Uskup Richard C. Edgley

Akankah kita mendengarkan "Setan, pelaku utama penipuan . . .? Atau akankah kita mempercayai Bapa Surgawi yang adalah sumber segala kebenaran dan kebahagiaan?"

Uskup Richard C. Edgley

Sebagai remaja putra yang baru saja menyelesaikan tahun pertama perkuliahan dan perlu menabung uang untuk pergi misi, saya menghabiskan masa libur musim semi dengan bekerja di Jackson Lake Lodge yang baru di Jackson Hole, Wyoming. Para remaja usia perguruan tinggi berdatangan dari berbagai penjuru Amerika Serikat untuk mengalami sendiri bekerja yang menyenangkan dan menantang itu bersama-sama di tempat yang bersih dan indah tersebut.

Salah seorang di antaranya adalah Jill, seorang remaja putri dari San Francisco, California. Merasa bahwa gadis-gadis dari kota besar kemungkinan tidak tahu apa-apa tentang lingkungannya yang baru, saya dan beberapa orang teman merasa kami berkewajiban untuk mengajarkan kepadanya cara hidup orang-orang Amerika yang sebenarnya. Kami memutuskan untuk mengajaknya "berburu burung pekak". Bagi Anda yang belum pernah mendengar berburu burung pekak ini, ini tidak lebih dari sekadar kesenangan, karena tidak ada yang namanya burung pekak, setidaknya di Amerika Serikat bagian barat. Cerita burung pekak ini hanyalah khayalan perburuan ini berdasarkan pada apa yang kita anggap penipuan yang tidak berbahaya. Alat-alat yang diperlukan untuk berburu burung pekak ini adalah sebuah tongkat dan kantong pakaian. Si "pemburu" masuk ke dalam semak-semak, mengobrak-abrik semak dengan tongkat sementara memanggil burung pekak dengan suara nyaring dan lucu. Burung pekak khayal tersebut kemudian dimasukkan ke dalam kantong pakaian.

Kami memberi Jill kantong pakaian dan tongkat serta tempat untuk berburu di seberang bukit. Menurut rencana kami harus kembali ke tempat kami mulai tadi kira-kira 15 menit, pada saat itulah kami akan menghitung burung pekak kami.

Ketika dia tidak kembali pada waktu yang ditentukan, kami merasa sangat puas dan senang karena dia benar-benar sedang berburu. Setelah sekitar 30 menit kami merasa inilah saatnya untuk menyelamatkan dia, menjelaskan lelucon itu, tertawa ria, dan semuanya pulang untuk makan malam. Tetapi, ternyata dia melakukan perburuan burung pekaknya lebih serius dari yang kami duga--dia tidak ditemukan di tempat yang telah ditentukan. Setelah mencari kian kemari dan masih belum menemukan keberadaannya, kami mulai bergerak memasuki hutan, seraya memanggilnya sekeras mungkin, tetapi sia-sia.

Dengan harapan dia mungkin telah pulang ke asramanya, kami kembali dan meminta kepada beberapa remaja putri lainnya untuk mencarinya di sana, tetapi usaha ini juga sia-sia. Hari berganti malam dan kami bertambah cemas. Kami mendaftar semua remaja putra yang terdapat di asrama putra, dan dengan senter kami melanjutkan mencari ke dalam hutan. Di tengah malam--takut, cemas, dan kehabisan suara karena teriakan kami--kami memutuskan sekaranglah saatnya untuk melaporkan tindakan konyol kami kepada penjaga taman. Ketika kami berdiri di depan asrama, berusaha untuk memutuskan siapakah yang memiliki keberanian untuk melaporkan hilangnya dia, Jill tiba-tiba muncul--bukan dari asramanya, tetapi dari kamar temannya, dengan siapa dia menikmati makan malamnya (yang kami sendiri tidak dapat menikmatinya) dan malam yang menyenangkan bersama teman-temannya. Kata-kata pertamanya kepada kami ketika dia mendekat menjelaskan semuanya: "Apakah kalian menyukai berburu si pemburu burung pekak?" Memang, sudah banyak yang dikatakan mengenai orang-orang dari kota besar yang tidak tahu apa-apa dan apa yang sebenarnya dilakukan orang-orang Amerika. Lelucon itu mengenai diri kami, dan saya tidak pernah lagi punya keinginan untuk berburu burung pekak.

Tetapi ada "pemburu burung pekak" lainnya yang sedang berkeliaran di sekitar kita, dan kita kemungkinan adalah mangsa yang tidak tahu apa-apa. Ini bukan lelucon biasa, dan ini tidak akan berakhir dengan tawa ria dan persahabatan yang hangat. Setan adalah penipu ulung, pembohong, dan musuh bagi semua hal yang baik, termasuk kebahagiaan dan kesejahteraan kita. Keinginannya yang terbesar adalah menghalangi rencana kebahagiaan Bapa Surgawi dan membuat kita "sengsara seperti dirinya sendiri" (2 Nefi 2:27). Dengan menjadi pencipta dan pelaku utama penipuan, dia pada dasarnya ingin mengundang kita untuk bergabung dengan dia di dalam perburuan burung pekaknya, untuk memenuhi kantong kita dengan kesenangan, popularitas dan apa yang disebut "kenikmatan hidup." Yang sebenarnya dia tawarkan adalah kebohongan, kesengsaraan, kemerosotan rohani, dan hilangnya harga diri.

Metode rayuan Setan ketika dia meminta kita untuk memenuhi kantong-kantong kita adalah "Makanlah, minumlah, serta bersukarialah, karena besok kita mati" (2 Nefi 28:7). Undangannya mungkin tampak menggoda dan meyakinkan. Nefi menguraikan metode rayuannya sebagai menenangkan," menyanjung, dan "menidurkan" ketika dia menyatakan "segala-galanya baik" (2 Nefi 28:21­22). Di antara hal-hal lainnya, Setan akan memasukkan ke dalam kantong amoralitas kita dalam bermacam-macam bentuknya, termasuk menggunakan pornografi dan bahasa, pakaian, serta perilaku yang tidak pantas. Tetapi perbuatan-perbuatan jahat seperti itu sering kali mendatangkan kepedihan emosi, kehilangan kerohanian, kehilangan harga diri, dan kehilangan kesempatan untuk pergi ke misi atau pernikahan bait suci, dan bahkan kehamilan yang tidak dikehendaki. Setan juga akan mendorong kita untuk memasukkan narkoba, alkohol, dan tembakau dalam kantong-kantong kita untuk memperbudak kita dengan kebiasaan yang tidak terkontrol dan, dalam banyak hal, kehilangan kemampuan untuk menjalani kehidupan sehari-hari.

Setan akan memberitahu kita bahwa hal-hal tersebut sah-sah saja dan bahwa "semua orang melakukannya." Dia akan memberitahu kita bahwa itu mendatangkan popularitas dan penerimaan. Kebohongan Setan dapat sangat menggoda, khususnya pada saat-saat kritis di dalam kehidupan kita ketika kaum muda sedang membutuhkan penerimaan dan popularitas.

Meskipun demikian, ada petunjuk-petunjuk untuk membimbing kita menghindari memasukkannya ke dalam kantong kita. Anda akan mengenali hal itu karena hal-hal itu sering kita dengar seperti:

  • "Semua orang melakukannya."

  • "Tak seorang pun akan tahu."

  • "Itu sungguh-sungguh tidak menyakiti siapa pun."

  • "Itu tidak akan menyakiti hanya sekali ini saja."

  • "Saya tak peduli."

  • "Anda dapat bertobat kemudian dan masih bisa pergi ke misi dan dinikahkan di bait suci."

  • "Kristus menebus dosa-dosa Anda; Dia akan mengampuni Anda."

    Ketika pembenaran-pembenaran tersebut diberikan secara terbuka oleh orang-orang atau secara halus melalui bisikan si perayu, Anda diperingatkan. Jangan didengarkan. Jangan mencobanya. Jadi jangan lakukan.

    Allah, Bapa kita yang penuh kasih, sumber segala kebenaran, telah memperingatkan kita akan tipu daya Setan. Dengarkan akan apa yang Tuhan telah katakan melalui para nabi-Nya:

  • Paulus mengajarkan kepada Orang-orang Suci di Korintus: "Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu" (1 Korintus 3:16­17).

  • Yakub memperingatkan bangsa Nefi di zaman dahulu: "Tetapi, celakalah, celakalah kamu yang tidak berhati murni, yang pada hari ini cemar di hadapan Allah" (Yakub 3:3).

  • Alma mengingatkan putranya yang tidak patuh, Korianton, me- ngenai kenajisan seksual: "Tidak tahukah engkau, putraku, bahwa hal-hal ini merupakan suatu kekejian pada pandangan Tuhan? (Alma 39:5). Kemudian lebih lanjut kepada Korianton, "kejahatan tidak pernah merupakan kebahagiaan" (Alma 41:10).

    Maka kita tidak akan berpikir bahwa peringatan-peringatan ini ditujukan hanya pada zaman Alkitab, dengarkan apa yang nabi modern kita, Presiden Gordon B. Hinckley, katakan: "Meskipun disebut sebagai 'moral yang baru,' meskipun perubahan-perubahan dalam standar moral telah banyak dibahas, tidak ada pengganti yang pantas bagi kebajikan. Standar Allah mungkin dapat dicoba di mana-mana di seluruh dunia, tetapi Allah belum pernah membatalkan perintah-perintah-Nya" ("With All Thy Getting Get Understanding," Ensign, Agustus 1988, 4).

    Oleh karena itu tanyakan pada diri kita sendiri, "Siapakah yang akan kita percayai dalam pencarian kebahagiaan dan kesejahteraan kita? Mungkinkah Setan, si pencipta segala kebohongan dan penipuan, yang tujuan utamanya adalah menghancurkan kita? Atau apakah kita akan mempercayai Bapa Surgawi kita yang penuh kasih, yang merupakan sumber segala kebenaran dan kebahagiaan, yang tujuan utama-Nya adalah menganugerahi kita dengan kasih dan sukacita kekal?

    Kita mungkin datang dari lingkungan yang sederhana, memiliki pendidikan terbatas, dan mungkin bahkan memiliki apa yang kita anggap prestasi-prestasi duniawi yang tidak berarti. Dan, oleh karena tipu daya Setan, kita dapat kadang-kadang merasa tidak penting, tidak dibutuhkan, atau tidak mampu. Tetapi janganlah kita pernah melupakan--kita adalah orang-orang yang dipilih untuk memegang imamat Allah, kita dalam pemanggilan-Nya, para wakil yang ditahbiskan, dan yang membuat kita menjadi berarti.

    Oleh karena imamat-Nya, kita memiliki kekuatan. Kita adalah orang-orang pilihan-Nya. Kita sangat dihormati. Dan, kita memiliki kekuatan untuk membedakan antara burung-burung pekak dari Setan dan asas-asas kebahagiaan sejati dari Allah. Karena kita tahu jati diri kita dan karena kita dianugerahi dengan Roh Allah dan diberi kekuatan dengan imamat-Nya, kita memiliki kuasa untuk berkata, "Tidak. Tidak, Setan, Saya tidak mau menjadi korban perburuan burung pekakmu yang penuh tipu daya, kejam, dan sering kali mematikan itu. "Saya bersaksi bahwa "kejahatan tidak pernah merupakan kebahagiaan," (Alma 41:10) dan kejahatan tidak akan pernah menjadi kebahagiaan. Saya lebih lanjut bersaksi bahwa kebahagiaan masa kini dan masa datang serta harga diri akan datang hanya dari menjalankan asas-asas-Nya yang menciptakan rencana kebahagiaan. Saya bersaksi dalam nama Yesus Kristus, amin.

  •  
    © 2008 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy