The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Broadcast General Conference Archives
Conferences
Oktober 2003
Remaja Putra—Pemegang Kunci-kunci

Remaja Putra—Pemegang Kunci-kunci

PENATUA MONTE J. BROUGH
Dari Tujuh Puluh

Kita memerlukan remaja putra untuk bangkit dalam pemanggilan mereka, dengan mengetahui hak yang telah ditahbiskan kepada mereka untuk bertindak dalam jabatan yang telah diembankan kepada mereka.

PENATUA MONTE J. BROUGHSaya memegang sebuah buku pedoman Sekolah Minggu yang berjudul Leaders of the Scriptures yang dicetak tahun 1947. Pengarangnya adalah Marion G. Merkley dan Gordon B. Hinckley. Lima puluh enam tahun yang lalu! Buku pedoman ini tersimpan di rumah saya selama bertahun-tahun dan menjadi motivasi untuk ceramah ini.

Salah satu peristiwa paling penting dalam Pemulihan adalah pemulihan Imamat Harun pada bulan Mei 1829. Yohanes Pembaptis menampakkan diri kepada Nabi Joseph dan Oliver Cowdery.

Joseph menceritakan kembali: "Ketika kami tengah melakukan itu, yaitu berdoa dan berseru kepada Tuhan, seorang utusan dari surga turun dalam suatu awan cahaya, dan setelah menumpangkan tangannya ke atas kami, dia menahbiskan kami dengan mengatakan:

"Ke atasmu, hamba-hamba sesamaku, dalam nama Mesias, aku menganugerahkan Imamat Harun yang memegang kunci-kunci pelayanan malaikat dan injil pertobatan, dan dari pembaptisan dengan pencelupan untuk pengampunan dosa."1

Dalam konferensi umum sesi imamat ini kita memiliki puluhan ribu remaja putra yang memegang Imamat Harun dan yang menjadi bagian dalam kuorum diaken, pengajar dan imam di seluruh dunia. Setiap kuorum diketuai oleh presidensi kuorum, termasuk seorang presiden yang memegang kunci-kunci untuk memimpin individu dalam kuorum imamat.

Barangkali banyak di antara kita yang menganggap para pemimpin muda ini masih terlalu muda untuk memegang jabatan penting yang penuh tanggung jawab itu. Marilah kita memikirkan beberapa teladan tentang apa yang sebenarnya dapat dilakukan kaum remaja.

Pertama, Nabi Yeremia: "Firman Tuhan datang kepadaku, bunyinya:

'Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.'

Maka aku menjawab, 'Ah, Tuhan Allah! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda.'

Tetapi Tuhan berfirman kepadaku, 'Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapa pun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apa pun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan ....'

Lalu Tuhan mengulurkan tanganNya dan menjamah mulutku; Tuhan berfirman kepadaku, 'Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu.'"2

Jika Tuhan menghendaki, bukankah Dia juga bisa menaruh perkataanNya ke dalam mulut presiden kuorum diaken yang berusia tiga belas tahun yang "memegang kunci-kunci pelayanan malaikat"?

Remaja putra lainnya, Timotius, adalah rekan misionari bagi Rasul Paulus. Surat dari Paulus kepada Timotius berisi penghargaan terhadap iman dan kesaksian remaja putra yang masih belia ini. Izinkan saya membacakan beberapa cuplikan dari surat itu:

"Karena itulah ... mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.

[Kristus] yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus."3

"Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu.4

Sebagaimana Timotius, akankah presiden kuorum pengajar yang berusia empat belas tahun juga berhak memiliki "karunia Allah" ketika dia ditetapkan oleh uskup? Bukankah panggilan presiden kuorum pengajar juga "panggilan kudus"? Dapatkah seorang imam yang berusia enam belas tahun memiliki "hikmat"? Tulisan suci memberi kita jawaban yang pasti ya!

Salah satu teladan terbesar dari seorang remaja putra yang masih belia yang membuat kontribusi amat penting ialah Mormon. Marilah kita membaca cuplikan ceritanya:

"Dan sekarang aku, Mormon, membuat sebuah catatan tentang hal-hal yang aku lihat dan dengar dan menyebutnya Kitab Mormon.

Dan kira-kira pada saat Amaron menyembunyikan catatan dalam pemeliharaan Tuhan, ia datang kepadaku, (aku berumur kira-kira sepuluh tahun, dan aku mulai diajar sedikit menurut cara belajar bangsaku) dan Amaron berkata kepadaku: Aku melihat bahwa engkau adalah anak yang bersungguh-sungguh dan cepat mengerti.

Dan lihatlah, engkau harus mengambil lemping-lemping Nefi bagimu sendiri, dan sisanya harus engkau tinggalkan di tempatnya, dan engkau harus mengukir di atas lemping-lemping Nefi segala sesuatu yang telah engkau perhatikan mengenai bangsa ini."5

"Sekalipun aku masih muda, aku berperawakan besar. Karena itu, orang-orang Nefi mengangkat aku menjadi pemimpin mereka, atau pemimpin tentara mereka.

[Karena itu], terjadilah bahwa pada waktu aku berumur enam belas tahun, aku memimpin tentara bangsa Nefi."6 Sungguh luar biasa urut-urutan peristiwa dalam kehidupan yang masih muda itu! Dia mulai mempersiapkan diri bagi pemanggilan kenabiannya pada usia sepuluh tahun, dengan menerima pengetahuan tentang catatan kuno yang kudus. Melalui penunjukan dari orang-orang Nefi, dia menjadi pemimpin tentara bangsa Nefi pada usia enam belas tahun.

Pada bulan Juni saat saya berusia dua belas tahun, saya terluka dalam sebuah kecelakaan saat berkuda ketika mengirimkan koran di kota kelahiran saya di Randolf, Utah. Saya berada di kursi roda selama enam bulan, sampai pertama kali saya dapat berjalan pada Hari Natal tahun itu. Saya ingat para anggota presidensi kuorum diaken saya datang ke rumah menjenguk saya— Dale Rex, Doug McKinnon, dan para pemimpin lainnya yang berusia tiga belas tahun dalam presidensi kuorum diaken. Mereka tampaknya memahami tanggung jawab mereka kepada saya sebagai anggota kuorum mereka.

Baru-baru ini saya sedang berdiri di tempat penurunan bagasi di Bandara Internasional Salt Lake City ketika seorang wanita menghampiri saya dan menanyakan nama saya. Saya mengenalinya sebagai bekas teman sekolah di SMU South Rich bertahuntahun yang lalu. Dia telah berubah sejak terakhir saya bertemu dengannya. Anda semua tahu bagaimana rasanya ikut reuni SMU zaman dahulu yang heboh itu. Rambutnya bertambah putih dan terdapat kerutan di wajahnya. (Tentu saja, saya tidak berubah). Ternyata dia menjemput anaknya yang menjadi misionari, yang baru pulang dari misi. Itu mengejutkan saya. Semasa di SMU, keluarganya, yang bukan anggota Gereja, telah pindah ke lingkungan huni kami yang kecil. Namanya Alice Gomez. Dia seumuran dengan saya dan teman-teman saya. Saya ingat dia ramah dan selalu sopan tetapi dia tidak pernah menghadiri pertemuan-pertemuan Gereja kami.

Saya mengatakan kepadanya, "Alice, ayo berceritalah pada saya. Ternyata kamu sekarang anggota Gereja yang aktif tetapi tidak pernah pergi ke Gereja saat di sekolah dahulu!" Jawabannya kelihatan menyalahkan, "Tidak ada orang yang pernah bertanya pada saya!" Wah! Kuorum kami benar-benar gagal dalam hal yang satu itu.

Baru-baru ini, saya mendapat cerita tentang sebuah kuorum imam di Jamaica yang memutuskan untuk menolong para misionari dalam pekerjaan mereka. Jadi kuorum remaja putra ini pergi mengetuk pintu-pintu berusaha mendapatkan janji/referal bagi misionari. Segera mereka mendapatkan lebih banyak referal daripada yang dapat ditangani misionari itu sendiri.

Kuorum imam di Kaysville, Utah, memutuskan bahwa mereka tidak mau kehilangan satu pun dari anggota kuorum mereka. Seluruh kuorum akan mengunjungi rumah seorang anggota yang tidak aktif dan menyampaikan pelajaran hari Minggu mereka di samping tempat tidur anggota yang tidak aktif tersebut. Segera remaja putra itu bergabung dengan kuorumnya dalam menyampaikan pelajaran hari Minggu di rumah lainnya.

Demikian juga pada tahun 2003, ada lebih dari 26.000 lingkungan dan cabang di Gereja, dengan kira-kira 78.000 kuorum diaken, pengajar dan imam. Berbicara tentang pasukan!

Kontribusi kuorum-kuorum dalam Imamat Harun dapat menjadikan pekerjaan mempertobatkan, mempertahankan, dan mengaktifkan anggota lain dalam kuorum-kuorum mereka sungguh luar biasa.

Seandainya Mormon yang berusia enam belas tahun dapat menjadi pejabat yang memimpin pasukan besar militer, dan seandainya Yeremia sebagai anak kecil dapat memiliki katakata yang ditaruh di dalam mulutnya oleh Allah Yang Mahakuasa, serta seandainya Timotius dapat memiliki hikmat sebagaimana dia adanya, maka setiap remaja putra yang mendengar suara saya dapat bangkit untuk menerima tantangan dari tanggung jawab kuorumnya.

Tanggung jawab kuorum-kuorum Imamat Harun tidak kurang penting daripada tanggung jawab kuorum penatua atau kelompok imam besar. Ingat, mereka memegang "kuncikunci pelayanan malaikat." Kita memerlukan remaja putra untuk bangkit dalam pemanggilan mereka, dengan mengetahui hak yang telah ditahbiskan kepada mereka untuk bertindak dalam jabatan yang telah diembankan kepada mereka.

Saya bersaksi bahwa kuorumkuorum Imamat Harun ini memegang imamat kudus dari Allah. Dalam nama Yesus kristus, amin.

CATATAN

1. Joseph Smith 2:68-69.

2. Yeremia 1:4-7, 9.

3. 2 Timotius 1:6, 9.

4. 2 Timotius 3:15.

5. Mormon 2:1-2, 4.

6. Mormon 2:1-2.

 
© 2008 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy