The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Broadcast General Conference Archives
Conferences
"Seperti Kebun yang Disirami"

"Seperti Kebun yang Disirami"

Penatua Jeffrey R. Holland
Dari Kuorum Dua Belas Rasul

"Kita harus membayarnya [persepuluhan dan sumbangan puasa] sebagai ungkapan kasih pribadi kita kepada Bapa di Surga yang murah hati dan belas kasih."

Elder Jeffrey R. Holland

Dengan pasti dan tetap Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir bergerak di seluruh penjuru dunia. Dalam bahasa Daniel "sebuah batu terungkit lepas."1Yesaya menggambarkan yang dilihatnya sebagai "pekerjaan yang ajaib dan menakjubkan."2Memang menakjubkan! Pemulihan injil Yesus Kristus dipenuhi dengan mukjizat, wahyu, penglihatan dari segala macam. Banyak muncul dalam zaman kita.

Saya berusia 17 tahun sebelum ada wilayah Zion di mana pun di luar Amerika Utara. Sekarang sudah ada lebih dari 1000 wilayah di benua-benua yang jauh dan di kepulauan di laut. Sekarang kita memiliki 125 bait suci yang berfungsi atau diumumkan, lebih dari separuhnya (64) di luar Amerika Serikat. Sekali lagi saya hampir berusia 16 sebelum satu bait suci pun di luar wilayah dan propinsi di Amerika Serikat dan Kanada.

Kita hidup untuk melihat wahyu mengenai keimamatan yang diberikan kepada semua pria dengan usia yang selayaknya yang pantas, sebuah berkat yang sudah meningkatkan pekerjaan di banyak bagian di dunia. Kita sudah hidup untuk melihat penerbitan tulisan suci kita, seluruhnya atau sebagian, hampir dalam 100 bahasa. Kita sudah hidup untuk melihat penciptaan Kuorum Tujuh Puluh yang sudah lama dinantikan dengan orang-orang perkasa yang diambil dari banyak negara dan, sebaliknya, diatur untuk melayani di banyak negara. Baru-baru ini Presiden Hinckley mengumumkan mengenai Dana—tetap Pendidikan yang memiliki potensi memberkati banyak orang di lokasi-lokasi dunia yang paling jauh. Demikianlah upaya-upaya Gereja di seluruh dunia berlangsung.

Saya memberikan ringkasan singkat ini untuk menggambarkan mukjizat lainnya, wahyu lainnya, terserah Anda apa pun sebutannya, yang mungkin tidak diketahui oleh keanggotaan Gereja pada umumnya. Dalam satu hal dimaksudkan untuk menjadi nyata bagi pandangan umum. Saya berbicara mengenai keputusan yang dibuat oleh para pemimpin tidak lebih satu dekade yang lalu untuk menghentikan menaruh kewajiban pengumpulan dana lainnya dari para anggota Gereja dari dalam negeri maupun luar negeri.

Sebanyak keputusan ini dibuat di tengah-tengah perkembangan yang amat internasional ini yang baru saja saya uraikan, bagaimanakah hal ini bisa dilaksanakan secara finansial? Bagaimanakah kita dapat pergi ke lokasi-lokasi yang semakin jauh dan pada saat yang sama kita sedang memindahkan semua aset pendukung dari umat kita? Logika dalam hal ini mungkin berlawanan.

Bagaimana hal ini dilaksanakan? Saya akan memberitahu Anda caranya—dengan kepercayaan penuh di pihak para pemimpin yang sedang menjabat agar asas persepuluhan Tuhan serta sumbangan puasa yang murah hati akan dihargai oleh anggota gereja yang paling baru pun dan bahwa kesetiaan terhadap asas yang demikian ilahi ini akan terus kita mengerti.

Saya belum menjadi bagian dalam Kuorum Dua Belas Rasul ketika keputusan yang menentukan ini diambil, tetapi saya dapat membayangkan pembahasan yang dilaksanakan serta tindakan iman yang diminta di antara dewan pimpinan Gereja. Bagaimana seandainya para pemimpin harus menghentikan dana dan para Orang Sucitidakmembayar persepuluhan serta sumbangan mereka, lalu bagaimana? Sejauh pengertian saya, bahwa jalan pemikiran semacam itu belum pernah dipikirkan. Mereka maju dengan iman—iman kepada Allah, iman kepada asas yang diungkapkan, iman kepada kami. Mereka tidak pernah menoleh ke belakang. Saat yang menakjubkan (apabila pernah diperhatikan) dalam masa mendewasakan Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir.

Untuk menghargai keputusan itu, kita seharusnya secara seimbang dewasa sebagai individu dalam keanggotaan Gereja. Izinkan saya mengusulkan lima alasan mengapa kita, kaya maupun miskin, anggota lama atau pun anggota yang paling baru, seharusnya dengan setia membayar persepuluhan serta sumbangan kita.

Pertama-tama, lakukanlah demi anak-anak serta cucu-cucu Anda, generasi baru, yang sekarang dapat, bila kita tidak berhati-hati, tumbuh dalam Gereja dengan tanpa pengertian sama sekali mengenai bait suci, gedung gereja, seminari dan lembaga kita disediakan. Ajar anak-anak Anda bahwa banyak berkat Gereja tersedia bagi mereka karena Anda dan mereka yang membayar persepuluhan serta sumbangan kepada Gereja. Ajar mereka bahwa berkat-berkat tersebut dapat datang hampir tidak dengan cara lain.

Kemudian bawalah anak Anda ke wawancara tahunan persepuluhan bersama Anda, seperti cucu lelaki Presiden Howard W. Hunter di bawa ayahnya beberapa tahun yang lampau. Dalam pengalaman tsb. uskup menunjukkan kebahagiaannya dalam keinginan Brother Hunter muda untuk membayar persepuluhan penuh. Dalam proses menerima uang, dia bertanya kepada anak muda ini apakah dia tahu bahwa injil benar. Sewaktu pemuda kecil ini menyerahkan persepuluhannya sebesar 14 sen, anak berusia tujuh tahun ini mengatakan bahwa dia kira injil benar adanya tetapi "sudahlah pasti ongkosnya mahal."3Bangunan, program dan materi yang saya sebutkan memang ada ongkosnya. Hal ini bukanlah pelajaran yang tidak penting bagi anak-anak kecil untuk memahami dalam usia mereka.

Kedua, bayarlah persepuluhan Anda sehingga dapat dengan pantas mengakui berkat-berkat yang dijanjikan kepada mereka yang membayar. "Ujilah Aku, firman Tuhan semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan."4Setelah dia kehilangan suaminya dalam mati syahid di Nauvoo dan meneruskan perjalanannya ke barat bersama kelima anaknya yang tanpa ayah, Mary Fielding Smith terus dalam kemiskinannya membayar persepuluhan. Ketika seseorang di kantor persepuluhan dengan tidak pantas menyarankan agar satu saat dia tidak perlu menyumbangkan sepersepuluh dari kentang satu-satunya yang dituainya di tahun itu, dia berseru kepada pria ini: "William, seharusnya engkau malu. Apakah engkau mau aku tidak memperoleh berkat? Bila aku tidak membayar persepuluhan, maka aku tentu mengharapkan Tuhan menahan berkat-berkat-Nya bagi diriku. Aku membayar persepuluhan, bukan saja itu merupakan hukum Allah, melainkan karena aku mengharapkan berkat dengan membayarnya. [Aku membutuhkan sebuah berkat]. Dengan mematuhi hal ini dan hukum lainnya, aku mengharapkan sanggup memberi makan keluargaku."5

Saya tidak dapat mengatakan semua cara berkat-berkat akan datang dari kepatuhan dari asas ini, tetapi saya bersaksi bahwa banyak berkat akan datang dengan cara kerohanian yang akan berjalan lancar di luar ekonomi. Dalam hidup saya, misalnya, saya melihat janji Allah telah digenapi bahwa Dia akan "Aku akan menghardik bagi[ku] belalang pelahap."6Berkat perlindungan melawan kejahatan semacam itu sudah dicurahkan ke atas saya dan orang-orang yang saya kasihi di luar kapasitas pemahaman saya. Tetapi saya percaya bahwa keselamatan ilahi itu sudah datang, setidaknya sebagian, karena keteguhan kita, secara individu dan secara keluarga, dalam membayar persepuluhan.

Tiga, bayarlah persepuluhan sebagai satu pernyataan bahwa ke- milikan terhadap harta duniawi bukanlah gol yang paling utama dengan keberadaan Anda. Sebagai seorang suami dan ayah muda, hidup dengan anggaran belanja mahasiswa, baru-baru ini berkata kepada saya: "Mungkin saat yang paling kritis sebagai Orang Suci Zaman Akhir datang ketika kami harus berenang melawan arus budaya di mana kami berada. Persepuluhan menyediakan saat demikian itu. Hidup di dunia yang menekankan harta duniawi dan membudayakan ketidakpercayaan kepada siapa pun atau apa pun yang dirancang bagi uang kita, kita membuang kebanggaan itu untuk membagikan dengan leluasa, dengan percaya dan murah hati. Dengan melakukan perbuatan ini, kita mengatakan—sesungguhnya—kita berbeda, bahwa kita memang adalah umat Allah yang aneh. Dalam masyarakat yang mengatakan uang adalah aset paling penting, kita mengatakan dengan iba bahwa tidaklah demikian adanya."7

Pernah Presiden Spencer W. Kimball mengatakan mengenai seorang pria yang membanggakan diri sendiri atas harta tanah dan ladangnya yang luar biasa—kebun dan sawah, ternak, kolam dan rumah dan segala jenis harta. Dia menyombongkan dirinya akan semua hal ini, namun pada akhir hidupnya tidak bersedia membayarkan sepersepuluh darinya atau bahkan mengakui bahwa semua itu berasal dari Allah. Presiden Kimball kemudian berkata di pemakaman pria ini, menyatakan bahwa tanah di mana bangsawan ini dikuburkan dalam satu bagian tanah kosong seukuran "sepanjang tinggi pria, selebar orang gemuk."8Dalam menyawab pertanyaan kuno: "Seberapa banyak yang ditinggalkannya?" pastikanlah bahwa jawabannya selalu akan: "Semuanya." Oleh karena itu kita sebaiknya meletakkan harta kita di surga, di mana tidak ada pajak bahkan ajaran yang berarti bagi perkataan sepertirumah,warisan,peninggalandanpusaka.9

Keempat, bayarlah persepuluhan dan sumbangan Anda dengan kejujuran dan integritas karena mereka adalah hak Allah. Sesungguhnya salah satu baris yang paling menikam dari semua tulisan suci adalah permohonan Yehova yang menggeledek: "Bolehkah manusia menipu Allah? Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus."10

Membayar persepuluhanbukanmerupakan pemberian semata yang agaknya kita dengan amal menganugerahkan kepada Allah. Membayar persepuluhan merupakan pembayaran hutang. Penatua James E. Talmage pernah menguraikan hal ini sebagai kontrak antara kita dengan Tuhan. Dia membayangkan Tuhan sedang berkata: "Aku membutuhkan banyak hal di dunia ini—makanan, pakaian, dan perlindungan bagi keluargamu . . ., kenyamanan umum bagi hidup . . . . Kamu akan membutuhkan cara untuk memperoleh hal-hal ini, tetapi ingatlah semua ini milik-Ku, dan Aku meminta darimu pembayaran sewa atas yang Aku berikan ke tanganmu. Tetapi, hidupmu bukanlah seragam . . . [jadi] bukannya seperti para tuan tanah fana yang lakukan—yang memerlukan kamu untuk—membayar dimuka, apa pun keuntungan kamu . . . atau prospek yang akan kamu peroleh—engkau harus membayar Aku . . . [hanya] bila kamu sudah menerima, dan kamu akan membayar Aku sesuai dengan yang kamu terima. Bila demikian halnya maka dalam satu tahun penghasilan kamu akan berlimpah, lalu . . . [10 persenmu akan menjadi] sedikit lebih banyak dan apabila tahun berikutnya merupakan tahun kemalangan serta penghasilan kamu tidak seperti sebelumnya, maka . . . [10 persenmu] akan berkurang . . . [apa pun keadaanmu, persepuluhan itu akan adil].

"Pernahkah Anda menemukan tuan tanah di bumi yang bersedia membuat kontrak yang masuk akal itu dengan Anda?" Penatua Talmage mengatakan. "Ketika saya mempertimbangkan kebebasannya." Dia berkata: ". . . . Saya merasakan dalam hati saya bahwa saya hampir tidak berani mengangkat wajah saya ke . . . Surga . . . apabila saya mencoba menipu [Allah] dari [hak-Nya]."11

Jawaban ini menuju ke alasan kelima untuk membayar persepuluhan dan sumbangan puasa. Kita harus membayarnya sebagai ungkapan kasih pribadi kita kepada Bapa di Surga yang murah hati dan belas kasih. Melalui kasih karunia-Nya Allah sudah mengurus makanan bagi yang lapar dan pakaian bagi yang miskin. Di saat-saat yang berbeda dalam hidup kita kehendak itu berlaku bagi kita semua, secara duniawi atau rohani. Bagi kita masing-masing injil sudah timbul sebagai terang pagi, mengusir kegelapan ketidakmengertian dan penderitaan. Melalui pergerakan injil-Nya ke seluruh dunia, Allah sedang meringankan beban yang kepayahan dan membebaskan mereka yang tertekan. Kebaikan kasih-Nya sudah membuat hidup kita, kaya atau pun miskin, dekat atau pun jauh, "seperti kebun yang disirami . . . [dari] mata air . . . yang tidak pernah mengecewakan."12

Saya mengucapkan rasa syukur yang dalam bagi setiap berkat injil Yesus Kristus, khususnya atas karunia terbesar dari semua karunia, teladan hidup-Nya serta kematian penebusan Putra Tunggal Allah. Saya tahu bahwa saya tidak akan pernah dapat membayar surga atas semua kebaikan ini, tetapi ada banyak cara yang perlu sayalakukanuntuk menunjukkan rasa terima kasih saya. Salah satu cara itu adalah dengan membayar persepuluhan dan dengan sukarela memberi sumbangan. Sayainginmembayar sesuatu, tetapi saya tidak ingin seperti (dalam perkataan raja Daud): "dengan tidak membayar apa-apa."13

Saya bersaksi bahwa asas persepuluhan dari Allah, mengajar kita dalam kesederhanaan tulisan suci yang tak kita ragukan lagi keilahiannya. Semoga kita semua meminta berkatnya selamanya, dalam nama Yesus Kristus, amin.

CATATAN:

1. Daniel 2:45.
2. Yesaya 29:14.
3. Dikutip oleh David B. Haight dalamConference Report, April 1981, 57; atauEnsign, Mei 1981, 42.
4. Maleakhi 3:10.
5. DalamConference Report, April 1900, 48.
6. Maleakhi 3:11.
7. Koresponden pribadi.
8. DalamConference Report, April 1968, 74.
9. Lihat Matius 6:19–21.
10. Maleakhi 3:8.
11.The Lord's Tenth(pamflet, 1968), 10–11.
12. Yesaya 58:11; lihat juga Yesaya 58:6–10.
13. 2 Samuel 24:24.

 
© 2008 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy