The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Broadcast General Conference Archives
Conferences
April 2001
Dilahirkan Kembali

Dilahirkan Kembali

Presiden James E. Faust
Penasihat Kedua dalam Presidensi Utama

"Manfaat sepenuhnya dari pengampunan atas dosa melalui Kurban Tebusan Juruselamat dimulai dengan pertobatan dan pembaptisan serta kemudian dilanjutkan dengan penerimaan Roh Kudus."

Presiden James E. Faust

Brother dan sister serta sahabat-sahabat sekalian, tanggung jawab untuk berbicara kepada Anda sekalian merupakan masalah besar yang menuntut perhatian saya. Saya berdoa untuk pemahaman Anda.

Pembaptisan saya ke dalam Gereja ini merupakan peristiwa penting dalam kehidupan saya. Saya berusia delapan tahun. Orang tua saya mengajar saya dan saudara-saudara lelaki saya pentingnya tata cara besar ini. Ibu memberitahu saya bahwa setelah pembaptisan saya, saya akan bertanggung jawab atas hal-hal yang tidak benar yang saya lakukan. Saya ingat hari pembaptisan saya dengan jelas. Saya dibaptiskan di dalam kolam pembaptisan di Tabernakel di Taman Bait Suci. Mereka yang dibaptiskan mengenakan pakaian putih dan satu per satu melangkah dengan tenang masuk ke dalam air. Salah seorang anak yang dibaptiskan pada hari itu belum sepenuhnya tercelup, sehingga tata cara itu diulang kembali. Ini penting karena, sebagaimana tulisan suci menyebutkan, "pembaptisan melambangkan kematian, penguburan, dan kebangkitan, dan hanya dapat dilakukan melalui pencelupan."1 Hal itu juga mengikuti pola yang ditetapkan oleh Juruselamat yang dibaptiskan di Sungai Yordan, dimana di sana terdapat banyak air. Sebagaimana Matius mencatat, "Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air."2

Meskipun saya masih berusia delapan tahun, kata-kata dalam doa baptisan terpatri di dalam jiwa saya. Setelah menyebut nama saya Brother Irvin G. Derrick, yang membaptiskan saya mengatakan, "Dengan kuasa dari Yesus Kristus, aku membaptis engkau dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Amin."3

Sejak saya dibaptiskan, lebih dari 11 juta orang telah dibaptiskan ke dalam Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir dengan cara yang sama dan dengan wewenang yang sama. Mereka telah dibaptiskan di dalam danau-danau yang beku, laut, atau kolam, beberapa di antaranya yang digali dahulu untuk tujuan itu. Salah satu kolam tersebut memiliki sejarah yang amat penting. Pada tahun 1840 Wilford Woodruff, yang dahulu menjabat sebagai Dua Belas Rasul, sedang melayani misi di Inggris dan merasa terkesan untuk pergi ke sebuah pedesaan di distrik dekat Ledbury. Di sana dia bertemu dengan John Benbow, yang memiliki sebuah pertanian besar dan sebuah kolam kecil. John memperkenalkan dia kepada jemaat di United Brethren yang ingin sekali mendengarkan pesan injil. Dia kemudian mencatat di dalam buku hariannya bahwa tanpa bantuan apa pun yang tersedia pada tanggal 7 Maret 1840, "Saya meluangkan waktu . . . hampir seharian membersihkan air kolam itu dan mempersiapkannya untuk pembaptisan, karena saya tahu banyak di antara mereka yang berkeinginan untuk menerima tata cara pembaptisan itu. Setelah itu saya membaptis enam ratus orang di kolam itu."4

Juruselamat mengajarkan kepada kita bahwa semua pria dan wanita harus dilahirkan kembali. Nikodemus, salah seorang penguasa di antara bangsa Yahudi, datang secara diam-diam kepada Juruselamat malam itu dan berkata, "Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorang pun yang dapat me- ngadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya."

Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seseorang tidak dilahirkan kembali, dia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."5

Nikodemus bingung dan bertanya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan kembali, kalau dia sudah mati? dapatkah dia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?"

Yesus menjelaskan bahwa Dia sedang berbicara mengenai dilahirkan secara rohani. Dia berkata:

"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, dia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

"Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah Roh."6

Kita semua perlu dilahirkan secara rohani, tidak menjadi soal apakah kita berusia 8 sampai 80--atau bahkan 90 tahun. Ketika Sister Luise Wulff dari Republik Demokrasi Jerman dibaptiskan pada tahun 1989, dia menyatakan, "Saat itu saya berusia--sembilan puluh empat tahun dan dilahirkan kembali!"7 Kelahiran kita yang pertama terjadi ketika kita dilahirkan dalam kefanaan. Kelahiran kita yang kedua dimulai ketika kita dibaptiskan dengan air oleh seorang pemegang imamat Allah dan menjadi lengkap ketika kita ditetapkan, serta "kemudian datanglah pengampunan atas dosa-dosamu oleh api dan oleh Roh Kudus."8

Beberapa tahun yang lalu Albert Peters menceritakan pengalaman yang dia dan rekannya alami me-ngenai seorang pria yang dilahirkan kembali. Suatu hari mereka pergi ke sebuah rumah kecil milik Atiati di desa Sasina di Samoa. Di sana mereka menemukan seorang pria dekil (yang tidak bercukur, tidak mandi, dan kusut) yang terbaring di atas tempat tidur. Dia mempersilakan mereka untuk masuk dan memperkenalkan diri mereka. Dia merasa senang mengetahui mereka adalah para misionari dan ingin mendengar pesan mereka. Mereka menyajikan pembahasan pertama, memberikan kesaksian kepadanya, dan kemudian pamit. Dalam perjalanan, mereka membahas keadaan Atiati; dia menderita polio selama 22 tahun yang menyebabkannya tidak dapat menggunakan tangan maupun kakinya, lalu bagaimana dia dapat dibaptiskan, dengan keadaannya yang cacat itu?

Sewaktu mereka mengunjungi rekan-rekan baru mereka hari berikutnya, mereka terkejut dengan perubahan Atiati. Dia sudah bersih dan bercukur rapi; bahkan tempat tidurnya telah diganti. "Hari ini," katanya, "Saya merasa hidup kembali, karena kemarin doa-doa saya telah dijawab dan Anda [datang] kepada saya . . . . Saya telah menunggu selama lebih dari dua puluh tahun seseorang yang mau datang dan memberitahu saya bahwa mereka memiliki injil Kristus yang benar."

Selama beberapa minggu dua misionari ini mengajarkan asas-asas injil kepada pria yang cerdas dan bersungguh-sungguh ini, dan dia menerima sebuah kesaksian yang kuat tentang kebenaran dan perlunya pembaptisan. Dia meminta mereka untuk berpuasa bersamanya agar dia memperoleh kekuatan untuk masuk ke dalam air dan dibaptiskan. Kolam pembaptisan terdekat berjarak sekitar tiga belas kilometer. Oleh karena itu mereka membawanya naik ke mobil, mengajaknya ke gedung gereja, dan mendudukkannya di sebuah bangku. Pemimpin distrik membuka pertemuan dengan memberikan kesaksian yang kuat mengenai tata cara kudus pembaptisan. Kemudian Elder Peters dan rekannya mengangkat Atiati dan membawanya ke kolam. Sewaktu mereka melakukannya, Atiati berkata, "Tolong, turunkan saya." Mereka ragu-ragu, dan dia berkata lagi, "Turunkan saya."

Ketika mereka berdiri dengan bingung, Atiati tersenyum dan berkata: "Inilah peristiwa paling penting dalam kehidupan saya. Saya tahu tanpa keragu-raguan di dalam hati saya bahwa inilah satu-satunya jalan menuju keselamatan kekal. Saya tidak mau dibawa kepada keselamatan saya!" Jadi mereka menurunkan Atiati ke tanah. Setelah berusaha dengan keras dia menegakkan sendiri tubuhnya. Seorang pria yang telah terbaring selama 20 tahun tanpa bergerak kini telah berdiri. Perlahan, dengan langkah tertatih-tatih, Atiati berjalan turun ke dalam air, di mana misionari yang penuh rasa takjub itu memegang tangannya dan membaptiskannya.

Atiati terus mengalami kemajuan sehingga dia memperoleh kemampuan untuk berjalan dengan bantuan sebuah tongkat. Dia memberitahu Elder Peters bahwa dia tahu bahwa dia akan dapat berjalan keesokan harinya setelah pembaptis-annya. Dia mengatakan, "Karena iman dapat memindahkan gunung yang kukuh, saya tidak memiliki keragu-raguan di dalam benak saya bahwa iman akan memperbaiki anggota tubuh saya ini."9 Saya percaya kita dapat mengatakan bahwa Atiati sungguh-sungguh telah dilahirkan kembali.

Seperti Atiati, ketika kita dibaptiskan, kita telah dilahirkan dari Allah secara rohani, dan layak menerima rupa-Nya di dalam wajah kita.10 Kita hendaknya mengalami suatu perubahan yang hebat di dalam hati11 agar kita dapat "menjadi makhluk-makhluk baru"12 dan menjalankan iman di dalam penebusan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, untuk mempertahankan standar-standar kelayakan kita. Standar-standar kelayakan pribadi untuk dibaptiskan ke dalam Gereja ini sederhana:

"Semua orang yang merendahkan diri mereka di hadapan Allah, dan ingin dibaptiskan, dan datang dengan hati yang patah dan jiwa yang penuh sesal, dan bersaksi di hadapan gereja bahwa mereka benar-benar bertobat dari segala dosa mereka, dan bersedia mengambil ke atas mereka nama Yesus Kristus, memutuskan untuk melayani Dia sampai akhir, dan benar-benar menunjukkannya melalui perbuatan mereka bahwa mereka telah menerima Roh Kristus untuk pengampunan dosa-dosa mereka, akan diterima melalui pembaptisan ke dalam gereja-Nya.13

Pembaptisan melalui pencelupan di dalam air merupakan "tata cara pendahuluan daripada injil, dan harus diikuti oleh pembaptisan dengan Roh agar menjadi sempurna."14 Sebagaimana Nabi Joseph Smith pernah mengatakan, "Jika Anda tidak ditetapkan sebagai anggota Gereja atau menerima Roh Kudus, pembaptisan Anda tidak efektif. Baptisan dengan air hanyalah sebagian, dan tidak memiliki manfaat tanpa sebagian lainnya--yaitu, pembaptisan dengan Roh Kudus."15

Manfaat sepenuhnya dari pengampunan atas dosa melalui Kurban Tebusan Juruselamat dimulai dengan pertobatan dan pembaptisan serta kemudian dilanjutkan dengan penerimaan Roh Kudus. Sebagaimana Nefi mengatakan, pembaptisan adalah pintu gerbang, "dan kemudian datanglah pengampunan atas dosa-dosamu oleh api dan oleh Roh Kudus."16 Pintu gerbang baptisan membuka jalan bagi perjanjian-perjanjian dan berkat-berkat tambahan melalui keimamatan dan berkat-berkat bait suci.

Karunia luar biasa Roh Kudus, bersama-sama dengan keanggotaan di dalam Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir, dianugerahkan melalui penetapan, dengan penumpangan tangan oleh mereka yang memiliki kuasa imamat. Ini dijelaskan oleh Paulus kepada orang-orang Efesus ketika dia menanyakan: "Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya? Akan tetapi mereka menjawab dia: "Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus."

"Lalu kata Paulus kepada mereka: "Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?" Jawab mereka: "Dengan baptisan Yohanes.

"Kata Paulus: Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat, dan dia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus Kristus.

"Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.

Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka."17

Jika layak, mereka yang memiliki karunia rohani dapat datang untuk menikmati pemahaman dan wawasan serta bimbingan yang lebih besar dalam semua kegiatan hidup, baik secara rohani maupun jasmani. Roh Kudus memberikan kesaksian kepada kita mengenai kebenaran dan memberi kesan ke dalam jiwa Anda kenyataan akan Allah Bapa dan Putra-Nya, Yesus Kristus, sedemikian lengkapnya sehingga tidak ada kekuatan atau wewenang dari dunia yang dapat memisahkan kita dari pengetahuan itu.18 Sesungguhnya, tidak memiliki karunia Roh Kudus sama dengan memiliki sebuah tubuh tanpa sistem kekebalan.

Kami percaya Roh Kristus diberikan kepada semua pria dan wanita.19 Hal ini berbeda dari karunia Roh Kudus.

Nabi Joseph Smith mengajarkan, "Ada perbedaan antara Roh Kudus dengan karunia Roh Kudus."20 Banyak orang di luar Gereja telah menerima wahyu melalui kuasa Roh Kudus, yang meyakinkan mereka mengenai kebenaran injil. Melalui kuasa ini para simpatisan yang sungguh- sungguh dapat menerima sebuah kesaksian mengenai Kitab Mormon dan asas-asas injil sebelum pembaptisan. Tetapi, pelayanan Roh Kudus terbatas tanpa menerima karunia Roh Kudus.

Mereka yang memiliki karunia Roh Kudus setelah pembaptisan dan penetapan dapat menerima terang dan kesaksian. Ini dikarenakan karunia Roh Kudus merupakan "saksi permanen dan karunia rohani yang lebih besar daripada perwujudan lainnya dari Roh Kudus."21 Ini adalah karunia yang lebih besar karena karunia Roh Kudus dapat bertindak sebagai "sesuatu yang dapat membantu proses pertobatan untuk membersihkan seseorang dan mempersucikannya dari semua dosa."22

Karena pembaptisan dengan air dan dengan Roh penting bagi keselamatan sepenuhnya, dalam sifat-sifat kekal dari segala sesuatu, semua anak Allah hendaknya memiliki peluang ini, termasuk mereka yang hidup di masa lampau. Ajaran pembaptisan oleh orang-orang yang masih hidup bagi mereka yang telah meninggal di dalam bait suci dipahami dan dijalankan dalam gereja Kristen zaman dahulu. Paulus, dalam pembahasan besarnya mengenai Kebangkitan, memberikan alasan: "Jika demikian, apakah faedahnya perbuatan orang-orang yang dibaptis bagi orang mati? Kalau orang mati sama sekali tidak dibangkitkan, mengapa mereka mau dibaptiskan bagi orang-orang yang telah meninggal?"23 Dengan melakukan hal yang amat penting bagi mereka yang tidak dapat melakukannya bagi diri mereka sendiri adalah seperti yang dikehendaki Kristus. Dengan memberikan nyawa- Nya untuk menebus dosa-dosa seluruh umat manusia, Yesus melakukannya bagi kita apa yang tidak dapat kita lakukan sendiri. Nabi Maleakhi merujuk konsep ini ketika dia berbicara mengenai datangnya nabi Elia, yang akan "membalikkan hati bapa-bapa kepada anak-anak, dan hati anak-anak kepada bapanya, supaya [Tuhan] jangan datang memukul bumi sehingga musnah."24 Hal ini tercapai melalui pekerjaan perwalian bagi orang-orang yang telah meninggal.

Tidak ada organisasi lain di bumi yang melakukan lebih banyak untuk menggenapi janji Maleakhi daripada Gereja. Pengeluaran dan usaha besar yang dilakukan Gereja sekarang ini ialah menjaga harta terbesar catatan keluarga di seluruh dunia. Gereja sekarang memiliki 660 juta nama dalam Jaringan situs Internet FamilySearch.25 Catatan ini secara cuma-cuma dibagikan kepada semua orang yang mau menyelidiki keluarga mereka.

Karena saya telah hidup selama bertahun-tahun sejak pembaptisan saya, saya telah menghargai karunia rohani dari Roh Kudus yang datang melalui pembaptisan dengan Roh. Saya ditetapkan 72 tahun yang silam oleh seseorang yang memiliki wewenang, Joseph A. F. Everett, seorang sahabat dekat keluarga saya, dan seorang pria terhormat.

Saya dengan rendah hati berdoa agar Roh Tuhan mau memberikan penegasan-Nya akan pentingnya hal-hal yang telah saya bicarakan. Saya bersaksi bahwa kita tidak dapat sepenuhnya dipertobatkan sampai kita "hidup dalam hidup yang baru"26 dan sepenuhnya menjadi orang baru, "dengan dosa-dosa lama [kita] dihapuskan."27 Hal ini hanya dapat datang melalui dilahirkan kembali dari air dan dari Roh melalui pembaptisan dan penerimaan karunia Roh Kudus. Dengan cara ini kita menerima pengampunan ilahi, melalui mana kita dapat mengetahui di dalam hati kita bahwa dosa-dosa kita telah diampuni.28 Saya tahu ini benar dan bersaksi di dalam nama Yesus Kristus, amin.

CATATAN

1. Bible Dictionary, "Baptism," 618; lihat juga Matius 3:16; Kisah para Rasul 8:37–39; Roma 6:1–6; Kolose 2:12; A&P 20:72–74; 128:12–13.
2. Matius 3:16.
3. Lihat A&P 20:73.
4. Sebagaimana dikutip dalam Matthias F. Cowley, Wilford Woodruff: History of His Life and Labors (1964), 117.
5. Yohanes 3:2–3.
6. Yohanes 3:4–6.
7. "Born Again at 94," Tambuli, Juni 1994, 24.
8. 2 Nefi 31:17.
9. Lihat Albert Peters, "One Trembling Step at a Time," Ensign, Juni 1994, 56–58.
10. Lihat Alma 5:14.
11. Lihat Alma 5:14.
12. Mosia 27:26.
13. A&P 20:37.
14. Bible Dictionary, "Baptism," 618.
15. Teachings of the Prophet Joseph Smith, diseleksi oleh Joseph Fielding Smith (1976), 314.
16. 2 Nefi 31:17; lihat juga A&P 19:31.
17. Kisah para Rasul 19:2–6.
18. Lihat 2 Nefi 31:18.
19. Lihat A&P 93:2.
20. Teachings of the Prophet Joseph Smith, 199.
21. Dalam James R. Clark, kumpulan Messages of the First Presidency of The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints, 6 jilid (1965–75), 5:4.
22. Bible Dictionary, "Holy Ghost," 704.
23. 1 Korintus 15:29.
24. Maleakhi 4:6; lihat juga A&P 128:17; JS--H 1:39.
25. Lihat www.familysearch.org.
26. Roma 6:4.
27. 2 Petrus 1:9.
28. Lihat Mosia 4:3.

 
© 2008 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy