The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Broadcast General Conference Archives
Conferences
April 2000
Lidah-lidah Seperti Nyala Api

Lidah-lidah Seperti Nyala Api

Presiden Boyd K. Packer
Penjabat Presiden Kuorum Dua Belas Rasul

Dalam setiap bahasa, Roh Allah--Roh Kudus--membimbing, atau dapat menuntun, setiap anggota Gereja.

Presiden Boyd K. Packer

Menurut Anda mungkinkah kita yang dipanggil untuk berceramah mengalihkan perhatian pendengar dari gedung yang luar biasa ini untuk memusatkan pada tujuan gedung ini dibangun?

Kemungkinan itu dapat dilakukan dengan menggunakan perumpamaan dan puisi.

Perumpamaan: Seorang pedagang yang sedang mencari permata yang sangat berharga akhirnya menemukan sebuah mutiara yang sempurna. Dia meminta pengrajin kayu membuat kotak berlapiskan beludru yang indah. Dia menempatkan mutiara yang sangat berharga itu ke dalam kotak untuk dipertontonkan sehingga orang dapat menyaksikannya. Dia memperhatikan orang- orang yang datang melihatnya. Tetapi dia amat kecewa. Ternyata kotaknyalah yang mereka kagumi, bukan permatanya.

Puisi:
Kita buta, sampai kita melihat
Bahwa dalam rencana universal
Tidak ada yang berharga
Kecuali dapat memperbaiki manusia
Mengapa membangun gedung yang hebat,
Jika manusianya tidak terbangun?
Sia-sia membangun dunia, kecuali
Manusianya juga terbangun.1

Dalam memikirkan si pembangun, kami akan memulai dari belahan dunia lain dua ribu tahun lalu di sungai Yordan bersama Yohanes Pembaptis. Dia berkhotbah, "Aku . . . membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Dia yang datang kemudian daripadaku lebih berkuasa daripadaku, . . . Dia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api"2

"Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya"3

"Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Dia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya."

"Lalu terdengarlah suara dari surga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."4

Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.5 Yesus menggagalkan semua pencobaan dengan mengunakan tulisan suci.

"Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja"6

"Ada pula terutlis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!"7

"Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"8

Pikirkanlah itu dengan cermat. Ketika menghadapi Iblis sendiri, Tuhan menggunakan tulisan suci untuk perlindungan.

Yesus memilih di antara 12 murid-Nya yang ditahbiskan menjadi Rasul: Petrus, Yakobus, dan Yohanes; Andreas, Filipus, Bartolomeus, Tomas, Matius, Simon, Yudas, Yakobus, dan Yudas. Mereka adalah orang-orang yang dilukiskan oleh kaum Farisi sebagai tak terpelajar dan bodoh.9

Dua belas orang itu mengikuti-Nya. Dia mengajar mereka.

Dia memerintahkan mereka untuk mengajar semua bangsa, membaptis mereka yang percaya.10

Sebelum Dia meninggalkan mereka, Dia berjanji, "Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu."11

Yesus disalibkan. Pada hari ketiga Dia bangkit dari kubur. Dia memberi petunjuk lebih lanjut kepada para Rasul; dan kemudian, sebelum dia terangkat, Dia berkata, "Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi."12

Tidak lama kemudian Kuasa itu tiba. Pada hari Pentakosta Dua belas murid-Nya berkumpul dalam sebuah rumah:

"Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras . . . .

"Dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.

"Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus"13

Dengan itulah para Rasul diberdayakan.

Ketika mereka berbicara hari itu, mereka semua tercengang-cengang dan heran karena mendengarnya dalam bahasa sendiri--18 bahasa yang berbeda.14

Para Rasul keluar dan membaptiskan semua yang percaya dengan pesan mereka. Tetapi pembaptisan untuk pertobatan tidaklah cukup.15

Paulus menemukan 12 lelaki yang telah dibaptiskan dengan Pembaptisan Yohanes dan bertanya, "Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, . . . ?" [Mereka menjawab], "Belum, bahkan kami belum pernah mendengar bahwa ada Roh Kudus."16

"Mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus,"17 dan "Paulus . . . menumpangkan tangan di atas mereka, [dan] turunlah Roh Kudus ke atas mereka."18

Pola itu telah ditetapkan sejak awal.19 Jalan masuk ke dalam Gereja Yesus Kristus adalah melalui "pembaptisan dengan pencelupan untuk pengampunan dosa-dosa."20 Lalu dengan tata cara terpisah, karunia Roh Kudus yang sangat berharga dianugerahkan "oleh mereka yang mempunyai wewenang untuk memberitakan Injil serta melaksanakan tata cara-tata cara daripadanya."21

Meskipun banyak pertentangan, Dua Belas Rasul mendirikan Gereja Yesus Kristus dan berhasil.

Tetapi berabad-abad telah lewat, lidah api itu berkedip-kedip dan suram. Tata cara-tata cara diubah atau ditinggalkan. Kekuasaan imamat hilang; dan kuasa untuk menganugerahkan Roh Kudus hilang. Zaman Kemurtadan yang gelap menguasai dunia.

Tetapi selalu, seperti sejak awal, Roh Allah mengilhami jiwa-jiwa yang layak.22

Kita sangat berhutang budi kepada para protestan dan reformis yang menjaga tulisan suci serta menerjemahkannya. Mereka tahu sesuatu telah hilang. Mereka menjaga semangat itu tetap menyala sebaik mungkin. Banyak di antaranya mati syahid. Tetapi memprotes saja tidaklah cukup; demikian pula merombak, tidaklah memulihkan yang sudah hilang.

Pada saatnya, perpecahan gereja pun terjadi.

Ketika semua sudah siap, Bapa dan Putra menampakkan diri kepada pemuda Joseph di Hutan Kudus, dan kata-kata yang diucapkan di sungai Yordan pun sekali lagi terdengar "Inilah Putra- Ku yang Kukasihi. Dengarkanlah Dia!"23

Joseph Smith menjadi alat Pemulihan.

Yohanes Pembaptis memulihkan "Imamat Harun, yang memegang kunci-kunci pelayanan para malaikat, dan Injil pertobatan, dan pembaptisan melalui pencelupan untuk pengampunan dosa- dosa"24

Petrus, Yakobus, dan Yohanes memulihkan jabatan Rasul dengan imamat yang lebih tinggi. Bersamaan dengan itu turunlah wewenang untuk menganugerahkan karunia Roh Kudus yang sangat berharga.25

Pada tanggal 6 April 1830, Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir diorganisasi. Para penatua diutus untuk mengajar dan membaptis. Sembilan bulan kemudian terdapat perubahan, sebuah wahyu:

"Engkau telah membaptis dengan air untuk pertobatan, tetapi mereka tidak menerima Roh Kudus;

"Tetapi sekarang Aku memberimu sebuah perintah, bahwa engkau harus membaptis dengan air dan mereka akan menerima Roh Kudus dengan penumpangan tangan, bahkan seperti para Rasul zaman dahulu."26

Satu bulan kemudian, perintah itu diulang kembali, "kepada sebanyak orang yang akan engkau baptiskan dengan air, engkau akan menumpangkan tanganmu dan mereka akan menerima karunia Roh Kudus."27

Karunia itu ditujukan bagi semua orang yang bertobat dan dibaptiskan--anak-anak lelaki dan perempuan, wanita dan pria sama saja.

Kita hidup di zaman--yang sangat sulit. Kita berharap, kita berdoa akan adanya perbaikan. Tetapi tampaknya tidak pernah terjadi. Nubuat pun mengatakan demikian. Sebagai manusia, sebagai keluarga, atau perorangan, kita tidak terbebas dari pencobaan yang akan datang. Tidak seorang pun luput dari pencobaan umum kepada keluarga, pekerjaan, kekecewaan, duka, kesehatan, usia lanjut, akhirnya kematian.

Apa yang hendaknya dilakukan? Pertanyaan itu diajukan oleh Dua belas Rasul pada hari Pentakosta. Petrus menjawabnya, "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptiskan dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus."28

Dia memberitahu mereka, "Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh."29

Pertanyaan yang sama--"Apa yang harus kita lakukan?"--diajukan oleh nabi Nefi. "Bersedia mengambil nama Kristus ke atas dirimu, dengan pembaptisan . . . , kemudian datanglah pembaptisan dengan api dan dengan Roh Kudus."30

"Tidak ingatkah kamu bahwa aku telah berkata kepadamu bahwa setelah kamu menerima Roh Kudus kamu dapat berbicara dengan bahasa para malaikat?

"Para malaikat berbicara melalui kuasa Roh Kudus; oleh karena itu, mereka mengucapkan firman Kristus . . . lihatlah, firman Kristus akan memberitahukan kepadamu segala hal yang harus kamu lakukan.

"Oleh karena itu, jika kamu tidak dapat memahami kata-kata ini, setelah aku mengucapkannya, ini disebabkan kamu tidak bertanya, juga kamu tidak mengetuk; oleh karena itu, kamu tidak dibawa ke dalam terang, tetapi harus binasa dalam gelap.

"Karena lihatlah, kukatakan lagi kepadamu bahwa jika kamu ingin masuk melalui gerbang itu, dan menerima Roh Kudus, Dia akan memperlihatkan kepadamu segala hal yang harus kamu lakukan."31

Kita tidak perlu hidup dalam ketakutan akan masa depan. Kita memiliki setiap alasan untuk bersukacita dan sedikit alasan untuk takut. Jika kita mengikuti dorongan Roh, kita akan selamat, apa pun yang terjadi di masa depan. Kita akan diberi petunjuk apa yang harus dilakukan.

Kristus berjanji, "Bapa, [akan] memberi seorang penolong yang lain, . . .

"Yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu me- ngenal Dia, sebab Dia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu."32

Terlalu banyak di antara kita seperti yang dikatakan Tuhan "[datang dengan] hati yang patah dan jiwa yang penuh sesal . . . [dan] pada waktu mereka ditobatkan, dibaptiskan dengan api dan dengan Roh Kudus, dan mereka tidak mengetahuinya."33

Bayangkan "bahwa mereka tidak mengetahuinya." Adalah umum bagi seseorang yang telah menerima karunia itu tetapi tidak menyadarinya.

Saya khawatir bahwa karunia itu menjadi tidak jelas karena program dan kegiatan serta jadwal dan begitu banyak pertemuan. Ada sedemikian banyak tempat yang dikunjungi, sedemikian banyak hal yang dilakukan dalam dunia yang kacau ini. Kita tidak boleh terlalu sibuk agar dapat menaruh perhatian.

Suara Roh itu lembut--suara yang lebih banyak terasa daripada terdengar. Itu adalah suara roh yang masuk ke dalam pikiran sebagai buah pikiran yang ditanamkan ke dalam hati.

Di seluruh dunia, manusia biasa, lelaki dan wanita, serta anak-anak tidak sepenuhnya menyadari karunia, bahwa mereka memiliki karunia, yang memberkati keluarga mereka, mengajar, berkhotbah, dan melayani melalui Roh yang mereka miliki.

Dalam setiap bahasa, Roh Allah--Roh Kudus--membimbing, atau dapat menuntun, setiap anggota Gereja. Setiap orang diundang untuk datang dan bertobat serta dibaptiskan dan menerima karunia kudus ini.

Meskipun banyak pertentangan, Gereja berkembang; dan meskipun teraniaya, Gereja akan tumbuh.

Joseph Smith ditanya, "Bagaimana agama Anda berbeda dari agama lainnya?" Dia menjawab, "Segala sesuatunya dalam kendali Roh Kudus."34

Gereja dihidupkan dengan doa dan ditingkatkan "dengan jalan mematuhi hukum-hukum serta tata cara-tata cara Injil."35

Gereja akan mati oleh pelanggaran dan pengabaian.

Kita menyadari bahwa penggoda--musuh--menggunakan jalur pikiran dan perasaan yang sama untuk mengilhami kita berbuat kejahatan, kemalasan, bermusuhan, bahkan tindakan kegelapan. Dia dapat mengendalikan pikiran kita dan menggiring kita kepada kesengsaraan.

Tetapi kita masing-masing memiliki hak pilihan; selalu dan selamanya terang mengatasi kegelapan.

Imamat ditegakkan untuk memastikan wewenang untuk membaptis dan mengaruniakan Roh Kudus. Selalu ada guru dan pemimpin yang dipanggil serta ditetapkan untuk mengajar dan mengoreksi kita. Kita dapat belajar memilah-milah dorongan dari godaan serta mengikuti ilham Roh Kudus.

Inilah saatnya untuk hidup! Tak peduli pencobaan apa pun yang menanti kita, kita dapat menemukan jawaban atas pertanyaan, "Apa yang harus kita lakukan?" Kita, dan mereka yang kita kasihi, akan dibimbing dan diperbaiki serta dilindungi, dan kita akan dihibur.

Dia berkata: "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu."36

Sepasti seperti saya mengetahui bahwa saya di sini dan Anda di sana, saya tahu bahwa Yesus adalah Kristus. Dia hidup! Saya tahu karunia Roh Kudus, sebuah kekuatan rohani yang kudus, dapat menjadi rekan tetap setiap jiwa yang mau menerimanya. Saya memohon agar saksi Roh Kudus mengukuhkan kesaksian ini kepada Anda, dalam nama Yesus Kristus, amin.

CATATAN

1. Edwin Markham, "Man-Making," dalam Masterpieces of Religious Verse, diedit oleh James Dalton Morrison (1948), 419.
2. Matius 3:11.
3. Matius 3:13.
4. Matius 3:16­17.
5. Lihat Matius 4:1­11.
6. Matius 4:4.
7. Matius 4:7.
8. Matius 4:10.
9. Kisah para Rasul 4:13.
10. Lihat Matius 28:19.
11. Yohanes 14:26.
12. Lukas 24:49.
13. Kisah para Rasul 2:2­4.
14. Lihat Kisah para Rasul 2:7­11.
15. Lihat Kisah para Rasul 2:38.
16. Kisah para Rasul 19:2; lihat juga Teachings of the Prophet Joseph Smith, diseleksi oleh Joseph Fielding Smith (1976), 263, 336.
17. Kisah para Rasul 19:5.
18. Kisah para Rasul 19:6.
19. Lihat Musa 6:65­66.
20. Pasal-pasal Kepercayaan ke 4.
21. Pasal-pasal Kepercayaan ke 5.
22. Lihat 1 Nefi 10:17­19.
23. Joseph Smith 2:17.
24. A&P 13.
25. Lihat A&P 27:12­13.
26. A&P 35:5­6.
27. A&P 39:23.
28. Kisah para Rasul 2:38.
29. Kisah para Rasul 2:39.
30. 2 Nefi 31:13.
31. 2 Nefi 32:2­5.
32. Yohanes 14:16­17.
33. 3 Nefi 9:20; penekanan ditambahkan.
34. History of the Church, 4:42.
35. Pasal-pasal Kepercayaan ke 3.
36. Yohanes 14:27.

 
© 2008 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy