Presiden Gordon B. Hinckley
"Pekerjaan ini memiliki sesuatu yang sangat penting yang belum pernah ada sebelumnya sampai ke tingkat demikian."
Brother dan sister, Anda adalah inspirasi buat saya. Ketika saya memandang wajah Anda dalam sidang jemaat besar ini, dan menyadari ada banyak yang berkumpul di seluruh dunia, saya bangga dengan rasa saling mengasihi Anda. Anda adalah umat yang hebat. Saya berdoa agar Roh Kudus membimbing saya ketika saya berceramah kepada Anda.
Sebelum datang ke gedung ini, pagi ini, kami memeteraikan batu penutup batu penjuru bangunan besar yang baru ini. "Itu menandai selesainya bangunan ini."
Kami masih mempertahankan simbolisme batu penjuru dalam mengingat Putra Allah ke atas hidup dan misi-Nyalah Gereja ini didirikan. Dia, dan hanya Dialah, adalah Batu Penjuru itu. Di atas-Nya telah dibangun landasan para rasul dan nabi yang kuat dan di atas "semua bangunan" ini dibangun. Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir (Efesus 2:21).
Ketika saya diingatkan oleh kumpulan batu penjuru pagi ini, biarlah simbol ini dikenal sebagai wakil Juruselamat dunia, Putra Allah, Tuhan Yesus Kristus, yang nama-Nya dipakai Gereja ini.
Saya bersyukur bahwa gedung ini telah selesai dibangun. Kami menggunakannya untuk konferensi bulan April dan kesempatan lain pada Juni lalu. Pada waktu itu belum sepenuhnya selesai. Sekarang dapat dinyatakan selesai dan dapat digunakan seterusnya.
Tahun milenium 2000 ini menjadi tahun hebat buat Gereja. Kami telah berkembang di seluruh dunia. Kami telah melewati 11 juta anggota. Alangkah besar artinya ini.
Saya sudah ada pada 1947 ketika Gereja merayakan seratus tahun kedatangan kaum pionir. Pada waktu itu monumen Di sinilah Tempatnya diresmikan. Sebuah perayaan besar diadakan dengan drama di Tabernakel mewakili misi dunia Gereja. Tema utamanya adalah bahwa Gereja telah mencapai satu juta anggota. Hampir setengahnya tinggal di Utah. Sekarang hanya sekitar 15 persen tinggal di sini, meskipun demikian kita memiliki lebih banyak anggota di sini sekarang daripada sebelumnya. Membandingkan itu dengan sekarang yang memiliki 11 juta anggota adalah sebuah hal yang luar biasa dan mengherankan yang memberi kita harapan masa depan.
Kita telah menjangkau dunia di mana pun kita diizinkan untuk masuk. Kita telah mengajarkan injil sebagaimana dinyatakan di zaman kegenapan ini. Kita sekarang sedang memasuki negara-negara yang namanya saja jarang terdengar di tahun 1947. Pekerjaan para misionari berkembang dengan cara yang ajaib.
Saya kira saya pernah berada di kebanyakan negara di mana gereja diorganisasi. Saya menemui umat yang hebat di mana-mana. Mereka adalah para OSZA dalam arti sesungguhnya. Mereka sedang hidup mematuhi perintah-perintah.
Ketika saya bertemu dengan mereka dan berbicara dengan mereka, saya memahami arti sesungguhnya kata-kata Paulus:
"Dan [Allah] telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan Dia telah menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka;
"Supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia, walaupun Dia tidak jauh dari kita masing-masing.
"Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada: . . . Sebab kita ini dari keturunan Allah juga" (Kisah para Rasul 17:2628).
Kita telah berkembang menjadi masyarakat kosmopolitan, sebuah keluarga besar dalam Tuhan. Dalam gerakan kelompok besar lelaki dan perempuan, anak lelaki dan perempuan, semua Orang Suci dari Yang Mahatinggi, kita bernyanyi ketika sedang bergerak maju.
"Mataku melihat kemuliaan kedatangan Tuhan;
"Dia menginjak-injak anggur kemurkaan
"Dia telah menghunus pedang berkilau-Nya
"Majulah kebenaran-Nya
("Battle Hymn of the Republic," Hymns, no. 60).
Pekerjaan ini memiliki sesuatu yang sangat penting yang belum pernah ada sebelumnya sampai ke tingkat demikian.
Dalam dunia pendidikan, kita telah membangun program Seminari dan Institut di mana pun gereja berada. Program ini memberi sentuhan kebaikan bagi hidup para siswanya di seluruh dunia. Dalam Institut usia mahasiswa mereka menemukan pergaulan yang membahagiakan, mereka belajar, bergaul, dan menemukan jodoh sesama orang percaya di situ.
Dalam beberapa bulan ini kita telah mengumumkan bahwa Ricks College, sebuah lembaga pendidikan perintis yang besar, dengan program D-II, akan dikembangkan menjadi program S-1 dan akan disebut BYU--Idaho. Ini bukan untuk mengecilkan nama orang yang digunakan oleh sekolah ini. Ini akan memperluas kesempatan belajar bagi banyak remaja putra dan putri. Ini akan membuat perguruan yang sudah besar itu makin besar. Ini sebuah usaha dari pihak Gereja untuk memperluas kesempatan pendidikan sekuler dalam kerangka Sekolah Gereja, di mana di ajarkan iman dalam Allah yang hidup dan dalam Putra Ilahi-Nya, Tuhan kita.
Hal luar biasa lainnya, yang ditegaskan dalam tahun milenium ini, adalah pembangunan bait suci. Pembangunan ini sendiri sudah menjadi mukjizat. Minggu kemarin kami meresmikan satu di Boston, Massachusetts, bait suci ke-100 Gereja.
Saya duduk dalam Presidensi Utama bulan Juli 1981 sebagai penasihat Presiden Kimball. Sejak itu, 81 dari 100 bait suci telah diresmikan. Hanya 19 yang digunakan sebelumnya.
Lima puluh tiga bait suci baru, lebih dari separo dari 100, yang sekarang digunakan, telah diresmikan sejak saya ditetapkan menjadi Presiden Gereja lima tahun lalu. Saya menunjukkan ini hanya untuk mengingatkan Anda akan kecepatan perluasan yang dramatis ini.
Ketika saya mengumumkan dalam konferensi bahwa saya berharap kita akan melihat peresmian bait suci yang ke 100 pada akhir tahun 2000, saya bertanya-tanya jika hal itu mungkin. Rasa terima kasih saya tidak cukup bagi banyak pria dan wanita yang telah bekerja sangat lama dan keras untuk memungkinkan mukjizat ini. Beberapa bait suci baru ini lebih kecil. Tetapi setiap tata cara yang dapat dilaksanakan di dalam Bait Suci Salt Lake, yang terbesar di Gereja, dapat dilaksanakan di bait suci-bait suci yang lebih kecil ini. Bait suci-bait suci tersebut dikuduskan secara khusus untuk pekerjaan tata cara. Bait suci-bait suci ini indah dalam bentuknya, dibangun dengan baik dalam segala segi. Dan bait suci-bait suci tersebut telah memungkinkan perjalanan yang jauh lebih mudah ke Rumah Tuhan bagi ribuan umat kita.
Kita harus terus membangunnya. Kita akan meresmikan tiga lagi sebelum akhir tahun ini. Kita akan terus membangun di masa depan, mungkin tidak dalam kecepatan yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tetapi akan ada pembangunan bangunan kudus ini untuk menampung kebutuhan mereka.
Betapa bersyukurnya umat kita. Saya berharap dan percaya bahwa Tuhan pun berkenan.
Dan sekarang, hari ini, ketika sebuah prestasi penting di tahun milenium ini, kita meresmikan Pusat Konferensi besar ini. Ini adalah gedung unik dan luar biasa. Ketika pertama kali dipikirkan dan direncanakan, kita tidak terlalu memikirkan tentang rumah ibadah yang paling besar di dunia. Kita lebih memikirkan tentang rencana menampung kebutuhan umat kita.
Tabernakel, yang telah melayani kita demikian baik lebih dari satu abad, sudah tidak cukup lagi untuk kebutuhan kita.
Ini membutuhkan perhatian serius untuk membangun bangunan semacam ini. Kami, tentu saja, sadar tentang segala perangkat elektronik yang akan digunakan untuk menyampaikan pesan dari mimbar. Meskipun demikian, kami juga sadar akan begitu banyak orang yang ingin duduk dalam ruangan bersama penceramah sebagaimana terbukti pagi ini Seperti saya katakan ketika mengumumkan keputusan untuk terus maju: "Membangu gedung ini merupakan langkah keberanian. Kami mengkhawatirkannya . . . . Kami mendengarkan bisikan Roh. [sewaktu kami berdoa] mengenainya. Dan hanya dengan kepastian Tuhanlah kami memutuskan untuk melanjutkannya" ("Ke Seluruh Dunia Dalam Kesaksian," Liahona, Juli 2000, 4).
Pengumuman akan keputusan kami dibuat pada Konferensi Umum April 1996. saya berkata, pada waktu itu, "Saya sayangkan bahwa banyak yang ingin bertemu dengan kami di Tabernakel pagi ini tidak dapat masuk. Banyak sekali yang masih di luar . . . ."
"Hati saya memprihatinkan mereka yang ingin masuk, tetapi tidak mendapatkan tempat. Kurang lebih satu tahun yang lalu, saya menyarankan kepada para pemimpin, bahwa barang kali saatnya sudah tiba untuk mempelajari kemungkinan mendirikan ruang ibadah tambahan yang juga dikuduskan, yang jauh lebih besar, yang dapat menampung 3 atau 4 kali lebih besar dari jumlah yang dapat ditampung di Tabernakel ini."
Satu tahun lebih sedikit kemudian maka pembebasan tanah dilakukan. Ini terjadi pada 24 Juli 1997, ulang tahun ke 150 kedatangan leluhur kita di lembah ini.
Pada penutupan kebaktian pembebasan tanah itu, Presiden Packer menyampaikan doa penutup. Dalam doa itu, dia meminta Tuhan agar memperpanjang umur saya agar bisa hadir untuk peresmian gedung baru ini. Saya bersyukur bahwa doa itu terjawab.
Hari ini kita akan meresmikannya sebagai rumah untuk beribadah kepada Allah Bapa Yang Kekal dan Putra-Nya, Tuhan Yesus Kristus. Kami berharap dan kami berdoa agar tetap terdengar dari mimbar ini pernyataan-pernyataan kesaksian dan ajaran, tentang iman dalam Allah yang hidup, dan tentang rasa syukur untuk Kurban Tebusan besar Juruselamat kita.
Kami juga akan meresmikannya sebagai tempat untuk pertunjukan seni yang anggun.
Di sini Paduan Suara Tabernakel akan menyanyikan lagu puji-pujian. Di sini kelompok-kelompok musik akan menampilkan hiburan bagi orang banyak. Di sini akan ditampilkan drama yang melukiskan keindahan dan seni dan yang lainnya.
Bangunan ini telah dibangun dengan bahan-bahan yang terbaik oleh pekerja yang paling cekatan. Kami berhutang kepada semua yang telah menyumbang untuk membuat gedung pusat konferensi yang luar biasa untuk Gereja dan tujuan lainnya.
Kami berharap akan ada permintaan dari kelompok-kelompok lain untuk menggunakan balai ini. Kami akan membuatnya terbuka di bawah aturan-aturan yang memastikan bahwa kegunaannya akan sejalan dengan tujuan gedung ini diresmikan hari ini.
Ini bukan bangunan museum, meskipun arsitekturnya hebat. Ini adalah tempat yang akan digunakan untuk menghormati Yang Maha Besar dan untuk tujuan kekal-Nya.
Saya bersyukur bahwa kita memilikinya. Saya bersyukur ini sudah selesai. Ada sedikit pekerjaan untuk penyetelan organ, yang akan berlangsung untuk beberapa saat lagi. Saya meminta perhatian Anda untuk membaca artikel yang tertulis dalam Ensign terbitan bulan Oktober.
Ketika saya merenungkan bangunan hebat ini, yang bersebelahan dengan bait suci, terbersit dalam pikiran saya ucapan nubuat nabi Yesaya:
"Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir; gunung tempat rumah Tuhan akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana,
"Dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: Mari, kita naik ke gunung Tuhan, ke rumah Allah Yakub, supaya Dia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman Tuhan dari Yerusalem . . . .
"Hai kaum keturunan Yakub, mari kita berjalan di dalam terang Tuhan" (Yesaya 2:23, 5).
Saya percaya bahwa nubuat ini berlaku untuk Bait Suci Salt Lake yang hebat dan bersejarah ini. Tetapi saya percaya juga bahwa ayat ini juga berhubungan dengan balai hebat ini. Karena dari mimbar ini hukum Allah akan keluar, bersama dengan firman dan kesaksian Tuhan.
Semoga Allah memberkati kita sebagai sebuah umat. Kami telah menemukan langkah baru dalam tahun milenium yang agung ini. Semoga kita berjalan dengan langkah Yehova agung, Allah Abraham, Ishak, dan Yakub. Semoga kita berjalan dalam terang-Nya yang adalah Mesias dunia, Putra Allah, yang berkata tentang diri-Nya, "Akulah jalan, kebenaran, dan hidup: tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Yohanes 14:6), adalah doa rendah hati saya dalam nama Yesus Kristus, amin.
PETUNJUK MENGENAI SERUAN HOSANA
"Nah, brother dan sister sekalian, sebentar lagi saya akan mengucapkan doa pengudusan di mana Anda diundang untuk bergabung. Segera setelah doa pengudusan ditutup, kami mengundang setiap dari Anda untuk berperan serta dan bergabung ber sama kami dalam menyerukan Hosana. Penghormatan kudus kepada Bapa dan Putra ini diberikan pada upacara pengudusan setiap bait suci. Ini juga dilakukan pada pertemuan bersejarah yang penting, seperti peletakan batu pada Bait Suci Salt Lake, dan perayaan seratus tahun Gereja dalam konferensi umum tahun 1930. Kami menganggap pantas memberikan seruan itu di sini, sewaktu kita menguduskan bangunan megah ini, di mana peristiwa serupa mungkin tidak pernah terulang lagi. Keterangan apa pun mengenai hal ini oleh media hendaknya menunjukkan bahwa bagi kita hal ini adalah amat kudus dan pribadi. Kami mohon agar hal ini diperlakukan secara berbeda dan penuh rasa hormat."
Saya sekarang akan memperlihatkan cara berseru itu. Setiap orang mengeluarkan saputangan putih bersih, dipegang pada salah satu sudutnya, dan melambaikannya sambil berseru bersama, "Hosana, Hosana, Hosana, kepada Allah dan Domba," diulang tiga kali, kemudian diikuti dengan, "Amin, Amin, dan Amin."
Sekali lagi, mereka yang ingin berperan serta diundang untuk berdiri dan berseru begitu selesai doa peresmian. Mereka yang ingin tetap dudu dapat pula melakukannya Hosana tidak jika Anda tidak memiliki saputangan putih boleh melambaikan tangan. Mereka yang berada di tempat lain boleh mengikutinya sambil berseru jika keadaan memungkinkan.
Pada akhir seruan Paduan Suara Tabernakel, tanpa diumumkan, akan menyanyikan "Hosanna Anthem," yang ditulis oleh Evan Stephens untuk peresmian Bait Suci Salt Lake pada 1893. Dengan aba- aba pemimpin lagu jemaat akan bergabung menyanyikan "Roh Allah Bagaikan Api Yang Menyala," yang ditulis oleh W. W. Phelps dan yang dinyanyikan untuk pertama kali pada peresmian Bait Suci Kirtland pada 1836.
Doa penutup akan dilakukan oleh Elder W. Don Ladd dari Tujuh Puluh, dan konferensi akan istirahat sampai pukul 2.00 sore.
Sekarang, brother dan sister silakan menundukkan kepala dan menutup mata, kita bergabung akan mengucapkan doa peresmian.
DOA PENGUDUSAN
Ya Allah, Bapa Yang Kekal, dengan bersyukur kami mendekati Engkau dalam doa pada hari Sabat bersejarah ini ketika peresmian Pusat Konferensi yang hebat ini.
Ini dibangun untuk menghormati Mu dan memuliakan Engkau. Ini adalah satu lagi kompleks bangunan besar yang diresmikan untuk menggenapi tujuan-Mu dan pekerjaan-Mu. Gedung ini bersebelahan dengan bait suci kudus yang dibangun selama 40 tahun. Gedung ini mirip dengan Tabernakel bersejarah, yang telah melayani umat-Mu dengan baik selama lebih dari satu abad. Di dekatnya adalah Balai Pertemuan, yang digunakan untuk berbagai pertemuan.
Tidak jauh darinya sebuah Gedung Perkantoran Gereja, Gedung Administrasi, dan Gedung Joseph Smith Memorial. Juga di dekatnya adalah Lion House, dan Beehive House, keduanya pun bersejarah. Di sebelahnya lagi sebuah Museum Sejarah Gereja dan Seni dan Perpustakaan Sejarah Keluarga.
Gedung baru yang besar ini menghadap ke arah semua gedung itu dan mengagumi keanekaragaman, kegunaan, dan keindahannya. Semuanya menjadi saksi kekuatan dan pentingnya pekerjaan-Mu, kantor pusat Gereja-Mu, sumber dari mana kebenaran mengalir ke dunia.
Kami bersyukur kepada-Mu untuk orang-orang yang penuh pengabdian dan terampil yang bekerja keras dalam waktu yang lama untuk menyelesaikannya. Semoga mereka bangga dengan prestasi mereka.
Ketika kami berkumpul dalam konferensi umum Gereja-Mu, dengan acara ini dilihat di seluruh dunia, kami tunduk dalam kekhidmatan di hadirat-Mu.
Dengan bertindak dalam kuasa keimamatan kudus-Mu, dan dalam nama Putra Tunggal-Mu, Tuhan Yesus Kristus, kami meresmikan dan menguduskan gedung ini, Pusat Konferensi Gereja Yesus Kristus dari OSZA. Kami serahkan kepada-Mu, Bapa kami dan Allah kami, dan kepada Putra Terkasih-Mu, Penebus kami, yang nama-Nya digunakan oleh Gereja.
Kami resmikan ini sebagai tempat berkumpul umat-Mu, yang akan mendengarkan firman Tuhan sebagaimana disampaikan oleh hamba-hamba-Mu yang menjadi nabi, pelihat, pewahyu, dan saksi bagi dunia tentang Tuhan Yesus Kristus, yang hanya melalui nama-Nya umat manusia bisa diselamatkan.
Kami meresmikan gedung dari tumpuannya sampai ke atap-atapnya. Kami meresmikan balai yang hebat ini, yang unik dalam rancangan dan ukuran, yang dibangun untuk menampung ribuan orang yang bertahun-tahun akan mengabdi kepada-Mu dan kepada hiburan yang sehat dan hebat.
Dari mimbar ini nama-Mu akan dibicarakan dengan khidmat dan kasih. Semoga nama Putra-Mu terus diingat dengan pernyataan yang kudus. Semoga kesaksian pekerjaan ilahi-Mu bergema dari sini ke seluruh dunia. Semoga kebenaran dinyatakan dan kejahatan ditentang. Semoga firman dibicarakan dengan berani dan yakin. Semoga pernyataan ajaran bergema ke seluruh bangsa.
Meskipun dunia gemetar, semoga bangunan hebat ini tahan dan aman di bawah pengawasan-Mu. Semoga tidak ada suara jahat pernah terdengar dalam balai ini untuk menjatuhkan Engkau, Putra- Mu, Gereja Yang Engkau Pulihkan, atau para nabi dan pemimpin yang sedang memimpin. Lindungilah dari badai alami dan tangan-tangan kotor dan perusak. Lindungilah dari konflik dan tindakan teroris. Semoga semua yang lewat di sini, apa pun agamanya, memandang bangunan ini dengan hormat dan kekaguman.
Semoga balai yang besar ini menjadi tempat hiburan yang anggun, sebuah rumah bagi seni yang membangun dan yang mengembangkan budaya umat manusia. Semoga tidak pernah ada yang disajikan di sini yang kurang anggun dan yang tidak melukiskan keindahan sifat alami ilahi-Mu.
Kami meresmikan organ besar ini, balai yang indah ini dan ruangan lainnya, lapangan parkir, dan semua bagian lainnya yang berhubungan dengan bangunan ini. Semoga gedung ini cantik pada pandangan yang melihatnya. Semoga gedung ini menjadi rumah yang serba guna, sebuah rumah budaya, sebuah rumah seni, sebuah rumah ibadah, sebuah rumah kepercayaan, sebuah rumah Allah.
Semoga gedung ini menampilkan pernyataan umat-Mu bahwa: jika ada sesuatu yang bajik, cantik, baik, patut dipuji, kami akan mengikutinya." (Pasal-pasal Kepercayaan 1:3)
Nah Bapa, ketika kami meresmikan Pusat Konferensi ini, kami juga meresmikan teater yang tergabung dalam gedung ini. Teater itu adalah bangunan yang sangat cantik, dirancang untuk menjadi tempat pertemuan, seperti sebuah rumah untuk menampilkan kesenian, dan untuk kegunaan serba neka, semuanya menghormati dan diciptakan untuk memupuk keindahan dan kemuliaan. Lindungilah dan berkatilah teater ini sebagaimana kami telah memohon untuk Pusat Konferensi ini.
Begitu juga pada hari ini kami meresmikan fasilitas parkir yang dibangun di bawah Main Street dan semua perbaikan yang dibuat di daerah itu tepat di depan Rumah Tuhan, bait suci Allah.
Semoga daerah ini dipandang sebagai tempat damai, sebuah mata air di tengah keramaian kota. Semoga tempat itu menjadi tempat di mana yang lelah dapat beristirahat dan merenungkan hal- hal yang berhubungan dengan Allah dan keindahan alam. Tempat itu dihiasi dengan pohon- pohon dan semak-semak, bunga-bunga dan air, semuanya menjadi satu untuk menciptakan sebuah pulau ketenangan di tengah-tengah komunitas yang hiruk-pikuk. Semoga minat umat Gereja-Mu berkembang dan mempercantik daerah ini dihargai oleh semua yang lewat.
Kami memohon semoga dukungan itu menang dan tumbuh sampai ada penerimaan universal dan penghargaan terhadap apa yang sudah dilakukan. Kami memohon berkat-berkat-Mu ke atas komunitas dan negara bagian ini. Ini adalah daerah di mana umat-Mu mencari perlindungan dari penindasan yang pernah mereka alami. Sekarang ini telah menjadi masyarakat kosmopolitan kepada siapa bangsa seluruh dunia berkumpul. Semoga semua yang tinggal di sini dan semua yang datang kemari mengakui lingkungan yang unik dan menarik ini. Semoga kami, Gereja-Mu menjadi ramah dan anggun. Semoga kami bisa menjaga standar dan praktik yang dikenali orang lain tentang pemujaan siapa, "di mana, atau apa pun yang mereka inginkan" (Pasal-pasal Kepercayaan 1:11).
Berkatilah kami menjadi sesama yang baik dan suka menolong. Semoga kami bisa mengangkat tangan dan memperkuat mereka yang lemah dan tertekan. Semoga kami semua hidup dalam damai dan saling menghargai.
Allah Yang Maha Besar, betapa bersyukurnya kami untuk berkat-berkat hebat yang kami terima. Terimalah rasa syukur kami. Tepatilah janji-Mu mengenai mereka yang menyumbangkan persepuluhan dan sumbangan lain. Bukalah tingkap-tingkap langit dan turunkanlah berkat-berkat ke atas mereka.
Kami mengasihi Mu dan Putra Ilahi-Mu. Kami berusaha melakukan kehendak-Mu. Kami memuja nama kudus-Mu. Kami berseru dengan menyanyikan lagu pengabdian. Kami bersaksi tentang Engkau dan tentang Penebus kami, Putra-Mu yang tiada duanya. Yang Mulia adalah jalan-Mu, dipermuliakanlah rencana kekal-Mu bagi siapa yang mematuhi-Mu.
Maukah Engkau tersenyum dan berkenan akan kami, kami berdoa dalam nama kudus Tuhan Yesus Kristus, amin.