The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Gospel Library General Conference
Conferences
Oktober 2003
Apakah Anda Orang Suci?

Apakah Anda Orang Suci?

PENATUA QUENTIN L . COOK
Dari Dewan Tujuh Puluh

Jika kita adalah Orang-orang Suci di zaman kita, kita harus memisahkan diri kita dari perilaku jahat dan pencarian sia-sia yang sudah lazim di dunia ini.

Beberapa tahun yang lalu, saya berada di Atlanta, Georgia, sebagai seorang pengacara, mewakili seorang pria yang sedang melakukan transaksi bisnis. Setelah bernegosiasi beberapa hari, kami tiba pada suatu persetujuan dan menandatangani dokumen akhir. Malam itu salah satu penjual mengundang kami untuk makan malam merayakan penutupan tersebut. Ketika saya tiba, dia menawarkan kepada saya minuman beralkohol, yang saya tolak. Dia kemudian berkata, "Apakah Anda Orang Suci?" Saya tidak begitu mengerti apa maksudnya, dan dia mengulang, "Apakah Anda Orang Suci Zaman Akhir?" Saya menjawab, "Ya," dan dia mengatakan bahwa dia telah mengamati kebiasaan pribadi saya selama negosiasi kami dan menyimpulkan bahwa saya kalau bukan orang OSZA maka saya pasti punya masalah dengan perut. Kami berdua tertawa. Kemudian dia memberitahu saya bahwa dia hanya mengenal satu anggota Gereja sebagai teman baik, David B. Haight. Mereka berdua adalah para eksekutif di Chicago dengan jaringan penjualan yang besar setelah Perang Dunia II. Dia mengatakan kepada saya pengaruh penting Penatua Haight dalam kehidupannya dan dia sangat menghormatinya.

Ketika saya terbang kembali ke San Francisco, saya memikirkan tentang apa yang telah terjadi, khususnya dalam dua hal: saya terkejut tentang bagaimana rasanya ditanya apakah saya Orang Suci, dan saya terkesan dengan pengaruh yang baik sebuah teladan hebat—yang telah Penatua Haight— berikan kepada pria yang baik ini.

Apa yang dimaksud dengan Orang Suci? Dalam Gereja Tuhan, para anggota adalah Orang Suci Zaman Akhir, dan mereka mencoba untuk mengikuti Juruselamat, mengikuti ajaranajaran-Nya, dan menerima tata cara penyelamatan supaya dapat hidup di dalam kerajaan selestial bersama Allah Bapa dan Juruselamat Yesus Kristus.1 Juruselamat berfirman, "Inilah Injil-Ku, dan kamu tahu bahwa hal-hal yang harus kamu lakukan di dalam Gereja-Ku, karena segala perbuatan yang telah kamu lihat Aku lakukan, demikian pula akan kamu lakukan."2

Mungkin tidaklah mudah untuk menjadi Orang-orang Suci Zaman Akhir. Memang tidak dimaksudkan untuk menjadi mudah. Tujuan utama hidup di hadirat Allah Bapa dan Putra-Nya, Yesus Kristus, adalah hak istimewa yang nyaris di luar pemahaman kita.

Salah satu pencobaan terbesar yang pernah Gereja hadapi adalah Kemartiran Nabi Joseph Smith, dan kemudian puncaknya adalah pengusiran Orang-orang Suci dari Nauvoo. Ketika mereka sedang melakukan perjalanan di dataran dengan keadaan yang sangat menyedihkan, William Clayton menulis nyanyian rohani yang sangat bagus "Mari, Mari Orang-orang Suci." Nyanyian itulah yang menggerakkan jiwa mereka dan membantu mereka mengingat misi kudus mereka. Siapa di antara kita yang tidak menjadi terharu ketika kita merasakan pengurbanan, keberanian, tekad mereka ketika kita menyanyikan: "Jika mati sebelum kau tiba, Bahagia sertamu!"3

Nyanyian Rohani itu memberi mereka penghiburan, dukungan, dan harapan pada saat-saat ada kesulitan besar dengan rintangan yang luar biasa. Nyanyian itu mengangkat mereka dan menekankan kenyataan bahwa kehidupan fana ini adalah perjalanan antara kehidupan prafana dan kehidupan kekal yang akan datang— rencana agung kebahagiaan. Lagu Brother Clayton yang penuh ilham menekankan pengurbanan dan apa arti sesungguhnya menjadi Orang Suci. Para anggota pionir kita memenuhi tantangan pada zaman mereka untuk menjadi Orang-orang Suci.

Kata suci dalam bahasa Yunani berarti "menetapkan, memisahkan, [dan] kudus."4 Jika kita adalah Orang-orang Suci di zaman kita, kita harus memisahkan diri kita dari perilaku jahat dan pencarian sia-sia yang sudah lazim di dunia ini.

Kita dijejali dengan gambar-gambar visiual tentang kekerasan dan amoralitas. Musik yang tidak pantas dan pornografi semakin dapat ditoleransi. Penggunaan narkoba dan alkohol tidak dapat diatasi. Ada sedikit penekanan terhadap kejujuran dan kepribadian. Hak-hak individu dituntut, tetapi tugas, tanggung jawab, dan kewajiban diabaikan. Ada percakapan yang tidak sopan dan bertambahnya film-film murahan serta tidak senonoh. Musuh pantang menyerah dalam usahanya menghancurkan rencana kebahagiaan. Apabila kita memisahkan diri kita dari perilaku duniawi, kita akan memiliki Roh dalam kehidupan kita dan mengalami sukacita menjadi Orang-orang Suci yang layak.

Sebagai Orang Suci, kita juga perlu menghindari penyembahan kepada allah-allah duniawi. Presiden Hinckley telah mengungkapkan keinginannya agar "setiap orang dapat memiliki beberapa hal yang baik dari kehidupan" tetapi telah memperingatkan, "Ini merupakan obsesi akan kekayaan yang merusak dan menghancurkan."5

Pada tahun 1630, John Winthrop menguraikan sebuah penglihatan tentang negeri baru (Amerika) mewakili sesama penumpang ketika dia berlayar dengan kapal Arbella. Kejadian itu dikenal dengan khotbah "Kota di atas Bukit." Dalam alinea terakhir, Winthrop merujuk pada Ulangan 30 dan memperingatkan kita agar tidak menyembah dan melayani allah-allah lain—khususnya menekankan "kenyamanan, dan keuntungan."6 Belum lama ini Presiden Kimball menasihati kita bahwa bahkan rumah, perahu, gelar, jabatan, dan pencarian-pencarian serupa dapat disembah sebagai berhala ketika hal-hal itu membujuk kita untuk jauh dari kasih serta pelayanan kepada Allah.7

Nabi Moroni, berbicara mengenai zaman kita, memperingatkan tentang cinta uang dan harta benda dan mengatakan bahwa kita akan lebih mengasihi hal-hal itu daripada "mengasihi orang yang miskin, orang yang berkebutuhan, yang sakit dan yang sengsara."8

Jikalau kita adalah Orang-orang Suci yang layak, kita hendaknya melayani orang lain dan mengikuti nasihat Juruselamat untuk mengasihi Allah dan sesama kita.

Pemisahan diri dari kejahatan dunia perlu disertai dengan kekudusan. Orang Suci mengasihi Juruselamat dan mengikuti-Nya dalam kekudusan dan pengabdian.9 Bukti pengudusan dan pengabdian semacam ini diteladani oleh pengudusan dan pengurbanan. Presiden Hinckley telah mengajarkan, "Tanpa pengurbanan tidak ada penyembahan Allah yang benar."10 Pengurbanan

adalah ujian Injil yang tertinggi. Ini berarti menguduskan waktu, bakat, kekuatan, dan harta duniawi untuk memajukan pekerjaan Allah. Dalam Ajaran dan Perjanjian 97 ayat 8, disimpulkan, "Semua orang ... yang ... bersedia untuk mematuhi perjanjian mereka dengan berkurban—ya, setiap kurban yang Aku, Tuhan, akan perintahkan—mereka akan Aku terima."

Para Orang Suci yang menanggapi pesan Juruselamat tidak akan disesatkan oleh pencarian-pencarian yang mengganggu dan menghancurkan dan akan menjadi siap untuk membuat pengurbanan yang layak. Pentingnya pengurbanan bagi mereka yang ingin menjadi Orang-orang Suci diteladankan melalui kurban penebusan Juruselamat, yang menjadi inti Injil.11

Kembali pada pertanyaan aslinya yang diajukan oleh kenalan saya di Atlanta, "Apakah Anda Orang Suci?" izinkan saya mengusulkan tiga pertanyaan yang dapat digunakan sebagai penilaian diri.

Pertama, apakah jalan hidup kita sesuai dengan apa yang kita percayai, dan apakah teman-teman kita serta rekan kerja kita mengetahui, seperti yang dilakukan teman Penatua Haight, bahwa kita telah memisahkan diri kita dari kejahatan dunia?

Kedua, apakah kenyamanan, keuntungan dan pencarian duniawi serupa mengalihkan perhatian kita dari menyembah dan melayani Juruselamat dalam kehidupan kita sehari-hari?

Ketiga, untuk melayani Allah dan menjadi kudus, apakah kita melakukan pengurbanan yang sesuai dengan perjanjian kita?

Betapa menakjubkannya berkat menjadi Orang Suci Zaman Akhir. Saya menyukai lirik dalam bait terakhir Nyanyian Rohani "O Saints of Zion":

Orang-orang Suci Sion, telusurilah jalan
Yang dilalui leluhurmu yang setia.
Angkatlah hatimu dalam rasa syukur
Dan layanilah Allah yang hidup!
12

Saya bersaksi bahwa menghindari kejahatan dan pencarian yang sia-sia serta berkurban supaya dapat melayani akan membuat kita layak untuk merasakan sukacita menjadi Orang Suci Zaman Akhir yang penuh pengabdian dan, seperti tulisan suci menjanjikan, membawa "kedamaian di dunia ini, dan kehidupan kekal di dunia yang akan datang."13 Dalam nama Yesus Kristus, amin.

CATATAN

1. Lihat 2 Nefi 9:18.

2. 3 Nefi 27:21.

3. Nyanyian Rohani, no. 30.

4. Dalam Daniel H. Ludlow, edisi Encyclopedia of Mormonism, jilid 5 (1992), 3:1249.

5. Gordon B. Hinckley, "Thou Shalt Not Covet," Tambuli, Februari 1991, 6.

6. "A Model of Christian Charity," dalam Robert L. Ferm, edisi Issues in American Protestantism (1969), 11.

7. Lihat The Miracle of Forgiveness (1969), 40-41.

8. Mormon 8:37.

9. Lihat Wm. Grant Bangerter, "What It Means to Be a Saint," Ensign, Mei 1987, 11.

10. Teachings of Gordon B. Hinckley (1997), 565.

11. Lihat Alma 34:8-16.

12. Hymns, no. 39, diterjemahkan secara bebas.

13. A&P 59:23.

 
© 2008 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy