The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Gospel Library General Conference
Conferences
Oktober dari 1998
Mendukung para Nabi

Mendukung para Nabi

Penatua David B. Haight
Dari Kuorum Dua Belas Rasul

Injil adalah benar; injil adalah harapan dunia; injil akan maju terus untuk mencapai semua yang harus dilakukannya.

Penatua David B. Haight

Seorang teman saya baru-baru ini berkata kepada saya, "Tahukah anda persamaan apa yang anda dan Steve Young, pemain dari tim rugby 49ers, sama-sama miliki?"

Dan saya berkata, "Saya dapat memikirkan beberapa hal--di kedua sisi pagar yang ada." Kemudian saya berkata, "Anda beritahu saya persamaan apa yang sama-sama kami miliki."

Dan dia berkata, "Persamaan kalian adalah bahwa kami bertanya-tanya apakah anda berdua akan datang lagi di musim mendatang."

Dengan berkat-berkat surga dan dengan seorang perawat yang istimewa dan selalu ada, yang saya miliki, Ruby, untuk merawat saya serta sebuah keluarga yang mengasihi, saya baik-baik saja.

Saya hargai dan sadari alat pacu yang saya miliki bagi jantung saya, yang dapat amat membantu.
Dan saya memiliki pinggul yang telah diperbaiki dan lutut yang telah direnovasi
yang saya anggap tidak begitu mengganggu.
Alat bantu dengar saya yang mutakhir dan kacamata saya yang istimewa
memang merupakan penemuan yang luar biasa,
Tetapi, ah, betapa saya merindukan ingatan saya.
 
Saya mendapat kehormatan bisa berdiri di sini untuk beberapa menit dan memberikan kesaksian saya kepada anda serta mendorong anda dalam pekerjaan besar ini, yang kita diberkati menjadi bagian darinya. Saya mengawasi pengangkatan tangan anda ketika Presiden Monson menyajikan pendukungan para Pembesar Umum Gereja, tetapi terutama nabi kita, dan ketika saya mengawasi tangan-tangan itu serta rasa antusias di balik pengangkatan tangan anda itu, saya berpikir, "Di sinilah kita dengan semua berkat yang kita miliki dan kenyamanan yang kita miliki," dan saya berpikir tentang beberapa peristiwa lain seperti itu yang terjadi dalam sejarah Gereja.

Di dalam benak saya, saya berpikir tentang kumpulan-kumpulan keluarga kita sendiri, yang tersebar di seluruh Amerika--di Georgia; Chapel Hill, Carolina Utara; Pennsylvania; Texas; California; dan di sini di Salt Lake City. Mengenai keluarga-keluarga kecil itu bagaimanapun keadaannya, di rumah mereka atau di gedung pertemuan, saya pikir saya dapat melihat beberapa dari anak-anak kecil itu diajarkan untuk mengangkat tangan mereka dan untuk tetap dalam keharmonisan, mungkin orang tua mereka mengajarkan apa yang kita lakukan. Ketika kita mengangkat tangan kita, kita bukan hanya melakukannya dalam gerakan karena kelihatannya semua orang melakukannya, tetapi karena kita menerima serta kita memberikan saksi tentang pengetahuan yang kita miliki dan kesaksian yang kita miliki bahwa Presiden Hinckley adalah nabi kita dan pemimpin kita. Kita bukan saja mengangkat tangan kita untuk mengatakan bahwa kita mendukung tetapi juga bahwa kita mengikuti petunjuknya, bahwa kita mendengarkan, bahwa kita meminta nasihat, bahwa kita berdoa mengenainya, bahwa kita mengindahkan apa yang datang dari bibir nabi itu.

Nabi Joseph Smith telah menerima beberapa instruksi mengenai pengorganisasian Gereja, yang kita dapatkan melalui wahyu sebagaimana dinyatakan dalam bagian 20 dari Ajaran dan Perjanjian. Bayangkan--pada tanggal 6 April 1830, di Fayette, New York, di rumah pertanian Peter Whitmer--sebuah pertemuan dalam pondok kayu gelondongan yang kecil itu, mungkin sekitar 20 kali 30 kaki, di mana Gereja diorganisasi. Bayangkan saja dalam lingkungan kecil itu, di mana dia memberkati Oliver dan Oliver memberkatinya, sewaktu mereka mengikuti petunjuk yang telah mereka terima dan organisasi Gereja disajikan kepada kelompok kecil itu.

Joseph dan Oliver serta Hyrum dan Samuel Smith beserta kedua Whitmer telah dibaptiskan dan bertindak agar "sesuai dengan undang-undang" New York (A&P 20:1). Tetapi bayangkan saja sewaktu anda melayangkan di benak anda keadaan rohani dalam kelompok itu dan perasaan yang pasti mereka miliki ketika usulan itu disajikan kepada mereka untuk pendukungan--apa yang telah kita lakukan di sini hari ini--untuk mendukung Nabi dan Oliver sebagai para penatua pertama, untuk memulai pergerakan Gereja. Beberapa buku harian dan catatan mengenai kejadian itu mengindikasikan bahwa mereka memiliki perasaan dari makhluk surgawi dalam pertemuan itu.

Beberapa dibaptiskan kembali. Beberapa dibaptiskan pada kesempatan itu untuk pertama kalinya, termasuk ayah dan ibu Nabi-- bayangkan saja! Sakramen dihidangkan untuk pertama kalinya dalam masa kelegaan ini dalam sebuah pertemuan resmi Gereja, yang kini telah diorganisasi. Bayangkan perasaan dari pengedaran roti dan air, lambang-lambang dari daging yang terluka dan darah yang tercurah milik Juruselamat.

Bayangkan keadaan lainnya dari pendukungan di tahun 1844, setelah Nabi dan Hyrum mati syahid, dan dari pertemuan yang diadakan di Nauvoo ketika Sidney Rigdon telah kembali dari Pittsburgh, Pennsylvania, berharap untuk mengambil alih sebagai "wali" dan untuk menjadi pemimpin dari Gereja. Para anggota Dewan Dua Belas bergegas dari berbagai bagian dunia, kembali ke Nauvoo. Pikirkan keadaan itu dan pertemuan ketika Sidney Rigdon menyajikan usulan bahwa dialah yang secara logis seharusnya dipanggil karena dia adalah Penasihat Pertama, meskipun dia agak tidak disukai oleh Nabi. Dan bayangkan Brigham Young berada di sana dan berbicara bagi Dewan Dua Belas, menjelaskan kepada kumpulan Orang Suci itu bagaimana para pemimpin yang setia telah diajar oleh Nabi mengenai Dewan Dua Belas dan wewenang yang ada pada Dewan Dua Belas itu.

Setelah mereka menyampaikan kedua sisi dari kasus tersebut dan pengambilan suara diadakan, beberapa dari mereka menyatakan bahwa mereka melihat dan merasakan suatu perubahan dalam diri Brigham Young ketika dia berbicara, bahwa mereka pikir mereka mendengar suara Nabi, bahwa mereka pikir mereka bahkan dapat melihat beberapa ciri wajah Nabi pada diri Brigham Young. Saya mengatakan hal ini kepada anda karena sewaktu tahun-tahun berjalan dan sewaktu kita belajar lebih banyak dan sewaktu kita menjadi lebih peka terhadap petunjuk rohani yang ada dalam pekerjaan ini, kita memahami dan merasakan tangan Tuhan di dalamnya. Tetapi pikirkan tentang pendukungan dalam keadaan itu di tahun 1844, di mana Gereja bersandar dalam tangan Dewan Dua Belas.

Lalu ada keadaan lainnya sesudahnya, di tahun 1847, ketika para Orang Suci berkumpul di sisi Iowa dari Sungai Missouri. Brigham Young telah berada di sana di Lembah Salt Lake dengan rombongan pertama para Orang Suci itu, tetapi di bulan Desember dia telah kembali ke Missouri untuk bertemu dengan para Orang Suci di sana. Dan dalam suatu keadaan di Kanesville, ada sembilan dari Dewan Dua Belas yang berkumpul: dua ada di lembah di sini, satu telah pergi ke Texas, dan sembilan ada di sana. Dalam keadaan itu, di rumah Orson Hyde, Presidensi Utama diorganisasi kembali pada tanggal 5 Desember 1847, tetapi mereka perlu mendapatkan pengesahannya dari para Orang Suci. Dan demikianlah pertemuan itu ditunda selama tiga minggu agar mereka dapat membangun sebuah tabernakel kayu gelondongan kecil di Kanesville. Dan dalam tiga minggu, dengan para pekerja di sana serta para anggota yang telah berdatangan dengan kereta bertutupnya sedang bersiap untuk menyeberangi Missouri dan menuju lembah, mereka membangun sebuah tabernakel kecil.

Dalam pertemuan itu disampaikan sebuah usulan bahwa Presidensi Gereja akan diorganisasi kembali, tetapi mereka membutuhkan suatu pendukungan seperti yang telah kita lakukan di sini hari ini, seperti kesempatan yang menjadi milik kita itu untuk mengangkat tangan kita dan mendukung nabi. Maka Presidensi Utama diorganisasi kembali; Brigham Young telah memilih Heber C. Kimball dan Willard Richards untuk menjadi para penasihatnya. Maka, diperlukan pendukungan dari umat ini untuk memberi para pemimpin Gereja wewenang yang telah Tuhan tentukan melalui wahyu, yang dibutuhkan.

Maka, ketika kita melihat pekerjaan ini bergerak dan maju, saya hanya ingin memaklumkan kepada anda sewaktu saya berdiri di hadapan anda hari ini bahwa dalam 90 tahun lebih yang telah saya jalani, seperti telah saya saksikan dan rasakan dan lihat dan ambil bagian dalam pengalaman kerohanian yang telah saya alami, ini adalah pekerjaan Tuhan. Pekerjaan ini sama seperti yang telah diwahyukan. Saya telah memahaminya dan saya merasakannya, dan itu saya nyatakan kepada anda.

Saya mengingatkan anda bahwa Juruselamat telah mengajarkan, seperti dicatat dalam Matius, bahwa barangsiapa "mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya" (Matius 10:39). Nah, beberapa orang terpelajar dan orang lainnya telah berpikir: "Itu adalah sebuah paradoks. Itu mungkin suatu kekeliruan terjemahan. Itu benar-benar tidak masuk di akal." Itu amatlah jelas di dalam benak saya, dan saya harap juga dalam benak anda, bahwa sewaktu kita hidup di dalam dunia materialisme, di Babilon yang kita huni dewasa ini, dan melihat kejadian-kejadian dunia, baik anda membaca halaman-halaman ekonomi maupun politik atau apa pun, anda dapat memahami dan merasakan bahwa di mana kita menemukan kekuatan kita dan di mana kita menemukan jawaban atas tantangan-tantangan kita dan masalah-masalah kita adalah ketika kita mendengarkan suara Nabi--nabi Allah di sini di bumi ini.

Dalam pernyataan Juruselamat itu, kita melihat bahwa sewaktu kita hidup di dalam dunia materialis, kita prihatin hanya dengan sisi material dari kehidupan ini. Kita berpikir tentang semua yang dapat kita kumpulkan bagi diri kita sendiri. Kita tidak berpikir tentang orang lain atau tidak hidup untuk membantu orang lain hidup di tingkatan yang lebih tinggi. Tuhan berkata bahwa ketika anda menemukan kehidupan yang Dia teladankan, maka anda akan kehilangan kehidupan anda yang berpusat pada diri sendiri: "dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku. . . . "

Bila kita prihatin mengenai melakukan sesuatu bagi orang lain dan ketika kita berpikir untuk membagikan injil atau membantu seseorang pindah ke tingkatan yang lebih tinggi secara moral maupun jasmani, ketika kita melakukan sesuatu bagi orang lain dan berbagi dengan mereka, maka kita datang membantu mereka, kita datang menyelamatkan mereka. Dalam semua itu, kita menemukan kehidupan yang dibicarakan oleh Juruselamat, berkat-berkat kekal, berkat-berkat surgawi, berkat-berkat bait suci, semua dari berkat-berkat dari keluarga yang mengasihi yang dapat kita miliki.

Saya meninggalkan bagi anda kasih saya, saksi saya, pengetahuan saya, dan kesaksian pribadi saya bahwa Allah hidup, Dia adalah Bapa kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah, dan sebagaimana dikatakan oleh lagu yang kecil dan sederhana itu:

Aku anak Allah,
Ku diciptakanNya;
Ku dib'ri rumah di bumi
Dan 'rang tua tercinta.
 
Pimpin aku, bimbing aku
Tunjuk jalanNya;
Ajar agar 'ku kelak,
Hidup bersamaNya.
(
"Aku Anak Allah,"
Buku Nyanyian Anak-anak, 2­3)
 
Itu sesederhana, itu semurni serta sebersih lagu yang kecil dan sederhana itu. Lagu itu mengajarkan kita apa yang perlu kita ketahui. Saya berbahagia pada hari ini dan merasa mendapat kehormatan mengangkat tangan saya dalam mendukung Presiden Gordon Bitner Hinckley sebagai Presiden Gereja, serta para penasihatnya, Thomas S. Monson dan James E. Faust, sebagai Presidensi--dengan Kuorum Dua Belas dan semua Pembesar Umum lainnya. Injil adalah benar; injil adalah harapan dunia; injil akan maju terus untuk mencapai semua yang harus dilakukannya. Demikianlah saya tinggalkan kasih dan saksi saya, di dalam nama Yesus Kristus, amin.

 
© 2008 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy