The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Gospel Library General Conference
Conferences
Oktober 2003
Imamat, Kunci-kunci, dan Kuasa untuk Memberkati

Imamat, Kunci-kunci, dan Kuasa untuk Memberkati

PENATUA MERRILL J. BATEMAN
Dari Presidensi Tujuh Puluh

Diharapkan agar para pemegang Imamat Melkisedek yang layak bersedia menggunakan kuasa yang diberikan kepada mereka untuk memberkati orang lain yang dimulai dari keluarga mereka sendiri.

PENATUA MERRILL J. BATEMANSalah satu bukti yang menakjubkan dari Pemulihan adalah kesaksian Joseph Smith dan Oliver Cowdery mengenai cara imamat dan kuasa pelaksanaannya dipulihkan ke bumi. Dalam setiap hal, imamat dan kunci-kunci imamat dipulihkan oleh para utusan ilahi yang telah memegang imamat dan kunci-kuncinya pada zaman dahulu. Yohanes Pembaptis membawa kembali Imamat Harun beserta kunci-kunci pertobatan serta pembaptisan.1 Petrus, Yakobus dan Yohanes tidak hanya memulihkan Imamat Melkisedek tetapi juga "kuncikunci kerajaan."2 Musa dan Elia kembali dengan kunci-kunci "pengumpulan" dan "pemeteraian."3 Peristiwa-peristiwa yang menjelaskan pemulihan imamat sungguh menakjubkan karena di dalamnya mereka menyesuaikan secara tepat dengan pola Alkitab mengenai pemulihan imamat pada masa kelegaan sebelumnya. Misalnya, mengingat pemulihan dan penyerahan kuasa imamat pada zaman Juruselamat.

Menjelang akhir pelayanan-Nya, Yesus menjanjikan "kunci-kunci kerajaan"4 kepada Petrus karena mengetahui Dia akan segera pergi dan bahwa kunci-kunci imamat dibutuhkan oleh para rasul ketika mereka melakukan pekerjaan setelah kenaikan-Nya ke surga. Agar mereka dapat menerima kuncikunci itu, Matius mencatat bahwa Yesus membawa "Petrus, Yakobus dan Yohanes ... naik ke sebuah gunung yang tinggi" dan Dia "berubah rupa di depan mata mereka" dan Musa serta Elia "menampakkan diri kepada mereka."5 Tidak lama setelah peristiwa ini, Juruselamat menyatakan bahwa para rasul tersebut memiliki kunci-kunci untuk melakukan pelayanan.6 Nabi Joseph Smith menyatakan bahwa "Juruselamat, Musa, serta Elia memberikan kunci-kunci kepada Petrus, Yakobus dan Yohanes, di atas gunung, ketika mereka diubah rupa di hadapan-Nya."7

Pola pemulihan imamat yang dijelaskan oleh Matius adalah pola yang sama yang diikuti pada masa kelegaan ini. Para rasul dan nabi yang ditunjuk oleh Tuhan untuk memegang kuncikunci pada masa kelegaan sebelumnya mengembalikannya ke bumi saat masa kelegaan dimulai.

Sebaliknya, pada abad ke-19 para pendeta di wilayah Palmyra, tidak memahami kemurtadan besar yang telah terjadi, yang diyakini sepenuhnya merupakan proses yang berbeda untuk penerimaan imamat. Mereka percaya bahwa kuasa untuk berkhotbah datang melalui panggilan ilahi kepada orang-orang yang mempercayai Kristus dan menerima imamat itu. Mereka tidak memahami perlunya menerima imamat dari seseorang yang berwewenang melalui penumpangan tangan.8 Juga, mereka tidak memahami tujuan atau pentingnya kunci-kunci imamat.

Imamat adalah kuasa dan wewenang dari Allah yang diberikan kepada manusia. Kunci-kunci Imamat adalah hak untuk mewenangkan penggunaan kuasa itu. Presiden Gereja memegang kunci-kunci yang diperlukan untuk memimpin seluruh Gereja. Para penasihatnya dalam Presidensi Utama dan Kuorum Dua Belas Rasul juga memegang kunci-kunci kerajaan serta melaksanakannya di bawah pengarahan Presiden. Para presiden wilayah, uskup, dan presiden bait suci, presiden misi dan presiden kuorum diberi kunci-kunci untuk memimpin Gereja dalam bidang-bidang tanggung jawab mereka. Para penasihat mereka tidak memegang kunci-kunci tetapi "menerima wewenang pendelegasian melalui pemanggilan dan penugasan."9

Imamat dan kunci-kunci imamat memungkinkan tercurahnya berkatberkat Kurban Tebusan. Melalui kuasa imamat, orang-orang yang dibaptiskan untuk pengampunan dosa dapat menerima itu melalui tindakan agung belas kasih Juruselamat. Seorang pemegang Imamat Melkisedek dapat menganugerahkan Roh Kudus. Melalui penganugerahan Roh Kudus ini para anggota dibersihkan dengan api, dibimbing untuk menemukan kebenaran, dihibur, disucikan serta diberkati dalam banyak cara sebagai para pengambil bagian dari berkat-berkat Kurban Tebusan. Wewenang pemeteraian dapat mengikat bersama pria dan wanita serta anak-anak mereka selamalamanya yang memungkinkan permuliaan di dunia yang akan datang—ini juga, berkat dari Juruselamat.

Diharapkan agar para pemegang Imamat Melkisedek yang layak bersedia menggunakan kuasa yang diberikan kepada mereka untuk memberkati orang lain yang dimulai dari keluarga mereka sendiri. Salah satu pusaka besar Pemulihan adalah bahwa seorang ayah yang ditahbiskan dalam Imamat Melkisedek memiliki hak untuk memberkati istri serta anak-anaknya ketika dibisiki dan ketika berkat itu mereka inginkan. Beberapa tahun yang lalu, keluarga kami memiliki pengalaman yang meninggalkan kesan mendalam tentang betapa penting dan berharga serta kuatnya berkat seorang ayah. Pelajaran yang jika dipelajari mungkin menarik bagi Anda.

Ketika putra sulung kami sudah siap untuk mulai sekolah, Sister Bateman dan saya memutuskan bahwa berkat seorang ayah diberikan kepada setiap anak pada tahun ajaran baru. Malam keluarga sebelum sekolah dimulai menjadi peristiwa penting untuk pemberian berkat itu. Tahun ajaran baru kelas tiga yang dimasuki putra sulung kami, Michael, memberi kenangan yang tak terlupakan bagi kami. Selama awal musim semi dia ikut Liga Kecil baseball. Dia menyukai olahraga itu. Ketika kami berkumpul dalam malam keluarga sesaat sebelum sekolah dimulai, Michael menyatakan bahwa dia tidak perlu diberkati. Dia telah menyelesaikan musim baseball pertamanya di Liga Kecil dan berkat-berkat itu hanyalah untuk anak-anak yang lebih kecil.

Sister Bateman dan saya terkejut. Kami mendorongnya dengan menyatakan bahwa sebuah berkat akan menolongnya dalam tugas-tugas sekolahnya. Itu akan menjadi perlindungan baginya. Itu akan menolongnya dalam berhubungan dengan saudara-saudaranya serta teman-temannya. Imbauan yang kami berikan dengan bujukan itu gagal. Dia sudah cukup besar. Dengan mempercayai asas pilihan bebas, kami tidak mau memaksa memberi berkat kepada anak berusia delapan tahun itu. Semua anak kami, kecuali Michael, menerima sebuah berkat tahun itu.

Tahun ajaran baru berjalan dengan lancar. Michael dan anak-anak lainnya belajar dengan baik di sekolah dan keluarga menikmati kebersamaan mereka. Kemudian tibalah bulan Mei dan itulah saatnya Liga Kecil baseball dimulai. Setelah hari terakhir sekolah, pelatih Michael meminta tim itu latihan. Harapan Michael menjadi lebih besar. Impiannya akan segera terwujud.

Dia akan menjadi penangkap bola. Lapangan baseball letaknya beberapa blok saja dari rumah kami. Anak-anak lelaki dan pelatih itu berjalan menuju lapangan menyeberangi jalan raya yang padat. Setelah latihan, anak-anak dan pelatih mereka siap untuk pulang. Michael dan seorang temannya lari mendahului pelatih serta anak-anak lainnya. Ketika kedua anak lelaki ini tiba di jalan raya yang padat itu, Michael tidak bisa melihat dan berlari kencang tepat di depan sebuah mobil yang dikendarai oleh seorang pemuda berusia enam belas tahun yang baru pertama kali mengendarai mobil. Bayangkan betapa takutnya pemuda itu. Dengan cepat dia menginjak rem dan berusaha menghindari anak itu. Sayang sekali, bagian depan spatbor dan bemper mobil menabrak Michael dan melemparkannya ke jalan raya.

Tak lama kemudian, Sister Bateman dan saya menerima telepon dari polisi. Michael, dalam keadaan kritis, dibawa ke dalam mobil ambulan menuju ke rumah sakit. Karena penting, kami bergegas. Sebelum pergi, saya menelepon seorang teman dan memintanya bertemu dengan kami di rumah sakit serta membantu untuk memberikan sebuah berkat. Perjalanan yang memakan waktu dua puluh menit itu adalah yang terlama dalam hidup kami. Kami berdoa dengan sungguh-sungguh memohon keselamatan putra kami dan untuk mengetahui kehendak Tuhan.

Sewaktu kami memarkir mobil di dekat pintu ruang gawat darurat, kami melihat seorang polisi sedang keluar dengan pemuda yang sedang menangis. Polisi itu mengenali kami dan memperkenalkan pemuda itu sebagai pengendara mobil. Kami cukup tahu tentang cerita itu dan kami merangkulnya serta mengatakan kepadanya bahwa kami tahu itu bukan salahnya. Lalu kami masuk ke rumah sakit untuk melihat Michael. Sewaktu kami memasuki ruangannya, dokter dan juru rawat sedang menanganinya dengan intensif. Teman saya tiba dan kami menanyakan apakah bisa meminta waktu dua atau tiga menit untuk berada bersamanya. Rekan pemegang imamat saya mengurapi dan saya memeteraikan minyak. Saat saya menumpangkan tangan ke atas kepala Michael, sebuah perasaan yang tenang dan damai menyelimuti diri saya, kata-kata terucap dan janji-janji dibuat. Kemudian Michael dibawa ke ruang operasi.

Selama empat minggu berikutnya, Michael dirawat di rumah sakit dengan kepala dibalut dan kakinya ditarik dengan alat penarik. Setiap Rabu, teman-teman tim Liga Kecilnya mengunjunginya setelah pertandingan dan memberinya laporan. Setiap hari Rabu, Michael menangis saat temantemannya menceritakan pertandingan mereka. Setelah empat minggu menggunakan alat penarik, Michael menggunakan penopang tubuh dari dada hingga jari kakinya. Satu atau tiga kali kesempatan kami membawanya melihat pertandingan yang dimainkan teman-temannya. Empat minggu yang lainnya berlalu, dan penopang tubuh itu diganti dengan penopang lain yang dipasang dari pinggul hingga jari kakinya. Dua hari sebelum sekolah dimulai, penopang tubuh yang terakhir dilepas. Sewaktu keluarga berkumpul pada malam berikutnya untuk memberikan berkat-berkat sekolah, adakah yang mempertanyakan siapa yang pertama kali menginginkan berkat itu? Seorang anak lelaki berusia sembilan tahun, sudah agak besar dan lebih bijak, dialah yang pertama meminta berkat. Selama bertahun-tahun anakanak kami mulai memahami bahwa kecelakaan tidak selalu dapat dicegah dengan berkat imamat, tetapi mereka juga tahu bahwa lebih dari satu jenis perlindungan tersedia melalui imamat. Saat ini, cucu-cucu kamilah yang menjadi penerima berkat-berkat imamat. Tradisi dalam generasi kedua dan ketiga. Kami percaya bahwa menjalankan tradisi ini, seperti keluarga, akan berlaku sepanjang kekekalan.

Saya sangat bersyukur bahwa pemuda berusia empat belas tahun, Joseph Smith, pergi ke hutan untuk menanyakan manakah Gereja yang benar. Saya akan selamanya bersyukur atas jawaban yang diterimanya dan pemulihan imamat dan kuncikuncinya setelah itu melalui Yohanes Pembaptis; Petrus, Yakobus dan Yohanes serta para utusan ilahi lainnya. Semoga kita menggunakan kuasa besar ini untuk memberkati semua anak Allah yang dimulai dari keluarga kita sendiri adalah doa saya dalam nama Yesus Kristus, amin.

CATATAN

1. Lihat A&P 13; Joseph Smith 2:68-72.

2. Lihat A&P 27:12-13.

3. Lihat A&P 110:11-16.

4. Lihat Matius 16:19.

5. Matius 17:1-3.

6. Lihat Matius 18:18; A&P 7:7.

7. Teachings of the Prophet Joseph Smith, diseleksi oleh Joseph Fielding Smith (1976), 158.

8. Lihat Milton V. Backman Jr., Christian Churches of America: Origins and Beliefs, edisi revisi (1976, 1983), 54-55.

9. Buku-Pegangan-Petunjuk Gereja, Buku 2: Pemimpin Imamat dan Organisasi Pelengkap (1998), 163

 
© 2008 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy