The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Gospel Library General Conference
Conferences
Oktober 2003
Sebuah Kesaksian yang Abadi akan Misi Nabi Joseph

Sebuah Kesaksian yang Abadi akan Misi Nabi Joseph

PENATUA HENRY B. EYRING
Dari Kuorum Dua Belas Rasul

Nabi Joseph bagi saya adalah seorang teladan dan guru dalam mempertahankan iman dengan baik ... saya berterima kasih dan mengasihi dia sebagai Nabi Tuhan dalam Pemulihan.

PENATUA HENRY B. EYRINGPada malam sebelum dia mati syahid di Carthage, Nabi Joseph Smith memberikan kesaksiannya kepada para penjaganya. Dia bersaksi tentang keaslian Kitab Mormon. Dia bersaksi mengenai pelayanan para malaikat dan bahwa kerajaan Allah sekali lagi ditegakkan di atas bumi.

Saya bertanya-tanya apakah para penjaga itu berdoa malam itu. Roh Kudus telah siap mengatakan kepada mereka bahwa pesan yang istimewa itu adalah benar. Dengan kesaksian dari Roh, mereka dapat mengetahui bahwa mereka seharusnya minta dibaptiskan. Dan kemudian mereka dapat menerima karunia Roh Kudus yang tak ternilai. Dengan karunia tersebut, mereka dapat mengetahui kebenaran akan segala hal. Saya bertanya-tanya apakah ada di antara mereka pada malam itu yang merasakan betapa dekatnya mereka untuk mengikuti satu-satunya jalan yang akan menuntun mereka kepada Juruselamat di dunia yang akan datang, untuk melihat rupa-Nya dengan sukacita serta mendengar perkataan-Nya, "Kemarilah kepada-Ku, hai kamu sekalian yang diberkati. Ada tempat yang disediakan bagimu di dalam tempat tinggal Bapa-Ku."1

Kita semua memiliki orang-orang terkasih. Pikirkanlah mereka sekarang. Mereka mungkin saja anak-anak kita, atau cucu-cucu kita. Mungkin Anda memikirkan suami atau istri Anda. Mungkin dia adalah orang yang Anda ajar sebagai misionari. Mungkin dia seorang teman. Anda berkeinginan dengan segenap hati supaya suatu hari kelak mereka mendengarkan perkataan Tuhan. Dan untuk berkat yang akan datang itu, mereka akan memerlukan kesaksian yang diberikan oleh Nabi di Carthage, yang membara di dalam hati mereka selama kehidupan yang penuh pencobaan, seperti yang terjadi padanya.

Untuk memulainya, kita dapat memberi mereka kesaksian dari para saksi mata. Tuhan menyediakan yang lain untuk mendukung Joseph dalam menyatakan apa yang Tuhan telah lakukan. Mereka bersama Nabi ketika langit terbuka.

Oliver Cowdery menyampaikan khotbah Injil misionari pertamanya pada Minggu pertama setelah Gereja diorganisasi. Dia pergi ke ladang misi untuk menyatakan apa yang dia ketahui berdasarkan pada apa yang dia lihat, dengar, dan rasakan. Bersama dua orang lainnya dia menandatangani sebuah kesaksian yang tidak pernah mereka sangkal kebenarannya. Kesaksian mereka ditulis di halaman depan Kitab Mormon.

"Dipermaklumkan kepada semua bangsa, kaum, bahasa, dan rakyat, orang-orang yang akan menerima kitab ini: Bahwa kami, dengan kasih karunia Allah Bapa dan Tuhan kita Yesus Kristus, telah melihat lemping-lemping yang berisikan tulisan sejarah ini, yang merupakan sebuah catatan mengenai bangsa Nefi, dan juga bangsa Laman, saudara-saudara mereka, dan juga bangsa Yared, yang datang dari menara yang telah dibicarakan. Dan kami juga mengetahui bahwa lemping-lemping itu telah diterjemahkan dengan anugerah dan kuasa Allah, karena suara-Nya telah memaklumkannya kepada kami. Oleh karena itu kami mengetahui dengan pasti bahwa kitab ini adalah benar. Dan kami juga memberi kesaksian bahwa kami telah melihat ukiran-ukiran yang terdapat di atas lemping-lemping; dan ukiran itu telah diperlihatkan kepada kami dengan kuasa Allah, dan bukan kuasa manusia. Dan dengan sadar kami mengatakan, bahwa seorang malaikat Allah telah turun dari surga, dan ia membawa serta meletakkan di hadapan mata kami sehingga kami melihat lemping-lemping itu beserta ukiran-ukiran di atasnya; dan kami tahu bahwa oleh karunia Allah Bapa dan Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa kami telah melihat dan memberikan kesaksian bahwa hal-hal ini adalah benar. Dan hal-hal ini sangat menakjubkan pada mata kami. Walaupun demikian, suara Tuhan memerintahkan kami agar kami hendaknya memberi kesaksian tentang hal-hal ini, oleh karena itu, untuk mematuhi perintah-perintah Allah, kami memberikan kesaksian akan hal-hal ini. Dan kami mengetahui, bahwa kami setia dalam Kristus, kami akan menghilangkan darah semua orang dari pakaian kami dan kami akan berdiri tak bernoda di hadapan kursi pengadilan Kristus dan akan tinggal bersama Dia untuk selama-lamanya di surga. Dan kemuliaan bagi Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus, yang merupakan satu Allah. Amin.

Oliver Cowdery
David Whitmer
Martin Harris"2

Mereka yang Anda kasihi dapat memiliki lebih dari sekadar bukti yang diberikan oleh para saksi tersebut melalui apa yang mereka lihat dan dengar. Ketiga orang saksi itu memiliki sesuatu yang lebih, sesuatu yang kita semua perlukan. Roh Kudus memberi kesaksian dalam pikiran dan hati mereka bahwa apa yang mereka lihat dan dengar adalah benar. Roh mengatakan kepada mereka bahwa malaikat datang dari Allah dan bahwa suara itu adalah suara Tuhan Yesus Kristus. Kesaksian dari Roh diberikan kepada mereka dan kepada banyak lagi orang yang tidak ada di sana. Itu merupakan sebuah kesaksian yang dapat, jika kita memenuhi syarat untuk menerima penemanan Roh Kudus, menjadi milik kita dan tinggal bersama kita selamanya.

Ketiga Orang Saksi itu tidak pernah menyangkal kesaksian mereka tentang Kitab Mormon. Mereka tidak dapat menyangkal karena mereka tahu itu benar. Mereka membuat pengurbanan dan menghadapi kesulitan yang jauh lebih besar daripada yang diketahui kebanyakan orang. Oliver Cowdery memberi kesaksian yang sama mengenai asal-usul ilahi Kitab Mormon ketika dia meninggal. Namun pada masa-masa pencobaan, iman mereka mengenai Joseph yaitu bahwa dia masih Nabi Allah dan bahwa satu-satunya cara untuk datang kepada Juruselamat adalah melalui Gereja-Nya yang dipulihkan, goyah. Namun, mereka tetap menyatakan apa yang mereka lihat dan dengar dalam pengalaman yang menakjubkan tersebut, selama masa panjang pemisahan dari Gereja dan dari Joseph sendiri, membuat kesaksian mereka lebih kuat.

Tuhan memberi kesaksian Roh tanpa bukti konkret kepada mereka yang dengan kejam dicobai oleh musuh dan kemalangan. Brigham Young, John Taylor, Heber C. Kimball dan banyak lagi yang lainnya tetap kuat dalam kesaksian mereka. Mereka bertahan dalam iman karena mereka tetap bertahan untuk memelihara penemanan Roh Kudus dan kesaksian yang membara yang dibawa sendiri oleh-Nya.

Karena itu, mereka memiliki lebih dari sekadar sebuah kenangan mengenai saat-saat ketika Roh membisikkan ke dalam pikiran dan hati mereka bahwa Allah hidup, Yesus adalah Kristus, dan bahwa Joseph adalah Nabi mereka. Dan mereka memiliki lebih dari sekadar sebuah kenangan akan perasaan damai serta sukacita yang diberikan dalam kesaksian itu. Karena mereka layak menerima penemanan Roh Kudus, mereka dapat mengatakan dalam setiap keadaan, betapa pun sulitnya: "Saya tahu saat itu. Saya merasakan bahwa hal itu benar. Saya masih merasakan hal yang sama sekarang."

Mereka melakukan hal-hal sederhana untuk menjaga kesaksian mereka tetap menyala dan hidup. Kita dapat mengajar mereka yang kita kasihi untuk melakukan hal yang sama. Apabila dilakukan dengan iman, hal itu mengizinkan Roh Kudus untuk menjadi teman yang setia. Dan kita dapat berjanji kepada mereka yang kita kasihi bahwa mereka akan merasakan sukacita serta kedamaian ketika Roh menyatakan kebenaran, jika mereka meminta berkat itu dalam iman.

Sekarang, kita mengajarkan dengan cara terbaik mengenai Roh baik dengan teladan maupun kesaksian. Saya tidak ingat banyak mengenai apa yang orang tua saya katakan mengenai Roh Kudus, namun saya ingat apa yang saya rasakan ketika saya melihat mereka melakukan hal-hal yang membawa Roh Kudus masuk ke dalam rumah kami. Ini adalah beberapa hal yang dapat Anda ajarkan kepada orang-orang yang Anda kasihi dengan teladan serta kesaksian Anda, dengan keyakinan bahwa Tuhan akan mengirimkan Roh untuk menyatakan kebenaran dalam pikiran dan hati mereka.

Ajari mereka untuk berdoa kepada Bapa dengan iman dalam nama Yesus Kristus. Ada sebuah janji dalam Kitab Omni mengenai hal tersebut.

"Maka saudara-saudaraku yang kukasihi, aku ingin agar kamu datang kepada Kristus, yaitu Yang Mahakudus Allah Israel dan mengambil bagian dalam keselamatan-Nya dan kuasa Penebusan-Nya. Ya, datanglah kepadaNya dan serahkanlah segenap jiwamu sebagai suatu korban kepada-Nya dan lanjutkanlah berpuasa dan berdoa dan bertahan sampai akhir, dan sebagaimana Tuhan itu hidup, kamu akan diselamatkan."3

Joseph Smith muda menunjukkan kepada kita cara berdoa seperti itu. Dia percaya akan janji yang dia baca dalam Kitab Yakobus.4 Dia pergi ke hutan dengan iman bahwa doanya akan dijawab. Dia ingin tahu gereja mana yang harus dia ikuti. Dia cukup patuh untuk siap melakukan segala sesuatu yang dikatakan kepadanya harus dilakukannya. Dia sudah bertekad dalam doa, demikian pula halnya kita, untuk menjadi patuh.

Apa yang diperintahkan kepadanya untuk dilakukannya mempertaruhkan jiwa dan raganya serta akhirnya nyawanya. Dia terus bertahan selama 24 tahun setelah itu dengan terus berdoa dengan iman dan kerendahan hati seperti anak kecil. Kita dapat mengajar mereka yang kita kasihi untuk berdoa dengan maksud untuk mematuhi. Kita dapat menjanjikan kepada mereka bahwa mereka akan memperoleh penemanan Roh Kudus. Roh Kudus akan bersaksi tentang kebenaran dalam hati mereka setiap kali mereka membaca tulisan suci, yang datang kepada kita melalui Nabi Joseph Smith. Dan Roh akan menegaskan kembali bahwa Allah berbicara melalui nabi-Nya.

Ajari mereka untuk merenungkan tulisan suci setiap hari, dengan iman bahwa mereka akan diajar oleh Roh. Sekarang dengarkanlah firman dari tulisan suci ini yang diterjemahkan oleh Joseph Smith. Berharaplah untuk diajar mengenai apa yang hendaknya Anda lakukan. Anda akan merasakan kesan tentang cara Anda hendaknya memperoleh pengetahuan akan tulisan suci dan bagaimana Anda hendaknya mengajar orang-orang yang Anda kasihi.

"Oleh karena itu, kamu harus maju terus dengan suatu ketabahan dalam Kristus, dengan harapan yang gilang gemilang dan kasih kepada Allah dan segenap manusia. Oleh karena itu, jika kamu maju terus, mengenyangkan diri dengan firman Kristus, dan bertahan sampai akhir, lihatlah, demikianlah firman Bapa: Kamu akan memperoleh hidup yang kekal."5

Nabi Joseph mengajarkan kepada kita apa artinya bergirang hati akan firman Allah. Dia berkata bahwa Kitab Mormon akan menjadikan seseorang "lebih dekat kepada Allah dengan mematuhi setiap ajarannya, daripada melalui kitab lainnya mana pun."6 Anda akan tumbuh lebih dekat kepada Tuhan dan lebih mengasihi Dia. Itulah janji di dalam Yakub 3:2:

"Hai kamu sekalian yang berhati murni, angkatlah kepalamu dan terimalah firman Allah yang menyenangkan, dan kenyangkanlah diri dengan kasih-Nya, karena kamu boleh melakukan ini selama-lamanya, jika jiwamu teguh."7

Anda dan mereka yang Anda kasihi akan menerima firman Allah dengan cara mematuhinya. Hal itu akan mengizinkan mereka merasakan kasih-Nya. Ini adalah salah satu berkat terbesar dari karunia Roh Kudus. Ketika kita merasakan kasih itu, kita dapat mengetahui bahwa jalan hidup kita direstui Allah. Ini adalah mengenyangkan diri dengan buah yang lezat yang diuraikan dalam Kitab Mormon.

Ajari mereka untuk berkurban dalam membangun kerajaan Allah. Pengurbanan itu membawa kesaksian akan Roh. Nabi Joseph menerjemahkan sebuah janji menakjubkan yang ditulis oleh nabi zaman dahulu bagi zaman kita:

"Dan berbahagialah mereka yang pada hari itu akan berusaha untuk mendirikan Sion-Ku, karena mereka akan memiliki karunia dan kuasa Roh Kudus, dan jika mereka bertahan sampai akhir, mereka akan diangkat pada hari terakhir dan akan diselamatkan dalam Kerajaan Anak Domba yang abadi. Dan barangsiapa yang akan memaklumkan perdamaian, ya, berita kesukaan yang besar, betapa indahnya mereka nanti di atas gunung-gunung."8

Semua orang dapat menuntut janji itu. Anggota termuda dan terbaru dapat berusaha membangun Kerajaan Allah. Sion dibangun dari individu dan keluarga. Ketika iman mereka tumbuh, kerajaan didirikan dengan lebih kukuh. Kita dapat mencoba membantu setiap hari. Bahkan tindakan terkecil untuk membangun iman dalam diri orang lain atau sebuah keluarga membuat kita layak menerima karunia dan kuasa Roh Kudus. Roh Kudus bersaksi tentang kebenaran. Oleh karena itu, dalam pelayanan kita, iman kita tumbuh bahwa Yesus adalah Kristus, bahwa Bapa Surgawi hidup dan mengasihi kita serta bahwa Joseph adalah Nabi mereka. Anda dapat mengharapkan itu, setiap kali Anda pulang ke rumah untuk membangun iman, sebagai seorang pengajar ke rumah atau pengajar berkunjung ataupun sebagai teman.

Beberapa orang mungkin tidak merasakan berkat-berkat itu dalam pelayanan Gereja mereka. Namun hal itu disebabkan karena mereka lebih berpusat pada fungsi gereja dan bukan pada kesempatan untuk memaklumkan "perdamaian, ya, berita kesukaan yang mulia" kepada anak-anak Allah di kerajaan-Nya. Apabila hal itu merupakan cara kita memahami pelayanan kita, kita tidak hanya akan diangkat pada hari terakhir tetapi disegarkan dan didorong sepanjang waktu. Dan Roh akan memberikan kesaksian bahwa ini adalah kerajaan Tuhan yang dipulihkan di zaman akhir.

Ajari mereka untuk mengasihi sesama dengan melayani mereka. Hal itu mengundang Roh. Nabi Joseph mengajarkan hal itu dan menjalankannya. Dari banyak teladan mengenai sifatnya yang penuh kasih yang pernah tercatat, satu yang paling menyentuh hati saya terjadi saat dia di penjara Carthage, pada malam sebelum kematiannya. Salah seorang pria yang pergi ke sana bersama dia adalah Dan Jones. Nabi merasakan ada bahaya dari para perusuh. Dia memiliki alasan untuk sembunyi, untuk memikirkan dirinya sendiri, dan bahaya yang mengintainya. Namun, hatinya memilih untuk keluar dan menghibur orang lain.

Ketika semua tampak tidur pulas, Joseph membisikkan kepada Dan Jones: "Apakah kamu takut mati?' Dan [menjawab]: "Apakah Anda menganggap saatnya telah tiba? Karena kita terlibat dalam suatu hal, saya rasa siapa pun tidak akan takut mati." Joseph menjawab, "Namun kamu harus pergi ke Wales dan menyelesaikan misi yang telah diberikan kepadamu sebelum kamu mati."9

Dan Jones tetap hidup untuk melayani misi di Wales. Ribuan orang Wales yang bertobat datang ke Sion. Beberapa orang adalah penyanyi berbakat. Mereka ada di antara anggota pertama paduan suara yang kemudian disebut Paduan Suara Tabernakel. Ketika kita mendengarkan paduan suara itu bernyanyi, saya berharap kita mengingat Dan Jones, teman setia Nabi Joseph. Ajari mereka yang Anda kasihi untuk mengingat penghiburan yang Joseph berikan kepada Dan Jones ketika dia membutuhkan penghiburan. Ketika kita menghibur orang lain karena iman kita kepada Tuhan, Dia mengirimkan Penghibur kepada kita. Dan Penghibur itu, Roh Kudus, memberikan kekuatan kepada Joseph untuk memberi dukungan kenabian yang penuh kasih. Joseph memperlihatkan dalam kebaikan kasihnya kebenaran perkataan di dalam Kitab Mormon:

"Karena itu, berpeganglah teguh pada kasih yang murni, yang terbesar dari segalanya, karena segala sesuatu harus gagal—

Tetapi kasih yang murni adalah kasih suci Kristus dan kasih itu bertahan untuk selamanya; dan barangsiapa kedapatan memiliki kasih itu pada hari terakhir, ia akan selamat."10

Nabi Joseph bagi saya adalah seorang teladan dan guru dalam mempertahankan iman dengan baik. Saya tidak menyembah dia, tetapi saya berterima kasih dan mengasihi dia sebagai Nabi Tuhan dalam Pemulihan. Dia telah membantu saya berdoa dengan maksud untuk mematuhi. Saya dapat dengan lebih baik bergirang hati dalam firman dan kasih Allah. Karena dia, saya lebih sering merasakan Roh Kudus pada saat-saat ketika saya mencoba membangun iman seseorang dalam kerajaan Tuhan. Dan karena apa yang saya ketahui mengenai Joseph Smith serta tulisan suci yang dinyatakan melalui dia, saya lebih sering merasakan kasih Allah bagi anak-anak-Nya dan kasih-Nya bagi saya ketika saya berusaha mengangkat seseorang.

Doa saya adalah semoga kita dan mereka yang kita kasihi akan bertahan dengan iman dalam Injil yang dipulihkan dan dalam kerajaan-Nya. Saya berdoa supaya kita akan memelihara janji sewaktu kita mengambil lambang sakramen untuk selalu mengingat Dia sehingga Roh-Nya dapat selalu menyertai kita. Saya berdoa supaya dalam malam keluargamalam keluarga serta pembahasan misionari dan setiap saat kita beribadat bersama, kita mengundang Roh Kudus, melalui apa yang kita lakukan, dan melalui apa yang kita katakan, serta dengan jati diri kita.

Saya bersaksi bahwa Allah hidup. Saya tahu bahwa Yesus Kristus hidup dan Dia adalah Juruselamat. Ini adalah Gereja-Nya. Joseph adalah Nabi-Nya. Presiden Gordon B. Hinckley adalah Nabi-Nya pada zaman sekarang. Saya tahu hal ini oleh Roh yang mengatakan kepada saya bahwa hal ini benar. Saya bersaksi, dalam nama kudus Yesus Kristus, amin.

CATATAN

1. Enos 1:27.

2. "Kesaksian Tiga Orang Saksi," Kitab Mormon.

3. Omni 1:26.

4. Lihat Yakobus 1:5.

5. 2 Nefi 31:20.

6. History of the Church, 4:461; lihat juga 3 Nefi 5:18; A&P 17:6; A&P 20:6-10.

7. Lihat 1 Nefi 11:21-23; 15:36.

8. 1 Nefi 13:37.

9. History of the Church, 6:601.

10. Moroni 7:46-47.

 
© 2008 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy