The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Gospel Library General Conference
Conferences
Oktober dari 1999
Para Nabi Dan Hama Kerohanian

Para Nabi Dan Hama Kerohanian

Penatua Neil L. Andersen
Dari Tujuh Puluh

Pada Israel modern, melayani Tuhan berarti dengan cermat mengikuti para Nabi.

Penatua Neil L. Andersen

Saya menyatakan kasih kepada Anda pagi ini. Saya berbicara kepada anggota Gereja yang penuh dengan pengabdian dan kesaksian yang tersebar di antara bangsa-bangsa di bumi. Yang paling nyata bahwa pada Sabtu pagi yang indah ini Anda berada di sini di dalam Tabernakel atau menyaksikan konferensi ini di ruangan sunyi pada tengah hari, menunjukkan kemuridan Anda. Anda serius dengan apa yang Anda yakini, dan memperlihatkannya dalam kehidupan Anda.

Sebuah nasihat yang menjadi kekuatan bagi saya adalah pernyataan yang penuh kekuatan dari nabi Yosua: "Pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah . . . tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan" (Yosua 24:15).

Perkataan Yosua bergema dengan relevansi seperti itu pada zaman sekarang, tetapi bagaimana kita memperlihatkan keputusan kita untuk melayani Tuhan kelihatannya berubah pada setiap generasi. Tiga ribu lima ratus tahun yang lalu sewaktu Yosua berbicara, itu berarti meninggalkan allah-allah palsu, pergi berperang melawan bangsa Kanaan, dan mengikuti dengan perhatian penuh perkataan nabi. Kita hampir dapat mendengar keluhan dari orang-orang yang ragu hatinya ketika Yosua mengumumkan rencana perangnya dalam merebut kota Yeriko. Pertama mereka akan, dengan tenang tanpa perkataan apa pun, mengitari kota satu kali selama enam hari. Kemudian pada hari ke tujuh mereka harus mengitari kota tujuh kali. Selanjutnya, para imam akan meniup terompet, dan pada saat itu semua orang akan berteriak dengan teriakan keras. Maka, Yosua meyakinkan mereka, tembok akan roboh (lihat Yosua 6). Ketika tembok kota runtuh, orang-orang yang ragu hatinya menjadi diam.

Di dunia kita zaman sekarang, satu hal yang tidak berubah sejak Yosua berbicara: Mereka yang memilih melayani Tuhan akan selalu mendengarkan dengan sungguh-sungguh dan seksama kepada Nabi. Pada Israel modern, melayani Tuhan berarti dengan cermat mengikuti para Nabi.

Tantangan-tantangan yang menghadang kita dan keluarga sebagai para murid Kristus adalah agak berbeda daripada tantangan pada bangsa Israel Yosua. Izinkan saya menggambarkannya dengan sebuah pengalaman. Keluarga kami tinggal selama beberapa tahun di negara bagian Florida. Karena Florida merupakan daerah berpasir, rerumputan di sana ditanam dengan rumput berdaun lebar yang kami sebut rumput St. Agustine. Musuh terberat dari rerumputan Florida adalah seekor serangga kecil berwarna coklat yang disebut hama.

Suatu sore ketika tetangga saya dan saya berdiri di depan tangga, kami memperhatikan seekor serangga kecil mengitari langkah saya. "Anda sebaiknya menyemprot rumput Anda," dia menasihati. "Tampaknya ada hama." Saya menyemprot rumput saya dengan insektisida beberapa minggu sebelumnya, dan saya merasa hampir tidak memiliki waktu atau pun uang untuk melakukannya lagi setelah itu.

Keesokan harinya, saya mengamati rerumputan saya dengan cermat. Rerumputan itu subur dan menghijau. Saya melongok ke bawah rerumputan untuk melihat jika saya dapat melihat serangga apa pun. Saya tidak melihat apa-apa. Saya lalu ingat, "O, mungkin hama kecil itu hanya lewat melalui pekarangan saya dalam perjalanan menuju rumah tetangga saya."

Saya mengamati rumput-rumput saya selama lebih dari satu minggu mencari tanda-tanda penyerang, tetapi tidak terbukti. Saya mengucapkan selamat kepada diri sendiri bahwa saya tidak perlu terlalu menanggapi peringatan tetangga saya.

Kisah itu, meskipun demikian, memiliki akhir yang menyedihkan. Saya keluar dari pintu depan suatu pagi, kira-kira 10 hari setelah pembicaraan dengan tetangga saya. Dengan terkejut, seolah-olah itu telah terjadi semalam, titik-titik coklat menutupi rerumputan saya. Saya berlari ke gudang, membawa insektisida, dan dengan segera menyemprotnya, tetapi sudah terlambat. Rumput-rumput itu sudah hancur, dan untuk mengembalikannya seperti keadaan semula memerlukan bidang tanah yang sudah di pupuk, waktu panjang untuk mengerjakannya, dan biaya yang besar.

Peringatan tetangga saya merupakan dasar bagi kesejahteraan rumput-rumput saya. Dia melihat hal-hal yang tidak dapat saya lihat. Dia mengetahui hal yang tidak saya ketahui. Dia tahu bahwa hama itu hidup di bawah tanah dan bekerja hanya pada malam hari, yang membuat pengamatan siang hari saya tidak efektif. Dia mengetahui bahwa hama-hama itu tidak memakan daun-daun rumput itu, melainkan memperoleh pemeliharaannya dalam akar. Dia mengetahui bahwa makhluk kecil panjang ini dapat memakan banyak akar sebelum saya dapat melihat dampaknya di atas tanah. Saya membayar harga yang mahal karena menuruti kehendak saya sendiri.

Kita hidup pada suatu zaman yang menakjubkan. Berkat-berkat dari generasi kita yang subur dan menghijau. Dengan iman kepada Juruselamat dan kepatuhan terhadap perintah-perintah, kehidupan kita dapat dipenuhi dengan kepuasaan dan sukacita.

Tetapi pada zaman yang penuh keindahan ini, tantangan-tantangan kita dalam memilih untuk melayani Tuhan lebih tidak kentara, daripada tantangan pada zaman sebelumnya, seperti yang dihadapi oleh orang-orang zaman dahulu, tetapi tanpa basa-basi mereka sepertinya menembus secara rohani. Terdapat hama kerohanian yang menggerogoti dinding pengaman kita dan me- nguasai akar lembut kita. Banyak di antara hama kejahatan terlihat kecil, pada saat-saat tertentu hampir tidak tampak. Tetapi bila kita tidak memerangi mereka, mereka akan menghancurkan dan berusaha untuk menghancurkan hal yang paling berharga bagi kita.

Peringatan para Nabi dan Rasul memimpin mereka untuk senantiasa berbicara mengenai rumah tangga dan keluarga. Izinkan saya menggambarkan suara peringatan dari para nabi. Pada tanggal 11 Februari tahun ini. Presidensi Utama me- ngirimkan kepada setiap anggota Gereja sepucuk surat peringatan perihal keluarga kita. Izinkan saya membacakannya bagi Anda dua kalimat saja dari surat ini:

"Kami menasihati para orang tua dan anak-anak untuk memberikan prioritas tertinggi pada doa keluarga, malam keluarga, belajar dan petunjuk injil, serta kegiatan-kegiatan keluarga yang sehat. Bagaimanapun layak dan pantasnya tuntutan kegiatan-kegiatan lainnya, hal itu seharusnya tidak dibiarkan menggantikan tugas-tugas yang telah ditetapkan secara ilahi yang hanya dapat dilakukan secara memadai oleh orang tua dan keluarga" ("Letter from the First Presidency, liahona, December 1999).

Apa reaksi kita terhadap nasihat kenabian ini? Apa tanggapan saya dan tanggapan Anda terhadap surat Presidensi Umum delapan bulan yang lalu?

Sebagai orang tua dari para remaja di dunia yang sibuk ini, saya dapat menegaskan bahwa adalah penting untuk memberi prioritas tertinggi pada pernyataan itu untuk mengetahui pernyataan itu bekerja secara efektif dalam keluarga kita. Kita baru saja mendengar kisah menarik dari Penatua Featherstone dan doa keluarga. Dengan pengaruh-pengaruh kejahatan yang melingkupi anak-anak kita, dapatkah kita bayangkan membiarkan mereka pergi keluar di pagi hari tanpa berlutut dan dengan rendah hati memohon bantuan Tuhan bersama-sama? Atau mengakhiri hari tanpa berlutut bersama dan mengakui pertanggungjawaban kita dihadapan-Nya dan rasa syukur kita atas berkat-berkat-Nya? Brother dan sister, kita perlu memiliki doa keluarga.

Tentu saja ada saatnya ketika mengumpulkan keluarga bersama-sama untuk membaca tulisan suci tidak membandingkannya sebagai suatu kelayakan pengalaman rohani dari sebuah catatan harian. Tetapi kita seharusnya tidak terhalangi. Ada saat khusus ketika seorang anak lelaki atau perempuan berhak memiliki roh dan kuasa tulisan suci yang hebat itu mengalir ke dalam hati mereka seperti api. Sewaktu kita menghormati Bapa Surgawi kita di rumah, Dia akan menghormati usaha-usaha kita.

Kita semua tahu perjuangan yang diperlukan untuk mempertahankan malam keluarga. Ada para pencuri di antara kita yang akan mencuri Senin malam kita. Tetapi janji-janji yang dibuat Tuhan bagi keluarga yang mengadakan malam keluarga, yang dikatakan oleh Presidensi Utama 84 tahun silam dan ditegaskan kembali oleh para Nabi zaman sekarang, tidak pernah dicabut kembali dan berlaku bagi kita sekarang:

"Jika Orang-orang Suci mematuhi nasihat ini, kami menjanjikan bahwa berkat-berkat akan datang. Kasih di dalam rumah dan kepatuhan terhadap orang tua akan bertambah. Iman akan bekembang di hati kaum muda Israel, dan mereka akan memperoleh kuasa untuk memerangi pengaruh kejahatan dan godaan yang menyerang mereka" (dalam James R. Clark, kumpulan Massages of the First Presidency of The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints, 6 jilid. [1965­75], 4:339).

Siapakah di dalam gema suara saya dengan rela mau menjual janji-janji itu kepada mereka yang ingin mengambil alih Senin malam kita? Tidak seorang pun dari kita.

Bagi Anda dan saya, para murid Kristus, saat-saat membangun iman ini dalam kehidupan anak-anak kita harus diperkuat. Kita pada saat-saat tertentu akan lalai sebagai orang tua. Saya tahu saya melakukannya. Tetapi kita harus memulainya lagi. Tuhan melihat usaha kita yang sungguh-sungguh dan akan mencurahkan berkat-berkat dari surga jika kita memberi kepada keluarga kita prioritas tertinggi kita. Brother dan sister, ada hama rohani di dalam akar pekerjaan kita, dan kita harus bahkan lebih serius lagi dalam pengawasan keluarga kita.

Sewaktu kita berperan serta pada konferensi ini, marilah kita mendengarkan dengan seksama terhadap Presiden kita terkasih, para Penasihat, dan Rasulnya yang berbicara kepada kita.

Sebaiknya kita tidak mengikuti pola yang saya perlihatkan dalam kaitannya dengan hama rumput Florida saya. Marilah kita jangan sampai mengabaikan peringatan-per-ingatan itu. Marilah kita jangan pernah menuruti kehendak kita sendiri. Marilah kita senantiasa mendengarkan dan mempelajarinya dalam kerendahan hati serta iman, dan keinginan untuk bertobat hendaknya menjadi penting.

Ini adalah kerajaan Allah di atas bumi. Anda dan saya adalah para murid Tuhan, Yesus Kristus. Dia adalah Putra Allah Bapa. Dia hidup. Dia memimpin pekerjaan ini. Presiden Hinckley adalah Nabi-Nya, dan bersamanya adalah 14 pria yang memegang kunci-kunci Kerasulan. Mereka adalah para penjaga di atas menara, utusan akan suara peringatan, Nabi, Pelihat dan Pewahyu.

"Pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah . . . tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan" (Yosua 24:15).

"Lalu jawab bangsa itu kepada Yosua, Kepada Tuhan, Allah kita, kami akan beribadah, dan firman-Nya akan kami dengarkan" (Yosua 24:24).

Semoga kata-kata ini dapat tertulis dalam hati kita adalah doa saya dalam nama Yesus Kristus, amin.

 
© 2008 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy