The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Gospel Library General Conference
Conferences
Oktober dari 1999
Melayani Tuhan

Melayani Tuhan

Penatua Adhemar Damiani
Dari Tujuh Puluh

Kita tidak dapat memilih untuk melayani Allah dan dunia pada saat yang bersamaan.

Penatua Adhemar Damiani

Ketika nyawa Yosua mendekati ajal, dia mengumpulkan suku Israel dan mengingat belas kasih dan berkat-berkat yang Allah telah curahkan kepada mereka.

Oleh karena jenis kehidupan yang mereka jalani, Yosua memperingatkan mereka dan mengatakan:

"Oleh sebab itu, takutlah akan Tuhan dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir.

"Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada Tuhan, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; . . . Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan."1

Pada zaman kita, kita diperingatkan dengan cara yang sama melalui para Rasul dan Nabi. Kita harus takut kepada Tuhan, melayani Tuhan, menyingkirkan allah-allah duniawi, dan memilih siapa yang akan kita layani.

Takut kepada Tuhan berarti menghormati dan mengasihi Dia dan mematuhi perintah-perintah-Nya.

Kita memperlihatkan bahwa kita melayani Tuhan dengan cara kita menjalankan perintah-perintah yang kita terima dari-Nya, dengan pekerjaan yang kita lakukan untuk membantu membangun Kerajaan Allah di bumi, dan dengan cara kita bertindak terhadap sesama kita.

Menyingkirkan allah-allah duniawi berarti menyingkirkan pikiran-pikiran kotor dari benak kita, melepaskan semua perasaan benci dari hati kita, serta membersihkan hidup kita dari segala hal yang dapat mencegah Roh Kudus selalu berada bersama kita.

Bagi sejumlah orang, menyingkirkan allah-allah duniawi dapat berarti menghentikan kebiasaan-kebiasaan sepele. Bagi yang lain, itu dapat berarti menghentikan dosa-dosa berat yang mereka lakukan. Bagi yang lainnya lagi, itu dapat berarti melupakan peristiwa-peristiwa menyedihkan yang terjadi di awal kehidupan mereka. Apa pun situasinya, di dalam diri kita masing-masing ada kuasa untuk mengubah kehidupan kita; kuasa untuk mengubah perasaan-perasaan buruk yang kita miliki di dalam hati kita. Tuhan Yesus Kristus akan memberi kita kuasa ini dan akan membantu kita. Yang Dia minta dari kita adalah agar kita beriman kepada-Nya, mengikuti teladan-Nya serta mematuhi perintah-perintah-Nya.

Ketika kita mengasihi Allah, melayani Dia dengan tulus, dan meninggalkan hal-hal yang dari dunia ini, kita menjadi para pengikut sejati Kristus.

Sering kali dalam hidup kita, seperti yang terjadi dengan umat Israel, kita berhenti dan bertanya-tanya. Apakah pantas melayani Tuhan? Yesus berkata:

"Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, dia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu:

Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak roboh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, dia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.

Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga robohlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."2

Melayani Kristus bukan berarti cara untuk melarikan diri dari kenyataan hidup yang berat.

Seperti Alkitab mengatakan: "Segala sesuatu sama bagi sekalian: ada nasib bagi orang yang benar maupun orang fasik; orang yang baik dan orang yang tahir maupun orang yang najis."3

Hujan, banjir dan angin menerjang tidak saja terhadap rumah yang dibangun di atas pasir tetapi juga di atas yang lainnya, yang telah dibangun di atas batu.

Orang yang melayani Tuhan begitu juga orang yang meremehkan Dia hidup di dunia yang diperintah dengan hukum alam yang sama.

Banyak hal datang kepada orang suci dan juga kepada orang yang berdosa--penyakit, kematian, malapetaka, kecelakaan, dan sebagainya.

Bukan kemakmuran maupun kemiskinan yang memperlihatkan apakah orang itu menjalankan kehidupan Kristiani atau tidak.

Penderitaan jasmani bukan bukti dari kejahatan juga bukan merupakan hukuman atas dosa.

Lalu apakah upah dari melayani Tuhan?

Injil Yesus Kristus tidak menjanjikan bahwa kita akan terbebas dari pencobaan. Tetapi itu memperkuat roh kita agar kita dapat menerima kemalangan dan menghadapinya sewaktu kemalangan itu datang.

Rumah yang dilandasi batu karang tidak roboh oleh angin yang kencang atau hujan.

Orang yang hidupnya dilandasi injil Yesus Kristus mampu untuk:

  • Menghadapikemalangan dengan harapan;

  • Menahan sakit hati dengan pengampunan; dan

  • Menghadapi maut dengan ketenangan.

  • Orang yang memilih untuk mengikuti Tuhan dan yang mematuhi perintah-perintah-Nya:

  • Dalam kelemahannya, dia tahu di mana sumber kekuatannya berada;

  • Dalam kekuatannya, dia tetap rendah hati;

  • Dalam kemiskinannya, dia tahu apa kekayaannya;

    Dalam kemakmurannya, dia mengingat saudara-saudaranya dengan kelembutan.

    Orang yang dapat menjalani kehidupan yang demikian, tanpa ketakutan atau kebencian, tetapi dengan kasih adalah orang yang bahagia.

    Buah yang diperoleh dari melayani Tuhan pada dasarnya adalah kerohanian.

    Yesus mengajarkan bahwa setiap pohon menghasilkan buah sesuai dengan jenisnya. "Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun buah yang tidak baik itu dapat menghasilkan buah yang baik."4

    Yesus menjanjikan kehidupan kekal kepada para pengikut-Nya. "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Kerajaan Allah meninggalkan rumahnya, istrinya atau saudaranya, orang tuanya atau anak-anaknya, akan menerima kembali berlipat ganda pada masa ini juga, dan pada zaman yang akan datang dia akan menerima hidup yang kekal."5

    Dalam kehidupan ini, kita sedang membangun tempat tinggal kekal kita.

    Apakah kita membangun di atas batu karang yang adalah injil Yesus Kristus, atau apakah kita membangun di atas pasir yang terdapat kebohongan-kebohongan dunia ini?

    Setiap saat kita harus memilih siapa yang akan kita layani, karena kita telah ditempatkan di bumi untuk dibuktikan diri dan diuji.6

    Kita tidak dapat memilih untuk melayani Allah dan dunia pada saat yang bersamaan.7

    Jika kita ingin mengikuti Tuhan, kita hendaknya mematuhi perintah-perintah-Nya dan mengikuti Nabi kita dan ajaran-ajarannya. "Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada Tuhan, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; . . . tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan."8

    Saya bagikan kesaksian saya bahwa saya tahu asas-asas ini benar. Keluarga saya dan saya telah banyak diberkati karena mengikuti nasihat para rasul dan nabi dan karena memilih untuk melayani Tuhan. Kita dipimpin sekarang ini oleh seorang nabi Allah. Dalam nama Yesus Kristus, amin.

    CATATAN

    1. Yosua 24:14­15.
    2. Matius 7:24­27.
    3. Pengkhotbah 9:2.
    4. Matius 7:18.
    5. Lukas 18:29­30.
    6. Lihat Abraham 3:25.
    7. Lihat Matius 6:24.
    8. Yosua 24:15.

  •  
    © 2008 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy