The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Gospel Library General Conference
Conferences
Oktober dari 2000
Hidup Sesuai Bimbingan Tulisan Suci

Hidup Sesuai Bimbingan Tulisan Suci

Penatua Russell M. Nelson
Dari Kuorum Dua Belas Rasul

"Kita semua perlu bimbingan dalam hidup ini. Kita akan mendapatkan bimbingan yang terbaik dari kitab standar dan ajaran para nabi Allah."

Penatua Russell M. Nelson

Baru-baru ini Sister Nelson dan saya berada di Denmark selama merayakan ulang tahun gereja yang ke 150 di Scandinavia. Antara pertemuan, kami menggunakan beberapa jam untuk pergi ke dusun-dusun di mana dua dari banyak kakek saya dilahirkan. Mereka termasuk anggota gereja pertama di Denmark. Leluhur dari keluarga nenek tinggal di bagian barat negeri itu.1 Leluhur dari keluarga kakek tinggal di utara Denmark.2 Terima kasih untuk seorang sopir yang cekatan dan peta yang lengkap, kami menemukan setiap dusun di dalam daftar dan menemukan keterangan yang sangat berharga. Selama perjalanan itu, tangan saya memegang terus peta yang berharga itu untuk mencapai tujuan kami.

Sebaliknya, banyak orang melewati hidup mereka tanpa bimbingan yang baik, kurang pengetahuan tentang tujuan yang diinginkan atau cara mencapainya. Tetapi apabila perhatian dipusatkan kepada peta perjalanan, bukankah lebih bijaksana bila memperhatikan perjalanan hidup dengan memperhatikan bimbingan yang sah? Untuk mengakhiri saya ingin berbicara mengenai--mengapa kita memerlukan bimbingan, di mana kita mendapatkannya, dan bagaimana kita mencapainya.

MENGAPA KITA MEMERLUKAN BIMBINGAN

Pertanyaannya, mengapa?, berpusatkan pada tujuan hidup. Tujuan akhir perjalanan fana kita telah dinyatakan oleh Pencipta kita, yang berkata, "Dan jika engkau mematuhi perintah- perintah-Ku dan bertahan sampai akhir, engkau akan memiliki hidup yang kekal, yaitu karunia yang terbesar daripada segala karunia Allah."3

Karunia hidup kekal-Nya memiliki syarat yang ditetapkan oleh-Nya.4 Syarat itu terdiri dari rencana, atau dengan menggunakan analogi saya, peta rohani. Dan ketika ada masalah maka bimbingan sangat dibutuhkan. Dalam perjalanan kami ke Denmark, kami masuk ke jalur yang salah. Untuk kembali ke jalur yang benar, kami menghentikan mobil. Kami mempelajari peta dengan teliti. Lalu kami membuat perbaikan-perbaikan.

Bagaimana seandainya Anda tersesat dan tidak memiliki peta? Seandainya Anda sendirian dan tidak tahu sedang berada di mana. Apa yang dapat Anda lakukan? Anda mencari bantuan! Menelepon ke rumah! Menelepon Gereja! Berdoa! Ketika Anda terhubungkan dengan jalur bantuan, Anda baru tahu bahwa Anda mesti ke sana ke mari untuk kembali ke jalur yang benar. Atau Anda mungkin harus kembali ke awalnya untuk memastikan bahwa Anda dapat pergi ke tempat yang Anda inginkan.

DI MANA KITA MENDAPATKAN BIMBINGAN

Itu membawa kita kepada pertanyaan tentang di mana kita mendapatkan bimbingan yang kita butuhkan? Kita pergi ke Dia yang mengenal kita dengan baik, yaitu-- sang Pencipta. Dia mengizinkan kita datang ke dunia dengan kebebasan memilih jalur kita sendiri. Dalam kebesaran kasih-Nya, Dia tidak meninggalkan kita sendirian. Dia memberi sebuah penuntun--sebuah peta rohani--untuk membantu kita mencapai sukses dalam perjalanan kita. Kita sebut penuntun itu adalah kitab standar, disebut demikian, sebab mereka, yaitu--Alkitab, Kitab Mormon, Ajaran dan Perjanjian, dan Mutiara Yang Sangat Berharga --terdiri dari suatu standar dengan mana kita hidup. Mereka menjadi standar referensi, seperti standar waktu, berat, dan ukuran yang digunakan oleh biro standar national.

Untuk mencapai sasaran kehidupan kekal, kita perlu mengikuti ajaran dalam kitab standar dan wahyu lainnya yang diterima dari nabi Allah.5 Tuhan kita yang mahakasih melihat kebutuhan kita akan bimbingan: "Karena luruslah lorong," kata-Nya "dan sempitlah jalan yang menuju permuliaan dan kelangsungan kehidupan, dan hanya sedikit yang menemukannya."6

Sedikit yang menemukannya karena mereka mengabaikan peta jalan ilahi yang disediakan Tuhan. Bahkan sebuah kesalahan yang serius adalah mengabaikan Pencipta peta itu. Allah menyatakan dalam perintah pertama dari sepuluh perintah Allah: "Jangan ada Allah lain di hadapan-Ku."7 Tetapi manusia fana cenderung membiarkan kesetiaannya diberikan kepada berhala.

Misalnya, kita takjub kepada computer dan internet yang memungkinkan transmisi data dengan kecepatan yang mengherankan. Kita sungguh-sungguh bersyukur untuk hamba-hamba elektronik ini. Tetapi jika kita membiarkan mereka mengambil alih waktu kita, menumpulkan potensi kita, atau meracuni pikiran kita dengan pornografi, mereka bukan lagi hamba-hamba tetapi allah-allah palsu.

Tuhan mengingatkan mereka yang "tidak mencari Tuhan untuk menegakkan kebenarannya, melainkan setiap orang berjalan dengan caranya sendiri, dan menurut rupa allahnya sendiri, yang rupanya mirip dunia, dan yang gambarannya seperti gambaran patung berhala."8

Allah palsu hanya menuntun ke arah jalan buntu. Jika perjalanan kita melewati kehidupan sukses, kita perlu mengikuti petunjuk ilahi. Tuhan berkata, "Pandanglah Aku dalam setiap pemikiran, jangan ragu jangan takut."9 Dan pemazmur menulis, "Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku."10

Mengikuti nasihat demikian tidak hanya menuntut kepercayaan, tetapi juga perubahan, dan seringkali pertobatan. Itu akan menyenangkan Tuhan, yang berkata, "Bertobatlah dan berpalinglah dari berhala-berhalamu dan palingkanlah . . . dari segala perbuatan-perbuatanmu yang keji."11

Dalam perjalanan Anda melewati kehidupan, Anda bertemu banyak halangan dan membuat beberapa kesalahan. Bimbingan tulisan suci membantu Anda mengenali kesalahan itu dan membuat perbaikan seperlunya. Anda berhenti berjalan ke arah kesalahan. Anda mempelajari dengan teliti peta tulisan suci. Lalu Anda melanjutkan dengan pertobatan dan pemulihan seperti yang diminta untuk berada di "jalan yang lurus dan sempit yang menuju kepada kehidupan kekal."12

Brothers dan sisters, hidup sibuk kita memaksa kita memusatkan pada hal-hal yang kita kerjakan dari hari ke hari. Tetapi pembangunan watak berasal hanya pada saat kita memusatkan perhatian pada siapa diri kita ini sesungguhnya. Untuk menetapkan dan mencapai tujuan yang lebih besar itulah, kita membutuhkan bantuan surgawi.

BAGAIMANA KITA DAPAT MENCAPAI BIMBINGAN TULISAN SUCI

Sekali kita memahami mengapa kita membutuhkan bimbingan dan di mana kita bisa memperolehnya, baru kemudian kita bertanya, bagaimana caranya mencapainya? Bagaimana kita dapat sungguh-sungguh hidup, bukan "hanya dari roti, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah?"13

Kita mulai dari keputusan untuk "mempersamakan tulisan suci dengan keadaan kami, . . . dapat bermanfaat dan menjadi pelajaran bagi kami."14 Jika kita maju terus, mengenyangkan diri dengan firman Kristus, bertahan sampai akhir, kita akan memperoleh kehidupan kekal.15

Mengenyangkan diri berarti lebih daripada sekadar mencicipi. Mengenyangkan diri adalah merasakan. Kita merasakan tulisan suci melalui mempelajari mereka dalam semangat penemuan dan kepatuhan yang setia.16 Ketika kita mengenyangkan diri dengan firman Kristus, firman itu tertanam "pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia."17 Firman itu menjadi bagian tak terpisahkan dari sifat kita.

Bertahun-tahun lalu, seorang rekan dokter menggoda saya karena gagal memisahkan pengetahuan profesional dengan kepercayaan agama. Itu mengejutkan saya sebab saya tidak merasa bahwa kebenaran harus dipisah-pisahkan. Kebenaran adalah satu kesatuan.

Bahaya mengintip ketika kita membagi diri kita dengan pernyataan seperti "hidup pribadi saya," "hidup profesi saya," atau "perilaku saya yang terbaik." Hidup yang dipisah-pisah dalam kotak-kotak itu dapat menciptakan konflik pribadi dan ketegangan yang luar biasa. Untuk menghindari ketegangan semacam itu, banyak orang dengan tidak bijaksana menggunakan bahan-bahan yang memabukkan, mencari kesenangan, atau memanjakan diri, yang pada akhirnya menambah ketegangan, jadi, menciptakan lingkaran setan.

Kedamaian batin berasal hanya ketika kita memelihara integritas kebenaran semua aspek kehidupan kita. Ketika kita membuat perjanjian untuk mengikuti Tuhan dan mematuhi perintah-perintah-Nya, kita menerima standar-Nya dalam setiap pikiran, perbuatan, dan tindakan.

Hidup dengan mengikuti standar Tuhan mewajibkan kita untuk menyuburkan karunia Roh Kudus. Karunia itu menolong kita memahami ajaran dan menerapkannya secara pribadi. Karena kebenaran yang didapat dari wahyu hanya dapat dipahami melalui wahyu,18 maka belajar kita haruslah penuh doa. Tulisan suci bersaksi tentang keefektifan doa dalam kehidupan sehari-hari kita. Salah satunya ada dalam Amsal: "Akuilah Dia dalam segala lakumu, [Allah] maka Ia akan meluruskan jalanmu."19 Yang lain berasal dari Kitab Mormon: "Berundinglah dengan Tuhan dalam semua perbuatanmu, dan Ia akan menuntunmu demi kebaikan."20

Ketika Anda merenungkan dan berdoa tentang asas doktrin itu, Roh Kudus akan berbicara kepada pikiran Anda dan hati Anda.21 Dari kejadian yang terlukiskan dalam tulisan suci, pemahaman baru dan asas yang relevan kepada situasi Anda akan menjernihkan hati Anda.

Anda menyuburkan pengalaman berisikan wahyu ini dengan hidup sesuai dengan terang yang telah diberikan kepada Anda dan dengan menyelidiki tulisan suci dengan motif murni--dengan maksud yang sungguh-sungguh untuk "datang kepada Kristus."22 Ketika Anda berbuat demikian, keyakinan Anda akan "menjadi kuat di hadapan Allah" dan Roh Kudus akan menjadi rekan tetap Anda.23

Memperoleh bimbingan tulisan suci ditambahkan dengan cara mengajukan pertanyaan penting.24 Mungkin Anda akan bertanya, "Asas apakah yang dapat dipelajari dari ajaran Tuhan?" misalnya, tulisan suci yang mengajarkan bahwa Penciptaan selesai dalam enam periode.25 Asas yang dipelajari dari belajar memperlihatkan bahwa untuk memperolehnya membutuhkan perencanaan, waktu, kesabaran, kerja keras, dan tidak ada jalan pintas.

Berikutnya, saya sarankan agar Anda membentuk pola belajar yang cocok buat Anda.26 Salah satunya adalah membaca sebuah kitab suci dari halaman pertama sampai akhir. Cara ini memberi perspektif luas yang baik. Tetapi pendekatan lain juga perlu. Perhatian kepada topik tertentu atau tema tertentu, dengan tambahan rujuk silang di catatan khaki dan penuntun belajar, dapat menolong menerangi pemahaman ajaran.

Bimbingan dapat diperoleh ketika sedang bergulat dengan tantangan hidup yang serius. Bertahun-tahun lalu, ketika saya sedang melakukan riset ilmiah di bidang praktek dokter, sebuah standar kebenaran tulisan suci memberi saya keberanian yang diperlukan untuk bertekun. Saya sangat bersandar pada ayat dalam A&P ini:

"Semua kerajaan diberikan hukum.

"Maka terdapat banyak kerajaan; karena tidak ada ruangan di mana tidak ada kerajaan dan tidak ada kerajaan di mana tidak ada tempat . . . .

"Dan kepada setiap kerajaan diberikan hukum; dan kepada setiap hukum juga ada ikatan khusus dan persyaratan-persyaratan."27 Kita belajar hukum yang ada dalam "kerajaan" yang sedang kita pelajari dan mampu mengendalikannya sehingga tidak bergantung kepada cara coba-coba dan kebetulan.

Dorongan kebutuhan bagi bimbingan tulisan suci datang ketika pilihan penting harus dibuat--bahkan antara pilihan yang hampir sama benarnya. Para pemimpin sering dihadapkan kepada jenis keputusan semacam ini. Pada saat seperti itu, kita pergi ke tulisan suci. Kita mungkin membaca semua kitab standar kita sekali lagi, mencari hal-hal yang berhubungan dengan masalah khusus.

Waktu yang digunakan untuk belajar tulisan suci perlu di jadwalkan dan ditepati. Kalau tidak, hal-hal yang paling penting biasanya dikalahkan oleh hal-hal yang tak berarti. Waktu untuk bacaan tulisan suci keluarga mungkin sulit diadakan. Bertahun-tahun lalu ketika anak-anak kami masih di rumah, mereka masih di kelas yang berbeda. Ayah mereka harus berada di rumah sakit tidak boleh lebih dari pukul 07.00 pagi. Dalam dewan keluarga, kami memutuskan bahwa jam yang paling baik mempelajari tulisan suci adalah 6.00 pagi. Pada jam itu, anak-anak yang masih kecil masih mengantuk, tetapi mendukung. Kadang-kadang, kami harus membangunkan salah seorang dari antara mereka ketika tiba giliran membaca. Saya mungkin tidak jujur kepada Anda kalau saya memberi kesan seolah-olah pembacaan tulisan suci keluarga selalu berhasil. Kadang-kadang, lebih banyak kesulitannya daripada berhasil. Tetapi kami tidak menyerah.

Sekarang, satu generasi kemudian, anak-anak kami semuanya telah menikah dengan keluarga sendiri. Sister Nelson dan saya mengamati mereka menikmati pembacaan tulisan suci keluarga di rumah mereka sendiri. Usaha mereka lebih berhasil daripada usaha kami. Kami jadi khawatir hanya memikirkan apa yang akan terjadi seandainya kami menyerah.28

Kita semua perlu bimbingan dalam hidup ini. Kita akan mendapatkan bimbingan yang terbaik dari kitab standar dan ajaran para nabi Allah. Dengan usaha tekun, kita dapat memperoleh bimbingan dan dengan demikian membuat kita memenuhi syarat untuk berkat-berkat Allah yang telah disediakan untuk anak-anak-Nya yang setia. Saya bersaksi dalam nama Yesus Kristus, amin.

CATATAN

1. Gørding, Vejrup, dan Vester Nebel, di Ribe county.
2. Mølholm, Støre Brøndum, di Ålborg county.
3. A&P 14:7.
4. A&P 130:21.
5. A&P 1:38.
6. A&P 132:22.
7. Keluaran 20:3.
8. A&P 1:16.
9. A&P 6:36.
10. Mazmur 119:105.
11. Yehezkiel 14:6.
12. 2 Nefi 31:18; lihat juga Matius 7:14; Yakub 6:11; 3 Nefi 14:14; 27:33; A&P 132:22.
13. Matius 4:4.
14. 1 Nefi 19:23.
15. 2 Nefi 31:20.
16. Tulisan suci memberi dorongan untuk hidup sesuai dengan kehendak Pencipta kita, yang berkata: "Apabila engkau tidak menginjak-injak . . . dan melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat "hari kenikmatan," dan hari kudus Tuhan, apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu, . . . maka engkau akan bersenang-senang karena Tuhan" (Yesaya 58:13­14). Rasa percaya diri juga diperoleh melalui kepatuhan terhadap perintah-perintah Allah mengenai hukum kemurnian akhlak (lihat Keluaran 20:14; Imamat 18:22; Matius 5:28; 1 Korintus 6:9; 3 Nefi 12:28; A&P 42:24; 59:6).
17. 2 Korintus 3:3.
18. 1 Korintus 2:11­14.
19. Amsal 3:6.
20. Alma 37:37.
21. A&P 8:2.
22. Yakub 1:7; Omni 1:26; Moroni 10:30, 32.
23. A&P 121:45; lihat juga 46.
24. Sejak segala sesuatu yang baik dapat disalahgunakan, satu kalimat peringatan mungkin pantas. Tulisan suci tidak memiliki jawaban bagi setiap pertanyaan. Banyak kebenaran penting yang masih akan diwahyukan. Keasyikan dengan apa yang disebut "misteri" hendaknya dihindari. Berhati-hatilah juga terhadap penafsiran pribadi. Berharaplah kepada para nabi yang hidup dan kebijakan-kebijakan resmi untuk penafsiran. Jangan menghakimi orang lain yang keadaannya bukanlah hak Anda untuk dihakimi. Meskipun demikian, kami diyakinkan kembali, bahwa mereka yang "yang dengan tekun mencari akan menemukan dan rahasia-rahasia Allah akan disingkapkan kepada mereka oleh kuasa Roh Kudus" (1 Nefi 10:19). Ingatlah juga bahwa banyak wahyu telah diberikan sebagai tanggapan bagi pertanyaan kenabian.
Adalah menarik untuk mencatat bahwa kitab pertama dan terakhir dari Perjanjian Lama menampilkan pertanyaan-pertanyaan penting: "Apakah aku penjaga adikku?" (Kejadian 4:9), dan "Bolehkah manusia menipu Allah?" (Maleakhi 3:8).
25. Keluaran 20:11; 31:17; Mosia 13:19; A&P 77:12; Abraham 4:31.
26. Dalam pembelajaran tulisan suci pribadi Anda, Anda dapat mengorelasikan pembacaan Anda dengan kursus pembelajaran yang diuraikan Gereja, seperti kurikulum Ajaran Injil. Beberapa orang senang untuk mempersiapkan kartu-kartu hafalan yang dapat mereka gunakan ketika menunggu sebuah janji atau pertemuan.
27. A&P 88: 36­38.
28. Pembelajaran tulisan suci pribadi dan keluarga dapat menggunakan buku, rekaman, atau materi lainnya. Mereka yang menetapkan waktu untuk pembelajaran tulisan suci dan bertahan dalam usaha itu akan mempertahankan suatu semangat positif selama kehidupannya.

 
© 2008 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy