Presiden Gordon B. Hinckley
"Dalam hal kebahagiaan Anda, dalam hal yang membuat Anda bangga atau sedih, tidak ada sesuatu pun--saya ulangi, tidak ada sesuatu pun--yang berpengaruh demikian dalamnya pada diri Anda seperti apa jadinya anak-anak Anda."
Saudara-saudaraku terkasih, Remaja putra yang ada di sini malam ini telah menerima nasihat yang hebat. Saya berharap mereka mendengarkan dengan betul dan hidup mereka akan tersentuh untuk menghasilkan kebaikan.
Saya telah memilih untuk berceramah kepada para ayah. Anda telah mengetahui apa yang akan saya bicarakan. Istri Anda mengingatkan Anda bahwa ini akan menjadi topik malam ini. Saya memberitahu mereka begitu pada konferensi Lembaga Pertolongan dua tahun lalu. Saya mungkin akan membicarakan sesuatu yang sama yang saya katakan kepada mereka. Saya mengingatkan Anda bahwa pengulangan adalah hukum pembelajaran.
Itu adalah topik yang saya anggap sangat serius. Itu adalah masalah yang sangat saya khawatirkan. Saya berharap Anda tidak akan meremehkannya. Itu berhubungan dengan asset yang paling berharga yang Anda miliki. Dalam hal kebahagiaan Anda, dalam hal yang membuat Anda bangga atau sedih, tidak ada sesuatu pun, saya ulangi, tidak ada sesuatu pun, yang berpengaruh demikian dalamnya pada diri Anda seperti apa jadinya anak-anak Anda.
Anda akan bersukacita dan berbangga terhadap prestasi mereka atau Anda akan meratap, malu, berduka dan patah hati, jika mereka mengecewakan atau memalukan Anda. Banyak di antara Anda dalam pertemuan ini datang bersama putranya. Saya sangat memuji Anda. Saya juga memuji mereka. Anda berdua saling menemani. Saya bangga dengan begitu banyak remaja kita--laki-laki maupun wanita. Mereka cerdas. Mereka memiliki disiplin pribadi. Mereka memiliki pandangan luas. Mereka tidak rendah diri. Malam ini mereka berada di tempat yang seharusnya. Beberapa orang ikut menyanyi di paduan suara. Mereka duduk di antara jemaat di seluruh dunia. Mereka sedang melayani misi. Mereka sedang berjuang di sekolah, menjauhi kesenangan untuk kesempatan masa depan. Saya kagum kepada mereka. Saya mengasihi mereka. Dan demikian pula Anda. Mereka adalah anak lelaki dan perempuan kita.
Saya berharap, berdoa, memohon agar mereka akan terus berjalan di jalan seperti sekarang.
Tetapi saya yakin ada beberapa remaja putra dan putri yang telah dibaptiskan dalam Gereja, yang setia dan aktif dalam usia remaja, tetapi yang telah tergelincir dan masuk ke dalam kubangan yang kotor moralitas, narkoba, pornografi, dan kegagalan. Saya berharap jumlah mereka sedikit, tetapi sebenarnya kehilangan satu saja sudah terlalu banyak.
Para ayah, Anda dan ibu mereka memiliki tanggung jawab yang tidak bisa dihindari. Anda adalah ayah anak-anak Anda. Pola genetika Anda akan menempel pada mereka selamanya.
Anda boleh saja tidak menyukai mereka. Anda boleh saja membuang mereka. Tetapi Anda tidak akan pernah mengusir mereka dari hati Anda. Anda adalah ayah mereka, dan Anda tidak dapat meninggalkan akibat dari kenyataan itu.
Ketika kami berada dalam pertemuan ini, beberapa di antara mereka, saya sadar, sedang berjalan-jalan di kota. Mereka atau teman-teman mereka memiliki mobil. Dalam banyak hal ayah merekalah yang membelikan. Mereka telah menyerahkan kunci itu dan memberitahu mereka untuk bersenang- senang.
Mereka ingin melakukan sesuatu yang menyenangkan. Mereka pikir mereka tidak cocok dengan hiburan sehat. Mereka senang bergerak, berusaha melakukan sesuatu yang akan membuat mereka merasa jantan. Tidak lama kemudian, beberapa di antara mereka berada dalam kesulitan.
Teman polisi saya memberitahu saya baru-baru ini tentang dua remaja putra duduk di kursi belakang mobil polisi, tangan di borgol. Mereka memulainya dengan tidak bersalah malam itu. Empat orang di antaranya ada dalam mobil mencari gara-gara. Mereka mendapatkannya. Tidak lama pun mereka berhantam. Lalu mobil polisi tiba. Mereka ditahan dan diborgol.
Mereka ini adalah anak-anak baik. Mereka bukan anak-anak yang sering masuk penjara. Ibu salah satu anak itu berkata kepadanya sebelum keluar rumah, "Kejahatan terjadi setelah pukul 11 malam."
Dia cepat belajar arti pernyataan itu. Dia malu. Dia malu menemui ibunya.
Saya memberitahu Lembaga Pertolongan tentang pesta narkoba rahasia bawah tanah yang menyebut dirinya "Rave." Dengan lampu berpijar dan musik keras, seandainya bisa disebut musik, para remaja pu-tra dan putri menari. Mereka menjual dan membeli narkoba. Narkoba itu disebut Ecstasy. Unsur dasar obat itu adalah methamphetamine. Para penari itu menghisap dot bayi sebab obat itu membuat mereka mengertakkan gigi. Musik keras itu dan tarian yang tidak senonoh itu berlangsung sampai pukul 7.30 Minggu pagi. Ke mana semuanya itu akan berakhir? Tak ke mana-mana. Itu adalah jalan buntu.
Sekarang ada perkembangan praktik lainnya yang mencari sesuatu yang lebih baru dan berbahaya. Mereka saling mencekik. Anak lelaki mencekik anak perempuan sampai pingsan. Suatu hari seorang gadis yang tidak sehat dicekik sampai pingsan. Dia diselamatkan hanya oleh paramedis.
Apakah anak lelaki yang terlibat dalam praktik yang tidak masuk akal ini menyadari bahwa gurauan mereka itu bisa menjurus kepada tuntutan pembunuhan? Jika hal itu sampai terjadi hidup mereka hancur selamanya.
Jika mereka ingin terlibat dalam pornografi, mereka bisa saja dengan mudah melakukannya. Mereka dapat mengangkat telepon dan memutar nomor tertentu yang mereka kenal. Mereka kemudian duduk di computer dan menikmati kotornya internet.
Para ayah, mereka ini adalah anak lelaki dan perempuan Anda. Saya khawatir hal ini bisa memasuki rumah Anda. Dia sangat bengis. Dia licik dan kotor. Dia mendorong kepada pembentukan kebiasaan. Dia akan membuat remaja putra dan putri jatuh ke dalam kehancuran sepasti seperti segala sesuatu yang ada di dunia ini. Dia adalah tipuan kotor yang membuat para penjahat menjadi kaya, korbannya jatuh miskin.
Saya menyesal mengatakan bahwa banyak ayah senang mendengarkan godaan mereka yang menjual sesuatu yang kotor. Beberapa di antara mereka juga menggunakan internet untuk sesuatu yang kotor dan penuh nafsu birahi. Jika ada yang seperti ini dalam jangkauan suara saya, atau barang siapa sedang menuju ke arah itu, saya memohon agar keluar dari hidup seperti itu. Keluar darinya. Tetap tinggal di luar. Kalau tidak, dia akan menjadi sebuah obsesi. Dia akan menghancurkan kehidupan keluarga Anda. Dia akan menghancurkan pernikahan Anda. Dia akan mengambil yang baik dan indah dari hubungan keluarga Anda dan menggantinya dengan sesuatu yang jelek dan mencurigakan.
Kepada Anda kaum remaja pu- tra, dan kepada remaja putri yang Anda temani, saya memohon agar Anda tidak dibodohi oleh pikiran Anda dengan hal-hal jelek dan jahat itu. Dia dirancang untuk menggelitik Anda, untuk menarik Anda ke dalam jeratnya. Dia akan merampas keindahan dari hidup Anda. Dia akan menuntun Anda ke dalam kegelapan dan kejelekan.
Artikel majalah baru-baru ini berisikan cerita tentang seorang gadis 12 tahun yang terperangkap oleh internet. Dalam ruang chatting dia berjumpa dengan pengagumnya. Satu hal dilanjutkan dengan hal lain sampai kepada pembicaraan masalah seks. Ketika dia sedang berbicara dengan pria itu, dia kira pria itu adalah anak lelaki seusianya.
Ketika dia bertemu dengan pria itu, dia baru tahu kalau "dia adalah seorang lelaki ubanan yang tinggi dan gendut." Pria itu ganas. Dia mengidap penyakit pedophile. Ibunya, dengan bantuan FBI, menyelamatkannya dari apa yang bisa berubah menjadi tragedi yang paling buru ("The Avengers Online," Readers' Digest, Januari 2000, him. 101104).
Remaja kita sudah tahu tentang hal yang menggoda itu. Mereka butuh bantuan orang tua mereka. Mereka butuh sejumlah besar pengendalian diri. Mereka butuh kekuatan sahabat sejati. Mereka butuh doa untuk melindungi mereka dari banjir kebobrokan itu.
Masalah bimbingan orang tua kepada anak lelaki dan perempuan itu bukan barang baru. Dia hanya lebih kronis daripada sebelumnya, tetapi setiap generasi telah mengalami aspek-aspek itu juga.
Pada 1833, Tuhan sendiri menegur Joseph Smith dan para penasihatnya serta Uskup Pimpinan. Kepada Nabi Joseph Smith Dia berkata dengan bahasa yang jelas dan tanpa kesalahan, sebagaimana Dia mengatakan kepada yang lain:
"Engkau tidak mematuhi perintah- perintah dan perlulah dicela oleh Tuhan;
"Keluargamu harus bertobat dan meninggalkan beberapa hal, dan lebih mengindahkan kata-katamu, kalau tidak mereka akan disingkirkan dari tempat mereka" (A&P 93:47-48).
Secara khusus apa yang membuat teguran itu, saya tidak tahu. Tetapi saya tahu bahwa situasinya cukup serius dan masa depannya penuh dengan bahaya karena Tuhan sendiri yang menyampaikan peringatan itu.
Saya kira Dia juga berbicara dan mengingatkan kita dengan jelas. Hati saya menjangkau kaum remaja kita yang dalam beberapa hal berusaha sendirian. Mereka tahu sedang berada di tengah-tengah kejahatan itu. Saya berharap mereka dapat berbagi beban dengan Anda, para ayah dan ibu. Saya berharap Anda mau mendengarkan, dan Anda mau bersabar dan memahami, dan Anda mau menarik mereka ke arah Anda dan menghibur dan mendukung mereka dalam kesepian mereka. Berdoalah memohon petunjuk. Berdoalah memohon kesabaran. Berdoalah memohon kekuatan untuk mengasihi meskipun serangan itu serius. Berdoalah memohon pemahaman dan kelembutan, dan di atas segalanya, memohon kebijaksanaan dan inspirasi.
Saya mempercayai ini akan menjadi zaman yang luar biasa dalam sejarah dunia. Untuk tujuan tertentu kita telah diizinkan turun di zaman ini ketika pertumbuhan pengetahuan demikian besar. Demikian hebatnya tragedi itu, alangkah menyedihkannya menyaksikan seorang anak lelaki atau perempuan kepada siapa Anda menaruh harap demikian besar, berjalan di jalur yang menuju ke neraka. Sebaliknya, alangkah hebatnya dan indahnya menyaksikan anak yang kita impikan berjalan ke atas, memiliki harga diri, tidak takut dan dengan yakin, mengambil kesempatan yang luar biasa yang terbuka buat mereka. Yesaya mengatakan: "Semua anakmu akan menjadi murid Tuhan, dan besarlah kesejahteraan mereka" (Yesaya 54:13).
Oleh sebab itu bimbinglah putra dan putri Anda, tuntunlah dan arahkanlah mereka dari sejak mereka masih kecil, ajarlah mereka cara Tuhan, bahwa kedamaian akan menjadi rekan mereka selamanya.
Saya tunjukkan kepada kaum wanita Lembaga Pertolongan beberapa hal khusus sehingga mereka akan mengajar anak lelaki dan perempuan mereka. Saya mengulanginya buat Anda malam ini, sebab saya percaya mereka pantas untuk diulang.
Yang pertama adalah mendorong mereka mengembangkan penemanan yang baik. Setiap anak lelaki dan perempuan ingin memiliki sahabat. Tak seorang pun mengharap untuk berjalan sendirian. Kehangatan, hiburan, penemanan seorang sahabat sangat berarti bagi seorang anak lelaki dan perempuan. Sahabat itu dapat memberi pengaruh yang baik atau buruk. Komplotan di jalan yang ganas misalnya, adalah persahabatan yang buruk. Sebaliknya, persahabatan remaja di Gereja, dan teman sekolah, akan memberi tantangan melakukan sesuatu yang baik dan hebat. Bukalah rumah Anda bagi sahabat-sahabat anak-anak Anda. Jika Anda me- ngetahui mereka suka makan, tutuplah mata Anda dan biarlah mereka makan. Buatlah teman-teman anak-anak Anda sahabat Anda juga.
Ajarilah mereka pentingnya pendidikan. Tuhan memerintahkan manusia tanggung jawab melatih pikiran mereka sehingga mereka diperlengkapi untuk melayani masyarakat menjadi bagian mereka. Gereja akan diberkati oleh kehebatan mereka. Lagi pula, mereka akan sangat diberkati untuk usaha yang mereka buat.
Saya membaca sebuah kliping yang saya buat kemarin: "Informasi sensus terakhir memperlihatkan jurang antara tingkat pendidikan dan upah dalam negeri ini. Angka pada 1997 memperlihatkan gaji per tahun seseorang yang memiliki gelar dan yang belum lulus SMU berbeda sedikit di atas $16,000 tahun itu. Kenaikan penghasilan rata-rata tidak lebih banyak bagi lulusan SMU--sebesar $ 22,895 per tahun. Ketika tingkat pendidikan bertambah, demikianlah kenaikan upahnya. Pemegang gelar S1 memiliki penghasilan rata-rata $ 40,478 per tahun. Akhirnya, pemegang gelar lebih tinggi memiliki penghasilan jauh lebih tinggi dengan perbedaan $ 20,000 sampai $ 63,229, sesuai dengan angka-angka di sensus" (Nicole A. Bonham, "Does an Advanced Degree Pay Off?" Utah Business, Sept. 2000, hlm. 37).
Ajarilah anak-anak Anda menghormati dirinya. Ajarilah mereka bahwa tubuh mereka adalah ciptaan Sang Pencipta. Betapa ajaibnya, hebatnya, dan indahnya tubuh manusia.
Paulus, dalam suratnya kepada Korintus, berkata: "Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?
"Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan itu ialah kamu" (1 Korintus 3:1617).
Nah, sekarang tentang menato badan kita. Saya tidak mengerti mengapa ada remaja putra, atau remaja putri bersedia menderita kesakitan untuk merusak kulitnya dengan gambar-gambar berwarna yang mewakili simbol manusia, binatang, dan lainnya. Ketika masih kanak-kanak kebanyakan kita bermain dengan warna yang tidak luntur atau kertas-kertas yang gambarnya dapat melekat di kulit. Tetapi itu bisa dicuci, atau lama kelamaan luntur sendiri. Tetapi tato tidak dapat dicuci, tidak dapat luntur sendiri. Prosesnya tetap, kecuali melewati cara yang menyakitkan lainnya dan mahal barulah dapat dihilangkan. Para ayah, ingatkanlah anak lelaki Anda agar tidak menato badan mereka. Mereka mungkin melawan sekarang, tetapi pada suatu hari mereka pasti akan berterima kasih.
Demikian pula dengan melubangi bagian tubuh untuk dipasangi gelang seperti di cuping telinga, di hidung, bahkan di lidah. Apakah mereka kira itu cantik? Itu adalah suatu mode yang bakal hilang, tetapi akibatnya akan membekas selamanya. Beberapa orang demikian ekstremnya sehingga gelang itu harus dicabut dengan operasi. Presidensi Utama dan Kuorum Dua Belas telah menyatakan bahwa kami menentang tato, dan juga "melubangi tubuh bukan untuk tujuan pengobatan." Meskipun demikian, kami tidak menentang "pelubangan pada cuping telinga wanita untuk anting-anting."
Ajarilah mereka untuk menjauhi narkoba. Saya telah membicarakan tentang Ecstasy. Apakah Anda berharap anak-anak Anda memiliki kedamaian yang dibicarakan Yesaya? Mereka tidak akan mendapatkan kedamaian kalau menggunakan narkoba. Bahan haram ini akan merampas pusat pengendalian diri sehingga mereka akan melakukan apa saja, di dalam atau di luar hukum, untuk mendapatkan dosis berikutnya.
Ajarilah mereka nilai kejujuran. Di bawah langit tidak ada yang menggantikan anak lelaki dan perempuan yang jujur. Tidak ada kata yang bisa mengotori reputasi mereka. Hati nurani mereka tidak bisa dikotori. Mereka dapat percaya diri, berada di atas mereka yang bergelimang dengan kebohongan, menipu, dan yang mencari dalih bahwa sedikit berbohong tidak akan melukai siapa pun. Kebohongan pasti akan menyakiti, sebab kebohongan kecil akan menjadi besar, dan penjara negara ini contoh terbaik gambaran ini.
Ajarilah mereka untuk bajik. Tidak ada kedamaian lewat ketidakmurnian seks. Bapa Surgawi memberi kita naluri itu untuk membuat kita saling tertarik, anak lelaki dan anak perempuan, lelaki dan perempuan. Tetapi dorongan naluri itu harus dikendalikan dengan keras, kuat dan tidak kompromi.
Ajarilah mereka memandang ke masa depan ketika mereka akan menikah di rumah Tuhan, seperti mereka yang datang ke altar yang adalah bebas dari cacat atau kejahatan apa pun. Mereka akan bersyukur sepanjang hidup mereka karena menikah di bait suci, dengan layak, dan di bawah kuasa keimamatan yang kekal.
Sekarang, sedikit nasihat kepada kaum lelaki.
Waspadalah terhadap masa-masa sulit hidup Anda sehingga Anda tidak terjerat dalam situasi yang mendatangkan kedukaan, penyesalan, dan, akhirnya, perceraian. Perceraian telah menjadi umum di sekeliling kita. Ada banyak yang melanggar perjanjian khidmat yang mereka buat di hadapan Allah dalam Rumah Kudus-Nya.
Brigham Young pernah mengatakan: "Ketika orang menikah, daripada mencoba saling melepaskan diri, renungkanlah bahwa Anda telah membuat pilihan, dan berusaha untuk menghormati dan mempertahankannya. Janganlah mengatakan bahwa Anda telah bertindak tidak bijaksana, dan mengatakan bahwa Anda tidak membuat pilihan baik, ataupun membiarkan siapa pun mengetahui bahwa Anda telah mengira demikian. Anda telah membuat pilihan; tetaplah di situ, dan berusahalah untuk saling menghibur dan membantu" (Deseret News, 29 Mei 1861, 98).
Sebuah perceraian, ketika semuanya telah dikatakan dan dilakukan, menggambarkan kegagalan sebuah pernikahan.
Demikian banyak lelaki menjadi pengkritik kronis. Jika mereka mau mencari kebajikan dalam diri istri mereka daripada mencari kegagalan mereka, kasih akan lebih berkembang dan keluarga akan lebih aman.
Ajarilah anak-anak Anda berdoa. Tidak ada sumber yang dapat dibandingkan dengan doa. Memikirkan bahwa kita masing-masing dapat mendekati Bapa Surgawi, yang juga adalah Allah semesta alam yang agung, untuk memperoleh bantuan dan bimbingan individu, untuk kekuatan dan iman, sudah merupakan sebuah mukjizat tersendiri. Kami diundang datang kepada-Nya. Marilah kita tidak menolak kesempatan yang diberikan kepada kita.
Allah memberkati Anda, para ayah yang baik. Semoga Dia memberkati Anda dengan kebijaksanaan dan kemampuan menimbang-nimbang, memahami, disiplin diri dan pengendalian diri, dengan iman dan kelembutan dan kasih. Dan semoga Dia memberkati putra dan putri yang datang ke dalam rumah Anda agar rumah tangga Anda dilindungi, diperkuat, dibimbing pada saat mereka tersesat dalam hidup ini. Tahun akan berlalu, dan mereka akan berlalu dengan cepat, semoga Anda mengenal "damai . . . sejahtera itu, yang melampaui segala akal," (Filipi 4:7) ketika melihat putra dan putri Anda yang juga telah mengenal damai kudus itu. Untuk diulangi, semua anak Anda harus diajar tentang Tuhan, dan besarlah kiranya damai anak-anakmu. Demikianlah doa rendah hati saya, dalam nama Tuhan Yesus Kristus, amin.