Penatua Richard G. Scott
Dari Kuorum Dua Belas Rasul
"Lakukan yang penting dahulu. Lakukan yang terbaik yang dapat Anda lakukan ketika masih di dunia untuk membangun keluarga ideal. Untuk menolong Anda melakukan hal itu, renungkan dan terapkan asas-asas yang terdapat di dalam pernyataan tentang keluarga."
|
|
Salah satu hal yang paling menghebohkan dalam hidup Anda adalah--ketika Anda memiliki harapan, gairah, dan rasa syukur--yang sekarang sudah tidak teringat kembali. Pengalaman itu terjadi di prakehidupan ketika Anda diberitahu bahwa waktu Anda telah tiba untuk meninggalkan dunia roh dan hidup di bumi dengan sebuah tubuh fana, suatu pelajaran yang akan membawa Anda kepada permuliaan dan hidup kekal sebagai orang yang sudah dipermuliakan serta menjadi makhluk selestial di hadirat Bapa Kudus Anda dan Putra terkasih-Nya. Anda sadar bahwa akan ada banyak tantangan, karena Anda akan hidup dalam lingkungan yang memiliki pengaruh kebenaran sekaligus keburukan. Tetapi, Anda memutuskan dengan bulat, apa pun yang terjadi, penderitaan, maupun ujian, Anda akan berusaha menjadi pemenang. Anda telah disiapkan untuk turun pada saat kegenapan injil ada di dunia. Anda tiba di sini ketika Gereja-Nya dan wewenang keimamatan telah ada untuk melaksanakan tata cara bait suci. Anda berharap dilahirkan di sebuah keluarga dimana orang tua mengasihi, memelihara, memperkuat, dan mengajarkan kebenaran. Anda tahu bahwa pada saatnya Anda sendiri akan memiliki kesempatan untuk membangun keluarga kekal sebagai suami atau istri, ayah atau ibu. Betapa akan bersukacitanya Anda dengan kemungkinan itu.
"Kata-kata berikut ini menjelaskan tujuan dasar Anda berada di bumi:
"Kita akan membuat sebuah bumi yang di atasnya hal-hal ini dapat tinggal;
"Dan dengan ini Kita akan menguji mereka, untuk melihat apakah mereka mau melakukan segala hal yang diperintahkan Tuhan Allah mereka kepada mereka;
"Dan mereka yang mempertahankan kedudukannya yang semula akan diberikan lebih; dan mereka yang tidak mempertahankan keadaan mereka yang semula tidak akan mempunyai kemuliaan di kerajaan yang sama itu bersama mereka yang mempertahankan keadaan mereka yang semula, dan mereka yang mempertahankan keadaan mereka yang kedua ini akan ditambahkan kemuliaan ke atas kepala mereka untuk selama-lamanya" (Abraham 3:24-26).
Setelah Adam ditempatkan di bumi, Allah berkata, "Baiklah Kita membuat seorang pembantu bagi manusia, sebab tidaklah baik kalau manusia itu seorang diri" (Abraham 5:14). Adam dan Hawa membangun keluarga. Allah menyatakan, "Karena itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan akan tinggal pada istrinya, dan mereka akan menjadi satu daging" (Musa 3:24). Mereka memiliki anak-anak yang juga akan membangun keluarga. "Maka Adam dan Hawa, istrinya tidak berhenti berseru kepada Allah" (Musa 5:16). Pola keluarga yang sesuai dengan rencana kebahagiaan Bapa telah didirikan dan me-ngenai kebutuhan kita untuk "berseru kepada Allah" terus menerus ditegaskan kembali. Anda sedang berada di dalam rencana itu. Melalui injil yang dipulihkan kita belajar adanya keluarga ideal. Itu adalah keluarga yang terdiri dari pemegang Imamat Melkisedek yang saleh dengan istri yang saleh dimeteraikan kepadanya dan anak-anak yang lahir dalam perjanjian atau dimeteraikan kepada mereka. Dengan seorang ibu di rumah dalam lingkungan kasih dan pelayanan, orang tua mengajar anak-anak mereka, melalui contoh dan ajaran, cara-cara Tuhan dan kebenaran-kebenaran-Nya. Mereka menggenapi peran yang telah ditetapkan secara ilahi yang disebutkan dalam pernyataan keluarga. Anak-anak mereka dibesarkan dalam ajaran-ajaran sejak dilahirkan. Mereka membangun watak kepatuhan, integritas, kasih kepada Allah dan iman kepada rencana kudus-Nya. Pada saatnya anak-anak itu akan mencari pasangannya dengan cita-cita dan gagasan yang sama. Mereka dimeteraikan di bait suci, melahirkan anak-anak, dan melanjutkan rencana kekekalan, dengan generasi memperkuat generasi.
Seumur hidup Anda di dunia, carilah dengan tekun untuk menggenapi tujuan-tujuan pokok kehidupan ini melalui keluarga ideal. Sementara Anda belum mencapai tujuan itu, lakukan segalanya melalui kepatuhan dan iman kepada Tuhan untuk terus-menerus berusaha mencapainya jika mungkin. Janganlah ada sesuatu yang menghalangi Anda dari tujuan itu. Jika untuk itu dibutuhkan perubahan besar dalam kehidupan pribadi Anda, lakukanlah. Ketika Anda telah dewasa, dapatkanlah semua tata cara bait suci yang dapat Anda peroleh. Jika untuk sementara ini, hal itu belum termasuk pemeteraian bait suci kepada rekan kekal Anda, berjuanglah terus. Berdoalah terus. Gunakanlah iman agar Anda mendapatkannya. Jangan pernah melakukan sesuatu yang membuat Anda tidak layak untuk mendapatkannya. Jika semangat pernikahan kekal Anda padam, nyalakan kembali. Jika impian Anda meminta Anda bersabar, bersabarlah. Sebagai sebuah keluarga, kami berdoa dan berusaha selama 30 tahun sebelum ibu dan ayah yang bukan anggota dimeteraikan di dalam bait suci. Jangan terlalu khawatir. Lakukanlah yang terbaik. Kami tidak mengatakan apakah berkat itu diterima di dunia ini atau setelahnya, tetapi Tuhan akan menepati janji-Nya. Dalam kebijaksanaan kekal-Nya, Dia akan membuat semua yang pantas Anda terima menjadi kenyataan. Jangan kecil hati. Hidup menurut pola hidup sedekat mungkin kepada yang paling ideal akan mendatangkan kebahagiaan, kepuasan, dan pertumbuhan yang berarti sementara berada di sini di dunia, terlepas dari lingkungan hidup Anda sekarang.
Setan dan pengikutnya akan melakukan segala sesuatu untuk menjauhkan Anda dari mendapatkan tata cara yang dibutuhkan untuk memperoleh keluarga ideal. Dia akan berusaha membelokkan Anda dari tujuan hati Anda untuk membangun keluarga yang kuat dengan memelihara anak-anak seperti yang diminta Tuhan.
Apakah terlalu banyak hal-hal yang lebih menarik, lebih menggairahkan, atau tantangan yang lebih mendesak sehingga sulit untuk berpusat kepada sesuatu yang lebih penting? Ketika hal-hal dunia menge-lilingi kita, sering hal yang salah justru mendapatkan prioritas. Lalu dengan gampang kita melupakan tujuan utama hidup ini. Setan memiliki alat yang sangat kuat untuk digunakan melawan umat yang baik ini. Dia akan membelokkan perhatian kita. Dia akan mengisi hidup umat yang baik ini dengan "hal-hal yang baik" sehingga tidak ada tempat untuk yang paling penting. Apakah Anda secara tidak sadar terjebak di dalamnya?
"Manusia bebas secara jasmani dan segala sesuatu yang layak untuk manusia diberikan kepada mereka. Dan mereka bebas untuk memilih kemerdekaan dan hidup yang kekal, melalui perantaraan besar bagi semua orang atau untuk memilih penawanan dan kematian, . . . karena [iblis] berusaha supaya semua manusia menjadi sengsara seperti dirinya sendiri" (2 Nefi 2:27).
Mengapa hak pilihan moral Anda diberikan kepada Anda? Hanya untuk menjalani kehidupan yang menyenangkan dan membuat pilihan-pilihan untuk melakukan hal-hal yang Anda ingin lakukan? Atau adakah alasan yang lebih mendasar--untuk dapat membuat pilihan-pilihan yang akan menuntun Anda sepenuhnya melaksanakan tujuan Anda berada di bumi ini dan untuk menegakkan prioritas di dalam kehidupan Anda yang akan memastikan kemajuan dan kebahagiaan yang Tuhan ingin Anda miliki.
Baru-baru ini saya berjumpa dengan seorang pemuda yang pandai dengan potensi yang besar. Dia tidak bisa memutuskan mengenai misinya. Dia memutuskan tidak kuliah sekarang. Dalam waktu senggangnya dia hanya melakukan apa yang dia suka. Dia tidak bekerja sebab dia tidak harus melakukannya, dan kerja akan menjauhkannya dari kesenangan. Dia lulus seminari tanpa banyak kesulitan dan tidak menerapkan pengetahuannya. Saya berkata, "Anda sedang membuat pilihan yang tampak memberi apa yang Anda inginkan sekarang: hidup yang gampang, banyak kenikmatan tanpa banyak berkorban. Anda dapat melakukannya untuk sementara, tetapi setiap keputusan yang Anda buat telah mengecilkan masa depan Anda. Anda sedang memusnahkan banyak kemungkinan dan pilihan. Akan datang saatnya, dan itu tidak akan terlalu lama, di mana Anda akan hidup dalam kehidupan yang tidak akan Anda sukai, di tempat-tempat yang tidak Anda inginkan, sebab Anda tidak mempersiapkan diri Anda. Anda tidak memanfaatkan kesempatan Anda."
Saya katakan bahwa apa yang saya miliki sekarang ini saya matangkan di ladang misi. Pelayanan misi bukan sesuatu yang kita lakukan sendirian, tetapi pertumbuhan dan persiapan untuk masa depan diperoleh dari misi. Di sana mereka memusatkan pada kepentingan orang lain. Mereka mendekatkan diri kepada Tuhan dan sungguh-sungguh mempelajari ajaran-ajaran-Nya. Mereka secara pribadi tertarik dengan pesannya tetapi tidak yakin akan nilainya. Para misionari berusaha dengan sekuat tenaga--berdoa, berpuasa, dan bersaksi--untuk membantu orang lain memeluk kebenaran. Misi mengajar seseorang dipimpin roh, memahami tujuan kita berada di bumi ini dan bagaimana melengkapinya. Saya memberkatinya. Ketika dia pergi, saya berdoa sungguh-sungguh agar Tuhan menolongnya memilih prioritas yang benar. Kalau tidak, dia akan gagal dalam kehidupan ini.
Yang berlawanan dengan kisah itu, pikirkanlah seorang pemuda yang lain. Bertahun-tahun saya telah memperhatikan orang tuanya mengajarnya sejak bayi sampai dia mematuhi perintah Allah dengan kukuh. Dengan teladan dan ajaran, mereka membesarkannya, bersama dengan anak-anak lainnya, dalam kebenaran. Mereka memiliki disiplin dan berkorban untuk mendapatkan tujuan yang pantas. Pemuda itu memilih berenang untuk mengasah wataknya. Latihan pagi hari membutuhkan disiplin dan pengorbanan. Lambat laun dia menjadi hebat.
Lalu tibalah tantangan--misalnya, kejuaraan renang pada hari Minggu. Akankah dia ikut bertanding? Akankah dia membenarkan perkecualian atas aturannya untuk tidak berenang di hari Minggu untuk membantu timnya menang? Tidak, dia tidak mengalah, bahkan di bawah tekanan teman-temannya. Dia diolok-olok, bahkan disakiti. Tetapi dia tetap tidak mengalah. Penolakan teman-temannya, kesendirian dan tekanan membuatnya sedih dan menangis. Tetapi dia tidak mengalah. Dia telah belajar langsung apa yang setiap dari kita harus ketahui, kenyataan nasihat Paulus kepada orang-orang Timotius. "Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya" (2 Timotius 3:12). Bertahun-tahun dalam pola hidupnya yang kuat--merajut banyak keputusan benar, beberapa keputusan itu ditantang berat--telah membangun watak yang kuat. Sekarang, sebagai seorang misi, dia dihormati oleh teman-temannya karena kemampuan kerjanya, pengetahuan akan kebenarannya, pengabdiannya yang kukuh, dan kemantapannya untuk membagikan injil. Seseorang yang diusia mudanya ditolak oleh temannya sekarang menjadi seorang pemimpin yang dihormati. Apakah pelajaran yang kita dapatkan?
Meskipun kesenangan yang sehat diperoleh karena perbuatan baik kita, tetapi itu bukan merupakan tujuan kita berada di bumi. Kenalilah dan kerjakanlah kehendak Tuhan, bukan sekadar apa yang menyenangkan atau yang mudah. Anda termasuk dalam rencana kebahagiaan-Nya. Anda tahu apa yang harus dilakukan, atau dapat menemukannya melalui belajar dan berdoa. Lakukanlah dengan sukarela.
Tuhan menyatakan:
"Tidaklah patut bahwa Aku harus memerintah dalam segala hal, karena dia yang dipaksa dalam segala hal, orang itu lamban dan bukan hamba yang bijaksana; oleh karena itu dia tidak akan menerima upah.
". . . Manusia wajib terlibat dalam suatu perkara yang baik dan melakukan banyak hal menurut kemauan mereka sendiri tanpa paksaan dan menghasilkan banyak kebenaran;
"Karena kekuasaan ada pada diri mereka, yang dengannya mereka dapat mengatur menurut kehendak mereka sendiri. Dan sejauh manusia berbuat baik, mereka tidak akan kehilangan upah mereka.
"Tetapi dia yang tidak melakukan apa-apa sampai dia diperintahkan dan menerima perintah itu dengan hati yang ragu, dan mematuhinya dengan lamban, orang itu dikutuk" (A&P 58:26-29)--artinya dihentikan dalam kemajuan dan perkembangan.
Sebuah aksioma yang kita semua tahu adalah bahwa Anda mendapatkan apa yang Anda bayar. Itu berlaku untuk hal-hal rohani juga. Anda mendapatkan apa yang Anda bayar dalam kepatuhan, iman kepada Yesus Kristus, tekun dalam menerapkan kebenaran yang Anda pelajari di dalam hidup Anda. Apa yang Anda peroleh adalah pembentukan watak, berkembangnya kemampuan, dan keberhasilan tujuan Anda di dunia ini--dibuktikan.
Dari waktu ke waktu pada acara pemakaman pernyataan untuk orang yang meninggal agar menerima berkat kemuliaan selestial selalu dibuat meskipun yang meninggal tidak memenuhi syarat untuk tata cara dan perjanjian itu. Itu tidak akan terjadi. Berkat semacam itu hanya dapat diperoleh dengan cara memenuhi persyaratan Tuhan. Belas kasihan-Nya tidak bisa mengatasi hukum-Nya. Syarat-syarat itu harus dipenuhi.
Beberapa tempat adalah suci dan kudus di mana tampak lebih mudah untuk membedakan pengarahan dari Roh Kudus. Carilah tempat yang sunyi dan damai di mana secara berkala Anda dapat merenung dan membiarkan Tuhan memberi petunjuk dalam hidup Anda. Kita masing-masing secara berkala memeriksa keadaan kita sehingga kita masih tetap dalam jalur. Tak berapa lama maka Anda akan memperoleh manfaat daripadanya.
Prioritas saya yang tertinggi manakah yang harus dicapai selama berada di dunia ini?
Bagaimana saya menggunakan waktu luang saya? Apakah waktu-waktu itu saya gunakan untuk mencapai prioritas tertinggi saya?
Adakah sesuatu yang saya tahu seharusnya tidak saya lakukan? Jika demikian, saya akan bertobat dan menghentikannya sekarang.
Di saat tenang tulislah tanggapan-tanggapan Anda. Lakukan analisis. Buatlah penyesuaian apa pun yang diperlukan.
Lakukan yang penting dahulu. Lakukan yang terbaik yang dapat Anda lakukan ketika masih di dunia untuk membangun keluarga ideal. Untuk menolong Anda melakukan hal itu, renungkan dan terapkan asas-asas yang terdapat di dalam pernyataan tentang keluarga. Saya bersaksi bahwa Tuhan hidup. Dia mengasihi Anda. Ketika Anda hidup layak dan jujur mencari bantuan-Nya, Dia akan membimbing dan memperkuat Anda untuk mengetahui kehendak-Nya serta agar sanggup melakukannya. Dalam nama Yesus Kristus, amin.