The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Gospel Library General Conference
Conferences
Oktober dari 2000
Penebusan Bagi Orang-Orang Yang Telah Meninggal dan Kesaksian Yesus

Penebusan Bagi Orang-Orang Yang Telah Meninggal dan Kesaksian Yesus

Penatua D. Todd Christofferson
Dari Dewan Tujuh Puluh

"Dengan mengenali para leluhur kita dan melaksanakan bagi mereka tata cara-tata cara penyelamatan yang tidak dapat mereka lakukan sendiri, kita bersaksi akan jangkauan Kurban Tebusan Yesus Kristus yang tak terbatas."

Penatua D. Todd Christofferson

Para ahli agama Kristen telah lama memikirkan pertanyaan ini: "Apa takdir miliar-an orang yang telah hidup dan meninggal tanpa pengetahuan tentang Yesus?"1 Dengan pemulihan injil Yesus Kristus muncullah pemahaman tentang bagaimana orang-orang yang telah meninggal yang belum dibaptiskan dan bagaimana Allah dapat menjadi "Allah yang sempurna, yang adil dan juga Allah yang penuh belas kasih."2

Ketika hidup di bumi, Yesus menubuatkan bahwa Dia juga akan berkhotbah kepada orang-orang yang telah meninggal.3 Petrus memberitahu kita hal ini terjadi pada saat jeda antara penyaliban dan kebangkitan Juruselamat.4 Presiden Joseph F. Smith menyaksikan sebuah penglihatan bahwa Juruselamat mengun- jungi dunia roh dan "di antara yang benar [roh], . . . mengatur kekuatan-Nya dan menetapkan para pembawa kabar yang dibekali dengan kuasa serta wewenang untuk maju dan membawa terang injil kepada mereka yang berada dalam kegelapan, . . .

"Hal-hal ini diajarkan: beriman kepada Allah, bertobat dari dosa, pembaptisan pengganti bagi penghapusan dosa, dan karunia Roh Kudus dengan penumpangan tangan."5

Ajaran bahwa mereka yang hidup dapat menyediakan baptisan dan tata cara-tata cara penting lainnya kepada mereka yang telah meninggal, secara perwakilan, diwahyukan kembali kepada Nabi Joseph Smith.6 Dia belajar bahwa roh-roh yang menunggu kebangkitan tidak hanya ditawarkan keselamatan pribadi, tetapi bahwa mereka dapat dipersatukan di surga sebagai suami dan istri serta dimeteraikan kepada leluhur mereka sepanjang generasi masa lalu dan telah dimeteraikan kepada mereka anak-anak mereka sepanjang generasi masa datang. Tuhan memerintahkan Nabi agar ritus-ritus kudus dapat dilaksanakan hanya di dalam sebuah rumah yang dibangun di dalam nama-Nya, sebuah tempat yang kudus, yaitu bait suci.7

Asas pelayanan perwakilan ini seharusnya tidak terlihat aneh bagi orang Kristen mana pun. Dalam pembaptisan orang hidup, petugas bertindak, melalui perwakilan, menggantikan Juruselamat. Dan bukankah ini merupakan ajaran pokok dari keyakinan kita bahwa pengurbanan Kristus menebus dosa-dosa kita melalui perwakilan memuaskan tuntutan keadilan bagi kita? Sebagaimana Presiden Gordon B. Hinckley menyatakan, "Saya rasa pekerjaan perwakilan bagi mereka yang telah meninggal hampir mendekati pengorbanan perwakilan dari Juruselamat Sendiri melebihi pekerjaan lain apa pun yang saya ketahui. Pekerjaan itu diberikan dengan kasih, tanpa harapan imbalan, atau pembayaran kembali atau apa pun jenisnya. Sungguh asas yang mulia."8

Banyak yang salah memahami dan mengira bahwa jiwa-jiwa yang telah mati "dibaptiskan menjadi orang-orang Mormon tanpa pengetahuan mereka"9 atau bahwa "orang-orang yang dahulu menganut kepercayaan lain dapat menjadi orang Mormon yang berlaku secara surut."10 Mereka menganggap bahwa bagaimanapun juga kita memiliki kekuatan untuk mendorong jiwa dalam hal iman. Tentu saja, kita tidak melakukan ini. Allah memberi manusia hak pilihannya sejak permulaan.11 "Orang-orang yang telah mati yang bertobat akan ditebus melalui kepatuhan akan tata cara-tata cara rumah Allah,"12 tetapi hanya jika mereka menerima tata cara-tata cara tersebut. "Gereja tidak mendata mereka dalam daftar panjangnya atau mencatat mereka dalam daftar keanggotaannya.

Keinginan kita untuk menyelamatkan orang-orang yang telah meninggal, dan waktu serta sumber-sumber yang telah kita relakan untuk komitmen tersebut, adalah, melebihi segalanya, suatu ungkapan akan kesaksian kita mengenai Yesus Kristus. Hal itu sekuat pernyataan yang dapat kita buat mengenai keilahian sifat dan misi-Nya. Hal itu memberikan kesaksian, pertama, tentang kebangkitan Kristus; kedua, tentang jangkauan kurban tebusan-Nya yang tak terbatas; ketiga, bahwa Dia adalah satu-satunya sumber keselamatan; keempat, bahwa Dia telah menetapkan syarat-syarat bagi keselamatan; dan kelima, bahwa Dia akan datang lagi.

KUASA KEBANGKITAN KRISTUS

Ketika menyinggung kebangkitan, Paulus bertanya, "Jika demikian, apakah faedahnya perbuatan orang-orang yang dibaptis bagi orang mati? Kalau orang mati sama sekali tidak dibangkitkan . . .? Mengapa mereka mau dibaptis bagi orang-orang yang telah meninggal?13 Kita dibaptiskan bagi orang-orang yang telah meninggal karena kita tahu bahwa mereka akan bangkit. "Jiwa akan dipulihkan kepada tubuh, dan tubuh kepada jiwa. Ya, dan setiap anggota badan dan tubuhnya. Ya, bahkan sehelai rambut di kepala pun tidak akan hilang, tetapi segala sesuatu akan dipulihkan kepada bentuknya yang tepat dan sempurna."14 "Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Dia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup."15

Apa yang kita lakukan sungguh luar biasa dalam kaitannya dengan mereka yang telah pergi mendahului kita karena mereka hidup saat ini sebagai roh dan akan hidup kembali sebagai jiwa-jiwa baka, dan itu karena Yesus Kristus. Kita mempercayai firman-Nya ketika Dia berkata, "Akulah kebangkitan dan hidup; barang siapa percaya kepada-Ku, dia akan hidup walaupun dia sudah mati."16 Melalui pembaptisan yang kita laksanakan mewakili orang-orang yang telah meninggal, kita bersaksi bahwa "sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus . . . . Karena Dia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya.

"Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut."17

JANGKAUAN KURBAN TEBUSAN KRISTUS YANG TAK TERBATAS

Dengan mengenali para leluhur kita dan melaksanakan bagi mereka tata cara-tata cara penyelamatan yang tidak dapat mereka lakukan sendiri, kita bersaksi akan jangkauan Kurban Tebusan Yesus Kristus yang tak terbatas. Yesus Kristus "mati untuk semua orang."18 "Dia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia."19

"Allah tidak membedakan orang:

"Setiap orang dari bangsa mana pun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya."20

"Lihatlah, apakah Dia berseru kepada seseorang: Pergilah daripada-Ku? Lihatlah, aku berkata kepadamu: Tidak; tetapi Dia berfirman: Datanglah kepada-Ku hai segenap ujung bumi, belilah air susu dan madu, tanpa uang dan tanpa harga."21 Tuhan kita "mengundang . . . semua untuk datang kepada-Nya dan mengambil bagian dalam kebaikan-Nya; dan Dia tidak menyangkal seorang pun yang datang kepada-Nya, baik hitam maupun putih, budak maupun orang merdeka, orang laki-laki maupun perempuan; dan Dia ingat akan orang-orang kafir; dan semuanya sama bagi Allah, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi."22

Tak dapat dibayangkan bahwa undangan ini, ditujukan bagi semua orang yang hidup di bumi, tidakkah ini juga ditujukan bagi mereka yang belum pernah mendengarnya sebelum mereka meninggal. Bersama Paulus, kita diyakinkan bahwa kematian tidak membawa rintangan seperti itu: "Baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah tidak ada kekuasaan, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, . . . atau kuasa-kuasa, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita."23

YESUS KRISTUS, SUMBER UTAMA KESELAMATAN

Keinginan kita untuk memastikan bahwa leluhur kita yang telah meninggal ditawari pembaptisan dalam nama Yesus merupakan kesaksian terhadap fakta bahwa Yesus Kristus adalah "jalan, kebenaran, dan hidup" dan bahwa "tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui [Dia]."24 Petrus menyatakan, "Keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."25

"Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Yesus Kristus."26

Banyak umat Kristen dewasa ini, yang prihatin atas miliar-an orang yang telah meninggal tanpa suatu pengetahuan tentang, Yesus Kristus, mulai meragukan apakah sungguh-sungguh terdapat hanya "satu Tuhan, satu iman, satu baptisan."27 Untuk mempercayai bahwa Yesus adalah satu-satunya Juruselamat, menurut mereka, merupakan kesombongan, pikiran picik, dan tanpa toleransi. Meskipun demikian, kita mengatakan, bahwa ini merupakan dilema yang keliru. Tidak ada ketidakadilan di dalamnya selain Seseorang melalui mana keselamatan dapat datang, ketika Orang itu dan keselamatan-Nya ditawarkan kepada setiap jiwa, tanpa kecuali. Kita tidak perlu mengubah ajaran atau menyesuaikan kabar baik tentang Kristus.

SYARAT-SYARAT KESELAMATAN DITETAPKAN OLEH KRISTUS

Karena kita percaya bahwa Yesus Kristus adalah Penebus, kita juga menerima wewenang-Nya untuk menetapkan syarat-syarat melalui mana kita dapat menerima kasih karunia-Nya. Sebaliknya kita tidak mengkhawatirkan diri kita sendiri dengan dibaptiskan bagi orang-orang yang telah meninggal.

Yesus menegaskan bahwa "sesaklah pintu, dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan."28 Secara khusus Dia berfirman, "Jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, dia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah."29 Ini berarti kita harus "bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis . . . dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, dan . . . menerima karunia Roh Kudus."30

Meskipun Dia tidak berdoa, Yesus Kristus, Sendiri, dibaptiskan dan menerima Roh Kudus untuk membuktikan "kepada Bapa bahwa Dia akan taat kepada-Nya dalam mematuhi perintah-perintah-Nya,"31 dan untuk memperlihatkan kepada kita "lurusnya jalan dan sempitnya pintu gerbang, melalui mana [kita] harus masuk, Dia telah memberikan tela- dan kepada [kita]." Dan Dia berfirman . . . "Dia yang dibaptiskan dalam nama-Ku, kepadanya Bapa akan menganugerahkan Roh Kudus, seperti kepada-Ku. Oleh karena itu, ikutlah Aku dan lakukanlah hal-hal yang telah kamu lihat Aku lakukan."32

Tak ada pengecualian: tak satu pun diperlukan. Sebanyak orang yang mau percaya dan dibaptiskan-- dalam nama-Nya yang suci--dan bertahan dalam iman sampai akhir akan diselamatkan, "bukan saja mereka yang percaya setelah [Kristus] datang pada pertengahan zaman, secara daging, tetapi mereka sekalian sejak permulaan, bahkan sebanyak sebelum Dia datang."33 Untuk alasan inilah injil diberitakan "juga kepada orang-orang mati, supaya mereka, sama seperti semua manusia, dihakimi secara badani; tetapi oleh roh dapat hidup menurut kehendak Allah."34

KEDATANGAN KEDUA YESUS KRISTUS

Pekerjaan kita bagi orang-orang yang telah meninggal memberikan kesaksian bahwa, Yesus Kristus akan datang lagi ke bumi ini. Di ayat ter-akhir dari Perjanjian Lama, Yehova menyatakan, "Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari Tuhan yang besar dan dahsyat itu:

"Maka dia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah."35

Dalam sebuah komentar me- ngenai tulisan suci ini, Nabi Joseph Smith menegaskan, "Bumi akan didera dengan suatu kutukan jika tidak ada suatu hubungan yang erat antara para ayah dengan anak, mengenai satu dan lain hal--dan lihatlah apakah ajaran ini? Yaitu pembaptisan bagi orang mati.36

Tata cara perwakilan yang kita lakukan di bait suci, yang dimulai dengan pembaptisan, memungkinkan suatu ikatan kekal antar generasi yang memenuhi tujuan penciptaan bumi. Tanpa ini, "seluruh bumi akan ditumpas sama sekali pada waktu kedatangan [Kristus]."37 Elia telah, sesungguhnya, datang sebagaimana yang dijanjikan untuk menganugerahkan kuasa imamat yang membalikkan hati dan membuat suatu ikatan antara para ayah dan anak sehingga sekali lagi apa yang diikat di bumi "akan terikat di surga."38 Ketika Dia datang, Elia menyatakan, "kunci-kunci tentang kelegaan ini diserahkan ke dalam tanganmu; dan dengan ini kamu dapat mengetahui bahwa hari Tuhan yang besar dan mengerikan telah dekat, bahkan di ambang pintu."39

Kita dengan sungguh-sungguh terlibat dalam pekerjaan pencarian akan para leluhur kita dan mengikat mereka kepada kita dan kita kepada mereka. Bukankah ini bukti yang paling kuat akan keyakinan kita bahwa Yesus Kristus akan datang lagi untuk memerintah bumi? Kita tahu Dia akan melakukannya, dan kita tahu apa yang Dia harapkan akan kita lakukan dalam memper- siapkan bagi kedatangan-Nya.

Di dalam tulisan suci, roh orang-orang yang telah meninggal kadang-kadang disebut-sebut sebagai berada di dalam kegelapan atau penjara.40 Memikirkan rencana mulia Allah bagi penebusan ini, anak-anak-Nya, Nabi Joseph Smith menulis mazmur ini: "Biarkan hatimu bersukacita dan menjadi sangat gembira. Biarkan bumi mengumandangkan nyanyian. Biarlah yang mati mengucapkan terus nyanyian pujian kekal kepada Raja Immanuel yang telah menahbiskan sebelum dunia ada, yang memberi kemampuan kepada kita untuk menebus mereka dari penjara mereka; sebab para tahanan akan menjadi bebas."41

Tugas kita meluas sejauh dan sedalam kasih Allah untuk menuntun anak-anak-Nya dari segala waktu dan tempat. Upaya kita mewakili orang-orang yang telah meninggal memberikan kesaksian mengesankan bahwa Yesus Kristus adalah Penebus ilahi umat manusia. Kasih karunia- Nya dan berjanji menjangkau bahkan mereka yang di dalam kehidupan tidak menemukan Dia. Karena Dia, para pionir juga dibebaskan. Dalam nama Yesus Kristus, amin.

CATATAN

1. John Sanders, prakata bagi What About Those Who Have Never Heard? Three Views on the Destiny of the Unevangelized, oleh Gabriel Fackre, Ronald H. Nash, dan John Sanders (1995), 9. Ada beberapa teori mengenai orang-orang yang telah meninggal yang "belum mendengar injil" yang diukur dari suatu penolakan keselamatan yang tidak dapat dijelaskan, untuk memimpikan atau campur tangan ilahi lainnya pada saat kematian, untuk keselamatan semua orang, bahkan tanpa iman kepada Kristus. Sedikit saja yang percaya bahwa jiwa-jiwa dapat mendengarkan Yesus setelah kematian. Tak satu pun yang menjelaskan cara memenuhi persyaratan Yesus bahwa seseorang harus dilahirkan dari air dan roh untuk memasuki kerajaan Allah (lihat Yohanes 3:3­5). Kekurangan pengetahuan yang dahulu pernah dimiliki oleh Gereja zaman dahulu, para pencari yang sungguh- sungguh ini telah "dipaksa memilih antara hukum yang lemah [diperuntukkan] bagi orang-orang yang belum dibaptiskan untuk memasuki surga, dan Allah yang kejam yang [menghukum] orang-orang tak berdosa" (Hugh Nibley, Mormonism and Early Christianity [1987], 101).
2. Alma 42:15.
3. Lihat Yohanes 5:25.
4. Lihat 1 Petrus 3:18­19.
5. A&P 138:30, 33.
6. Lihat A&P 124, 128, 132; The Personal Writings of Joseph Smith, diedit oleh Dean C. Jessee (1984), 486; The Words of Joseph Smith, diedit oleh Andrew F. Ehat dan Lyndon W. Cook (1991), 49.
7. Lihat A&P 124:29­36. Pengembangan bangunan bait suci saat ini di seluruh dunia memiliki tujuan utamanya untuk menyediakan tempat di mana tata cara-tata cara yang penting bagi keselamatan dapat dilaksanakan bagi mereka yang, dalam kehidupan, tidak memiliki kesempatan untuk menerimanya.
8. "Kutipan-kutipan dari Ceramah-ceramah Terkini Presiden Gordon B. Hinckley,"Liahona, Agustus 1998, 16­17.
9. Ben Fenton, "Mormons Use Secret British War Files 'to Save Souls,'" The Telegraph (London), 15 Februari, 1999.
10. Greg Stott, "Ancestral Passion," Equinox, April/May 1998, 45.
11. Lihat Musa 7:32; lihat juga Alma 5:33­36; 42:27.
12. A&P 138:58.
13. 1 Korintus 15:29.
14. Alma 40:23.
15. Roma 14:9.
16. Yohanes 11:25.
17. 1 Korintus 15:22, 25­26.
18. 2 Korintus 5:15.
19. 1 Yohanes 2:2.
20. Kisah para Rasul 10:34­35.
21. 2 Nefi 26:25.
22. 2 Nefi 26:33.
23. Roma 8:38­39.
24. Yohanes 14:6.
25. Kisah para Rasul 4:12; lihat juga 2 Nefi 25:20; Mosia 5:8.
26. 1 Timotius 2:5.
27. Efesus 4:5. Lihat, sebagai contoh, John Hick, The Myth of God Incarnate (1977).
28. Matius 7:14.
29. Yohanes 3:5.
30. Kisah para Rasul 2:38.
31. 2 Nefi 31:7; lihat juga Matius 3:13­17; Markus 1:9­11; Lukas 3:21­22; Yohanes 1:29­34.
32. 2 Nefi 31:9, 12.
33. A&P 20:26.
34. 1 Petrus 4:6.
35. Maleakhi 4:5­6; lihat juga 3 Nefi 25:5­6; A&P 2:1­3.
36. A&P 128:18.
37. A&P 2:3; Joseph Smith 2:39.
38. Matius 16:19; lihat juga Matius 18:18, A&P 132:46.
39. A&P 10:16.
40. Lihat Yesaya 24:22; 1 Petrus 3:19; Alma 40:12­13; A&P 38:5; A&P 138:22, 30. Bahkan roh orang-orang benar yang disebut sebagai orang-orang yang setia "tertawan" menanti pembebasan dari belenggu maut (lihat A&P 138:18­19).
41. A&P 128:22.

 
© 2008 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy