The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Gospel Library General Conference
Conferences
April dari 1998
Persepuluhan: Sebuah Hak Istimewa

Persepuluhan: Sebuah Hak Istimewa

Penatua Ronald E. Poelman
Dari Dewan Tujuh Puluh

Anda dan saya sekarang berada di antara generasi-generasi itu yang diberikan hak isitmewa untuk mengetahui dan mematuhi hukum persepuluhan. Berkat-berkat yang datang dari kepatuhan terhadap hukum itu adalah berkat-berkat jasmani dan rohani.

Penatua Ronald E. Poelman

Amerika sedang terpuruk dalam masa depresi ekonomi pada tahun 1930-an. Saya adalah satu di antara beberapa anak kecil dalam keluarga saya, dan ayah kami sudah menganggur selama beberapa bulan. Tidak ada bantuan pemerintah bagi mereka yang tidak memiliki pekerjaan, dan program kesejahteraan Gereja belum diberlakukan. Kebutuhan kami banyak. Beberapa orang mungkin mengatakan bahwa kami amat papa. Meskipun saya masih kecil, saya merasakan kegelisahan dan kekuatiran orang tua saya.

Setiap pagi kami berlutut bersama sebagai sebuah keluarga, dan masing-masing secara bergilir memimpin doa kami. Suatu pagi yang penuh kenangan, merupakan giliran ibu. Ibu menjelaskan sebagian keperluan kami yang mendesak, dan kemudian dia bersyukur kepada Bapa Surgawi kami atas kesempatan mematuhi hukum persepuluhan. Saya dengan segera mengalami suatu perasaan penghiburan dan kepastian. Mematuhi hukum persepuluhan merupakan suatu hak istimewa dan akan mendatangkan berkat-berkat. Saya tidak meragukannya karena ibu saya mengetahuinya. Perasaan-perasaan itu telah bertahan dan bertambah kuat sepanjang kehidupan saya.

Saat pertama saya membayar persepuluhan, jumlahnya adalah lima sen. Dengan ayah saya, saya pergi ke kantor uskup, yang dengan khidmat menerima lima sen saya, dan menuliskan kuitansi. Kemudian dia berdiri dan, datang dari belakang mejanya, duduk di sebelah saya. Dengan tangannya di atas bahu saya, dia memberikan sepotong kertas kecil namun penting dan mengatakan, "Ronald, kamu telah membuat suatu permulaan yang baik, dan jika kamu meneruskan sebagaimana kamu telah memulainya, kamu dapat menjadi seorang pembayar persepuluhan yang sempurna." Gagasan menjadi sempurna dalam hal apa pun tampaknya berada di luar kemampuan saya. Saya telah berusaha keras hanya untuk menjadi anak yang baik. Tetapi dengan kata-kata itu, uskup mengilhami saya untuk berupaya bagi kesempurnaan dalam satu aspek dasar dari injil. Berkat-berkat, baik jasmani maupun rohani, telah sangat berlimpah.

Selama masa itu, kesaksian saya mengenai membayar persepuluhan sebagai suatu hak istimewa telah diteguhkan berulang kali. Kepatuhan terhadap hukum itu, di antaranya, telah memungkinkan saya untuk ditahbiskan pada imamat kudus, untuk diendow di dalam rumah Tuhan, untuk melayani misi penuh waktu, dan untuk dimeteraikan kepada anggota keluarga sepanjang masa dan kekekalan. Sebagai tambahan, saya memiliki kesempatan istimewa untuk kembali ke bait suci berulang kali untuk melayani sesama dan untuk diberi petunjuk mengenai hal-hal yang memiliki kepentingan kekal.

Kepentingan kudus hukum persepuluhan telah ditegaskan sendiri oleh Juru Selamat setelah kebangkitanNya dan selama pelayananNya kepada bangsa yang sekarang dikenal sebagai orang-orang Amerika.

Kitab Mormon mencatat bahwa Juru Selamat mengajar bangsa Nefi dari tulisan suci yang mereka miliki, tetapi berbicara mengenai tulisan suci lainnya yang tidak mereka miliki, memerintahkan mereka untuk menulis kata-kata yang telah Bapa berikan kepada Maleakhi, termasuk kata-kata ini:

"Apakah seorang manusia akan merampok Allah? Walaupun demikian kamu telah merampok Aku. Tetapi kamu mengatakan: Dalam hal apa kami telah merampokMu? Dalam persepuluhan dan persembahan. . . .

"Bawalah kamu segala persepuluhan ke dalam perbendaharaan rumahKu, supaya ada makanan dalam rumahKu; maka cobailah Aku sekarang, firman Tuhan semesta alam, kalau-kalau Aku tidak mau membukakan kamu segala jendela surga, dan mencurahkanmu suatu berkat sehingga tidak akan ada cukup ruangan untuk menerimanya" (3 Nefi 24:8,10).

Juru Selamat lebih lanjut menekankan pentingnya perintah ini kepada kita ketika Dia berkata kepada bangsa Nefi, "Tulisan-tulisan suci ini, yang tidak ada padamu, Bapalah yang memerintahkan Aku supaya memberikannya kepadamu; karena menurut kebijaksanaanNyalah tulisan suci itu harus diberikan kepada angkatan yang akan datang" (3 Nefi 26:2).

Anda dan saya sekarang berada di antara generasi-generasi itu yang diberikan hak isitmewa untuk mengetahui dan mematuhi hukum persepuluhan. Berkat-berkat yang datang dari kepatuhan terhadap hukum itu adalah berkat-berkat jasmani dan rohani, sebagaimana dapat dipersaksikan oleh banyak dari kita.

Dalam zaman akhir ini, Tuhan telah berkata, "Lihatlah, sampai datangnya Putra Manusia, waktu itu disebut 'hari ini,' dan sesungguhnyalah, hari itu merupakan waktu untuk berkorban, dan waktu untuk persepuluhan umatKu" (A&P 64:23).

Dapatkah persepuluhan dianggap sebagai suatu pengorbanan? Ya, khususnya jika kita mengerti arti dari dua kata Latin dari mana berasal kata pengorbanan dalam bahasa Inggris. Dua kata ini, sacer dan facere, yang dipadukan menjadi "untuk menjadikan kudus." Apa yang kita kembalikan kepada Allah sebagai persepuluhan sesungguhnya dijadikan kudus, dan mereka yang patuh diteguhkan.

Jauh sebelum itu, Tuhan menekankan kekudusan persepuluhan kepada Musa dalam kata-kata ini, tercatat dalam Kitab Imamat: "Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah . . . adalah milik Tuhan; itulah persembahan kudus bagi Tuhan" (Imamat 27:30).

Sebagai pasangan muda, istri saya dan saya sedang menantikan kelahiran anak pertama kami. Saya sedang mempelajari hukum di universitas dan bekerja malam hari di pompa bensin. Kami hanya memiliki sedikit uang. Kami telah melengkapi apartemen lantai dasar kami yang kecil dengan perabotan bekas dan banyak kotak kayu.

Ketika saat kelahiran mendekat, kami telah mengumpulkan segala sesuatu yang kami mungkin perlukan, kecuali kami tidak memiliki tempat tidur bagi bayi kami dan uang untuk membelinya.

Adalah kebiasaan kami pada waktu itu untuk membayar persepuluhan kami setiap bulan pada hari Minggu puasa. Ketika hari itu semakin dekat, kami membahas kemungkinan untuk menunda pembayaran persepuluhan kami sehingga kami dapat membayar uang muka untuk sebuah tempat tidur bayi. Dalam semangat puasa, dan setelah berdoa, kami memutuskan untuk membayar persepuluhan dan untuk mempercayai Bapa Surgawi kami.

Beberapa hari kemudian, saya sedang berjalan di daerah niaga kota dan tanpa diduga bertemu dengan mantan presiden misi saya, yang menanyakan apakah saya masih bersekolah atau sudah bekerja untuk suatu pekerjaan. Saya menjawab bahwa saya melakukan keduanya.

Apakah saya telah menikah? "Ya!"

Apakah kami memiliki anak-anak? "Belum, tetapi anak pertama kami akan lahir dalam beberapa minggu saja."

"Apakah anda memiliki tempat tidur untuk bayi itu?" dia bertanya. "Tidak," saya menjawab dengan sungkan, terkejut dengan pertanyaan yang terus terang itu.

"Kalau begitu," dia berkata, "Saya sekarang berkecimpung dalam usaha perabot rumah tangga, dan akan menyenangkan hati saya untuk mengirim sebuah tempat tidur bayi ke apartemen anda sebagai sebuah hadiah."

Suatu perasaan kuat akan kelegaan, rasa syukur, dan kesaksian menguasai diri saya.

Hadiah itu memenuhi suatu kebutuhan jasmani, tetapi tetaplah merupakan suatu pengingat yang menyentuh mengenai pengalaman rohani yang menyertainya, menegaskan kembali bahwa hukum persepuluhan merupakan sebuah perintah dengan sebuah janji.

Tantangan-tantangan yang sangat serius dalam kehidupan tidak banyak menuntut sumber-sumber jasmani, melainkan karunia-karunia Roh. Di antara tantangan-tantangan seperti itu mungkin saja penyakit, penderitaan, atau kematian orang yang dikasihi; seorang anggota keluarga yang memberontak dan tidak patuh; tuduhan palsu; dan kekecewaan-kekecewaan besar lainnya. Selama tantangan-tantangan semacam itu kita memerlukan iman, ilham, penghiburan, keberanian, kesabaran, dan kemampuan yang lebih besar untuk mengampuni. Berkat-berkat ini dapat dicurahkan dari tingkap-tingkap langit.

Teringat oleh kita orang-orang yang baik dan setia yang mempercayai pengajaran Alma yang tua, dan masuk ke dalam kandang domba Allah. Kitab Mormon mencatat bahwa mereka patuh dan benar (lihat Mosia 18). Terlepas dari betapa pun kebaikan mereka, mereka menderita kesengsaraan yang besar di tangan para musuh mereka. Ketika mereka mencurahkan isi hati mereka kepada Allah, Dia menjawab mereka denga kata-kata penghiburan, meyakinkan mereka bahwa Dia akan mengunjungi mereka dalam kesengsaraan mereka (lihat Mosia 24:14).

Kemudian kita membaca, "Tuhan telah menguatkan mereka agar mereka dapat menanggung beban mereka dengan mudah dan mereka menyerahkan diri dengan senang hati dan dengan sabar kepada segala kehendak Tuhan" (Mosia 24:15).

Semoga kita dapat demikian dikuatkan dan tunduk.

Meskipun kita mematuhi hukum persepuluhan, kita tentunya akan mengalami pencobaan dan kesulitan kefanaan. Namun, jika kita jujur kepada Tuhan, kemudian, sewaktu kita menghadapi kesengsaraan, kita akan diyakinkan bahwa kita akan diberkati dengan iman, kekuatan, kebijaksanaan, dan bantuan dari orang lain--dengan segala yang dibutuhkan bukan hanya untuk mengatasi, tetapi untuk belajar dan untuk tumbuh dari pengalaman-pengalaman itu.

Pemimpin--nabi kita, Presiden Gordon B. Hinckley, telah berkata: "Saya dapat bersaksi mengenai hukum persepuluhan dan berkat-berkatnya karena saya telah mengalaminya. Dan setiap pria dan wanita di dalam Gereja ini yang merupakan pembayar persepuluhan yang jujur, dapat bersaksi mengenai keilahian dari asas itu" (Ensign, Juli 1996, hlm. 73).

Sebagai salah seorang dari anggota Gereja itu, saya menambahkan kesaksian saya pribadi. Berkat-berkat dari mematuhi asas persepuluhan dapat mendatangkan kedamaian pikiran, iman yang meningkat, ilham, dan suatu keinginan untuk mematuhi dengan lebih sepenuhnya semua perintah Bapa Surgawi kita.

Yang terakhir, dan yang paling penting, saya bersaksi bahwa saya tahu Allah hidup, adalah Bapa kita, dan mengasihi kita. Yesus dari Nasaret adalah Putra Allah dan Juru Selamat serta Penebus kita. Dewasa ini kita dipimpin oleh seorang nabi yang hidup, Gordon B. Hinckley. Dalam nama Yesus Kristus, amin.

 
© 2009 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy