The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Gospel Library General Conference
Conferences
Oktober dari 2000
Memegang Teguh Pengampunan Atas Dosa

Memegang Teguh Pengampunan Atas Dosa

Penatua Keith Crockett
Dari Dewan Tujuh Puluh

Raja Benyamin, mengajarkan kepada rakyatnya tiga asas dasar yang akan menolong mereka memegang teguh pengampunan atas dosa-dosa mereka: "pertama, untuk memegang teguh kerendahan hati, kedua, untuk bertemu kepada Tuhan setiap hari; dan ketiga, berdiri dengan teguh dalam iman."

Penatua Keith Crockett

Di dalam khotbah terakhir kepada rakyatnya Raja Benyamin memberi mereka sebuah resep untuk memegang teguh pengampunan atas dosa-dosa mereka. Dia telah melihat kesediaan mereka untuk mengikat janji dengan Allah untuk melakukan kehendak-Nya serta menaati perintah-perintah-Nya, di dalam segala hal. Tidakkah akan bermanfaat bagi kita untuk mengulas resep itu sehingga kita, juga, dapat menikmati berkat besar ini?

Setelah menerima sukacita besar yang datang dari mengetahui akan kebaikan-Nya dan telah merasakan kasih-Nya, Raja Benyamin mengajarkan kepada rakyatnya tiga asas dasar yang akan menolong mereka memegang teguh pengampunan atas dosa-dosa mereka: pertama untuk memegang teguh kerendahan hati; kedua, untuk berseru kepada Tuhan setiap hari; dan ketiga, berdiri dengan teguh dalam iman akan segala hal yang akan datang (lihat Mosia 4:11).

Marilah kita mengulas masing-masing hal tersebut agar kita juga dapat diperkuat dalam komitmen kita untuk memegang teguh pengampunan atas dosa-dosa kita.

MEMEGANG TEGUH KERENDAHAN HATI

Penatua Bruce R. McConkie mengajarkan kepada kita bahwa: "Semua kemajuan dalam hal-hal rohani bergantung pada kerendahan hati yang sebelumnya kita peroleh"1 Kerendahan hati telah diuraikan sebagai memiliki "keinginan untuk berserah kepada Tuhan: keinginan untuk mencari kehendak dan "kemuliaan Tuhan" dan "keinginan untuk menghilangkan kesombongan.2 "Raja Benyamin memberitahu rakyatnya bahwa mereka hendaknya ". . . selalu memegang teguh di dalam ingatan, akan keagungan Allah serta betapa tiada berartinya dirimu sendiri dan kebaikan- Nya serta panjang sabar-Nya terhadapmu, makhluk-makhluk tidak berharga dan rendahkanlah dirimu bahkan di kedalaman kerendahan hati" (Mosia 4:11). Tuhan menasihati di dalam Ajaran dan Perjanjian bahwa,apabila mereka merendahkan hati, mereka dapat dijadikan kuat dan diberkati dari ketinggian dan menerima pengetahuan dari waktu ke waktu" (A&P 1:28).

BERSERU KEPADA TUHAN SETIAP HARI

Doa merupakan salah satu berkat terbesar yang kita miliki ketika kita berada di bumi ini. Melalui doa kita dapat berkomunikasi dengan Bapa Surgawi kita dan mencari bimbingan-Nya setiap hari. Yesus mengajarkan, "Kamu harus selalu berdoa kepada Bapa dalam nama-Ku" (3 Nefi 18:19). Kita hendaknya berdoa setiap hari agar kita dapat memiliki kekuatan untuk menahan godaan. Amulek mengajarkan kepada kita bahwa kita hendaknya berdoa" setiap pagi, siang, dan malam hari" dan hendaknya hati kita penuh, mencurahkan di dalam doa kepada-Nya terus-menerus . . . "(Alma 34:21, 27). Doa kita setiap hari mempengaruhi pikiran kita, perkataan kita, serta tindakan kita. Untuk memegang teguh pengampunan atas dosa-dosa kita, penting agar kita memohon kekuatan kepada Bapa Surgawi kita setiap hari untuk tetap berada di jalan lurus dan sempit.

Dalam Konferensi Umum April yang lalu, Presiden James E. Faust mengajarkan bahwa "untuk mempertahankan iman, kita masing-masing harus rendah hati dan berbelas kasih, baik hati, serta berderma kepada kaum miskin dan melarat. Iman lebih lanjut dipertahankan melalui dosis harian dari kerohanian yang datang kepada kita ketika kita berlutut dalam doa."3

Gambaran indah dari doa yang diberikan oleh Presiden Gordon B. Hinckley di dalam ceramah pembukanya pada konferensi umum bulan Oktober 1996: "Anda telah berdoa bahwa Anda dapat mendengar hal-hal yang akan membantu Anda mengatasi masalah-masalah Anda dan menambah kekuatan iman Anda. Saya meyakinkan Anda bahwa kita juga harus berdoa. Kita telah berdoa memohon ilham dan arahan. Ada sebuah doa langsung di dalam hati kita agar kita tidak akan gagal dalam kepercayaan besar yang telah Tuhan tempatkan di dalam diri kita serta kepercayaan yang Anda tempatkan di dalam diri kami. Kami telah berdoa agar kami dapat berusaha untuk mengungkapkan perkataan tersebut yang akan membangun iman dan kesaksian dan yang akan menjadi jawaban atas doa-doa bagi mereka yang mau mendengarkan."4

Saya bersaksi bahwa mereka yang berseru kepada Tuhan setiap hari, akan memiliki kekuatan besar untuk mempertahankan suatu pengampunan atas dosa-dosa mereka.

BERDIRI DENGAN TEGUH

Baru-baru ini, saya berdiri dengan para misionari dari Montevideo Misi Uruguay Barat ketika mereka membaca dengan keras bagian keempat dari Ajaran dan Perjanjian:" Hai engkau yang mulai melayani Allah, usahakanlah agar engkau melayani Dia dengan sepenuh hati, daya, akal budi, dan kekuatanmu, agar engkau dapat berdiri tanpa cela di hadapan Allah pada hari terakhir" (A&P 4:2). Saya merasakan semangat pemanggilan mereka ketika mereka berdiri dengan teguh dalam penggembalaan mereka membawa jiwa-jiwa kepada Kristus. Orang-orang Suci Zaman Akhir diperintahkan untuk "angkatlah hatimu dan bersukacitalah, dan kencangkan ikat pinggangmu dan ambil ke atasmu seluruh perisai-Ku agar engkau kuasa menahan hari iblis, kalau telah melakukan segalanya, engkau kuasa bertahan" (A&P 27:15). Raja Benyamin mengajarkan agar rakyatnya dapat "berdiri dengan teguh dalam iman akan segala hal yang akan datang" (Mosia 4:11). Mereka telah berseru dengan satu suara yang nyaring, dengan mengatakan: "Ya, kasihanilah dan berikan darah penebusan Kristus agar kami boleh menerima pengampunan atas dosa-dosa kami, serta hati kami boleh dimurnikan, karena kami percaya kepada Yesus Kristus, Putra Allah, . . . yang akan turun di antara anak-anak manusia" (Mosia 4:2).

"Roh allah turun ke atas mereka dan mereka dipenuhi dengan kegembiraan, karena mereka telah menerima pengampunan atas segala dosa mereka, dan memperoleh kedamaian suara hati, karena iman mereka yang sangat besar kepada Yesus Kristus, Yang akan datang itu . . ." (Mosia 4:3).

Sekarang kita dapat berdiri dengan teguh di dalam kesaksian akan "Kristus Yang Hidup, sebagaimana diberikan oleh para Rasul yang hidup: "Kami bersaksi bahwa suatu hari Dia akan kembali ke bumi. "Maka kemuliaan Tuhan akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama" (Yesaya 40:5). Dia akan memerintah sebagai Raja Diraja dan Tuhan segala Tuhan, dan setiap lutut akan bertelut dan setiap lidah akan berbicara dalam pemujaan di hadapan-Nya. Kita masing-masing akan berdiri untuk diadili oleh-Nya sesuai dengan perbuatan dan keinginan hati kita."5

Brother dan sister sekalian berkat-berkat ini dapat menjadi milik kita jika kita mau menerapkan ketiga asas yang sama ini di dalam kehidupan kita. Orang-orang suci tersebut di zaman Raja Benyamin dijanjikan bahwa jika mereka mau melakukan hal-hal ini, mereka akan senantiasa bersukacita dan dipenuhi dengan kasih Allah. Hal ini memberi mereka kekuatan dalam mempertahankan suatu pengampunan atas dosa-dosa mereka. Mereka dijanjikan bahwa mereka akan berkembang dalam pengetahuan tentang Tuhan, dan dalam pengetahuan tentang apa yang adil dan benar. Mereka tidak akan mempunyai pikiran untuk saling menyakiti, tetapi untuk hidup dengan damai satu sama lain. Mereka akan mendisiplinkan anak-anak mereka dengan kasih dan mengajar mereka untuk berjalan di jalan kebenaran dan pikiran yang sehat. Mereka akan saling mengasihi dan melayani. Mereka akan saling membagi harta yang mereka miliki untuk merawat yang miskin, memberi makan kepada yang lapar, untuk memakaikan pakaian kepada yang telanjang dan untuk menolong melayani yang sakit. Mereka akan membebaskan saudara-saudara mereka baik secara rohani maupun jasmani. Bukankah itu berkat besar yang dapat kita minta?

Semoga Allah berkenan agar kita, juga, dapat mempertahankan suatu pengampunan atas dosa-dosa kita. Saya bersaksi bahwa Allah hidup dan bahwa Putra Tunggal-Nya adalah sungguh- sungguh Juruselamat kita, dalam nama Yesus Kristus, amin.

CATATAN

1. Mormon Doctrine, Edisi ke 2, 1979, hlm. 370.
2. Asas-asas Injil, hlm. 4.
3. Dalam Conference Report, Apr. 2000 21; atau Liahona, Juli 2000, 21.
4. Conference Report, Juli. 1996, 3; atau Ensign, Nov. 1996, 4.
5. "Kristus Yang Hidup: "Kesaksian dari Para Rasul." Liahona, Apr. 2ooo. 2­3.

 
© 2008 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy