The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Gospel Library General Conference
Conferences
Oktober dari 1998
Kita Tidak Sendirian

Kita Tidak Sendirian

Sheri Dew
Penasihat Kedua dalam Presidensi Umum Lembaga pertolongan

Kita telah dijanjikan kerekanan tetap dari anggota ketiga Tubuh Ketuhanan dan karenanya hak istimewa untuk menerima wahyu bagi kehidupan kita sendiri.

Sheri Dew

Sudah hampir tiga tahun berlalu sejak saya menerima salah satu telepon dini hari yang ditakutkan itu. Adik lelaki saya Steve menderita serangan jantung yang berat dan meninggal pada malam itu. Dalam sekejab, dan tanpa peringatan, sahabat saya yang paling dipercaya telah tiada.

Selama beberapa hari berikutnya banyak orang yang mengasihi Steve beserta istri dan anak-anaknya melakukan perjalanan ke rumah mereka di Colorado. Tetapi pada saat sesudah pemakamanlah saya menyadari bahwa tujuh teman baik saya telah melakukan perjalanan panjang dari Salt Lake City untuk menghadiri upacara tersebut. Tidak seorang pun dari mereka pernah berjumpa dengan adik saya. Mereka telah datang untuk mendukung saya. Anda dapat bayangkan perasaan saya ketika mereka mengelilingi saya dan satu di antara mereka berkata, "Kami hanya tidak ingin anda sendirian hari ini." Dalam perkataan dan perbuatan, mereka mengajarkan sebuah asas yang ilahi. Tidaklah baik, juga tidak dimaksudkan, agar siapa pun di antara kita berada sendirian.

Kenyerian dari kesepian tampaknya merupakan bagian dari pengalaman fana. Tetapi Tuhan dalam kasih karuniaNya telah mengaturnya sehingga kita tidak pernah perlu menghadapi tantangan kefanaan sendirian.

Saya berpikir tentang hal tersebut baru-baru ini ketika saya duduk dalam sebuah pertemuan di mana si pembicara tampaknya asyik dengan betapa sulitnya mematuhi Injil. Pada akhir pertemuan itu, saya merasa tertekan. Dia telah membuat mematuhi Injil tampak bagaikan hukuman seumur hidup di atas tumpukan batu. Bukanlah mematuhi injil yang sulit. Hiduplah yang sulit. Adalah memunguti serpihan-serpihannya, ketika perjanjian-perjanjian telah dikompromikan atau nilai-nilai telah dilanggar, yang sulit. Injil adalah Kabar Baik yang menyediakan bagi kita sarana untuk mengatasi kesalahan, rasa sakit hati, kekecewaan yang dapat kita pastikan akan dialami di sini. Keanggotaan dalam Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir memiliki hak-hak istimewanya. Ini hanyalah beberapa di antaranya: Kita dipimpin oleh mereka yang memegang imamat Allah, kuasa yang paling kuat dan kudus di bumi. Kita adalah anggota dari Lembaga Pertolongan, satu-satunya organisasi bagi wanita yang didirikan oleh seorang nabi Allah. Dan malam ini kita akan diajar oleh seorang nabi yang hidup, Presiden Gordon B. Hinckley, yang merupakan orang yang diurapi Tuhan pada masa ini. Saya bersaksi bahwa dia adalah seorang nabi dalam setiap dimensi kata tersebut dan bahwa dia menerima wahyu untuk memberkati kehidupan semua yang memiliki telinga untuk mendengar.

Pada hak-hak istimewa yang menakjubkan ini saya menambahkan satu lagi. Nefi mengajarkan hal ini: "Jika kamu . . . menerima Roh Kudus, Ia akan memperlihatkan kepadamu segala hal yang harus kamu lakukan" (2 Nefi 32:5). Betapa merupakan suatu hak istimewa dan janji yang menakjubkan! Lorenzo Snow mengatakan bahwa merupakan "hak istimewa agung setiap Orang Suci Zaman Akhir . . . untuk memiliki pernyataan dari Roh setiap hari dari kehidupan kita . . . [agar] kita dapat mengetahui terang, dan tidak meraba-raba terus menerus dalam kegelapan" (dalam Conference Report, April 1899, 52). Dan saudara perempuannya Eliza R. Snow menyatakan: "Anda boleh berbicara kepada para [Orang Suci] mengenai kebodohan dunia . . . sampai hari kiamat, dan itu tidak akan meninggalkan kesan. Tetapi . . . tempatkan mereka pada suatu posisi di mana mereka akan mendapatkan Roh Kudus, dan itu akan menjadi perlindungan pasti terhadap pengaruh luar" (Women's Exponent, 15 September 1873, 63). Kita telah dijanjikan kerekanan tetap dari anggota ketiga Tubuh Ketuhanan dan karenanya hak istimewa untuk menerima wahyu bagi kehidupan kita sendiri. Kita tidak sendirian!

Roh Kudus memperluas pikiran kita, hati kita, dan pengertian kita; membantu kita menekan kelemahan dan menolak godaan; mengilhami kerendahan hati dan pertobatan; membimbing dan melindungi kita dalam cara-cara yang ajaib; dan menghadiahkan kita dengan kebijaksanaan, dorongan ilahi, kedamaian pikiran, suatu hasrat untuk berubah, dan kemampuan untuk membedakan antara filsafat manusia dan kebenaran yang diwahyukan. Roh Kudus adalah hamba dan utusan Bapa serta Putra, dan Dia bersaksi baik mengenai realitas agung dan global Mereka maupun hubungan Mereka dengan kita secara pribadi. Tanpa kehadiran Roh, adalah tidak mungkin untuk memahami misi pribadi kita atau untuk mendapatkan kepastian bahwa arah kita benar. Tidak ada penghiburan fana yang dapat menyamai penghiburan dari sang Penghibur. Kata Presiden Hinckley, "Tidak ada berkat lebih besar yang dapat datang ke dalam kehidupan kita daripada . . . kerekanan dari Roh Kudus" (Konferensi Regional Boston Massachusetts, 22 April 1955; penekanan ditambahkan). Namun demikian Brigham Young meratapi: "[Kita] mungkin memiliki Roh Tuhan untuk . . . memimpin [kita] . . . . Namun, saya merasa, bahwa, dalam hal ini, kita hidup jauh di bawah hak-hak istimewa kita" (Deseret News Semi-Weekly, 3 Desember 1867, 2).

Apakah mungkin bahwa pada waktu senja dari masa kelegaan kegenapan waktu ini, ketika Setan beserta antek-anteknya menjelajahi bumi menaburkan kebohongan, kekecewaan, dan keputusasaan, bahwa kita yang telah dipersenjatai dengan obat penawar yang paling ampuh di bumi--karunia Roh Kudus--tidak selalu memanfaatkan sepenuhnya karunia itu? Apakah kita bersalah akan sekedar "bertahan" secara rohani dan tidak mengakses kuasa serta perlindungan yang berada dalam jangkauan kita? Apakah kita puas dengan jauh lebih sedikit dari apa yang rela Tuhan berikan kepada kita, pada dasarnya memilih untuk menghadapinya sendiri di sini daripada bermitra dengan yang Ilahi?

Gereja ini adalah Gereja wahyu. Tantangan kita bukanlah dalam hal mengusahakan Tuhan berbicara kepada kita. Masalah kita adalah dalam mendengarkan apa yang harus dikatakanNya. Dia telah berjanji: "Sesering engkau telah menanyakan, engkau telah menerima petunjuk dari RohKu" (A&P 6:14).

Adalah penting bahwa kita, para sister Lembaga Pertolongan, belajar untuk mendengarkan suara Tuhan. Namun saya khawatir bahwa terlalu sering kita gagal untuk mencari bimbingan Roh. Mungkin kita tidak tahu bagaimana dan belum menjadikannya prioritas untuk belajar. Atau kita demikian sadar akan kegagalan-kegagalan pribadi kita sehingga kita tidak merasa layak, tidak sungguh-sungguh percaya Tuhan akan berbicara kepada kita, dan karenanya tidak mencari wahyu. Atau kita telah membiarkan pengalihan perhatian dan derap kehidupan kita menyisihkan Roh. Betapa merupakan suatu tragedi! Karena Roh Kudus memberkati kita dengan rasa optimis dan kebijaksanaan pada saat-saat tantangan yang benar-benar tidak dapat kita kumpulkan sendiri. Tidaklah mengherankan bahwa salah satu taktik favorit sang musuh di antara para wanita yang saleh adalah "kesibukan"--membuat kita begitu asyik dengan kesibukan kehidupan sehari-hari sehingga kita gagal untuk membenamkan diri kita sendiri dalam injil Yesus Kristus. Sister sekalian, kita tidak mampu untuk tidak mencari hal-hal dari Roh! Terlalu besar resikonya. Terlalu banyak orang bergantung kepada kita sebagai ibu, sebagai saudara perempuan, pemimpin, dan teman. Seorang wanita yang dipimpin oleh Tuhan tahu ke mana harus berpaling untuk mendapatkan jawaban dan untuk kedamaian. Dia dapat membuat keputusan-keputusan sulit dan menghadapi masalah-masalah dengan keyakinan karena dia menerima nasihat dari Roh, dan dari para pemimpinnya yang juga dibimbing oleh Roh.

Tanggung jawab kita, karenanya, adalah untuk belajar mendengarkan suara Tuhan. Pada suatu hari ketika membaca tentang petunjuk Nefi untuk membangun sebuah kapal, saya mendapatkan diri saya berpikir, Tetapi bagaimana Nefi memahami sedemikian jelasnya apa yang Tuhan katakan kepadanya? Pertanyaan itu mendorong saya untuk mencari setiap bukti tulisan suci yang dapat saya temukan mengenai komunikasi langsung antara Allah dan manusia. Pada masing-masing ayat saya membuat sebuah tanda x merah kecil di sisi halaman tulisan suci saya. Sekarang, bertahun-tahun kemudian, tulisan suci saya dipenuhi dengan tanda merah x kecil, masing-masing suatu indikasi bahwa Tuhan memang benar-benar berkomunikasi dengan umatNya.

Saya telah mengalami hal ini sendiri. Saya teringat suatu waktu ketika sebuah kekecewaan pribadi telah membuat saya merasa amat kesepian. Pada suatu hari ketika saya membuka-buka tulisan suci untuk penghiburan, saya mendapatkan kesan bahwa saya perlu memusatkan pada satu ayat tertentu. Ayat itu menuntun saya pada ratusan lainnya yang akhirnya menjadi suatu periode penelaahan yang intens. Tetapi baru tiga tahun kemudianlah sebuah bagian tulisan suci lainnya menarik perhatian saya seolah diterangi lampu neon. Hanya ketika itulah saya diberikan pemahaman, apa yang Tuhan usaha ajarkan kepada saya selama itu mengenai kuasa Korban Tebusan untuk meringankan beban kita. Beberapa dari bisikan paling jelas yang pernah saya terima telah datang ketika sedang terbenam dalam tulisan suci. Tulisan suci merupakan penyalur bagi wahyu. Tulisan suci mengajarkan kita tentang bahasa Roh.

Kemampuan kita untuk mendengar secara rohani berhubungan dengan kesediaan kita untuk membinanya. Presiden Hinckley telah sering kali berkata bahwa satu-satunya jalan yang diketahuinya untuk menyelesaikan apa pun adalah dengan berlutut dan memohon bantuan serta kemudian bangkit dan pergi melakukannya. Paduan dari iman dan kerja keras itu merupakan kurikulum sempurna untuk mempelajari bahasa Roh. Juruselamat mengajarkan, "Berbahagialah mereka semua yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipenuhi dengan Roh Kudus" (3 Nefi 12:6; penekanan ditambahkan). Merasakan lapar dan haus setara dengan kerja secara rohani semata. Beribadah di bait suci, bertobat untuk menjadi semakin murni, mengampuni dan mencari pengampunan, serta puasa dan doa yang sungguh-sungguh semuanya meningkatkan kepekaan kita untuk menerima Roh. Kerja secara rohani ada hasilnya, dan merupakan kunci dari pembelajaran untuk mendengar suara Tuhan.

Penatua Bruce R. McConkie berkata, "Tidak ada harga yang terlalu mahal . . . pengorbanan yang terlalu besar, bila dari semuanya itu kita . . . menikmati karunia Roh Kudus" (A New Witness for the Articles of Faith [1984], 253). Apa yang bersedia kita lakukan, kelemahan dan kesukaan apa yang rela kita lepaskan, untuk mendapatkan sebagai pelindung dan penuntun pribadi kita kerekanan tetap dari Roh Kudus?

Itu merupakan sebuah pertanyaan yang pantas diajukan, agar kita menjadi jelas: Sang musuh senang memisahkan kita, para sister Gereja ini, dari Roh. Karena dia tahu betapa pentingnya pengaruh kita dan keberadaan kita dalam kerajaan Allah zaman akhir.

Ke mana orang-orang dunia berpaling untuk menemukan wanita dengan kebajikan dan integritas--wanita yang merupakan mercu suar kebenaran karena wajah mereka memancarkan terang Kristus? Kepada kita, para sister Lembaga Pertolongan. Ini bukanlah suatu ungkapan hiperbol. Ini adalah mandat kita. Tidak ada kelompok wanita di mana pun, yang kepadanya Tuhan bersandar lebih daripada kita--para wanita yang dapat mendengar, dan yang akan mengindahkan, suara Tuhan. Tuhan mengasihi para wanita Gereja ini! Dan Dia bersandar pada para wanita Gereja ini, di seluruh dunia, untuk menciptakan perbedaan yang hanya dapat kita ciptakan.

Musim semi lalu saya menghabiskan satu hari di Siberia. Ketika saya berjalan ke dalam sebuah ruangan yang disewa untuk bertemu dengan para sister di sana, Roh secara mutlak memenuhi diri saya. Saya tahu bahwa saya berada di hadapan para wanita yang dikasihi oleh Tuhan--para sister pionir kita di Rusia. Saya bertanya-tanya apakah begitu rasanya berada bersama Emma dan Eliza di Nauvoo. Saya bukan satu-satunya yang merasakannya. Menjelang akhir pertemuan, Sister Efimov, istri presiden misi, memiringkan tubuhnya ke arah saya, dan dengan beberapa patah kata bahasa Inggris yang dikuasainya, berbisik, "Amat Roh Kudus!" Memang amat Roh Kudus! Roh benar-benar tidak dapat ditahan di antara para wanita saleh yang melakukan usaha terbaiknya.

Kita akan menyelenggarakan hanya satu lagi pertemuan umum Lembaga Pertolongan abad ini. Tuhan cukup mempercayai kita untuk menempatkan kita di atas panggung pada era yang paling penting dalam sejarah dunia ini. Kita harus bangkit berdiri sebagai wanita yang untuknya kita dipersiapkan pada masa-masa pelatihan prakehidupan fana. Kita tidak memiliki kemewahan untuk hidup di bawah potensi kita sendiri atau untuk bersikap santai mengenai mencari karunia-karunia Roh.

Tetapi kita siap menghadapi tantangannya. Malam ini semoga setiap orang di antara kita menetapkan bahwa tidak ada sesuatu pun yang akan berdiri di antara kita dan Roh Tuhan. Semoga kita membulatkan kembali tekad untuk merentangkan diri kita secara rohani dan untuk bekerja sedikit lebih keras guna mencari ilham surga untuk menuntun kehidupan kita. Roh Kuduslah yang menuntun kita kepada Tuhan, yang mengikat kita kepadaNya, dan yang memeteraikan kesaksian kita mengenai Dia tanpa dapat dibatalkan.

Saya tahu bahwa Allah adalah Bapa kita, bahwa Yesus Kristus adalah Penebus kita, dan bahwa Mereka telah menyediakan sebuah jalan agar kita tidak pernah perlu sendirian. Sebagaimana teman-teman saya mendukung saya pada saat adanya kebutuhan besar, semoga demikian pula kita memiliki Roh Kudus untuk memperkuat dan untuk membimbing kita. Semoga kita berupaya dengan segenap tenaga jiwa kita untuk mendengarkan dan mengindahkan suara Tuhan agar kita dapat melakukan apa yang untuknya kita telah dikirim ke bumi ini. Dalam nama Yesus Kristus, amin.

 
© 2008 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy