The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Broadcast General Conference Archives
Conferences
Oktober 2003
Pertobatan dan Perubahan

Pertobatan dan Perubahan

PENATUA DALLIN H. OAKS
Dari Kuorum Dua Belas Rasul

Bertobat berarti meninggalkan semua kebiasaan—pribadi, keluarga, suku, dan bangsa kita—yang bertentangan dengan perintah-perintah Allah.

PENATUA DALLIN H. OAKSSaya menyampaikan salam dari Area Filipina, dengan anggotanya yang berjumlah 520.000 di 80 wilayah dan 80 distrik, serta misionarinya yang berjumlah 2.200 dalam 13 misi. Kita sedang maju melawan tantangantantangan yang dihadapi Gereja yang belum mapan sepenuhnya.

Di area yang sedang berkembang ini, kami sangat bergantung pada misionari pasangan suami-istri. Saya menekankan ini karena banyak yang mendengarkan pesan saya perlu mengetahui betapa dihargainya pelayanan mereka, dan ada orang-orang yang kami doakan supaya mereka mau memutuskan untuk bersedia melakukan pelayanan penting ini.

I.

Saya akan mengawali dengan perka-taan yang diberikan oleh salah satu misionari yang berani ini. "Pada saat menengok kembali kehidupan saya," dia berkata, "saya sulit membayangkan peselancar tanpa alas kaki dari Hawaii yang menyelesaikan misi ketiganya. Namun ketika saya merasakan pelukan hangat Juruselamat, saya ingin melayani-Nya, dan saya berubah." Ya, dia benar-benar berubah! Stanley Y.Q. HO mengatakan kepada saya bahwa sampai dia berusia tiga puluh tahun, dia tidak melakukan apa-apa selain "bermain-main di pantai di Waikiki." Kemudian dia menemukan Injil, dia menikah dengan seorang gadis Orang Suci Zaman Akhir, dan dia berubah. Sejak saat itu dia telah memenuhi banyak panggilan, termasuk sebagai uskup dan presiden wilayah. Sekarang, Elder Ho dan Mama terkasihnya, yang bertanggung jawab atas banyak perubahan dalam hidupnya, telah melayani tiga misi penuh-waktu.

Untuk contoh yang lain, saya akan membuka Injil Lukas:

"Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.

Di situ ada seorang bernama

Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.

Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.

Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.

Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata, Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.

"Lalu Zakheus turun, dan menerima Yesus dengan sukacita" (Lukas 19:1-6).

Di sini Injil mencatat bahwa para pengikut Yesus "bersungut-sungut" karena kepergian-Nya ke rumah orang berdosa (ayat 7). Tetapi hal itu bukanlah masalah bagi Yesus. Injil-Nya adalah untuk semua yang mau meninggalkan kebiasaan lama dan membuat perubahan yang mereka perlukan untuk diselamatkan dalam kerajaan Allah.

Sekarang kita kembali pada kisah seorang pria yang membuka rumah dan hatinya untuk Tuhan:

"Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: 'Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin, dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang, akan kukembalikan empat kali lipat.

Kata Yesus kepadanya: Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini ....

Sebab anak manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang" (ayat 8-10).

Zakheus dari Yerikho dan Stanley dari Hawaii mewakili kita semua. Mereka adalah contoh tentang apa yang kita doakan supaya dapat dialami oleh semua orang yang memutuskan untuk menerima Tuhan "dengan sukacita" dan mengikuti tuntunan-Nya.

II.

Injil Yesus Kristus menantang kita untuk berubah. "Bertobatlah" adalah pesan yang paling sering diberikan, dan bertobat berarti meninggalkan semua kebiasaan—pribadi, keluarga, suku, dan bangsa kita—yang bertentangan dengan perintah-perintah Allah. Tujuan dari Injil adalah untuk mengubah makhluk biasa menjadi warga selestial, dan itu memerlukan perubahan.

Yohanes Pembaptis mengabarkan pertobatan. Para pendengar-Nya datang dari kelompok yang berbeda, dan dia menyatakan perubahan yang harus dibuat oleh setiap orang untuk "hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan" (Lukas 3:8). Para pemungut cukai, tentara, dan orang biasa—masing-masing memiliki adat istiadat yang harus dilepaskan untuk proses pertobatan.

Ajaran-ajaran Yesus juga menantang adat istiadat kelompok yang berbeda-beda. Ketika para ahli Taurat dan orang Farisi mengeluh karena muridmurid-Nya "melanggar adat istiadat nenek moyang" dengan tidak membasuh tangan dalam upacara keagamaan, Yesus menjawab bahwa para ahli Taurat dan orang Farisi "melanggar perintah Allah demi adat istiadat [mereka]" (Matius 15:2-3). Dia menguraikan cara mereka membuat "firman Allah tidak berlaku demi adat istiadat [mereka]" (ayat 6). "Orang-orang munafik" begitu Allah menyebut mereka yang pengabdiannya kepada adat istiadat mencegah mereka untuk mematuhi perintah-perintah Allah (ayat 7).

Dan lagi, dalam wahyu modern, Tuhan menyatakan bahwa "yang jahat" mengambil anak-anak Allah yang tak berdosa dari terang dan kebenaran "melalui ketidakpatuhan ... dan oleh sebab adat istiadat leluhur mereka" (A&P 93:39).

Adat istiadat atau budaya atau cara hidup seseorang tidak dapat dihindari bercampur dengan kebiasaan, yang harus diubah oleh mereka yang berharap menjadi layak untuk menerima berkat-berkat Allah yang paling tinggi.

Kemurnian Akhlak adalah contohnya. "Jangan berzina," Tuhan memerintahkan dari Gunung Sinai (Keluaran 20:14) dan diulang dalam wahyu modern (A&P 42:24; lihat juga A&P 59:6). "Jauhkanlah dirimu dari percabulan" perintah Perjanjian Baru (1 Korintus 6:18; lihat juga Galatia 5:19; 1 Tesalonika 4:3). Nabi Allah selalu mengutuk pelacuran. Namun tetap saja perintah kekal ini sering kali tidak dihiraukan, dilawan, atau dicemooh oleh adat istiadat yang kuat di banyak negeri. Ini terlihat sekali saat ini, ketika film layar lebar, majalah, dan komunikasi Internet dari satu bangsa secara cepat dibagikan dengan banyak bangsa lainnya. Hubungan seks di luar pernikahan disahkan, dimaklumi atau didukung oleh banyak orang. Begitu juga dengan budaya pornografi yang meluas dengan pesat. Semua orang yang menjadi bagian dari budaya-budaya ini harus bertobat dan berubah jika mereka ingin menjadi umat Allah, karena Dia telah memperingatkan bahwa "tiada hal yang najis dapat memasuki kerajaan" (3 Nefi 27:19).

Kehadiran setiap minggu di gereja adalah contoh lain tentang perintah yang bertentangan dengan adat istiadat yang dikenal. Tuhan telah memerintahkan kita untuk hadir di gereja dan "mempersembahkan sakramen" pada hari Sabat-Nya (lihat A&P 59:9). Hal ini memerlukan lebih dari sekadar kehadiran pasif. Kita diperintahkan untuk berperan serta dalam peribadatan dan pelayanan, dan hal ini memerlukan perubahan besar bagi banyak orang yang bukan Kristen dan bahkan orang Kristen yang telah hadir di gereja hanya sebagai penonton yang tidak rutin datang.

Perintah Allah supaya kita menjauhi alkohol, tembakau, teh dan kopi (lihat A&P 89) juga bertentangan dengan banyak adat istiadat. Kecanduan atau kebiasaan lama tidak mudah dilanggar, namun perintah Allah jelas, dan berkat-berkat yang dijanjikan lebih dari sekadar membayar kembali tantangan perubahan itu.

Contoh lainnya adalah kejujuran. Beberapa budaya mengizinkan berbohong, mencuri, dan kebiasaan lainnya yang tidak jujur. Namun ketidakjujuran dalam bentuk apa pun juga—apakah itu untuk memenuhi tuntutan, untuk tidak dipermalukan, atau untuk memperoleh keuntungan—sangat bertentangan dengan perintah atau adat istiadat Injil. Allah adalah Allah kebenaran, dan Allah tidak berubah. Kitalah yang harus berubah. Dan itu akan menjadikan perubahan besar bagi semua orang yang adat istiadatnya membuat mereka terbiasa berfikir bahwa mereka dapat berbohong sedikit, menipu sedikit, atau terlibat dalam ketidakjujuran kapan saja ketika itu membawa keuntungan pribadi dan sepertinya tidak terlihat.

Adat istiadat duniawi yang kurang penting yang bertentangan dengan budaya Injil adalah gagasan kenaikan atau penurunan jabatan. Di dunia ini, kita merujuk pada naik atau turunnya promosi atau pengurangan. Namun tidak ada naik atau turun dalam jabatan Gereja. Kita hanya berputar. Seorang uskup yang dibebastugaskan oleh wewenang yang layak dan dipanggil untuk mengajar di Pratama, tidak turun jabatan. Dia menjadi maju ketika dia menerima pembebastugasannya dengan penuh syukur dan memenuhi tugas-tugas dalam pemanggilan baru itu—bahkan yang jauh tidak terlihat.

Saya melihat satu contoh yang tak terlupakan beberapa bulan yang lalu di Filipina. Saya mengunjungi sebuah lingkungan di wilayah Pasig, dekat kota Manila. Di sana saya bertemu dengan Augusto Lim, yang saya tahu beberapa tahun sebelumnya sebagai seorang presiden wilayah, presiden misi, Pembesar Umum, dan presiden bait suci Manila. Kemudian saya melihatnya melayani dengan rendah hati dan penuh syukur dalam keuskupan wilayahnya, sebagai penasihat kedua dari seorang pria yang jauh lebih muda dan memiliki pengalaman jauh lebih sedikit. Dari presiden bait suci sampai ke penasihat kedua dalam keuskupan wilayah merupakan contoh indah budaya Injil dalam tindakan.

Dalam contoh-contoh ini saya tidak membandingkan budaya atau adat istiadat salah satu bagian dunia dengan yang lainnya. Saya membandingkan cara Tuhan dengan cara dunia—budaya Injil Yesus Kristus dengan budaya atau adat istiadat setiap bangsa atau orang. Tak satu kelompok pun menguasai nilai atau memiliki kekebalan dari perintah untuk berubah. Yesus dan para Rasul-Nya tidak bermaksud membuat orang Yahudi menjadi orang Yunani (lihat Roma 2:11; Galatia 2:11-16; 3:1-29; 5:1-6; 6:15). Mereka mengajar orang Yahudi dan Yunani, dengan maksud membuat mereka masing-masing menjadi pengikut Kristus.

Sebagaimana halnya, para hamba Tuhan saat ini tidak bermaksud membuat orang Filipina menjadi orang Asia atau Afrika atau Amerika. Juruselamat mengundang kita semua untuk datang kepada-Nya (lihat 2 Nefi 26:33; A&P 43:20), dan hamba-Nya berusaha membujuk semua orang— termasuk orang-orang Amerika—untuk menjadi Orang-orang Suci Zaman Akhir. Kita mengatakan kepada semua orang, tinggalkan kebiasaan adat istiadat dan budaya Anda yang bertentangan dengan perintah-perintah Allah dan budaya Injil-Nya, dan bergabunglah dengan umat-Nya dalam membangun kerajaan Allah. Jika kita berhenti berjalan dalam kegelapan, Rasul Yohanes mengajarkan, "kita hidup di dalam terang, ... kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, anak-Nya itu, menyucikan kita daripada segala dosa" (1 Yohanes 1:7).

III.

Ada budaya Injil yang unik, sekumpulan nilai dan pengharapan serta tindakan yang tidak asing bagi anggota Gereja Yesus Kristus dari Orangorang Suci Zaman Akhir. Cara hidup Injil ini datang dari rencana keselamatan, perintah-perintah Allah, dan ajaran nabi-nabi yang hidup. Ini dinyatakan dengan cara kita meningkatkan keluarga kita dan menjalani kehidupan pribadi kita. Asas-asas yang dinyatakan dalam pernyataan keluarga merupakan sebuah ungkapan indah mengenai budaya Injil.

Mereka yang dibaptis dalam Gereja Yesus Kristus membuat perjanjian. Dalam wahyu modern Tuhan menyatakan, "Bila orang dipanggil pada InjilKu yang kekal, dan mengikat janji dengan suatu perjanjian yang abadi, mereka dianggap sebagai garam dunia dan kelezatan manusia" (A&P 101:39). Untuk melaksanakan tugas perjanjian kita sebagai garam dunia, kita harus berbeda dengan mereka yang ada di sekitar kita.

Seperti yang Yesus ajarkan: "Kujadikan kamu garam dunia, tetapi jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah bumi akan diasinkan? Oleh karena itu, garam tadi tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak-injak kaki orang" (3 Nefi 12:13; lihat juga Matius 5:13; A&P 101:40).

Ini mengharuskan kita membuat beberapa perubahan budaya keluarga kita, budaya suku kita, atau budaya bangsa kita. Kita harus mengubah semua elemen tindakan kita yang bertentangan dengan perintah-perintah, perjanjian, dan budaya Injil.

Rencana Injil didasarkan pada tanggung jawab pribadi. Pasal-pasal kepercayaan kita menyatakan kebenaran kekal "bahwa orang akan dihukum untuk dosanya sendiri dan bukan untuk pelanggaran Adam" (Pasal-pasal Kepercayaan 2). Syarat tanggung jawab pribadi ini, yang memiliki banyak pernyataan dalam ajaran kita, sangat bertentangan dengan rencana Setan untuk "menebus semua manusia sampai tidak satu jiwa pun yang akan hilang" (Musa 4:1). Rencana Bapa dan Juruselamat didasarkan pada pilihan pribadi dan usaha pribadi.

Ajaran dan pelaksanaan tanggung jawab pribadi dan usaha pribadi bertentangan dengan adat istiadat pribadi dan budaya setempat di banyak negeri. Kita hidup di dunia yang memiliki perbedaan besar dalam penghasilan dan kekayaan dan terdapat banyak usaha masyarakat dan pribadi untuk memperkecil perbedaan ini. Para pengikut Juruselamat diperintahkan untuk memberikan kepada yang miskin dan banyak yang melakukannya. Namun beberapa bantuan ini telah mendukung budaya ketergantungan, mengurangi kebutuhan penerimanya akan pangan dan papan, tetapi menjadikan mereka miskin akan kebutuhan kekal mereka untuk perkembangan pribadi. Perkembangan yang diminta dari rencana Injil hanya terjadi dalam budaya usaha dan tanggung jawab pribadi. Itu tidak dapat terjadi dalam budaya ketergantungan. Apa pun juga yang mengakibatkan kita menjadi bergantung pada orang lain dalam membuat keputusan atau dalam memperoleh sumber-sumber, yang sebenarnya dapat kita sediakan sendiri, akan melemahkan kita secara rohani dan memperlambat perkembangan kita terhadap tujuan rencana Injil bagi kita.

Injil mengentaskan kita dari kemiskinan dan ketergantungan, tetapi hanya ketika budaya Injil, termasuk pembayaran persepuluhan dengan setia bahkan oleh mereka yang miskin, berlaku dalam adat istiadat dan budaya ketergantungan. Itu adalah pelajaran dari anak-anak Israel, yang keluar dari ratusan tahun perbudakan di Mesir dan mengikuti seorang nabi menuju negeri mereka sendiri dan menjadi umat yang benar. Pelajaran itu dapat juga dipelajari dari para pionir Mormon, yang tidak pernah menggunakan kemalangan atau kemiskinan mereka sebagai suatu alasan, namun maju terus dalam iman, mengetahui bahwa Allah akan memberkati mereka ketika mereka mematuhi perintahperintah-Nya, dan Allah benar-benar memberkati mereka.

Perubahan yang kita buat untuk menjadi bagian dari budaya Injil memerlukan usaha yang lama dan kadang menyakitkan, dan perbedaan kita harus terlihat. Sebagai "garam dunia" kita juga "terang dunia" dan terang kita tidak boleh tersembunyi (lihat Matius 5:13-16). Rasul Yohanes memperingatkan bahwa hal ini akan membuat dunia membenci kita (lihat 1 Yohanes 3:13). Itulah sebabnya mereka yang telah membuat perjanjian untuk berubah memiliki tugas kudus untuk saling mengasihi dan membantu. Dukungan itu harus diberikan kepada setiap jiwa yang memiliki kesulitan untuk keluar dari budaya dunia dan masuk dalam budaya Injil Yesus Kristus. Rasul Yohanes menutup, "Marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran" (1 Yohanes 3:18).

Tidak seorang pun menunjukkan kasih bagi sesama mereka lebih besar daripada para pria dan wanita yang mulia dari Gereja ini yang meninggalkan rumah dan lingkungan mereka yang nyaman untuk melayani sebagai misionari pasangan suami-istri. Mereka memberikan bantuan yang paling tulus dan paling berharga bagi orang-orang yang memiliki kesulitan untuk berubah. Allah memberkati para misionari pasangan suami-istri!

IV.

Yesus memerintahkan kita untuk saling mengasihi, dan kita menunjukkan kasih itu dengan cara kita melayani satu sama lain. Kita juga diperintahkan untuk mengasihi Allah, dan kita menunjukkan kasih itu dengan secara terus-menerus bertobat dan mematuhi perintah-perintah-Nya (lihat 1 Yohanes 14:15). Dan pertobatan berarti lebih dari sekadar meninggalkan dosa-dosa kita. Dalam arti luas, pertobatan memerlukan perubahan, meninggalkan semua adat istiadat kita yang bertentangan dengan perintah-perintah Allah. Pada saat kita ikut berperan serta dalam budaya Injil Yesus Kristus, kita menjadi "kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggotaanggota keluarga Allah" (Efesus 2:19).

Saya bersaksi bahwa inilah yang Tuhan dan Juruselamat ingin agar kita lakukan supaya kita dapat menjadi seperti yang dimaksudkan Injil-Nya bagi kita, dalam nama Yesus Kristus, amin.

 
© 2008 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy