The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Gospel Library General Conference
Conferences
Oktober 2003
Melihat yang Dijanjikan dari Jauh

Melihat yang Dijanjikan dari Jauh

ANNE C. PINGREE
Penasihan Kedua dalam Presidensi Umum Lembaga Pertolongan

Iman, kemampuan rohani yang meyakinkan terhadap janji-janji yang "hanya terlihat dari jauh" ... merupakan ukuran yang pasti dari mereka yang benar-benar percaya.

ANNE C. PINGREESaya tidak akan pernah melupakan hari yang sangat lembab dan panas di hutan hujan yang lebat di Nigeria tenggara. Saya dan suami saya pergi ke salah satu lokasi terpencil di misi kami, supaya dia dapat melakukan wawancara rekomendasi bait suci dengan anggota di distrik Ikot Eyo. Beberapa orang di distrik yang sedang berkembang ini telah menjadi anggota Gereja kurang dari dua tahun. Semua anggota tinggal di tempat yang berjarak kira-kira 4.800 kilometer dari bait suci terdekat di Johannesburg, Afrika Selatan. Tidak seorang pun yang telah menerima endowmen bait suci mereka.

Para anggota ini mengetahui hari yang ditentukan setiap bulannya saat kami datang ke distrik mereka, tetapi bahkan kami tidak mengetahui kapan tepatnya kami akan tiba; dan kami juga tidak dapat menelepon, karena telepon langka di Afrika Barat. Jadi para Orang Suci Afrika yang setia ini berkumpul pagi-pagi sekali menunggu seharian, bila perlu, untuk wawancara rekomendasi bait suci mereka. Ketika kami tiba, saya melihat di antara mereka yang menunggu dalam panas yang menyengat itu, dua orang sister Lembaga Pertolongan yang memakai kebaya bermotif cerah, blus putih, dan penutup kepala tradisional Afrika.

Beberapa jam kemudian, setelah semua wawancara selesai, saat saya dan suami saya mengendarai mobil kembali melewati jalan setapak di hutan yang berdebu itu, kami terperangah melihat kedua sister tadi masih berjalan. Kami kemudian menyadari mereka berjalan dari desa mereka— menempuh jarak kira-kira 29 kilometer pulang-pergi—hanya untuk memperoleh sebuah rekomendasi bait suci walaupun mereka tahu tidak akan pernah berkesempatan untuk menggunakannya.

Para Orang Suci Nigeria ini mempercayai nasihat Presiden Howard W. Hunter, "Akanlah menyenangkan Tuhan jika setiap anggota dewasa menjadi layak—dan membawa— sebuah rekomendasi bait suci yang masih berlaku, bahkan apabila jarak ke bait suci tidak memungkinkan penggunaan yang cepat dan sering."1 Setiap sister, di tangannya, memegang rekomendasi bait sucinya yang berharga yang dibungkus dengan hati-hati dalam sebuah sapu tangan bersih. Saya membawa teladan iman mereka dan dengan hati-hati membungkusnya dalam hati saya.

Dua orang sister Lembaga Pertolongan yang telah membuat perjanjian ini adalah teladan sempurna akan ajaran Alma "mengenai iman— iman bukanlah memiliki sesuatu pengetahuan yang sempurna akan semua hal. Karena itu, jika kamu beriman kamu mengharapkan hal-hal yang tidak terlihat, yang benar adanya."2

Iman adalah ungkapan kasih yang paling pribadi bagi—dan pengabdian kepada—Bapa Surgawi kita serta Putra Tunggal-Nya, Yesus Kristus. Berdasarkan pada asas Injil yang pertama dan terpenting, kita bergantung pada Juruselamat kita, karena mengetahui "Yesus [adalah] yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita kepada kesempurnaan."3

Bibi buyut saya, Laura Clark Phelps, adalah orang pertama dalam keluarga Clark yang bergabung dengan Gereja. Dia adalah wanita yang secara unik menunjukkan iman yang kukuh dan tidak tergoyahkan kepada Tuhan.4

Pusaka Laura mengajarkan banyak hal tentang asas iman sebagai "segala sesuatu yang kita harapkan, bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat."5 Dia menerima berkat bapa bangsanya dari Joseph Smith, Sr. Di dalamnya dia dinasihati agar setia dan dia akan memiliki warisan di Sion. Dia lebih lanjut diberitahu untuk "memanggil Allah dalam iman, dan apabila kamu bersedia, kamu akan memiliki semua yang diinginkan oleh hatimu."6

Laura dan suaminya mengenal Nabi Joseph Smith. Pada suatu kesempatan, Nabi dan saudara lelakinya Hyrum berlari menuju perkebunan mereka di luar Far West, Missouri, tempat Laura menyembunyikan mereka di belakang pakaian yang tergantung. Dia dengan tenang menghadapi pemimpin para perusuh yang bergegas pergi setelahnya untuk mencari Nabi.

Laura merasakan sukacita dan kemiskinan serta kerja keras para anggota gereja zaman dahulu pada masa kelegaan ini. Imannya diperdalam ketika dia diusir dari rumahnya dan dipisahkan dari suaminya dalam berbagai kesempatan. Sebagai bidan yang cekatan, dia bekerja dan bepergian siang dan malam dalam berbagai cuaca untuk menafkahi keluarganya. Tenaganya yang terkuras dan seringnya bepergian keluar melemahkan tubuh jasmaninya. Dia meninggal pada usia 34 tahun, meninggalkan suami serta lima anaknya. Dia tidak dapat hidup untuk melihat anak-anak, cucu-cucu, atau cicit-cicitnya yang mengikutinya dalam iman. Dia tidak mengalami berkat-berkat menerima endowmen pribadi bait sucinya dalam kehidupan fananya, berkat yang saya yakini sangat dihargainya.

Kehidupan Laura yang penuh iman memberi kesaksian mengenai ayat suci dalam Ibrani ini: "Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini."7 Iman hidup di dalam diri Laura, dan Laura menjalankan imannya.

Saya mengasihi bibi buyut saya, Laura, dan membawa teladannya di dalam hati saya. Dia, seperti para sister Lembaga Pertolongan di Nigeria, mengingatkan saya "tidak ada yang mustahil bagi [orang] yang [percaya]."8

Iman, kemampuan rohani yang meyakinkan terhadap janji-janji yang "hanya terlihat dari jauh", namun hal itu mungkin tidak dapat diperoleh dalam kehidupannya di bumi ini, merupakan ukuran yang pasti dari mereka yang benar-benar percaya. Penatua Bruce R. McConkie mengungkapkan kebenaran ini dalam perkataannya, "Iman dalam bentuknya yang utuh dan murni mengharuskan suatu keyakinan yang tak tergoyahkan dan ... kepercayaan mutlak bahwa [Allah] akan mendengar permohonan kita dan menjawab permohonan kita"9 menurut waktu-Nya Sendiri. Dengan mempercayai hal itu, kita juga, dapat "berdiri teguh dalam iman"10 saat ini dan di waktu yang akan datang.

Tidak peduli di mana kita hidup atau bagaimana keadaan pribadi kita. Kehidupan saleh kita setiap hari dapat memperlihatkan iman kepada Yesus Kristus dan melihat hikmah dari rasa sakit hati, kekecewaan, dan janji-janji yang tidak terpenuhi. Adalah suatu hal yang mulia dapat memiliki iman yang memungkinkan kita menantinantikan hari itu, hari yang "bagi Orang Suci janji digenapi."11

Ketika mereka berjalan dengan "iman dalam setiap langkah melewati jalan setapak di hutan yang berdebu di Afrika Barat, para sister Nigeria yang berani tidak dapat membayangkan bahwa tembok-tembok bait suci kudus Allah suatu hari kelak dibangun di negeri mereka sendiri. Mereka tidak dapat membayangkan bahwa perkataan nabi Allah lainnya, Presiden Gordon B. Hinckley, yang diilhami akan membawa berkat yang mereka harapkan dan yang terlihat dari jauh. Mereka hanya mengetahui bahwa Tuhan memulihkan Injil-Nya pada zaman ini, bahwa sebuah kesaksian akan Injil membara di dalam hati mereka, bahwa iman akan membimbing mereka dalam kehidupannya. Kemudian mereka melakukan nasihat nabi untuk menjadi layak dan memegang rekomendasi bait suci.

Saya dan suami saya mengingat para sister ini dan banyak lagi Orang Suci di Afrika Barat pada hari yang luar biasa di bulan April tahun 2000 itu ketika Presiden Gordon B. Hinckley mengatakan, "Kami mengumumkan pada konferensi ini bahwa kami berharap membangun sebuah rumah Tuhan di Aba, Nigeria."12 Brother dan sister, saya bersaksi bahwa kadangkadang "mukjizat ... meneguhkan ... iman."13 Bait suci di Afrika merupakan lambang mukjizat luar biasa yang disebabkan oleh iman dari banyak Orang Suci di desa kecil serta kota besar yang menyebar di benua yang besar itu.

Saya sangat bersyukur karena melihat iman yang membawa dua orang pionir di Afrika yang datang dari tempat yang jauh untuk wawancara rekomendasi bait suci. Saya gembira karena bait suci sedang dibangun di Nigeria yang akan memberi para wanita ini, keluarga mereka, serta ribuan yang lainnya, kesempatan untuk menggunakan rekomendasi bait suci mereka sebagai lambang dan bagian dari iman mereka.

Kadang-kadang berkat-berkat dalam kehidupan kita yang seharusnya kita miliki masih jauh dari anganangan kita. Saya bersaksi bahwa "imanlah yang selalu mengizinkan kita melihat "dari kejauhan" dengan pandangan rohani semua yang Allah tujukan bagi anak-anak-Nya.

Seyakin seperti para sister mengetahui—yang berjalan di sepanjang jalan setapak di hutan yang berdebu—saya tahu Allah hidup. Dia mengasihi kita masing-masing di setiap benua dan berkeinginan untuk memberkati kita, satu per satu. Saya tahu bahwa iman kita kepada Yesus Kristus dapat menguatkan kita setiap hari ketika kita "melakukan segala hal yang berada di dalam kekuasaan kita," dan mengetahui dengan "jaminan sepenuhnya"14 bahwa janji-janji yang mungkin [bagi kita] "terlihat dari kejauhan" suatu hari akan mendatangkan segala berkat yang dijanjikan yang kita harapkan. Dalam nama Yesus Kristus, amin.

CATATAN:

1. "A Temple-Motivated People," Liahona, Mei 1995, 5.

2. Alma 32:21, penekanan ditambahkan.

3. Ibrani 12:2

4. Lihat 1 Korintus 16:13; Yakobus 1:6.

5. Ibrani 11:1.

6. Morris Calvin Phelps, Life History of Laura Clark (Archives of The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints, n.d), mikrofilm, 3.

7. Ibrani 11:13.

8. Markus 9:23.

9. Bruce R. McConkie, A New Witness for the Articles of Faith (1985), 187.

10. 1 Korintus 16:13.

11. "Marilah Bersuka," Nyanyian Rohani, no. 3.

12. "Masa dari Suatu Awal Baru," Liahona, Juli 2000, 106.

13. Bible Dictionary, "Faith," 669.

14. A&P 123:17

 
© 2008 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy