Penatua David R. Stone
Dari Tujuh Puluh
Para penjaga kita di atas menara kita kenal sebagai rasul dan nabi. Mereka adalah mata rohani kita di langit.
Suatu Minggu pagi, lebih dari setahun yang lalu, kami terbangun di hari yang indah di Santo Domingo di Republik Dominika. Matahari Karibia bersinar dan langit cerah. Angin sepoi-sepoi berhembus, menerbangkan dedaunan di pohon; hari itu hangat dan damai serta tenang. Tetapi jauh di tengah lautan, di luar jangkauan perasaan jasmani kami hari itu, penghancur yang mematikan sedang menuju ke arah kami, tidak dapat ditahan dan dicegah. Pusat Badai, yang bertanggung jawab mengikuti dan memperkirakan jalur badai Georges, dengan segera memperbarui keterangan yang tersedia di Internet. Di kedamaian, pagi yang tenang itu, melalui mata yang memandang ke langit itu, saya melihat jalur badai yang diperkirakan, mengarah seperti anak panah di hati Santo Domingo.
Dalam waktu 48 jam badai menyerang pulau dengan amukan dahsyat dan tak terperikan, dengan meninggalkan di jalurnya kehancuran, kesedihan serta kematian. Unsur-unsur kekuatan alam yang buruk sangat mengherankan. Dari tempat yang aman di rumah kami, kami melihat pohon-pohon terbelah oleh kekuatan angin, yang secara bergantian, menjerit, menderu dan meraung; kekuatan luar biasa dari angin itu menyebabkan hujan masuk ke rumah di sekitar jendela, dan aliran air yang bergelombang setinggi tiga kaki di jalanan, disebabkan oleh hujan lebat, yang akhirnya meluap dan mulai surut ketika air sedalam satu inci masuk ke dalam rumah kami.
Di sekitar daerah di mana kami tinggal, kebanyakan pohon tumbang atau terbelah oleh angin yang dahsyat. Pohon-pohon, ranting-ranting, kabel listrik, dan jaringan telepon putus di seluruh kota. Jalan-jalan diblokir, lalu lintas sulit, dan arus listrik di putus selama lebih dari seminggu. Meskipun kerusakannya hebat, tetapi dapat lebih hebat lagi seandainya tidak ada peringatan dari mereka yang mengikuti dan memperkirakan serta menasihati orang-orang untuk bersiap. Sebenarnya semua orang yang cukup siap menyambut badai secara relatif tidak cedera. Saya sangat bersyukur kepada para pria dan wanita yang mengabdikan waktu dan perhatiannya untuk mengikuti serta mamantau badai tersebut. Peringatan dan nasihat mereka yang tepat waktu menyelamatkan nyawa dan melindungi orang-orang. Mereka yang mengacuhkan peringatan membayar harga karena dengan sengaja tidak mendengarkan nasihat para penjaga itu, yang tugasnya adalah, untuk mengawasi, memperingatkan dan menyelamatkan.
Kerusakan dan kehancuran yang hebat serta kematian fenomena kekuatan fisik yang luar biasa ini dapat terjadi, bahkan ada lebih banyak kesedihan yang menimpa kehidupan orang-orang oleh badai rohani. Kekuatan yang luar biasa ini sering kali menyebabkan lebih banyak kerusakan yang menghancurkan daripada topan jasmani, karena topan itu menghancurkan jiwa kita dan merampas kita dari perspektif dan janji kekal kita. Ketika badai jasmani berlalu, kita dapat mulai menata kembali kehidupan dan rumah kita. Tetapi beberapa badai rohani membawa kita ke dalam kekacauan, dan kita kehilangan arah serta terkungkung oleh belenggu kekuatan dan pengaruh-pengaruh yang menghancurkan, yang konsekuensinya hanya dapat kita rasakan secara samar-samar. Seperti topan yang berputar, badai rohani dapat sebenarnya tidak dikenali sampai badai itu hampir menyerang kita, tetapi badai itu juga dapat menyerang dengan kekuatan luar biasa dan tak terperikan.
Kita menempatkan diri kita di jalur badai rohani ini ketika kita menjerumuskan diri dalam amarah, alkohol, dan penyalahgunaan minuman keras; nafsu dan hal-hal tidak bermoral; hubungan seksual dan pornografi; obat-obatan terlarang, kesombongan, keserakahan, kekerasan, kedengkian, dan kebohongandaftarnya masih panjang. Mungkin, untuk sesaat, kehidupan tampak berjalan sebagaimana sebelumnya, dan pada masa yang terhenti itu tidak ada tanda akan datang hukuman yang mengerikan; dan kemudian kita tiba-tiba berada dalam cengkeraman kuasa setannya dan hidup kita menjadi sia-sia, dengan membawa kesedihan dan penderitaan, depresi, kekecewaan dan kehancuran--terlalu sering hal-hal tersebut membawa kesedihan, kemalangan, penderitaan dan rasa sakit terhadap orang-orang yang kita kasihi. Setelah mereka menempuh jalan yang menghancurkan, sering kali lebih sulit memperbaiki jiwa yang hancur secara rohani daripada membangun kembali kota yang runtuh. Ada kisaran angin kedengkian, kebencian, dan kejahatan dalam perkembangan masyarakat zaman ini, dan mereka tidak akan menyelamatkan mereka yang berjalan di dalam jalurnya.
Tetapi kita juga memiliki penjaga badai rohani kita, mereka yang tugasnya mengawasi dan memperingatkan, menolong kita menghindari kerusakan dan kehancuran rohani, serta bahkan kematian kita. Para penjaga kita di atas menara kita kenal sebagai rasul dan nabi. Mereka adalah mata rohani kita di langit, dan mereka mengetahui, melalui ilham dan pengertian serta akal budi yang murni, jalur badai yang akan dilalui. Mereka terus mengangkat suara mereka untuk memperingatkan kita konsekuensi tragis atas pelanggaran perintah Tuhan yang disengaja dan tanpa alasan. Mengabaikan peringatan mereka dengan sengaja dapat menuntun pada kemalangan, kesedihan dan kehancuran. Mengikuti mereka berarti mengikuti hamba-hamba pilihan Allah untuk memperoleh makanan rohani kedamaian dan kelimpahan.
Dari mimbar ini mereka telah menasihati kita tentang topan di dalam masyarakat dan peradaban kita. Mereka telah memperingatkan kita tentang kejahatan dalam banyak bentuk dan kedoknya, dan memanggil kita, berulang kali, untuk berpaling kepada jalan Tuhan. Ada saatnya ketika kita tidak ingin mendengarkan apa yang mereka katakan. Ada saatnya ketika kita menolak untuk mempercayai bahwa badai itu akan datang; tetapi waktunya akan tiba, karena mereka yang menabur angin, akan menuai puting beliung (lihat Hosea 8:7). Tuhan tahu akan hal ini, dan mungkin, tidak ada lagi saat menyedihkan di dalam tulisan suci daripada ketika Tuhan, memandang Yerusalem, berbicara dengan kerinduan dan kasih serta kesedihan: "Yerusalem, Yerusalem, . . . Berkali-kali Aku rindu mengumpulkanmu . . . anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau" (Lukas 13:34).
Ada kedamaian dan ketenangan, ada penghiburan dan keselamatan dalam injil-Nya. Jika saja kita mau mendengarkan mereka yang pemanggilannya untuk menjaga serta mengingatkan, jika saja kita akan mendengarkan firman-Nya, kemudian rumah rohani kita akan berdiri tegak, dan kita dapat membiarkan hujan turun dan banjir datang serta angin melanda rumah kita, karena kita didirikan di atas batu karang itu (lihat Matius 7:2425).
Tuhan berfirman: "Dan suara peringatan akan ditujukan kepada semua orang melalui mulut murid-murid-Ku yang telah Aku pilih pada zaman akhir ini (A&P 1:4). Dia juga mengatakan: ". . . baik oleh suara-Ku sendiri maupun oleh suara para hamba-Ku, itu sama saja" (A&P 1:38).
Saya memberikan kesaksian bahwa ada Allah di surga, pencipta langit dan bumi dan segala hal yang ada di dalamnya. Saya memberikan kesaksian bahwa Dia memiliki sebuah rencana bagi kita, anak-anak-Nya. Saya memberikan kesaksian bahwa dalam penggenapan rencana itu Putra-Nya, Yesus Kristus, datang ke bumi untuk mengambil ke atas diri-Nya dosa-dosa dunia, dan memungkinkan bagi kita untuk terbebas dari konsekuensi dosa dan kejahatan. Dia adalah Juruselamat dan Penebus kita, dan, seperti halnya dengan Yerusalem, tangan-Nya diulurkan kepada kita. Dia akan menjadi pelindung dan penjaga kita, dan kita akan memiliki kedamaian di tengah-tengah badai dan diselamatkan dari angin yang mengamuk.
Semoga kita selalu mendengarkan kepada mereka yang tugasnya mengawasi dan memperingatkan, melihat serta menyelamatkan. Semoga kita berjalan di jalan Tuhan dan dilindungi dalam jalur kedamaian, dalam nama Yesus Kristus, amin.