The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Gospel Library General Conference
Conferences
Oktober dari 2000
Sukacita Peran Sebagai Wanita

Sukacita Peran Sebagai Wanita

Margaret D. Nadauld
Presiden Umum Remaja Putri

"Para putri Allah mengetahui bahwa sifat peduli kaum wanitalah yang dapat mendatangkan berkat-berkat kekal, dan mereka hidup untuk mempertahankan sifat ilahi ini."

Margaret D. Nadauld

Merupakan berkat yang luar biasa menjadi seorang putri Allah saat ini. Kita memiliki kegenapan injil Yesus Kristus. Kita diberkati memiliki imamat yang dipulihkan di bumi. Kita dipimpin oleh seorang nabi Allah yang memegang semua kunci imamat. Saya mengasihi dan menghormati Presiden Gordon B. Hinckley dan semua saudara lelaki kita yang memegang imamat dengan layak.

Saya diilhami oleh kehidupan para wanita yang benar dan penuh iman. Sejak permulaan zaman Tuhan telah menempatkan kepercayaan penting kepada mereka. Dia telah mengirim kita ke bumi untuk saat yang seperti ini untuk melaksanakan misi besar dan mulia. Ajaran dan Perjanjian mengajarkan: "Bahkan sebelum mereka dilahirkan, mereka bersama-sama banyak yang lainnya, menerima pelajaran mereka yang pertama di dunia roh dan disiapkan untuk tampil pada waktu yang telah ditentukan Tuhan untuk bekerja di dalam kebun anggur-Nya demi penyelamatan jiwa-jiwa manusia" (Joseph Smith­Penglihatan 56). Sungguh suatu penglihatan menakjubkan yang memberi kita tujuan-tujuan kita di bumi.

Di mana diberikan banyak, banyak pula yang diminta. Bapa Surgawi kita meminta para putri-Nya untuk berjalan di jalan kebajikan, untuk hidup dengan benar, agar kita dapat menggenapi misi kehidupan kita serta tujuan-tujuan-Nya. Dia menghendaki agar kita berhasil dan Dia akan menolong kita ketika kita mencari bantuan-Nya.

Kaum wanita yang lahir sebagai wanita di bumi ini ditetapkan jauh sebelum kelahiran fana, sebagaimana dengan perbedaan-perbedaan ilahi kaum pria dan wanita. Saya menyukai kejelasan ajaran-ajaran dari Presidensi Utama dan Kuorum Dua Belas dalam Pernyataan me- ngenai Keluarga. Pernyataan itu menegaskan: "Jenis kelamin merupakan ciri mutlak dari identitas dan tujuan pradunia, kehidupan fana, dan kekal setiap orang."1 Dari pernyataan tersebut kita diajar bahwa setiap anak perempuan adalah feminin dan memiliki sifat kewanitaan di dalam roh jauh sebelum kelahiran fananya.

Allah mengirim kaum wanita ke bumi dengan kemampuan lebih besar dalam sifat-sifat. Presiden Faust mengamati bahwa sifat kewanitaan "adalah anugerah ilahi bagi umat manusia. Sifat kewanitaan diungkapkan dalam kemampuan Anda . . . untuk mengasihi, kerohanian, kelembutan, pancaran sinar, kepekaan, kreativitas, daya tarik, keanggunan, kelemahlembutan, martabat dan kekuatan tersembunyi Anda. Sifat kewanitaan tercermin secara berbeda dalam diri setiap gadis atau wanita, tetapi Anda semua . . . memilikinya. Sifat kewanitaan adalah bagian dari kecantikan di dalam sanubari Anda."2

Penampilan lahiriah kita adalah pancaran dari diri kita yang sebenarnya. Kehidupan kita memancarkan apa yang sebenarnya kita cari. Jika, dengan segenap hati kita benar-benar berusaha mengenal Juruselamat dan menjadi lebih seperti Dia, kita akan seperti Dia, karena Dia adalah Saudara Lelaki ilahi kita yang kekal. Tetapi Dia lebih dari itu. Dia adalah Juruselamat, Penebus kita yang agung. Kami bertanya bersama Alma di zaman dahulu, "Apakah kamu telah menerima rupa-Nya di dalam wajahmu? (Alma 5:14).

Anda dapat mengenali kaum wanita yang bersyukur menjadi putri Allah oleh karena penampilan lahiriah mereka. Kaum wanita ini memahami tugas penggembalaan mereka terhadap tubuh mereka dan merawatnya dengan martabat. Mereka merawat tubuh mereka sebagai sebuah bait suci karena mereka memahami ajaran Tuhan: "Tidak tahukah kamu bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?" (1 Korintus 3:16). Kaum wanita yang mengasihi Allah tidak akan pernah merundung atau menodai bait suci dengan mencoret-coret. Juga tidak akan membuka lebar-lebar pintu bait suci yang kudus dan telah dikuduskan itu dan mengundang dunia untuk melihatnya. Tubuh kita bahkan lebih kudus, karena tubuh kita tidak dibuat oleh manusia. Tubuh kita diciptakan oleh Allah. Kita adalah para penggembala, para penjaga kebersihan dan kemurnian karena tubuh berasal dari surga. "Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu" (1 Korintus 3:17).

Para putri Allah yang bersyukur menjaga tubuh dengan seksama karena mereka tahu mereka menyediakan tubuh jasmani bagi anak-anak roh Bapa Surgawi dan mereka merupakan acuan hidup. Mereka tidak memamerkan tubuh mereka untuk mendapatkan pujian dunia. Mereka hidup dalam kesederhanaan untuk mendapatkan pujian dari Bapa Mereka di Surga. Mereka tahu Dia sangat mengasihi mereka.

Anda dapat mengenali kaum wanita yang bersyukur menjadi putri Allah melalui perilaku mereka. Mereka tahu bahwa kaum wanita diberi tugas pelayanan sebagaimana yang dilakukan para malaikat, dan mereka berkeinginan untuk menjadi pelayan Allah untuk mengasihi anak- anak-Nya serta melayani mereka; mengajarkan kepada mereka ajaran-ajaran tentang keselamatan; menyerukan pertobatan; menyelamatkan mereka yang berada dalam keadaan rohani yang membahayakan; membimbing mereka dalam melaksanakan pekerjaan-Nya; menyampaikan pesan-pesan-Nya.3 Mereka memahami bahwa mereka dapat memberkati anak-anak Bapa di dalam rumah tangga dan lingkungan tempat tinggal mereka dan sekitarnya. Kaum wanita yang bersyukur menjadi para putri Allah mendatangkan kemuliaan bagi nama-Nya.

Anda dapat mengenali kaum wanita yang bersyukur menjadi seorang putri Allah melalui kemampuan-kemampuan mereka. Mereka memenuhi potensi ilahi mereka dan meningkatkan karunia-karunia yang diberikan Allah. Mereka cekatan, kaum wanita kuat yang memberkati keluarga mereka, melayani sesama, dan memahami bahwa "kemuliaan Allah ialah akal budi." (A&P 93:36) Mereka adalah kaum wanita yang menerima dan hidup sesuai dengan standar-standar kekal agar mereka dapat memenuhi semua kehendak Bapa. Nabi Yakub membicarakan tentang beberapa kebajikan tersebut ketika dia mengatakan "perasaannya sangat lemah lembut dan suci lagi halus di hadapan Allah, suatu hal yang menyenangkan Allah" (Yakub 2:7).

Anda dapat mengenali kaum wanita yang bersyukur menjadi seorang putri Allah melalui rasa hormat bagi peran mereka sebagai wanita, bahkan ketika berkat telah diambil dari mereka untuk sesaat. Dalam keadaan seperti itu, pengaruh kebaikan mereka dapat menjadi berkat dalam kehidupan anak-anak yang mereka kasihi. Teladan pengajaran mereka dapat memantulkan suara dari sebuah rumah tangga yang penuh iman dan memancarkan kebenaran ke dalam hati anak-anak yang membutuhkan kesaksian lain.

Para putri Allah yang penuh syukur mengasihi Dia dan mengajar anak-anak mereka untuk mengasihi Dia tanpa syarat dan tanpa amarah. Mereka seperti para ibu dari tentara muda Helaman yang memiliki iman besar dan "telah diajar oleh ibu mereka, bahwa jika mereka tidak ragu, Allah akan menyelamatkan mereka" (Alma 56:47).

Ketika Anda mencari para ibu yang baik dan lembut dalam tindakan, Anda melihat kaum wanita yang memiliki kekuatan hebat. Keluarga-keluarga mereka dapat merasakan semangat kasih dan rasa hormat serta keamanan ketika mereka berada di dekatnya ketika dia mencari penemanan Roh Kudus dan bimbingan Roh-Nya. Mereka diberkati karena kebijaksanaan dan penilaian baik mereka. Para suami dan anak-anak, yang kehidupannya mereka berkati, akan memberi kontribusi bagi stabilitas masyarakat di seluruh dunia. Para putri Allah yang penuh syukur mempelajari kebenaran dari ibu dan nenek mereka. Mereka mengajar putri mereka sukacita seni menciptakan sebuah rumah tangga. Mereka membantu anak-anak mereka mengembangkan keterampilan-keterampilan yang mereka dapat pergunakan dalam melayani sesama. Mereka tahu bahwa cara yang telah mereka pilih adalah cara yang mudah, tetapi mereka tahu cara itu sungguh-sungguh berguna bagi upaya-upaya terbaik mereka.

Mereka memahami apa yang Penatua Neal A. Maxwell maksudkan ketika dia mengatakan: "Ketika sejarah umat manusia yang sesungguhnya benar-benar disingkapkan, akankah hal itu menimbulkan letusan senjata atau membentuk suara yang melelapkan? Gencatan senjata yang dibuat oleh para tentara atau kedamaian yang diciptakan kaum wanita di dalam rumah dan di lingkungan huni? Akankah yang terjadi di dalam buaian atau di dapur membuktikan lebih terkendali daripada apa yang terjadi di kongres?"4

Para putri Allah mengetahui bahwa sifat peduli kaum wanitalah yang dapat mendatangkan berkat-berkat kekal, dan mereka hidup untuk mempertahankan sifat ilahi ini. Sesungguhnya apabila seorang wanita menghormati perannya sebagai wanita, anak-anaknya akan tumbuh dan menerima berkat-berkatnya (lihat Amsal 31:28).

Kaum wanita dari Allah tidak pernah dapat dipersamakan dengan wanita dari dunia. Dunia memiliki cukup wanita yang keras; kita memerlukan wanita yang lembut. Ada cukup wanita yang kasar; kita memerlukan wanita yang baik budi. Ada cukup wanita yang kejam; kita memerlukan wanita yang halus. Kita memiliki cukup wanita terkenal dan kaya; kita memerlukan lebih banyak wanita yang beriman. Kita memiliki cukup yang serakah; kita memerlukan lebih banyak kebaikan. Kita memiliki cukup kesombongan; kita memerlukan lebih banyak kebajikan. Kita memiliki cukup popularitas, kita memerlukan lebih banyak kemurnian.

Oh bagaimanakah kita berdoa agar setiap remaja putri dapat tumbuh untuk menjadi sesuatu yang menakjubkan sebagaimana yang dikehendaki Allah. Kami berdoa agar ayah dan ibunya mau menunjukkan kepadanya jalan yang benar. Semoga para putri Allah menghormati imamat dan mendukung para pemegang imamat yang layak. Semoga mereka memahami kemampuan besar mereka sendiri untuk kekuatan dalam kebajikan-kebajikan kekal yang banyak orang akan mencelanya di dalam dunia dimana kaum wanita menganggap mereka bebas dari pengekangan.

Semoga para ayah dan ibu memahami potensi besar bagi kebaikan yang diwariskan kepada para putri mereka dari rumah tangga surgawi mereka. Kita harus memelihara kelembutan mereka, sifat memelihara mereka, kerohanian dan kepekaan alami mereka, serta ide-ide cemerlang mereka. Akuilah fakta bahwa anak-anak perempuan berbeda dari anak-anak lelaki. Bersyukurlah atas posisi yang mereka miliki dalam rencana agung Allah. Dan senantiasa ingatlah apa yang Presiden Hinckley katakan, "Hanya setelah bumi dibentuk, setelah siang dipisahkan dari malam, setelah air dipisahkan dari daratan, setelah tumbuh-tumbuhan dan kehidupan satwa diciptakan, dan setelah seorang manusia ditempatkan di bumi, barulah wanita diciptakan; dan kemudian pekerjaan dinyatakan telah selesai dan baik."5

Para ayah, suami, remaja putra, semoga Anda memahami keberadaan dan jati diri kaum wanita. Jadilah layak untuk imamat kudus Allah yang Anda pegang dan hormatilah imamat tersebut, karena imamat memberkati kita sekalian.

Sister, berapa pun usia Anda, pahamilah keberadaan diri Anda dan demikianlah seharusnya, bahwa Allah mempersiapkan Anda untuk meraih cita-cita ketika Anda hidup di dunia prafana. Semoga kita menggunakan dengan rasa syukur karunia-karunia berharga yang telah diberikan kepada kita untuk mengangkat umat manusia kepada wawasan yang lebih tinggi dan aspirasi-aspirasi yang lebih mulia. Saya berdoa dalam nama Yesus Kristus, amin.

CATATAN

1. Ensign, Nov. 1995, 102.
2. "Kedudukan Sebagai Wanita: Tempat Terhormat Tertinggi," Liahona, Juli 2000, hlm. 118.
3. Lihat Bruce R. McConkie, Mormon Doctrine, edisi ke 2 (1966), 35.
4. "The Women of God," Ensign, Mei 1978, hlm. 10­11
5. "Our Responsibility to Our Young Women," Ensign, September 1988, hlm. 11.

 
© 2008 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy