The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Gospel Library General Conference
Conferences
Oktober 2003
Memilih Kasih Murni: Bagian yang Terbaik

Memilih Kasih Murni: Bagian yang Terbaik

BONNIE D. PARKIN
Presiden Umum Lembaga Pertolongan

Saya mengundang Anda tidak hanya untuk lebih saling mengasihi, tetapi mengasihi sesama dengan lebih baik.

BONNIE D. PARKINSungguh menyenangkan berkumpul bersama sebagai para sister Lembaga Pertolongan, para wanita perjanjian dalam Injil Tuhan yang dipulihkan. Anda masingmasing—tanpa mempedulikan umur, tingkat kehidupan ataupun keadaan Anda—dibutuhkan, dihargai, dan dikasihi dalam Lembaga Pertolongan. Terima kasih untuk siapa diri Anda; terima kasih untuk semua yang Anda lakukan.

Di kantor saya, tergantung sebuah lukisan indah yang menggambarkan Yesus bersama Maria dan Marta.1 Setiap hari saat saya disambut oleh lukisan ini, saya memikirkan tantangan kita sebagai wanita. Sister Hughes, Sister Pingree, serta saya merasa terilhami untuk menggunakan cerita Maria dan Marta sebagai tema untuk pertemuan kita. Tuhan mengajarkan, hanya satu saja yang perlu: memilih bagian yang terbaik.2 Itulah hal yang akan kita bicarakan malam ini, memilih bagian yang terbaik.

Marta tinggal di desa kecil di Betania, tempat dia "menerima [Yesus] di rumahnya. Dan perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini juga duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya."3 Kedua wanita itu mengasihi Tuhan. Dan "Yesus mengasihi Marta, dan [Maria].4 Kenyataannya, hubungan mereka memicu pertentangan, karena pada saat itu, wanita tidak biasanya dapat membahas Injil dengan pria.

Pada suatu kesempatan, Marta sedang mempersiapkan makan malam, dan seperti yang tertulis di dalam tulisan suci, "sibuk sekali melayani."5 Dengan kata lain, dia kecapaian!

Sebaliknya, Maria, "duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,"6 sementara Marta menjadi sangat sedih karena tidak seorang pun membantunya. Tidak terdengar asing, bukan? Apakah menurut Anda dia beranggapan, "Mengapa Maria duduk di sana sementara saya berkeringat mempersiapkan makan malam? Jadi Marta berbalik kepada Yesus dan berkata, "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."7

Ajakan Tuhan yang lembut kepada Marta mengejutkannya. "Marta, Marta. Engkau khawatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil daripadanya."8

Tanggapan Juruselamat dengan jelas menekankan mana yang paling penting. Pada malam itu di rumah Marta, bagian yang terbaik tidak berada di dapur; tetapi berada di dekat kaki Tuhan. Makan malam dapat menunggu.

Seperti Maria, saya ingin sekali belajar banyak tentang Injil di dekat kaki Juruselamat, sementara seperti Marta, saya perlu mencuci pakaian, menyelesaikan semua pekerjaan, menyiapkan makan malam selain pizza yang dingin untuk suami saya. Saya memiliki 15 orang cucu yang semangat mungil nan lembut dan yang tantangan sehari-harinya ingin dengan lebih baik saya pahami, tetapi saya juga memiliki pemanggilan Gereja yang agak menuntut! Saya tidak memiliki banyak waktu. Seperti Anda semua, saya harus memilih. Kita semua mencoba memilih bagian yang terbaik yang tidak dapat diambil dari kita, untuk menyeimbangkan hal yang rohani dan jasmani di dalam kehidupan kita. Bukankah akan mudah bagi kita jika harus memilih antara pengajaran berkunjung atau merampok bank? Namun, pilihan kita bahkan sering kali lebih pelik. Kita harus memilih banyak pilihan yang berharga.

Maria dan Marta adalah Anda dan saya; mereka adalah setiap sister dalam Lembaga Pertolongan. Kedua orang ini mengasihi Tuhan dan ingin menunjukkan kasih itu. Dalam peristiwa ini, menurut pendapat saya Maria mengungkapkan kasihnya dengan mendengarkan perkataan-Nya, sementara Marta mengungkapkannya dengan melayani-Nya.

Marta beranggapan bahwa dia melakukan hal yang benar dan bahwa saudaranya seharusnya membantu dia.

Saya tidak percaya Tuhan mengatakan bahwa hanya ada dua jenis wanita dan mereka adalah Marta serta Maria. Yesus tidak mengabaikan permasalahan Marta, tetapi bahkan mengarahkan perhatiannya dengan mengatakan pilihlah "bagian yang terbaik." Apakah bagian yang terbaik itu? Nabi Lehi mengajarkan bahwa kita hendaknya "memandang Perantara Yang Agung dan mendengar perintah-perintahNya yang besar; dan setia kepada firman-Nya dan memilih hidup yang kekal, sesuai dengan kehendak Roh-Nya yang Kudus."9

Satu hal yang penting adalah memilih kehidupan kekal. Setiap hari kita memilih. Ketika kita mencari, mendengar, serta mengikuti Tuhan, kita dipeluk dalam lengan kasih-Nya—yaitu kasih-Nya yang murni.

Mormon mengajarkan kepada kita bahwa "kasih yang murni adalah kasih suci Kristus, dan kasih itu bertahan untuk selamanya."10 Kasih murni Kristus. Marilah kita mengamatinya. Apakah arti ungkapan ini? Kita menemukan sebagian jawaban dalam Kitab Yosua: "Lakukan dengan sangat setia ... untuk mengasihi Tuhan, Allah-Mu, dan berbakti kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu."11 Kasih murni adalah kasih kita kepada Tuhan, yang diperlihatkan melalui tindakan pelayanan, ke sabaran, belas kasih, serta pengertian kita bagi sesama.

Wawasan tambahan untuk kasih murni Kristus terdapat dalam Kitab Eter: "[Yesus] mengasihi dunia, bahkan sampai Dia menyerahkan nyawa-Nya bagi dunia, supaya Dia dapat mengambilnya lagi untuk menyediakan suatu tempat bagi anak-anak manusia. Dan sekarang aku tahu bahwa kasih ini yang Dia miliki untuk anak-anak manusia adalah kasih yang murni."12 Kasih murni juga kasih Tuhan bagi kita, yang ditunjukkan melalui tindakan pelayanan, kesabaran, belas kasih, serta pengertian-Nya.

"Kasih murni Kristus,"13 merujuk tidak hanya pada kasih kita bagi Juruselamat, tetapi juga kasih-Nya bagi kita masing-masing.

Cerita Maria dan Marta juga menggambarkan bagaimana karunia kasih murni dapat berkurang. Di dalam permohonan Marta ialah penghakiman yang tidak terucapkan namun jelas: "Saya benar; dia salah."

Apakah kita saling menghakimi? Apakah kita saling mengkritik akan pilihan pribadi, menganggap kita tahu lebih baik, ketika kenyataannya kita jarang memahami keadaan unik orang lain atau ilham seseorang? Pernahkah kita mengatakan, "Dia bekerja di kantor." Atau, "Putranya tidak melayani misi." Atau "Dia terlalu tua untuk sebuah panggilan," atau, "Dia tidak dapat melakukannya—karena dia belum menikah." Penghakiman seperti itu, dan banyak lagi yang seperti itu, merampok bagian yang terbaik dari kita, yaitu kasih Kristus yang murni itu.

Kita juga kehilangan pandangan mengenai bagian yang terbaik itu ketika kita membandingkan diri kita dengan orang lain. Rambutnya lebih indah, betis saya lebih besar, anakanaknya lebih berbakat, atau kebunnya lebih subur—para sister, Anda tentunya mengetahui apa yang sedang saya bicarakan. Kita tidak boleh melakukannya. Kita tidak boleh membiarkan diri kita merasa kurang dengan memusatkan perhatian pada apa yang tidak kita miliki dan bukan pada apa yang kita miliki! Kita semua adalah para sister dalam Lembaga Pertolongan. Kita tidak dapat mengkritik, bergosip, atau menghakimi serta tetap memiliki kasih murni Kristus. Tidak dapatkah Anda mendengar perintah Tuhan yang manis: "Marta, Marta ...?"

Penatua Marvin J. Ashton dengan indah mengamati: "Mungkin kasih murni terbesar datang ketika kita baik hati kepada sesama, ketika kita tidak menghakimi atau membeda-bedakan orang, ketika kita memberi kesempatan atau tetap tenang. Kasih murni adalah menerima perbedaan, kelemahan, serta kekurangan seseorang; menjadi sabar kepada orang yang mengecewakan kita; atau menentang keinginan untuk tersinggung ketika seseorang tidak menangani sesuatu sesuai harapan kita. Kasih murni adalah menolak mengambil keuntungan dari kelemahan seseorang dan bersedia memaafkan seseorang yang menyakiti kita. Kasih murni adalah memiliki pikiran yang terbaik bagi sesama."14

Dalam menjalankan kasih murni, kita dapat memahami hati seorang sister. Ketika kita memahami hati seorang sister, kita berubah. Kita tidak akan menghakiminya. Kita akan mengasihinya. Saya mengundang Anda tidak hanya untuk lebih saling mengasihi, tetapi mengasihi sesama dengan lebih baik. Ketika kita melakukan hal ini, kita akan mengetahui dengan yakin bahwa "kasih murni tidak pernah gagal."15

Seperti halnya kasus Marta, salah satu hal pertama yang saya lakukan ketika saya sangat sibuk dan bersedih adalah sikap saya yang penuh kasih. Apakah ini juga terjadi pada Anda?

Saya telah belajar bahwa cara terbaik untuk mendapatkan kembali kasih murni ialah dengan membebaskan diri dari tekanan dan dengan mengasihi serta melayani Tuhan. Bagaimana kita melakukannya? Kita memulai setiap hari dengan berlutut dalam doa kepada Bapa Surgawi kita, kita mendengar firman-Nya dengan mempelajari tulisan suci setiap hari, dan kita mengikuti bimbingan yang kita terima. Ketika kita ingat untuk mengasihi serta beribadat kepada Kristus, kita juga ingat untuk mengasihi sesama. Kita mengasihi Dia, karena Dia mengasihi kita terlebih dahulu."16 Ini adalah siklus memberi dan menerima kasih murni. Para sister, "kasih murni tidak pernah gagal."

Ketika saya menerima panggilan ini, saya berhasrat dengan segenap hati saya untuk memiliki kasih murni yang cukup untuk dengan tulus mengasihi setiap sister di dalam Gereja. Saya berhasrat agar kasih saya yang terus tumbuh akan membantu Anda merasakan kasih Tuhan di dalam kehidupan Anda. Saya berdoa kepada Bapa Surgawi "dengan segala kekuatan hati [saya], supaya boleh [di]penuhi dengan kasih ini, yang telah Dia limpahkan kepada semua orang yang menjadi para pengikut sejati PutraNya, Yesus Kristus."17

Bulan Desember yang lalu di Sekolah Minggu, guru kami menyarankan agar pada saat pemberesan persepulahan kita memberikan kepada Tuhan laporan pribadi mengenai pembelajaran dan penerapan kita akan sebuah asas pribadi. Saya memiliki perasaan yang luar biasa yang mengatakan bahwa pembelajaran saya hendaknya berpusat pada kasih murni. Bisikan ini dinyatakan dalam pertemuan sakramen, dan saya tahu saya telah menerima bimbingan dari Tuhan.

Dalam berhubungan dengan banyak dari Anda, saya telah mengalami kasih yang luar biasa akan Anda serta kebaikan Anda. Saya menjadi rendah hati karena dukungan Anda. Keinginan saya untuk melayani telah Anda perdalam. Ini adalah perasaan kasih murni; ini adalah jawaban atas doa-doa saya; ini merupakan saat-saat yang indah dalam panggilan saya. Saya pastilah telah membuat beberapa kemajuan, karena beberapa anak saya menanyakan mengapa saya telah menjadi begitu baik akhir-akhir ini. Bulan Desember tahun ini saya akan dapat memberikan kepada Bapa saya di surga laporan dari usaha-usaha saya untuk memahami serta menjalankan kasih murni.

Seperti yang Dia lakukan terhadap Maria dan Marta, Tuhan akan memperlihatkan kepada kita bagian yang terbaik itu yang tidak akan diambil dari kita. Dia akan memberi kita kasih murni, kasih suci Kristus, karena "kasih murni tidak pernah gagal."

Para sister terkasih, hanya satu saja yang perlu, yaitu mengikuti Dia setiap hari. Oleh karena itu pilihlah Kristus, Tuhan. Pilihlah untuk bergirang hati akan firman Kristus. Pilihlah untuk percaya kepada-Nya di atas segala-galanya. Pilihlah untuk mencari kasih-Nya. Pilihlah untuk memberikan kepada Dia segenap hati Anda. Oleh karena itu pilihlah bagian yang terbaik.

Untuk ini saya berdoa, dalam nama Yesus Kristus, amin.

CATATAN

1. Maria Mendengarkan Perkataan-Nya, oleh Walter Rane, atas izin dari Museum Sejarah Gereja dan Seni.

2. Lihat Lukas 10:42.

3. Lukas 10:38-39; penekanan ditambahkan.

4. Yohanes 11:5.

5. Lukas 10:40.

6. Lukas 10:39.

7. Lukas 10:40.

8. Lukas 10:41-42.

9. 2 Nefi 2:28.

10. Moroni 7:47.

11. Yosua 22:5, penekanan ditambahkan.

12. Eter 12:33-34, penekanan ditambahkan.

13. Moroni 7:47.

14. Marvin J. Ashton, "The Tongue Can Be a Sharp Sword," Ensign, Mei 1992, 19.

15. Moroni 7:46.

16. 1 Yohanes 4:19.

17. Moroni 7:48, penekanan ditambahkan.

 
© 2008 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy