Penatua David E. Sorensen
Dari Presidensi Tujuh Puluh
"Pornografi, meskipun dikatakan oleh iblis sebagai hiburan, adalah ular yang jahat dan beracun, yang melingkar dalam majalah, internet, dan televisi."
Beberapa tahun yang lalu, Sister Sorensen dan saya berkesempatan pergi ke India. Saya ter- ingat di salah satu bandar udara ketika saya menyeberangi landasan pacu pesawat saya melihat beberapa orang sedang duduk di depan keranjang sambil bermain seruling. Ketika mereka mulai memainkan musik, mereka membuka tutup keranjangnya dan seekor kobra muncul! Ketika musik mengalun, ular itu akan menjulur lebih tinggi hampir sepanjang badannya sampai kobra itu jatuh kembali ke dalam keranjang. Suatu ketika saya melihat seekor kobra jatuh ke luar keranjang. Orang yang bermain seruling menjangkaunya, menepuk-nepuknya, tanpa takut dilukai. Tetapi pemandu kami cepat-cepat memberitahu saya bahwa itu berisiko, dan memberitahu kami bahwa sebab utama kematian orang-orang di propinsi ini adalah gigitan ular berbisa.
Pikiran saya mengingat kembali masa remaja saya di ladang pertanian. Pada musim panas salah satu tanggung jawab kami adalah mengumpulkan jerami dari ladang ke dalam lumbung untuk persediaan musim dingin. Ayah saya akan menggaru jerami itu dan menempatkannya di atas gerobak. Saya kemudian menginjak-injaknya supaya padat agar dapat mengangkut lebih banyak jerami. Suatu hari, dari antara ikatan jerami yang terlepas itu terdapat seekor ular beludak! Ketika saya melihatnya, saya sangat takut. Ular itu sedang berbaring dengan nyaman di atas jerami yang dingin itu. Matahari membuat punggungnya terlihat mengkilat. Setelah beberapa saat ular itu berhenti membuat suara, diam dan saya menjadi ingin tahu. Saya mulai mendekatinya dan mencondongkan tubuh saya lebih dekat ketika, tiba-tiba saya mendengar teriakan ayah saya: "David, kamu jangan bermain-main dengan ular beludak."
Malam ini saya akan berceramah tentang bahayanya bermain-main dengan ular beracun. Yang akan saya bicarakan ini kadang-kadang sangat pandai menyamar. Sering kali dunia membuat bahaya ini terlihat tidak berbahaya--bahkan tampak menarik. Tetapi bermain-main dengan ular semacam itu akan mengisi pikiran kita dengan racun-racun yang mengusir Roh Kudus.1
Saudara-saudara, hiburan terkenal masa sekarang sering membuat apa yang jahat tampak dapat dinikmati dan benar. Marilah kita ingat nasihat Tuhan: "Celakalah mereka yang menyebut kejahatan itu baik, dan kebaikan itu jahat."2
Pornografi, meskipun dikatakan oleh iblis sebagai hiburan, adalah ular yang jahat dan beracun, yang melingkar dalam majalah, internet, dan televisi. Pornografi menghancurkan harga diri dan melemahkan disiplin pribadi. Ia lebih berbahaya bagi roh daripada ular beludak yang ayah saya katakan agar saya jangan bermain-main dengannya. Alkitab mencatat bahwa Raja Daud berbakat secara rohani, tetapi dia telah berada di tempat yang tidak seharusnya. Dia melihat sesuatu yang seharusnya tidak dia lihat. Obsesi itu mendatangkan kejatuhannya.3
Melawan godaan di zaman media elektronik tidaklah mudah. Itu membutuhkan keberanian dan usaha. Di sebuah desa kecil di mana saya dibesarkan, seseorang harus naik kendaraan paling sedikit satu jam dari rumah untuk dapat menemukan kesulitan. Tetapi zaman sekarang, di internet kesulitan hanya sejarak klik perangkat mouse. Untuk menghindari godaan semacam itu, jadilah seperti Kapten Moroni pada zaman dahulu, dia mendirikan "benteng" untuk menutup lubang kelemahan-kelemahan. Daripada membangun dinding dengan "balok dan tanah" untuk melindungi kota yang lemah, bangunlah "benteng" dalam bentuk aturan-aturan yang akan melindungi kemurnian Anda.4 Ketika Anda sedang berkencan, rencanakanlah kencan itu kencan dalam kelompok dan hindarilah kesendirian. Saya kenal orang-orang, baik muda maupun tua, yang sekadar memutuskan tidak menyalakan TV atau menelusuri internet kapan pun ketika mereka sedang sendirian. Para ayah, adalah bijaksana untuk menempatkan komputer dan televisi di ruang tamu atau di daerah yang ramai di rumah-- bukan di kamar tidur anak-anak. Saya juga kenal para ayah yang ketika dalam perjalanan tugas dengan bijaksana tidak memilih untuk menonton di hotel.
Ingatlah, "benteng" demikian bukanlah tanda kelemahan. Justru sebaliknya itu memperlihatkan kekuatan. Tulisan suci menuliskan Kapten Moroni demikian kuat, bahwa jika semua orang seperti dia, "kekuatan neraka pun [akan] terguncang untuk selama-lamanya."5 Ingatlah "benteng"6 Moroni adalah kunci keberhasilannya. Membangun "benteng" akan menjadi kunci sukses Anda.
Salah satu kunci pertahanan yang dapat Anda bangun adalah putuskanlah sekarang, sebelum Anda menghadapi tantangan. Nabi kita mengajarkan bahwa jika kita memutuskan saat ini juga kita tidak menonton media yang tidak pantas, dan sebaliknya, meninggalkannya, "tantangan itu ada di belakang kita."7
Baru-baru ini cucu perempuan saya, Jennifer, diundang teman-teman sekolahnya ke pesta makan malam dan menonton bioskop. Gadis-gadis itu semua setuju menonton bioskop yang mereka pilih dan Jennifer pun merasa tidak keberatan. Meskipun demikian, gadis yang membeli tiket itu kembali dengan tiket untuk bioskop lainnya dari yang telah direncanakan. Dia berkata, "Ini film yang bagus dan untuk 17 tahun ke atas."
Jennifer, terkejut, tidak menduga keadaan berubah secepat itu. Tetapi untunglah dia telah memutuskan sebelum dia terjebak dalam posisi yang sulit untuk menonton film di bioskop untuk 17 tahun ke atas. Dia tetap berdiri teguh dan mengatakan kepada teman-temannya, "Saya tidak ikut menonton film untuk 17 tahun ke atas. Orang tua saya tidak akan setuju." Untuk keterangan semacam itu, gadis-gadis itu menjawab, "Ayolah, orang tuamu tidak akan tahu!" Ditantang demikian, Jennifer berkata, "Sebenarnya bukanlah masalah apakah orang tua saya mengetahuinya atau tidak. Saya tidak mau menonton film untuk 17 tahun ke atas itu."
Teman-temannya bingung dan terus membujuknya. Mereka mengatakan bahwa dia "mengacaukan semuanya." Ketika dia tidak mengalah, mereka membuang tiket dan uangnya dan meninggalkannya untuk menonton film 17 tahun ke atas. Malam itu menjadi malam yang penuh kesunyian. Tetapi, itu adalah malam yang besar buat Jennifer dan keluarga kami.8 Dia semakin percaya diri, merasa berharga dan memiliki kekuatan rohani.9
Bermain dengan ular berbisa itu berbahaya.10 Saya teringat kepada anak lelaki yang terdengar berdoa, "Bapa Surgawi, jika engkau tidak dapat membuat saya anak lelaki yang lebih baik, jangan khawatir. Saya senang menjadi apa adanya saya sekarang."
Jangan berpikiran sempit seperti anak lelaki itu. Mereka yang merencanakan berbuat dosa, mengira bisa bertobat sebelum menerima perjanjian dan tata cara kudus bait suci, mengambil risiko kehilangan kesehatan rohani. Mereka menemukan bahwa untuk kembali ke jalan yang benar merupakan sebuah proses yang menyakitkan.
Bagi mereka yang terkena racun gigitan ular, proses penyembuhannya akan menyakitkan. Luka bekas gigitan itu akan ditoreh dengan pisau yang tajam. Kemudian, seseorang harus membersihkan darah yang terinfeksi itu. Seringkali harus dirawat di rumah sakit. Seruan saya kepada Anda malam ini, brother sekalian, yaitu janganlah bermain-main dengan ular beludak. Adalah lebih baik untuk tidak berbuat dosa.11
Beberapa remaja putra, ketika imamat mereka akan ditingkatkan, merencanakan pergi ke misi, atau bersiap-siap pergi ke bait suci, menyadari bahwa mereka masih merasakan gigitan ular yang secara rohani meracuni mereka. Dosa seksual adalah salah satu yang paling berbisa.
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal telah terkena racun rohani, ada kotak obat gigitan ular. Namanya adalah pertobatan.12 Dan seperti penyembuhan gigitan ular, obat itu akan sangat efektif bila digunakan secepatnya. Obat itu dapat memerangi racun yang paling berbahaya sekalipun. "Karena lihatlah, Tuhan, Penebusmu menderita kematian secara daging, dengan demikian Dia menderita kesakitan semua orang, agar semua orang boleh bertobat dan datang kepada-Nya."13 Mukjizat pengampunan itu ada.14 Pertobatan Anda dihargai Tuhan.15--
Sebuah langkah penting untuk memperoleh penyembuhan racun rohani adalah dengan berlutut dan berdoa kepada Bapa Surgawi untuk mengampuni Anda.16 Berdoalah untuk keinginan melakukan yang benar. Berdoalah untuk dorongan membicarakannya kepada orang tua Anda dan kepada uskup Anda bila perlu.17 Terlepas dari rasa takut Anda, mereka akan terus mengasihi Anda. Anda tidak harus melakukannya sendirian. Jalan ke arah pertobatan, meskipun sulit, tidak perlu dilalui sendirian. Para orang tua dan pemimpin dapat memberikan dorongan dan dukungan yang sangat berharga.
Kuasa dan kebebasan pengampunan itu ada. Juruselamat mengajarkan, "Kebenaran akan membebaskan kamu."18 Sukacita datang dari hidup seperti Juruselamat kita.19 Dia telah meminta kita untuk menjaga pikiran kita murni.20 Dia telah meminta kita untuk menjaga harga diri kita. Dia telah meminta kita untuk menjadi contoh yang baik dalam keluarga kita dan di antara teman-teman. Kita akan mengasihi mereka dan mengangkat mereka kepada terang.21 Dia berkata, "Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu semua adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi." Dia berjanji akan membantu kita hidup dalam standar-Nya. Dia berkata: "Pikullah kuk yang Kupasang . . . . Karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan."22
Saudara-saudaraku seimamat, dapatkah Anda bersama saya di sini, pada saat ini, sekali lagi membuat tekad untuk menghormati dan mengambil ke atas diri Anda nama Kristus? Dengan imamat ini yang Anda pegang dapatkah Anda berdiri dan mempertahankan kuasa Allah untuk membela kebenaran? Dapatkah Anda tetap berdiri di tempat kudus?23
Kita masing-masing telah dipanggil dan ditahbiskan sebagai para anggota dari Imamat Kudus-Nya. Kita telah menerima tanggung jawab untuk membuat pola kehidupan kita sesuai pola kehidupan Guru kita, Yesus Kristus. Dia telah menyerahkan kunci keimamatan dan wahyu imamat yang ilahi kepada nabi kita yang masih hidup, Gordon B. Hinckley. Dia menasihatkan, "Jauhilah . . . pornografi."24 "Saya mohon agar Anda keluar dari kehidupan semacam itu."25
Jangan membiarkan racun menyentuh jiwa Anda, brother sekalian. Ingatlah, "Dia yang saleh berkenan bagi Allah."26 Saya bersaksi dalam nama Yesus Kristus, amin.
CATATAN
1. A&P 1:33; Musa 8:17.
2. Yesaya 5:20.
3. 2 Samuel 11; A&P 132:39.
4. Alma 53:4, 7.
5. Alma 48:17.
6. Lihat Alma 53:45.
7. "Sebuah Nasihat dan Doa Nabi untuk Remaja", Liahona, April 2001, 30.
8. Lihat Galatia 5:1621.
9. Lihat A&P 121:4546.
10. Lihat Mosia 27:1011; Alma 1:15.
11. Lihat Lukas 15:21.
12. Lihat Yesaya 1:18.
13. A&P 18:11.
14. Lihat Mosia 26:29.
15. Lihat 2 Nefi 9:23, 26:27.
16. Lihat Alma 34; 3 Nefi 18:2932.
17. Lihat A&P 64:7.
18. Yohanes 8:32.
19. Lihat 2 Nefi 2:25; 9:18, Mosia 2:41, 4:3.
20. Lihat Pasal-pasal Kepercayaan 13.
21. Yohanes 13:35.
22. Matius 11:2930.
23. Lihat A&P 101:22.
24. "Mengapa Kita Melakukan Beberapa Hal yang Kita Lakukan", Liahona, Januari 2000, 69.
25. "Besarlah Damai Anak-anakmu", Liahona, Januari 2001, 62.
26. 1 Nefi 17:35.