Presiden James E. Faust
Penasihat Kedua dalam Presidensi Utama
"Kita masing-masing perlu melatih diri kita untuk menjadi orang yang berani, disiplin, dan setia terhadap imamat yang dipersiapkan dengan perlengkapan senjata untuk berperang melawan kejahatan dan menang."
Saudara-saudaraku seimamat, saya sampaikan penghargaan dan kasih saya bagi setiap dari Anda. Kami bersyukur Anda semua telah memajukan pekerjaan yang suci ini Saya menjadi rendah hati dan terhormat sebagai salah satu dari Anda.
Bahkan sebelum dunia dijadikan, sebuah perang di surga dimulai antara kekuatan yang baik dan jahat.1 Perang ini bahkan lebih dahsyat saat ini. Setan masih sebagai kapten dari tentara kejahatan. Dia masih menggoda kita sama seperti yang dia lakukan terhadap Musa, dengan mengatakan, "anak manusia, sembahlah aku."2 Sebagai pemegang imamat kita teratur menuju tentara besar kebenaran untuk melawan kekuatan-kekuatan Lusifer. Kita masing-masing perlu melatih diri kita untuk menjadi para pria yang berani, disiplin, dan setia bagi imamat yang disiapkan dengan senjata yang benar untuk memerangi kejahatan dan untuk menang. Paulus mengatakan senjata-senjata ini "adalah ikat pinggang kebenaran," baju zirah keadilan," ketopong keselamatan," dan "pedang Roh, yaitu firman Allah."3
Malam ini saya akan berbicara tentang peperangan yang harus kita hadapi di dalam diri kita sendiri. Presiden Joseph F. Smith mengajar kita: "Musuh utama kita akan kita temui di dalam diri kita sendiri. Adalah hal yang baik untuk me- nguasai musuh tersebut terlebih dahulu dan menjadikan diri kita tunduk pada kehendak Bapa, serta patuhi secara ketat pada asas-asas kehidupan dan keselamatan yang telah Dia berikan kepada dunia bagi keselamatan manusia."4 Singkatnya, ini berarti kita harus memperkuat kebaikan dalam diri kita dan mengatasi godaan Setan. Penunjuk arah adalah jelas. Alma berkata pada kita: "Apa pun yang datang dari Allah adalah baik, dan apa pun yang jahat datang dari iblis."5
Robert Louis Stevenson melukiskan pergolakkan yang terus menerus antara yang baik dan jahat dalam novel klasik tentang Dr. Jekyll dan Mr. Hyde. Cerita ini mengisahkan pada kita bahwa pada mulanya "Dr. Jekyll adalah seorang dokter yang dihormati di London, seorang yang baik dan sopan, yang dalam masa mudanya menunjukkan kecenderunggannya pada yang jahat, meskipun demikian dia mampu mengatasinya. Tertarik pada obat-obatan, dokter Jekyll mencoba jenis obat yang memungkinkannya mengubah tampak luar menjadi orang kerdil yang menjijikkan, yang merupakan perwujudan jahat, yang dia sebut Mr. Hyde. Dengan dosis yang sama dia dapat kembali dalam sosok seorang dokter yang bajik. Sering kali dokter ini berubah menjadi Mr. Hyde, sehingga bagian sikap buruknya semakin kuat. Jekyll menemukan semakin sulit memperoleh kembali kebaikan budinya dan kadang-kadang menjadi Mr. Hyde tanpa perlu minum obat.6 Di dalam karakter Mr. Hyde, dia melakukan pembunuhan, dan ketika obat tidak dapat mengembalikan dirinya kepada Dr. Jekyll yang baik hati, kebenaran ditemukan dan Hyde bunuh diri. Penggunaan obat yang salah telah menghancurkan hidupnya. Demikian pula dalam contoh hidup yang nyata.
Sekarang, kunci untuk tidak pernah jatuh ke yang jahat, Mr. Hyde yang jahat adalah untuk tidak pernah menyerah pada godaan yang menghancurkan. Jangan, janganlah pernah mencoba-coba dengan bahan yang bisa kecanduan. Jangan pernah menggunakan tembakau atau bahan lain yang menjadikan Anda budaknya. Hindari minuman keras. Kecanduan membawa akibat tragis yang sulit diatasi.
Berkat-berkat datang dari kepatuhan pada asas-asas kita. Ketika saya sebagai presiden wilayah Cottonwood, salah satu dari Bapa Bangsa wilayah kami adalah Dr. Creed Hammond. Diberbagai kesempatan beliau membawakan kesaksiannya yang kuat tentang kata-kata bijaksana. Sebagai pria muda dia adalah kapten dari tim lari Universitas negeri Pennsylvania. Tahun 1919, Brother Hammond dan tim-nya diundang untuk berperan serta dalam perlombaan tahunan antar universitas. Malam sebelum bertanding, pelatihnya, Lawson Robertson, yang juga melatih beberapa tim olimpiade, memerintahkan tim-nya untuk minum anggur. Pada waktu itu, para pelatih secara salah menggunakan anggur sebagai obat penyegar otot-otot yang kaku karena latihan yang keras. Semua anggota tim-nya meminum anggur, kecuali Brother Hammond yang menolak karena orang tuanya telah mengajarnya Kata-kata Bijaksana. Brother Hammond merasa cemas karena dia sebenarnya tidak senang tidak mematuhi pelatihnya. Dia akan bertanding dengan orang-orang tercepat di dunia. Bagaimana kalau dia berpenampilan buruk besok? Bagaimana dia menghadapi pelatihnya?
Esok harinya tim lari bertemu dan sebagian sakit dan berprestasi buruk atau terlalu sakit untuk lari. Tetapi Brother Hammond merasa fit dan menjuarai lari 100 dan 200 meter. Pelatihnya berkata kepadanya, "Anda baru saja lari 200 meter dengan catatan waktu tercepat yang belum pernah terjadi sebelumnya." Malam itu dan dalam masa sisa hidupnya Creed Hammond bersyukur atas iman yang sederhana untuk mematuhi Kata-kata Bijaksana.7
Dalam dinas militer Perang Dunia II. Saya berteman dengan beberapa pemuda yang baik dengan masa depan yang cerah. Tetapi, saya melihat beberapa dari mereka berbalik dari cara hidup yang baik, takut akan Allah seperti Dr. Jekyll, ke cara hidup Mr. Hyde. Beberapa mulai minum kopi karena kotor dan bahan pembersih air rasanya tidak enak. Kopi ini menuntun mereka sekali-sekali minum bir. Setiap tertara yang berdinas ke luar negeri menerima jatah rokok dan wiski yang nilainya cukup banyak.
Presiden George Albert Smith pernah menasihati: "Bila Anda melewati batas kejahatan satu senti, Anda dalam kuasa penggoda, dan bila dia berhasil, Anda tidak mampu berpikir sehat karena Anda akan kehilangan Roh Tuhan."8 Beberapa prajurit tetap pada batas yang aman dan tidak pernah mencoba atau membagikan bahan-bahan yang menimbulkan kecanduan, bahkan bila bahan-bahan tersebut diberikan gratis. Tetapi beberapa mencoba rokok dan alkohol pengalihan dari tantangan perang. Sebagian jatuh dalam pelanggaran moral dan yakin bahwa tekanan perang membenarkan mereka merendahkan standar dan membiarkan sisi Mr. Hyde mengambil alih kepribadian mereka.
Seusai perang, mereka yang kecanduan rokok, alkohol dan pelanggaran moral menemukan kesulitan untuk menghilangkan kebiasaan tersebut. Para pemuda yang mulanya mempunyai masa depan cerah melewati batas sedikit demi sedikit, merampas janji kebahagiaan diri mereka sendiri dan keluarganya, dan sebaliknya mengalami perceraian, perpecahan keluarga dan kesulitan.
Mereka yang tidak pernah menurunkan standar tidak kecanduan pada hal-hal tersebut. Mereka dapat mengatasi dari masa sulit dalam hidup mereka dan menjadi kuat dan lebih siap menjadi produktif, dapat dicontoh, dan hidup bahagia sebagai ayah, kakek dalam keluarga yang saleh. Mereka juga melayani sebagai pemimpin Gereja dan masyarakat.
Salah satu falsafah yang keliru yang menjadi daya tarik Mr. Hyde adalah bahwa melihat atau membaca pornografi sedikit tidak berbahaya. Hal ini adalah penipuan besar. Pornografi sama menyandunya seperti kokain dan obat terlarang lainnya. Baru-baru ini saya menerima sepucuk surat yang sangat menyedihkan dari seorang pria yang baru dikeluarkan dari Gereja yang jiwanya dipenuhi duka dan penyesalan. Atas izinnya saya mengutip isi suratnya: "Saya harap surat ini meyakinkan mereka yang ragu-ragu bahwa jalan menuju kehancuran hanya mengakibatkan duka dan kesedihan dan tidak ada dosa yang sebanding dengan akibatnya."
Kemudian dia melanjutkan: "Saya telah membawa duka dan kesedihan bagi diri saya. Tidak ada rasa mementingkan diri dan nafsu yang senilai dengan kehilangan keanggotaan di Gereja. Saya telah membawa kesedihan yang mendalam bagi istri saya dan kedua anak saya. Saya bersyukur atas usaha istri saya untuk menolong saya mengatasi dosa-dosa saya. Istri saya telah menjadi korban dari dosa saya dan harus bertahan dalam penderitaan yang berat. Saya menantikan suatu hari saya kembali menjadi anggota Gereja Tuhan dan keluarga kami menjadi keluarga yang kekal."
Pengakuan suratnya berbunyi: "Dosa saya adalah akibat langsung dari kecanduan saya pada pornografi dan ini adalah racun. Seandainya saya telah belajar sejak dini menggunakan kuasa pengendalian diri, saya akan menjadi anggota Gereja hari ini."
Salah satu tipuan Mr. Hyde adalah apa yang disebut perbuatan dosa yang dapat cepat bertobat tanda perlu usaha. Tidak ada ajaran ini dalam Gereja. Kedengarannya sangat menarik, tetapi kenyataannya merupakan konsep yang salah dan merusak. Tujuannya adalah membujuk kita agar kita dengan sadar dan sengaja melanggar dengan pemikiran bahwa pertobatan yang cepat akan memperbolehkan kita menikmati berkat injil, seperti berkat bait suci dan misi. Pertobatan yang benar perlu waktu yang lama, dan menyakitkan. Ajaran yang bodoh ini dilihat oleh Nefi:
"Dan juga akan ada banyak orang yang akan mengatakan: Makanlah, minumlah serta bersukarialah; meskipun demikian, takutlah akan Allah--Dia akan memperbolehkan perbuatan dosa yang ringan; ya, berdustalah sedikit, ambillah kesempatan dari seseorang karena perkataannya, galilah lubang bagi sesamamu, tiada salahnya melakukan ini dan lakukanlah segala hal ini, karena besok kita mati, dan seandainya kita bersalah, Allah akan menghajar kita dengan beberapa pukulan dan akhirnya kita akan diselamatkan di dalam kerajaan Allah."9
Bagi mereka yang mengajarkan ajaran ini Tuhan berfirman: '"Darah orang-orang suci akan berseru dari dalam tanah terhadap mereka."10 Hal ini disebabkan oleh karena semua perjanjian bukan hanya diterima melalui tata cara, tetapi menjadi kekal, dan dimeteraikan oleh Roh Kudus Perjanjian.11 Tanda persetujuan ilahi dianugerahkan pada tata cara dan perjanjian kita hanya melalui kesetiaan. Gagasan yang salah yang disebut pertobatan yang cepat mengandung unsur penipuan, tetapi Roh Kudus perjanjian tidak dapat ditipu.
Beberapa orang tampaknya sopan dan saleh, tetapi hidup dengan tipu daya, dan mempercayai, seperti Dr. Jekyll, mereka dapat hidup dengan kehidupan ganda dan tidak pernah diketahui. Yakobus berkata: "Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.12 Dalam Kitab Mormon kita membaca laporan Korianton yang pergi misi ke antara bangsa Zoram bersama ayah dan saudaranya. Kehidupan gandanya menyebabkan dia meninggalkan misinya dan ayahnya meratap, "Lihatlah, hai putraku, betapa besar kedurhakaan yang engkau akibatkan kepada bangsa Zoram; karena apabila mereka melihat kelakuanmu, mereka tidak mau mempercayai kata-kataku."13
Orang-orang munafik adalah mereka yang tampak luarnya hidup dengan kebaikan tetapi di dalamnya melakukan kejahatan dan penipuan. Mereka itu seperti para Ahli Taurat dan Farisi yang datang kepada Juruselamat berpura-pura bingung dan mencari nasihat yang bijak dari Dia. "Guru," dengan nada merayu, "Kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga." Dengan pendekatan tipu daya mereka berharap menjeratnya dengan bertanya: "Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?" Pertanyaan mereka penuh dengan maksud jahat karena salah satu hukum yang berat di Roma adalah pernyataan tentang pajak. Bila Dia menjawab "Ya," Orang-orang Farisi akan me- ngecap-Nya tidak setia kepada bangsa Yahudi. Bila Dia menjawab "Tidak," Dia dapat dituduh menghasut. "Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: Mengapa kamu mencobai Aku hai orang-orang munafik?"
Dia meminta mereka menunjukkan mata uang dan bertanya: "Gambar dan tulisan siapakah ini?" Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar" dan Dia membungkam orang-orang Farisi yang munafik ini dengan jawaban klasik: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah yang wajib kamu berikan kepada Allah."14 Kita berada di dunia, tetapi tidak boleh tercemar oleh kemunafikan dan tipu daya yang ada di dalamnya.
Kebenaran atas siapa kita dan apa yang kita lakukan akhirnya akan diketahui. Tuhan memberikan peringatan yang bijaksana, "Karena kedurhakaan mereka akan dipercakapkan di atas atap rumah, serta perbuatan rahasia mereka akan diungkapkan."15 Karena kita hidup dalam lingkungan yang tidak sensitif secara moral kita menemukan sulit untuk berkata kepada diri sendiri dan orang lain bahwa perbuatan kita tidak benar.
Saudara-saudara, kita dapat menamengi diri kita melawan musuh dari dalam diri kita dengan menggunakan jubah imamat Allah. Secara pribadi kita perlu menggunakan kekuatan imamat kudus bekerja dalam diri kita. Hal ini berarti menggunakan kebebasan ilahi ini setiap hari untuk memberkati kehidupan orang lain ketika kita menjalankan pengajaran ke rumah, melakukan tata cara, atau mengadakan malam keluarga. Secara bersama-sama kita memiliki misi membawa pesan keselamatan ke seluruh dunia, yang mana misi yang kita emban di bawah petunjuk dari presiden kita, Gordon B. Hinckley, yang memegang semua kunci-kunci imamat di atas bumi. Tetapi kita tidak dapat memenuhi misi ini kecuali setiap dari kita menang dalam pergumulan dalam diri kita sendiri. Dengan cara ini, kita mampu mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah dan menerima berkat-berkat yang terdapat dalam sumpah serta perjanjian yang termasuk dalam imamat. Tuhan telah berjanji bahwa "Mereka semua yang menerima imamat ini, menerima Aku . . .
"Dan dia yang menerima Aku, menerima Bapa-Ku;
"Dan dia yang menerima Bapa-Ku menerima kerajaan Bapa-Ku; karena itu segala yang dimiliki Bapa-Ku akan diberikan kepadanya."16
Kemuliaan di dalam kerajaan Bapa termasuk kerajaan-kerajaan, tahta serta daerah kekuasaan, pemerintahan dan kekuasaan mereka tidak ada akhirnya.17 Semoga kita terus berusaha untuk mengatasi musuh dalam diri kita agar kita dapat menerima berkat-berkat, saya berdoa dalam nama Yesus Kristus, amin.
CATATAN
1. Lihat Wahyu. 12:49, Musa 4:14, Abraham 3:2428, A&P 29:3638, Yesaya. 14:1220, Lukas 10:18.
2. Musa 1:12.
3. Efesus 6:1417.
4. Ajaran-ajaran Presiden Gereja: Joseph F. Smith (1998), 371372.
5. Alma 5:40.
6. Thesaurus of Book Digests, (1949), 206.
7. Lihat Joseph J. Cannon, "Speed and the Spirit," Improvement Era Oktober 1928, 10011007.
8. Sharing the Gospel with Others, diedit oleh Preston Nibley (1948), 43.
9. 2 Nefi 28:8.
10. 2 Nefi 28:10.
11. Lihat A&P 132:7.
12. Yakobus 1:8.
13. Alma 39:11.
14. Matius. 22:1621.
15. A&P 1:3.
16. A&P 84:35, 3738.
17. Lihat Ajaran-ajaran Presiden Gerja: Brigham Young (1997), 72.