The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Gospel Library General Conference
Conferences
Oktober 2003
Tanggung Jawab Imamat Perseorangan

Tanggung Jawab Imamat Perseorangan

PENATUA RUSSELL M. NELSON
Dari Kuorum Dua Belas Rasul

Ketika ditahbiskan untuk sebuah jabatan dalam keimamatan, Anda diberi wewenang. Tetapi kuasa datang dari menjalankan wewenang itu dalam kebenaran.

PENATUA RUSSELL M. NELSONPara brother seimamat yang terkasih, walaupun kita berasal dari berbagai bangsa, memang demikian, seperti yang Paulus katakan kita berasal dari, "satu Tuhan, satu iman, satu baptisan."1 Tetapi kekuatan iman yang ada pada diri kita berkembang secara individu, dan bukan sebagai satu kelompok.

Contohnya, pikirkan tentang iman seorang anak lelaki, berusia sekitar delapan tahun, yang sedang menjalani operasi usus buntu akut, ketika dia berbaring di ruang operasi, dia memandangi dokternya dan berkata, "Dokter, sebelum Anda memulai operasi, maukah Anda berdoa untuk saya?"

Dokter bedah itu memandangi anak lelaki itu dengan takjub dan berkata, "Mengapa, saya tidak bisa berdoa untukmu."

Kemudian anak kecil itu berkata, "Kalau Anda tidak mau berdoa untuk saya, tolong tunggu selagi saya berdoa untuk diri saya sendiri." Di ruang operasi, anak lelaki itu berlutut, melipat tangannya, dan mulai berdoa. Dia berkata, "Bapa Surgawi, saya hanyalah anak yatim piatu. Saya sakit parah, dan para dokter ini akan mengoperasi. Maukah Engkau membantu mereka supaya mereka dapat melakukannya dengan benar. Bapa Surgawi, apabila Engkau menyembuhkan saya, saya akan menjadi anak yang baik. Terima kasih untuk kesembuhan saya." Dia kemudian berbaring, memandangi mata para dokter dan perawat yang meneteskan air mata, dan berkata, "Sekarang saya siap."2

Tubuh jasmaninya sembuh total, dan kekuatan rohaninya berkembang. Para brother, Anda lebih tua dan memiliki imamat yang dianugerahkan kepada Anda. Kuorum imamat Anda memberikan kesempatan untuk persahabatan, pelayanan dan pembelajaran. Tetapi tanggung jawab untuk mengembangkan kuasa dalam imamat bersifat pribadi. Hanya secara individu Anda dapat mengembangkan iman yang teguh kepada Allah dan hasrat untuk berdoa secara pribadi. Hanya secara individu Anda dapat mematuhi perintah-perintah Allah. Hanya secara individu Anda dapat bertobat. Hanya secara individu Anda dapat layak menerima tata cara keselamatan dan permuliaan. Dan ketika istri Anda dimeteraikan kepada Anda, kuasa dan potensinya akan meningkatkan kuasa dan potensi Anda.

Saya adalah bagian dari kuorum imamat yang menakjubkan. Kita menikmati persaudaraan yang luar biasa. Kita berdoa bersama, melayani bersama. Kita mengajar, dan saling mendukung. Dua Belas Rasul berasal dari latar belakang yang berbeda—bisnis, pendidikan, hukum, sains. Tetapi tak satu pun dari kami dipanggil untuk melayani karena latar belakang itu. Kenyataannya, semua orang yang dipanggil untuk mengemban tanggung jawab imamat dipilih karena jati diri mereka dan akan menjadi siapa mereka nantinya.3

Dalam kehidupan, Anda akan memiliki berbagai tugas dan tanggung jawab. Banyak dari tugas dan tanggung jawab ini bersifat sementara dan akan dilepaskan setelah pembebasan Anda. (Anda mungkin tidak akan menolak pembebasan Anda dari sebuah pemanggilan mencabut tanaman liar di ladang kesejahteraan.) Tetapi Anda tidak akan pernah dibebaskan dari tanggung jawab yang berkaitan dengan pengembangan pribadi dan keluarga Anda.

Ketika ditahbiskan untuk sebuah jabatan dalam keimamatan, Anda diberi wewenang. Tetapi kuasa datang dari menjalankan wewenang itu dalam kebenaran.

Tanggung Jawab kepada Tuhan

Dari Presiden Gereja sampai para diaken yang paling baru, kita bertanggung jawab kepada Tuhan. Kita harus benar dan setia serta hidup sesuai dengan setiap asas dan ajaran yang telah Dia berikan kepada kita. Kita tidak dapat mematuhi hanya sebagian dari wahyu atau perintah yang telah diembankan kepada kita. Dia mempercayai kita untuk "membangun kerajaan Allah, dan mendirikan kebenarannya."4

Kelak kita masing-masing akan memberikan pertanggungjawaban kepada Tuhan.5 Kesadaran ini terlihat dalam sebuah percakapan serius antara saya dan seorang sahabat karib yang mendekati ajal dalam kehidupan fananya. Saya bertanya apakah dia siap mati. Saya tidak akan pernah melupakan jawabannya. Dengan keberanian dan keyakinan, dia berkata, "Kehidupan saya siap untuk diperiksa."

Ketika Nabi Joseph Smith menghadapi kematian, dia berkata, "Aku pergi seperti anak domba ke pembantaian, tetapi aku tenang seperti pagi hari pada musim panas. Aku sama sekali tidak merasa sakit hati kepada Allah, dan terhadap semua orang."6

Sekarang adalah saat untuk mempersiapkan diri bagi wawancara terakhir Anda. Anda dapat menanyakan kepada diri Anda sendiri: "Apakah saya membayar persepuluhan dengan hati yang ikhlas? Apakah saya mematuhi kata-kata bijaksana? Apakah bahasa saya bebas dari kata-kata kotor dan sumpah serapah? Apakah saya bersih secara moral? Apakah saya benarbenar bersyukur atas Kurban Tebusan yang menjadikan kebangkitan saya suatu kenyataan dan kehidupan kekal saya suatu kemungkinan? Apakah saya menghormati perjanjian bait suci yang memeteraikan orang-orang terkasih kepada saya selamanya?" Apabila Anda dapat dengan jujur menjawab ya, Anda membangun kuasa dalam imamat.

Karunia Roh Kudus dapat menambahkan kuasa itu. Tulisan suci bercerita mengenai orang-orang yang telah menerima Roh Kudus tetapi tidak mengetahuinya.7 Jangan biarkan hal itu terjadi pada Anda. Tingkatkan karunia dan jadilah layak untuk menerima janji dari Allah, "Angkatlah suaramu terhadap orang-orang ini, katakanlah pikiran yang akan Aku masukkan ke dalam hatimu dan kamu tidak akan dipermalukan di hadapan orang.

Sebab akan diberikan kepadamu pada saat yang tepat, ya, waktu yang tepat, apa yang harus kamu katakan."8

Tanggung Jawab Pribadi dan Kuasa Imamat

Wewenang Imamat telah ada dalam banyak masa kelegaan, seperti pada masa Adam, Nuh, Enos, Abraham, Musa, masa pertengahan zaman, bangsa Yared, bangsa Nefi, dan yang lainnya. Masa kelegaan terdahulu terbatas oleh waktu, karena masing-masing berakhir dengan kemurtadan. Itu juga terbatas pada wilayah-wilayah tertentu dunia. Sebaliknya, masa kelegaan kita—masa kelegaan kegenapan zaman—tidak akan terbatas karena waktu atau tempat. Secara menyeluruh, masa kelegaan kegenapan zaman akan menampung sebuah bangsa yang lengkap dan sempurna, yang menggabungkan bersama semua masa kelegaan, kunci-kunci, kuasa dan kemuliaan dari zaman Adam bahkan sampai zaman sekarang.9

Imamat Harun dipulihkan pada tanggal 15 Mei 1829 oleh Yohanes Pembabtis, Imamat Melkisedek dipulihkan tak lama setelah itu oleh Petrus, Yakobus, dan Yohanes.10 Utusan surgawi lainnya menyampaikan kunci-kunci khusus imamat. Moroni memegang kunci Kitab Mormon.11 Musa membawa kunci tentang pengumpulan Israel dan memimpin kesepuluh suku.12 Elias menyampaikan kunci pemulihan segala sesuatu,13 termasuk perjanjian Abraham.14 Dan Elia menganugerahkan kunci-kunci wewenang pemeteraian.15

Anda mengetahui sesuatu tentang kunci. Dalam saku Anda mungkin ada kunci rumah atau mobil Anda. Kunci-kunci Imamat, sebaliknya, tidak dapat dipegang dan dilihat. Kunci itu memfungsikan wewenang imamat. Beberapa kunci bahkan memberi kuasa untuk mengikat di surga maupun di bumi.16

Joseph Smith menganugerahkan kunci-kunci imamat kepada Dua Belas Rasul.17 Kunci-kunci itu diberikan kepada para pemimpin berikutnya. Hari ini Presiden Gordon B. Hinckley memegang wewenang untuk setiap kunci yang dipulihkan yang dipegang oleh "mereka semua yang telah menerima suatu kelegaan pada waktu mana pun dari permuliaan penciptaan."18

Dengan mengingat sejarah yang mengandung ajaran ini, jelaslah bahwa seseorang tidak dapat membeli imamat. Tulisan suci menyatakan, "Tak seorang pun yang mengambil kehormatan bagi dirinya sendiri, tetapi dipanggil untuk itu oleh Allah, seperti yang terjadi dengan Harun."19

Memegang Imamat artinya Anda memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan pemanggilan. Biarlah setiap kesempatan untuk melayani membantu Anda mengembangkan kuasa Anda dalam imamat. Dalam penampilan pribadi Anda, ikutilah teladan nabi yang hidup. Dengan melakukan itu memberi ungkapan secara diam-diam bahwa Anda benarbenar memahami pentingya "imamat kudus menurut peraturan Putra Allah."20

Ketika Anda, para brother, memiliki kesempatan untuk menjalankan Imamat Melkisedek, renungkanlah yang Anda lakukan. Ketika Anda meletakkan tangan Anda di atas kepala orang lain, Anda tidak mengucapkan doa, yang tentu saja tidak memerlukan wewenang. Anda diwenangkan untuk menetapkan, menahbiskan, memberkati, dan berbicara dalam nama Tuhan.21 Ingatlah janji-janji-Nya, "Siapa pun kauberkati, Aku akan berkati,"22 dan "Aku akan membagikan kepadamu dari Roh-Ku, ... kemudian akan kau ketahui ... hal apa pun ... yang berkenaan dengan hal kebenaran, dalam iman percaya kepada-Ku bahwa engkau akan menerima."23

Untuk meningkatkan pemanggilan Anda dalam Imamat Harun, Anda para remaja putra hendaknya mengarahkan usaha pribadi Anda pada lima tujuan pribadi untuk:

  • Memperoleh pengetahuan akan Injil Yesus Kristus.
  • Menjadi layak akan pelayanan misionari.
  • Menjaga diri Anda bersih secara moral dan layak untuk memasuki bait suci.
  • Mengejar pendidikan pribadi Anda.
  • Menjunjung standar-standar Gereja dan layak bagi pasangan masa depan Anda.

Bagaimana Anda dapat mengingat lima tujuan itu? Mudah. Lihatlah tangan Anda. Biarkan jari telunjuk Anda menunjuk pada tulisan suci. Dari tulisan suci dapatkan pengetahuan yang lebih baik mengenai Yesus Kristus, dan kemudian hiduplah sesuai dengan ajaran-Nya. Biarkan jari tengah Anda mengingatkan Anda untuk menjadi layak akan pelayanan misionari. Biarkan jari manis Anda mengingatkan Anda akan pernikahan, endowmen, pemeteraian, dan berkat-berkat bait suci. Biarkan jari kelingking Anda mengingatkan Anda bahwa mengejar pendidikan adalah tanggung jawab rohani.24 Biarkan ibu jari Anda menunjuk ke atas, yang mengingatkan Anda untuk menjunjung standar-standar Gereja dan menjadi layak bagi pasangan kekal. Pelaksanaan kelima tujuan ini akan memberkati kehidupan Anda.

Anda para pemegang Imamat Melkisedek hendaknya layak bagi tingkat tertinggi kemuliaan selestial. "Untuk mencapai yang tertinggi, seseorang harus memasuki tata tertib keimamatan ini [yang dimaksud ialah perjanjian perkawinan yang baru dan kekal]; "Dan apabila dia tidak melakukannya, dia tidak dapat memperolehnya."25

Perjanjian itu dihormati ketika Anda menghormati istri Anda. Prioritas tertinggi seorang suami hendaknya memperhatikan istrinya. Setia kepadanya. Jangan biarkan mata Anda melirik pornografi atau membiarkan bahasa Anda tidak senonoh. Pilihan yang dibuat dengan menggunakan hak pilihan membatasi hak pilihan Anda di masa depan. Anda tidak dapat menjalankan hak pilihan dan melarikan diri dari tanggung jawab untuk setiap pilihan.

Jangan pernah lupa bahwa "hak keimamatan berhubungan erat tak terpisahkan dengan kekuasaan surga .... [Kekuasaan ini] tidak dapat diatur ataupun ditangani hanya berdasarkan asas-asas kebenaran saja."26 Apabila kita menyalahgunakan kuasa itu untuk menutupi dosa kita, memuaskan kesombongan, mengejar keinginan yang sia-sia, menguasai orang lain dalam bentuk apa pun yang tidak benar, kita kehilangan baik wewenang maupun kuasa imamat.27

Para brother, lakukanlah pelayanan dengan kebajikan, kesabaran, kebaikan, kelemahlembutan, kasih sayang yang sejati, pengetahuan yang sejati, dan kasih murni kepada semua orang.28 Kemudian, "ajaran mengenai keimamatan akan meresap ke dalam jiwamu bagaikan embun dari surga."29

Ketahuilah, kasih dan ucapan syukur kami bagi Anda masing-masing. Kami berterima kasih atas iman Anda, pelayanan Anda, dan kekuatan yang kami terima dari Anda. Semoga Anda, orang-orang yang Anda kasihi, serta keturunan Anda diberkati melalui usaha saleh Anda untuk mendapatkan kuasa dalam imamat.

Allah hidup. Yesus adalah Kristus. Dia memimpin Gereja-Nya melalui para nabi dan rasul-Nya. Saya bersaksi, dalam nama Yesus Kristus, amin.

CATATAN:

1. Efesus 4:5.

2. Lihat George Albert Smith, Sharing the Gospel With Others dikumpulkan oleh Preston Nibley (1948), 144-145.

3. Lihat Matius 20:16; 22:14; 1 Petrus 2:9; Wahyu 17:14; Alma 13:3, 6, 9; 3 Nefi 12:1; A&P 3:10; 52:1; 95:5; 121:34, 40-46.

4. TJS terhadap Matius 6:38.

5. Lihat Ibrani 13:17; Alma 5:18; 11:43; A&P 72:13-16.

6. A&P 135:4.

7. Lihat 3 Nefi 9:20.

8. A&P 100:5-6.

9. Lihat A&P 128:18.

10. Lihat Joseph Smith 2:72; A&P 27:8, 12.

11. Lihat A&P 27:5.

12. Lihat A&P 110:11.

13. Lihat A&P 27:6.

14. Lihat A&P 110:12.

15. Lihat Joseph Smith, Teachings of the Prophet Joseph Smith, diseleksi oleh Joseph Fielding Smith (1976), 337-338; lihat juga A&P 27:9; 110:13-16; 128:21.

16. Lihat Matius 16:19; 18:18; A&P 124:93; 127:7; 128:8, 10; 132:46.

17. Lihat Joseph Fielding Smith, Doctrines of Salvation, dikumpulkan oleh Bruce R. McConkie, 3 jilid (1954-1956), 3:154-156.

18. A&P 112:31; lihat juga A&P 128:18.

19. Ibrani 5:4.

20. A&P 107:3; lihat juga TJS, Ibrani 7:3; Alma 13:1.

21. Lihat A&P 1:20, 38; 84:19-22; 26-27; 107:18-20; 124:39-46; 133:6.

22. Lihat A&P 132:47.

23. A&P 11:13-14.

24. Lihat A&P 130:18-19.

25. A&P 131:2-3; tanda kurung kedua seperti aslinya.

26. A&P 121:36.

27. Lihat A&P 121:37.

28. Lihat 2 Tesalonika 1:3; A&P 121:41-42.

29. A&P 121:45.

 
© 2008 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy