Penatua Jeffrey R. Holland
Dari Kuorum Dua Belas Rasul
"Bagi mereka yang sulit memulai percakapan misionari--dan banyak yang demikian--kartu yang baru dikeluarkan Gereja sungguh menolong, membuat orang lain mengetahui kepercayaan dasar Anda dan bagaimana mereka bisa mengetahui lebih banyak."
Yesus, sebagai orang yang telah dibangkitkan, mengakhiri pelayanan di bumi-Nya memberi tugas paling penting kepada para Rasul-Nya dan semua yang mengikuti mereka.
"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus . . . ."1
"Kamu akan menerima kuasa, . . . dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."2
Selalulah ingat untuk bertindak sopan dan pantas, kita memiliki sebuah tanggung jawab untuk menjadi para saksi Yesus Kristus, "setiap saat dan dalam segala hal, dan di segala tempat"3 untuk memberitakan tujuan besar yang diminta Kristus agar kita masing-masing lakukan.
Sekarang, Anda telah menjadi para misionari yang hebat, lebih baik daripada yang Anda kira, dan masih ada lebih banyak kehebatan lain dalam diri Anda. Dua belas jam sehari, tugas berat kita kepada para misionari penuh waktu, tetapi mengapa mereka masih gembira? Kita pun berhak atas bagian untuk memberi kesaksian, dan memang benar setiap anggota Gereja memiliki hak itu.
Sesungguhnya, salah satu aksioma di zaman kita adalah bahwa tidak ada misi atau misionari yang berhasil tanpa peran serta yang penuh kasih dan dukungan rohani para anggota yang bekerja sama dengan mereka dalam usaha yang seimbang. Seandainya Anda mengukirnya di atas prasasti batu, saya berjanji Anda pasti tidak ingin menghapusnya kelak. Simpatisan penting akan datang dari berbagai latar belakang, tetapi mereka yang benar-benar dibaptis dan yang tinggal aktif dalam gereja adalah mereka yang berasal dari anggota Gereja.
Dua puluh empat bulan lalu dalam suatu siaran elektronik Presiden Gordon B. Hinckley mengatakan:
"Saya sedang memikirkan Anda para misionari. Anda tidak mungkin bekerja sendirian dan berhasil. Anda membutuhkan bantuan orang lain. Kuasa membantu itu ada dalam diri kita masing-masing . . . .
Sekarang, brother dan sister, apakah kita akan membiarkan para misionari bekerja sendirian, atau kita akan membantu mereka. Jika mereka melakukannya sendirian, mereka akan mengetuk pintu-pintu setiap hari dan hasilnya sedikit. Atau sebagai anggota kita dapat membantu mereka menemukan serta mengajar para simpatisan . . . .
"Brother dan sister sekalian, Anda semua di lingkungan dan wilayah serta dalam distrik dan cabang, saya mengundang Anda untuk menjadi sebuah bala tentara yang besar dengan rasa antusias bagi pekerjaan ini dan sebuah hasrat yang menggebu untuk membantu para misionari dalam tanggung jawab besar yang mereka miliki untuk membawa injil ke setiap negeri, kaum, bahasa, dan bangsa. 4
Saya senang dengan ungkapan "pasukan dengan semangat pekerjaan ini" dan "hasrat besar membantu para misionari." Izinkanlah saya mengatakan beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk menanggapi panggilan itu. Anda akan mengenali beberapa yang telah Anda lakukan.
Lebih dari segalanya kita bisa mematuhi injil. Sesungguhnya tidak ada kekuatan pesan misionari yang lebih besar yang dapat kita sampaikan kepada dunia daripada teladan kehidupan Orang Suci Zaman Akhir yang bahagia dan saling mengasihi. Sifat dan keadaan, senyum serta kelembutan anggota Gereja yang setia mendatangkan kehangatan yang menular yang tidak dapat digantikan oleh mencari simpatisan atau video misionari. Orang tidak menjadi anggota sebab mereka tahu. Mereka menjadi anggota karena apa yang mereka rasakan, apa yang mereka lihat dan inginkan secara rohani. Roh kesaksian dan kebahagiaan kita yang berhubungan dengan hal itu akan datang kepada orang lain jika kita membiarkannya. Seperti kata Tuhan kepada Alma dan para putra Mosia, "Pergilah . . . supaya kamu dapat memperlihatkan contoh yang baik kepada mereka dalam diri-Ku, dan Aku akan menjadikan kamu alat dalam tangan-Ku demi keselamatan banyak jiwa."5
Seorang sister purna misi muda yang melayani di Hong Kong memberitahu saya baru-baru ini bahwa ketika dia dan rekannya bertanya kepada seorang simpatisan apakah dia percaya Allah, wanita itu menjawab, "Saya tidak percaya sampai saya bertemu dengan seorang anggota Gereja dan melihat bagaimana kehidupannya." Teladan pekerjaan misi yang hebat! Dengan meminta setiap anggota menjadi misionari tidaklah sepenting meminta setiap anggota menjadi anggota! Terima kasih karena Anda telah mematuhi injil.
Terima kasih juga atas doa-doa Anda bagi para misionari. Setiap orang berdoa bagi para misionari. Semoga demikian seterusnya. Dalam roh yang sama kita hendaknya juga berdoa bagi mereka yang (atau yang perlu untuk) bertemu dengan para misionari. Di Zarahemla, para anggota diperintahkan untuk "bergabung dalam puasa dan doa yang kuat"6 demi mereka yang belum bergabung ke dalam Gereja Allah. Kita dapat melakukan hal yang sama.
Kita juga dapat berdoa setiap hari bagi pengalaman misionari kita sendiri. Berdoalah agar di bawah petunjuk Allah, kesempatan misionari yang Anda miliki sudah dipersiapkan di dalam hati seseorang yang merindukan dan mencari injil yang Anda miliki. "Karena masih banyak lagi . . . yang hanya dijauhkan dari kebenaran karena mereka tidak tahu di mana menemukannya."7 Berdoalah agar mereka menemukan Anda! Kemudian bersiagalah, karena ada banyak orang di dunia yang merasakan kelaparan dalam hidup mereka, bukan kelaparan akan makanan atau kehausan akan air melainkan akan mendengarkan firman Tuhan.8
Ketika Tuhan memberikan orang ini, berbicaralah--tentang apa saja. Anda tidak dapat menyimpang. Anda tidak memerlukan resep pesan misionari. Iman Anda, kebahagiaan Anda, wajah Anda, cukup baik untuk menggugah hati yang jujur. Belum pernahkah Anda mendengar seorang nenek bercerita kepada cucu-cucunya? Itulah yang saya maksud--foto mereka tidak diperlukan! Injil akan menyesuaikan diri secara alami. Anda tidak bisa menahan diri Anda!
Tetapi mungkin yang lebih penting daripada berbicara adalah mendengarkan. Orang-orang ini bukanlah benda mati. Mereka anak-anak Allah, saudara lelaki dan perempuan kita, dan mereka membutuhkan apa yang kita miliki. Jangan ada kepalsuan. Jangkaulah dengan tulus. Tanyailah teman-teman itu apa kebutuhan mereka. Apa yang mereka banggakan, dan apa yang paling berharga bagi mereka. Serta kemudian dengarkanlah. Jika mungkin Anda boleh menanyakan ketakutan mereka, apa yang mereka rindukan atau apa yang mereka rasa hilang dalam kehidupan mereka. Saya berjanji bahwa sesuatu yang ada dalam ucapan mereka selalu ada yang sesuai dengan kebenaran injil yang memungkinkan Anda untuk bersaksi dan menawarkan lebih banyak lagi. Penatua Russell Nelson pernah menceritakan kepada saya salah satu aturan dalam dunia kedokteran adalah "menanyai pasien di mana yang sakit." Dia berkata, "pasien itu adalah petunjuk terbaik untuk menentukan diagnosa yang tepat dan akhirnya mengobatinya." Jika kita mendengarkan dengan kasih, kita tidak akan bertanya-tanya apa yang harus kita katakan. Hal itu akan diberikan kepada kita--oleh Roh dan teman kita.
Bagi mereka yang sulit memulai percakapan misionari--dan banyak yang demikian--kartu yang baru dikeluarkan Gereja sungguh menolong, membuat orang lain mengetahui kepercayaan dasar Anda dan bagaimana mereka bisa mengetahui lebih banyak. Misalnya, ini adalah cara termudah yang secara pribadi saya temukan agar dapat membagikan Kitab Mormon tanpa perlu membawa-bawa kitab itu ke mana kita pergi.
Sekarang biarlah saya meningkatkan sedikit kecepatan pesan ini. Banyak di antara kita dapat mempersiapkan pelayanan misionari senior ketika kesempatan itu datang. Sebagaimana dikatakan pasangan senior di Pusat Pelatihan Misi di Provo mengenai sebuah poster, "Mari, perpanjang langkah kita!" Saya baru pulang dari perjalanan ke beberapa misi. Di mana pun saya pergi selama berminggu-minggu saya berjumpa dengan pasangan yang sudah tua sedang memberikan kepemimpinan yang paling mendatangkan pahala, memberi rasa ketenangan, kedewasaan, dan pengalaman yang tidak mungkin didapat oleh mereka yang masih berusia 19 atau 21. Saya berjumpa dengan banyak pasangan, termasuk beberapa mantan presiden misi dan presiden bait suci bersama istri mereka, yang pergi ke dunia yang sama sekali asing bagi mereka dan melayani di sana untuk kedua, atau ketiga, atau keempat kalinya. Saya tersentuh oleh mereka masing-masing.
Baru-baru ini saya makan siang bersama Elder dan Sister John Hess dari Ashton, Idaho. "Kami ini hanyalah petani kentang biasa," kata John, tetapi justru itulah yang dibutuhkan oleh Misi Belarus di Moscow, Rusia. Selama bertahun-tahun ladang kentang terbaik di lahan pemerintah hanya menghasilkan 50 karung setiap hektarnya. Dengan perbandingan 22 karung benih untuk satu hektar, hasil itu buruk sekali. Mereka membutuhkan bantuan.
Brother Hess meminta lahan yang terletak 3 kaki dari lahan pemerintah, lalu bekerja keras dengan benih, peralatan, dan pupuk yang sama yang tersedia di Belarus. Ketika saatnya menggali, mereka mulai menggali, lalu mengundang yang lain untuk menggali, kemudian memanggil setiap orang untuk menggali. Dengan curah hujan dan tanah yang sama, tetapi dengan tambahan industri Idaho, pengalaman dan doa, lahan yang ditanami Keluarga Hess menghasilkan 550 karung setiap hektarnya--11 kali lebih banyak daripada lahan sebelumnya. Pada mulanya tidak seorang pun percaya pada kenyataan itu. Mereka mengira ada persekongkolan, atau yang lain curiga mungkin obat-obatan telah digunakan. Tetapi semuanya itu tidak ada. Brother Hess berkata, "Kami butuh mukjizat maka kami memohonnya." Lebih dari satu tahun kemudian, di masyarakat itu, para misionari muda menemukan lebih banyak keberhasilan hanya karena ada "petani kentang biasa" dari Idaho menerima tugas Gereja.
Kebanyakan para misionari pasangan suami-istri melayani lebih rutin daripada itu, mereka menerapkan pengalaman kepemimpinan di lingkungan dan cabang, tetapi masalahnya ialah ada berbagai jenis kebutuhan dalam pekerjaan ini dan ada tradisi misionari yang mantap yang menanggapi tugas melayani di setiap usia dan di dalam segala keadaan. Saya belajar dari presiden misi baru-baru ini bahwa salah satu dari sister misionarinya, menjelang akhir misi yang setia dan berhasil, berkata disela-sela tangisannya bahwa dia harus segera pulang. Ketika dia bertanya apakah ada masalah, dia mengatakan keluarganya sulit mengumpulkan dana untuk menyokong dia, keluarga itu telah menyewakan rumahnya dan pindah ke sebuah gudang. Untuk air, mereka meminta bantuan tetangganya dengan menggunakan selang; dan untuk mandi mereka pergi ke pompa bensin. Keluarga ini, di mana kepala keluarganya baru meninggal dunia, sangat bangga dengan pekerjaan misi sehingga mereka tidak bercerita apa-apa tentang keadaan itu kepada teman-teman maupun para pemimpin Gereja mereka.
Ketika keadaan ini diketahui, keluarga ini segera dikembalikan ke rumah mereka. Penyelesaian jangka panjang keadaan ekonomi mereka dibuat, dan tunjangan misi untuk sisa waktu anak perempuannya di misi disediakan dengan baik. Dengan air mata dan rasa takut meninggalkannya, sister yang setia dan yang bekerja keras ini menyelesaikan misinya dengan bangga dan baru-baru ini menikah di bait suci dengan seorang pemuda yang baik.
Di zaman yang penuh berkat ini kami tidak meminta pengorbanan yang besar seperti yang dilakukan oleh keluarga ini, tetapi generasi kita telah memperoleh manfaat dari generasi sebelumnya yang telah banyak berkorban dalam melayani pekerjaan misionari yang kita nyatakan. Kita semua dapat melakukan lebih banyak lagi untuk meneruskan tradisi itu kepada mereka yang mengikuti kita.
Rasul Yohanes meminta kepada Tuhan jika dia, Yohanes, boleh tetap tinggal di dunia selamanya hanya untuk satu tujuan yaitu untuk membawa lebih banyak jiwa kepada Allah. Ketika menyetujui permintaan itu Juruselamat berkata bahwa hal itu adalah "pekerjaan yang lebih besar" dan "hasrat" yang lebih mulia bahkan daripada keinginan untuk datang ke hadirat Tuhan dengan "cepat." 9
Seperti semua nabi dan rasul lainnya Nabi Joseph Smith memahami arti sesungguhnya permintaan Yohanes ketika dia berkata, "Setelah semua yang telah dikatakan, tugas [kita] yang terbesar dan terpenting adalah memberitakan Injil."10 Saya memberikan kesaksian mengenai injil itu dan mengenai Yesus Kristus yang mewujudkannya. Saya bersaksi bahwa "nilai jiwa adalah sangat berharga pada pandangan Allah"11 dan bahwa menyelamatkan jiwa-jiwa itu melalui penebusan Kurban Tebusan Putra Terkasih-Nya adalah inti dari pekerjaan-Nya dan kemuliaan-Nya.12 Dalam mengusahakan pekerjaan itu saya bersaksi dengan Yeremia bahwa pernyataan misionari kepada bangsa Israel zaman modern yang terakhir akan, pada akhirnya, menjadi mukjizat yang lebih besar daripada sewaktu bangsa Israel kuno menyeberangi Laut Merah.13 Semoga kita akan dengan berani dan bersemangat membagikan mukjizat pesan ini. Saya berdoa dalam nama Yesus Kristus, amin.
CATATAN
1. Matius 28:19.
2. Kisah para Rasul 1:8.
3. Mosia 18:9.
4. "Temukanlah Domba-domba Itu, Gembalakanlah Domba-domba Itu", Liahona, Juli 1999, 120,124.
5. Alma 17:11.
6. Alma 6:6.
7. A&P 123:12.
8. Lihat Amos 8:11.
9. Lihat A&P 7.
10. Teachings of the Prophet Joseph Smith, diseleksi oleh Joseph Fielding Smith (1976), 113.
11. A&P 18:10.
12. Lihat Musa 1:39.
13. Lihat Yeremia 16:14-16.