Presiden Thomas S. Monson
Penasihat Pertama dalan Presidensi Utama
"Saya menghormati keimamatan Allah Yang Mahabesar. Saya telah menyaksikan kekuatannya. Saya tela melihat kemampuannya."
Alangkah senangnya berada di hadapan Anda malam ini dalam Pusat Pertemuan yang hebat ini dan dalam pertemuan dunia. Betapa besar kumpulan keimamatan ini!
Untuk ceramah ini, saya menggunakan firman yang disampaikan melalui nabi Joseph Smith yang terdapat dalam A&P bagian 107. Firman-firman itu berguna buat kita semua, baik yang memiliki Imamat Harun maupun Melkisedek: "Oleh karena itu, maka biarlah setiap orang belajar akan kewajibannya dan memangku jabatan yang telah ditetapkan baginya dengan penuh ketekunan."1
Presiden Wilford Woodruff menyatakan: "Semua organisasi keimamatan memiliki kuasa. Diaken memiliki kuasa, melalui keimamatan yang dia miliki. Demikian pula dengan para pengajar. Mereka memiliki kuasa untuk menghadap Tuhan dan doa mereka didengar dan dijawab, sama seperti yang dimiliki nabi, pelihat, atau pewahyu. Oleh keimamatan maka manusia ditahbiskan, maka dosa mereka diampuni, dan mereka ditebus. Untuk itulah maka hal ini dinyatakan dan dimeteraikan ke atas mereka."2
Mereka yang memiliki imamat Harun hendaknya diberi kesempatan untuk meningkatkan pemanggilan mereka dalam keimamatannya.
Misalnya, ketika saya ditahbiskan menjadi seorang diaken, keuskupan kami menegaskan kekudusan tanggung jawab kita ketika membagikan sakramen. Yang ditegaskan lagi adalah berdandan dengan rapi, berpenampilan anggun dan pentingnya menjadi bersih luar dan dalam.
Ketika kami diajari prosedur membagikan sakramen, kami diberitahu bahwa kami sedang membantu setiap anggota memperbarui perjanjian pembaptisan, dengan tanggung jawabnya dan berkat-berkatnya. Kami diberitahu bagaimana kita hendaknya membantu brother tertentu--Louis--yang lumpuh, agar dia pun memiliki kesempatan mengambil bagian dalam lambang kudus itu.
Saya masih ingat ketika ditugasi membagi sakramen ke baris tempat duduk Louis. Saya ragu-ragu ketika mendekati brother ini, dan kemudian saya melihat senyumnya dan ekspresi terima kasihnya yang memperlihatkan keinginannya untuk mengambil bagian. Sambil memegang nampan di tangan kiri saya, saya mengambil sepotong roti dan memasukkannya ke mulutnya yang terbuka. Air kemudian dibagikan dengan cara yang sama. Saya merasa berdiri di tempat kudus. Dan sesungguhnyalah demikian. Kesempatan membagikan sakramen untuk Louis membuat kami menjadi diaken yang lebih baik.
Para pemimpin mulia kaum remaja, Anda berada di persimpangan jalan mereka yang Anda ajar. Tulisan di atas dinding Memorial Hall Universitas Standford adalah: "Kita wajib mengajar kaum remaja kita bahwa segala yang tidak kekal terlalu dangkal, dan segala yang tidak tak berkesudahan adalah terlalu kecil."3
Presiden Gordon B. Hinckley menegaskan tanggung jawab kita ketika menyatakan: "Dalam pekerjaan ini harus ada komitmen. Harus ada pengabdian. Kita terlibat dalam perjuangan kekal yang berurusan dengan jiwa-jiwa para putra dan putri Allah. Kita tidak sedang kalah. Kita sedang menang. Kita akan terus menang jika kita tetap setia dan benar . . . tidak ada yang Tuhan minta dari kita yang tidak dapat kita penuhi dalam iman."4
Saudara-saudara, apakah setiap pengajar yang telah ditetapkan ditugaskan untuk menjadi pengajar ke rumah? Kesempatan hebat untuk mempersiapkan misi. Kesempatan istimewa untuk belajar disiplin tugas tersebut. seorang anak lelaki akan langsung tidak terlalu memperhatikan dirinya ketika ditugasi untuk "mengawasi."
Dan bagaimana dengan para imam? Kaum remaja ini memiliki kesempatan untuk memberkati sa- kramen, melanjutkan tugas mengajar ke rumah dan mengambil bagian dalam tata cara kudus pembaptisan.
Kita dapat saling memperkuat, kita memiliki kemampuan memperhatikan mereka yang tidak diperhatikan. Ketika kita memiliki mata yang melihat, telinga yang mendengar dan hati yang merasakan, kita dapat menjangkau dan menyelamatkan mereka yang menjadi tanggung jawab kita.
Dari Amsal terdapat nasihat, "Hendaklah tetap segala jalanmu."5
Saya menghormati keimamatan Allah Yang Mahabesar. Saya telah menyaksikan kekuatannya. Saya setelah melihat kemampuannya. Saya kagum pada mukjizatnya.
Lima puluh tahun lalu, saya kenal seorang remaja putra--dia seorang imam--yang memiliki wewenang imamat Harun. Sebagai uskup, saya adalah presiden kuorumnya. Robert itu gagap berat. Sadar akan kelemahannya, malu, takut pada dirinya dan yang lain, kelemahannya ini sangat mengganggunya. Tidak pernah melakukan tugas; tidak pernah menatap wajah orang lain; selalu menunduk. Lalu pada suatu hari, melalui serangkaian peristiwa, dia menerima tugas untuk melakukan tanggung jawab keimamatannya yaitu membaptiskan.
Saya duduk di sebelah Robert di kolam pembaptisan di Salt Lake Tabernacle. Dia berpakaian putih bersih, bersiap-siap melakukan tata cara. Saya menanyainya bagaimana perasaannya. Dia menunduk dan tergagap-gagap dan merasa sangat gelisah.
Kami berdoa agar dia dapat menjalankan tugasnya. juru tulis itu kemudian berkata, "Nancy Ann McArthur sekarang akan dibaptis oleh seorang imam, Robert Williams."
Robert pun berdiri, berjalan ke arah kolam, memegang tangan Nancy dan membantu dia masuk ke dalam air yang membersihkan hidup manusia dan menyediakan kelahiran roh kembali. Dia berkata, "Nancy Ann McArther, dengan kuasa dari Yesus Kristus aku membaptis engkau dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Amin." Tidak sekali pun dia gagap! Tidak sekali pun dia berhenti! Sebuah mukjizat modern telah diperlihatkan. Robert kemudian membaptiskan dua atau tiga anak lagi dengan cara yang sama.
Di ruang ganti, ketika saya mengucapkan selamat kepada Robert, saya berharap mendengar kata-katanya yang tidak gagap. Saya salah. Dia menunduk dan gagap ketika mengucapkan terima kasih.
Bagi Anda sekalian, saya bersaksi bahwa ketika Robert bertindak dengan wewenang Imamat Harun, dia berbicara dengan kuasa, dengan keyakinan, dan dengan bantuan dari Surgawi.
Kita wajib memberi kaum remaja kita pengalaman-pengalaman yang membangun iman. Mereka mencari kesempatan yang kita miliki untuk merasakan Roh Tuhan membantu mereka.
Saya teringat ketika saya ditugasi memberi ceramah pertama di gereja. Saya diizinkan memilih topik saya sendiri. Saya selalu suka burung, maka saya memikirkan monumen Seagull. Dalam mempersiapkannya, saya pergi ke Alun-alun Bait Suci dan melihat ke monumen itu. pertama- tama saya tertarik pada uang logam dalam kolam itu, memikirkan bagaimana mengambilnya. Lalu saya melihat ke atas ke arah burung camar di atas monumen itu dan mencoba membayangkan apa kira-kira rasanya menjadi pionir mengawasi panen tahun pertama mereka dilahap oleh jangkrik dan kemudian melihat burung camar itu, dengan sayapnya yang lebar, menukik ke lahan pertanian dan memakani jangkrik itu. Saya suka dengan kisah itu. saya duduk dengan pensil di tangan dan menuliskan ceramah dua setengah menit saya. Saya tidak akan pernah melupakan burung camar. Saya tidak akan pernah melupakan jangkrik itu. saya tidak akan pernah melupakan kaki-kaki saya yang gemetaran ketika menyampaikan ceramah itu. saya tidak akan pernah melupakan pengalaman bagaimana saya mengutarakan perasaan paling dalam saya secara lisan di mimbar. Saya mendesak agar kita memberi para pemegang imamat Harun kesempatan berpikir, berpendapat dan melayani.
Presiden David O. McKay me-ngatakan:
"Allah menolong kita untuk menjadi jujur pada cita-cita keimamatan--Harun dan Melkisedek. Semoga Dia menolong kita meningkatkan panggilan kita dan mengilhami umat manusia oleh perbuatan kita--bukan hanya anggota Gereja, tetapi semua umat manusia di mana- mana--untuk hidup lebih tinggi dan lebih baik, menolong mereka semua menjadi suami yang lebih baik, pemimpin yang lebih baik, dalam keadaan apa pun."6
Dunia nampaknya telah tergelincir dari keselamatan dan menyimpang dari kedamaian. Permisif, amoralitas, pornografi dan kuasa kelompok kecil membuat banyak orang terlempar ke samudera dosa dan terhempas di karang-karang tajam ketiadaan kesempatan, menunda berkat- berkat dan cita-cita yang porak poranda.
Dengan cemas, beberapa orang mungkin bertanya, "Apakah masih ada jalan keselamatan?" "Dapatkah seseorang menuntun saya?" "Apakah ada jalan meloloskan diri dari kehancuran?" Jawabannya sangat jelas, "Ya!" Lihatlah ke arah mercu suar Tuhan. Tidak ada kabut yang terlalu tebal, malam yang terlalu gelap, ombak terlalu tinggi, yang tidak ditembusnya, tidak ada pelaut yang demikian tersesat yang tidak diselamatkan oleh sinar mercu suar itu. Sinarnya menembus badai kehidupan. Mercu suar Tuhan mengirim signal siap untuk dikenali dan tidak pernah gagal.
Ada banyak sinyal demikian. Saya sebut saja tiga. Perhatikanlah dengan hati-hati, permuliaan mungkin bergantung kepada mereka-- keselamatan Anda dan saya:
Pertama:Doa memberi damai.
Kedua: Iman mengawali mukjizat.
Dan Ketiga: Kejujuran adalah kebijakan terbaik.
Pertama, tentang doa--Adam berdoa; Yesus berdoa; Joseph berdoa. Kita tahu hasil dari doa-doa mereka. Dia yang tidak membiarkan burung pipit jatuh tanpa perhitungan pasti mendengar permohonan kita. Ingatlah janji: "Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah dia memintakannya kepada Allah,--yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--, maka hal itu akan diberikan kepadanya."7
Berikutnya, iman mendahului mukjizat. Itu akan selalu demikian. Ketika Nuh diperintahkan masuk ke kapalnya, hari itu belum hujan. Tidak ada kambing di semak-semak ketika Abraham siap-siap mengorbankan Ishak, anak lelakinya. Dua insan surgawi belum terlihat ketika Joseph berlutut dan berdoa. Mula-mula ujian iman--dan kemudian mukjizat.
Ingatlah bahwa iman dan keraguan tidak dapat ada pada saat yang sama, karena yang satu akan meniadakan yang lain. Singkirkan keraguan. Pupuklah iman.
Akhirnya, kejujuran adalah kebijakan terbaik. Saya belajar kebenaran ini secara dramatis di kamp pelatihan militer ketika saya menjadi pelaut lima puluh lima tahun lalu. Setelah tiga minggu pertama dalam isolasi pelatihan, kabar baik datang bahwa kami kami akan diizinkan keluar dan mengunjungi kota San Diego. Semua prajurit sangat bersemangat akan perubahan ini. Ketika kami siap-siap naik bus, seorang prajurit memerintahkan, "Semua yang bisa berenang, berdiri di sini. Anda akan pergi ke San Diego. Kalian yang tidak bisa berenang, berbaris di sana. Kalian akan pergi ke kolam renang dan belajar be- renang. Setelah itu baru kalian diizinkan pergi."
Saya bisa berenang sejak kecil, maka saya siap naik ke bus ke kota; tetapi prajurit itu berkata kepada kesatuan kami, "satu hal lagi sebelum naik ke bus. Ikutlah aku. Siap, maju jalan, grak!" Dia mengajak kami ke kolam renang, meminta kami melepaskan pakaian dan berdiri di tepi kolam. Lalu dia memerintahkan, "Terjun dan berenang sampai ke ujung kolam." Dalam kelompok itu, semua yang mengira bisa berenang, kira-kira sepuluh orang yang mengira bisa membohongi orang lain. Mereka tidak bisa berenang. Mereka semua berada dalam air. Kekacauan terjadi. Prajurit itu membiarkan mereka beberapa saat sebelum mereka mengulurkan bambu untuk menarik mereka keluar. Dengan kata-kata pilihan, mereka lalu berkata, "Itu akan mengajar kalian untuk jujur!"
Betapa bahagianya saya karena telah jujur, bahwa saya bisa berenang dan berenang dengan mudah sampai di ujung kolam. Pelajaran demikian mengajar kita untuk jujur--jujur kepada iman, kepada Tuhan, kepada rekan kita, kepada semua yang kudus dan yang berharga. Pelajaran itu tidak pernah saya lupakan.
Mercu suar Tuhan menerangi kita ke arah keselamatan dan sukacita kekal ketika kita dibimbing oleh tandanya yang tak pernah gagal:
"Doa memberi damai Iman mengawali mukjizat. Kejujuran adalah kebijakan terbaik".
Saya bersaksi kepada Anda malam ini bahwa Yesus sesungguhnya adalah Kristus, Penebus terkasih kita. Kita dibimbing oleh seorang nabi Allah Yang Mahabesar--bahkan Presiden Gordon B. Hinckley. Saya tahu Anda juga memiliki keyakinan yang sama ini.
Saya tutup dengan membacakan sebuah surat yang sederhana tetapi dalam yang melukiskan kasih kami kepada nabi kita dan kepemimpinannya:
"Presiden Monson yang terhormat,
"Lima tahun lalu, Presiden Hinckley didukung sebagai nabi, pelihat dan pewahyu. Bagi saya itu adalah peristiwa luar biasa yang ada hubungannya dengan permintaan Anda untuk mendukung Gereja.
"Pada pagi khusus itu, saya harus menggaru jerami. Saya menikmati konferensi di radio truk saya. Saya telah menumpuk jerami itu di lumbung dan menurunkan tumpukan jerami dari truk. Ketika Anda meminta semua pemegang imamat, 'di mana pun Anda berada, bersiap-siap mendukung nabi', saya ragu-ragu jika permintaan itu berlaku untuk saya. Saya ragu-ragu apakah Tuhan akan tersinggung sebab saya sedang berkeringat dan penuh debu. Tetapi saya ikuti saja permintaan Anda dan turun dari truk.
"Saya tidak pernah melupakannya ketika saya berdiri sendirian di lumbung, topi di tangan, dengan keringat mengucur di wajah, dengan tangan kanan terangkat mendukung Presiden Hinckley. Air mata bercampur keringat ketika saya duduk beberapa menit merenungkan peristiwa kudus itu."
"Dalam hidup kita, kita sering mengalami peristiwa besar. Itu pernah terjadi pada saya, tetapi tidak satu pun yang lebih rohani atau lembut atau dapat terkenang daripada pagi itu di lumbung dengan hanya lembu-lembu dan kuda-kuda yang sedang mengamati.
"Hormat saya,
"Clark Cederlof "
Presiden Hinckley, kami para pemegang imamat Gereja mengasihi dan mendukung Anda. Saya bersaksi, dalam nama Yesus Kristus, amin.
CATATAN
1. A&P 107:99.
2. Millenial Star, 22 Sept. 1890, 595596; huruf besar dimodernkan.
3. Lihat Conference Report, Okt. 1952, 17.
4. "The War We Are Winning," Ensign Nov. 1986, 44.
5. Amsal 4:26.
6. Dalam Conference Report, Oktober 1967, 97.
7. Yakobus 1:5.