The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Gospel Library General Conference
Conferences
April dari 1998
Para Remaja Putri--Panji-panji Kemerdekaan

Para Remaja Putri--Panji-panji Kemerdekaan

Sharon G. Larsen
Penasihat Kedua dalam Presidensi Umum Remaja Putri

Anda tidak perlu menjadi Panglima Moroni untuk menciptakan perbedaan. Bapa kita di Surga membutuhkan anda untuk menjadi siapa diri anda, di dalam keluarga anda. Dia telah merencanakannya demikian.

Sharon G. Larsen

Panglima besar tentara bangsa Nefi sedang marah! Amalikia, seorang pembelot yang jahat dan ambisius, sedang berusaha untuk menghancurkan rumah dan keluarga serta negara dari bangsa Nefi yang saleh. Panglima Moroni mengambil jubahnya dan merobeknya untuk membuat bendera. Pada jubahnya dia menuliskan kata-kata ini, "Untuk memperingati Allah kita, agama kita, kemerdekaan serta perdamaian kita, istri dan anak-anak kita" (Alma 46:12), dan dia mengikatkan sobekan jubahnya itu pada ujung sebuah tongkat. Dia menyebut bendera ini "panji kemerdekaan." Panji tersebut dipasang di setiap menara di seluruh penjuru negeri--suatu pengingat untuk melindungi keluarga mereka dari para penyusup yang jahat.

Para remaja putri, anda adalah bagaikan panji-panji kemerdekaan sewaktu anda berupaya untuk melindungi keluarga anda dari penyusup-penyusup seperti sikap mementingkan diri, kekasaran, kemarahan, dan pertentangan. Panji anda mencerminkan kedamaian dan kasih serta pelayanan bagi keluarga anda.

Dengarkan teladan seorang remaja putri yang menulis: "Saat ini di dalam keluarga kami, kami sedang melewati suatu masa yang sulit. Saya telah diberikan kesempatan untuk mengisi peran ibu saya. Kadang-kadang saya harus tidak berperanserta dalam kegiatan sesudah sekolah agar saya dapat mengurus adik lelaki saya. Kadang-kadang saya harus tidak pergi dengan teman-teman saya agar saya dapat memasak makanan malam atau pergi berbelanja." Kemudian dia menambahkan, "Karena tanggung jawab ini, saya telah belajar banyak tentang menjadi seorang ibu, tumbuh dewasa dan menerima tanggung jawab, bukan hanya bagi diri saya sendiri tetapi bagi orang lain."

Sewaktu anda mengangkat panji kemerdekaan anda, bendera anda, anda akan menemukan banyak cara untuk memberkati keluarga anda, untuk mengasihi keluarga anda, dan untuk sekedar memberi perhatian.

Misalnya, ketika putri kami Shelly kembali dari pelayanan misinya, saya tidak mengangkat jubah saya pada sebuah tongkat, tetapi saya mendapatkan sebuah permadani merah yang panjang dan tidak lebar. Ketika Shelly pulang ke rumah, dia berjalan di atas sebuah hamparan permadani merah menuju pintu depan rumah.

Tetapi anda tidak membutuhkan sebuah permadani merah atau jubah yang sobek. Kadang-kadang sekedar sebuat catatan kecil di atas bantal atau sebuah senyuman atau pelukan adalah lebih baik daripada apa pun yang dapat anda pikirkan untuk menyatakan kasih.

Pelayanan menyatakan kasih.

Lindsey sedang mengangkat benderanya tinggi-tinggi ketika dia melayani ibunya. Dia menulis: "Ibu saya beristirahat siang. Saya telah membersihkan rumah. Ketika dia bangun, dia amat terkejut." Kini, dengarkan apa yang dikatakan Lindsey: "Saya merasa senang di dalam hati." Menurut anda bagaimana perasaan ibunya? Menurut anda bagaimana perasaan Bapa Surgawi mengenai apa yang telah dilakukannya?

Para remaja putri, di dalam hati saya, saya membuka gulungan permadani merah bagi setiap orang di antara anda dan memberi anda penghargaan yang tertinggi.

Anda tidak perlu menjadi Panglima Moroni untuk menciptakan perbedaan. Bapa kita di Surga membutuhkan anda untuk menjadi siapa diri anda, di dalam keluarga anda. Dia telah merencanakannya demikian. Keluarga anda tidak akan sama tanpa kehadiran anda. Anda sangatlah penting.

Saya teringat ketika saya mencapai usia Pramusari (dulu sekali ketika dinosaurus masih berkeliaran di bumi!), kakak perempuan saya akan meninggalkan rumah untuk melanjutkan sekolah. Saya menangis tak terkendali. Sewaktu dia berusaha untuk menghibur saya, dia berkata, "Jangan menangis, Sharon; saya akan kembali." Dengan wajah berurai air mata, saya memandangnya dan berkata, "Ah, saya tahu kakak akan kembali, tetapi siapa yang akan mengepel lantai sementara kakak pergi?" Saya rasa itulah yang disebut membalikkan hati anda kepada diri sendiri!

Saya segera menemukan bahwa adalah lebih dari sekedar mengepel lantai yang akhirnya saya rindukan dari dirinya. Kami saling membutuhkan. Kami perlu saling mendampingi.

Beberapa tahun kemudian kakak perempuan yang sama ini membalikkan hatinya kepada saya ketika saya bertanya kepadanya apakah saya dapat meminjam mobilnya untuk pergi mengunjungi teman-teman saya. Dia memperbolehkan, tetapi mengatakan bahwa saya harus membawanya kembali pukul 4 sore. Saya pergi dengan senang hati. Kami begitu menikmati waktu kami, sehingga saya hampir tidak percaya ketika memandang jam dan melihat waktu sudah pukul 6! Ketika saya bergegas pulang, kakak perempuan saya sudah tidak ada, tetapi di atas meja terdapat sebuah kue coklat yang cantik, kesukaan saya, dengan sebuah catatan kecil yang bunyinya: "Jangan kuatir. Saya tahu kamu sedang menikmati waktumu. Saya berhasil mendapatkan tumpangan lain. Saya mengasihimu." Itulah yang artinya membalikkan hati anda kepada keluarga anda, mengangkat bendera anda tinggi-tinggi! Dia menguatirkan perasaan saya ketika sayalah orang yang telah merepotkannya!

Ada kekuatan di antara para saudara perempuan. Ada kekuatan di antara saudara lelaki dan saudara perempuan. Ada kekuatan di antara orang tua dan anak-anak untuk saling mendukung dan, ya, bahkan saling "menyelamatkan."

Pertimbangkan kekuatan yang menyelamatkan dalam kisah ini. Beberapa tahun lalu, dua anak perempuan kembar Brielle dan Kyrie dilahirkan prematur bagi keluarga Jackson. Mereka diletakkan dalam mesin inkubator yang terpisah untuk mengurangi resiko terjadinya infeksi. Kyrie, anak yang lebih besar berbobot kira-kira 1 kilogram, segera meningkat berat badannya dan tidur dengan tenang. Tetapi Brielle, yang lahir dengan bobot kurang dari 1 kg, tidak dapat mengejar perkembangan saudara kembarnya. Tiba-tiba pada suatu hari kondisi Brielle menjadi kritis. Perawat mencoba segala yang dapat dipikirkannya untuk menjadikan keadaan Brielle stabil. Brielle tetap menangis dan gelisah ketika pemasukan oksigennya menurun dan detak jantungnya bertambah cepat. Kemudian perawat tersebut mengingat sebuah prosedur yang pernah didengarnya. Dia mengatakan kepada kedua orang tua yang cemas, "Biarkan saya mencoba untuk menempatkan Brielle dengan saudara kembarnya untuk melihat apakah itu akan menolong." Orang tuanya mengijinkan, dan perawat itu memasukkan bayi yang terus menangis itu ke dalam inkubator bersama saudaranya yang lebih besar. Belum lagi pintu inkubator ditutup, Brielle telah merapatkan dirinya bersama Kyrie dan segera menjadi tenang. Dalam beberapa menit saja perhitungan oksigen dalam darah Brielle mencapai yang terbaik sejak kelahirannya. Sewaktu dia tertidur, Kyrie memelukkan lengan mungilnya kepada saudaranya yang lebih kecil (lihat Nancy Sheehan, "A Sister's Helping Hand," Reader's Digest, Mei 1996, 155­56).

Para dokter dan perawat telah mencoba setiap sarana medis dan ilmiah yang tersedia untuk membantu bayi itu dan tidak satupun yang berhasil. Tidak ada sesuatupun yang dapat dilakukan bagi bayi yang berjuang itu, apa yang dapat dilakukan oleh saudaranya sendiri. Inilah yang dapat saling dilakukan oleh para saudara perempuan. Inilah yang dapat saling dilakukan oleh para anggota keluarga.

Remaja putri sekalian, hidup anda merupakan suatu bendera yang dapat membantu untuk melindungi keluarga anda dari para penyusup yang jahat. Kami memanggil anda untuk membela kebaikan dan keramahan dan pelayanan bagi mereka yang paling anda kasihi--keluarga anda. Saya doakan, dalam nama Yesus Kristus, amin.

 
© 2009 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy