The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Broadcast General Conference Archives
Conferences
Oktober 2003
Diri Anda yang Menakjubkan

Diri Anda yang Menakjubkan

PRESIDEN JAMES E . FAUST
Penasihat Kedua dalam Presidensi Utama

Mulai membuka pengetahuan mengenai siapa diri Anda sesungguhnya dengan mempelajari lebih banyak mengenai leluhur Anda.

PRESIDEN JAMES E . FAUSTPara brother pemegang imamat Allah di seluruh dunia yang saya kasihi, kami menyampaikan kasih dan salam kepada Anda masingmasing, di mana pun Anda berada.

Bersama saya marilah membayangkan seorang gadis kecil yatim piatu berusia enam tahun yang mengelilingi lembah Amerika. Namanya ialah Elsie Ann. Ibunya meninggal ketika dia berusia dua tahun. Ayahnya menikah kembali, jadi sementara ini dia mempunyai seorang ibu tiri. Kemudian ayahnya meninggal di Permukiman Musim Dingin ketika dia berusia lima tahun. Ibu tirinya menikah kembali dan pindah, meninggalkan gadis yatim piatu kecil ini bersama Peter dan Selina Robison, yang merupakan kerabat ibu tirinya. Elsie Ann meninggalkan Permukiman Musim Dingin dengan keluarga Robison pada bulan Juli tahun 1849 menuju ke barat. Ketika dia memperhatikan Selina merawat bayi perempuannya sendiri yang berusia sepuluh bulan, tanpa diragukan lagi dia merindukan kasih dari ibunya sendiri. Kadang-kadang dia bahkan bertanya, "Di manakah ibu saya?"

Saya merasa kasihan kepada gadis kecil ini ketika saya memikirkan bahwa dia menghadapi masa depan yang tidak menentu tanpa seorang pun kerabat kandung untuk menghibur dan menolongnya. Elsie Ann adalah nenek buyut saya, dan hanya baru-baru ini saja kami mengetahui siapa sesungguhnya ibu kandungnya. Selama bertahun-tahun kami berpikir bahwa Elsie Ann adalah putri Jane Robison. Pencarian yang seksama menemukan orang tua kandungnya, dan setelah menunggu sekian tahun Elsie Ann sekarang telah dimeteraikan kepada ayahnya, Johan Akerley, dan ibunya, Mary Moore.

Kakek-nenek saya memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan saya. Meskipun mereka telah meninggal cukup lama, saya masih merasakan dukungan kasih mereka. Seorang kakek, James Akerley Faust, meninggal sebelum saya lahir. Saya mengetahuinya hanya melalui kisah-kisah yang nenek serta orang tua saya ceritakan mengenainya. Meskipun demikian, saya merasakan hubungan dengannya karena sebagian dari diri saya ialah dirinya. Di antara hal lainnya, dia adalah seorang koboi, pengusaha peternakan, dan kepala kantor pos di sebuah kota kecil di Utah pusat. Pada suatu kesempatan Kakek melakukan perjalanan pada musim dingin ke Idaho di tempat itu dia bertemu dengan seorang kenalan yang mengalami kemiskinan. Cuaca saat itu dingin, dan teman Kakek itu tidak memiliki mantel. Kakek melepaskan mantelnya dan memberikannya kepada dia.

Malam ini saya mengimbau Anda para remaja putra untuk mulai membuka pengetahuan mengenai siapa diri Anda sesungguhnya dengan mempelajari lebih banyak mengenai leluhur Anda. Alex Haley, pengarang buku Roots, mengatakan, "Di dalam diri kita semua ada kelaparan, yang amat dalam, untuk mengetahui warisan kita—untuk mengetahui siapa diri kita sesungguhnya dan dari mana kita telah berasal. Tanpa pengetahuan yang memperkaya ini, ada kehampaan. Tidak peduli apa pun keberhasilan kita di dalam kehidupan, masih ada kekosongan, suatu kehampaan, dan kesendirian yang amat mengkhawatirkan."1 Kita dapat memiliki pengalaman-pengalaman yang menyenangkan ketika kita mempelajari mengenai para leluhur kita yang bersemangat dan aktif. Mereka sungguh nyata, orangorang yang hidup dengan persoalan, harapan, serta impian seperti yang kita miliki pada zaman ini.

Dalam banyak cara kita masingmasing merupakan hasil dari bagaimana para leluhur kita dahulu. Nilai-nilai yang mereka miliki mungkin adalah nilai-nilai kita, kekuatan mereka adalah kekuatan kita, dan dalam suatu cara tantangan mereka mungkin adalah tantangan kita. Beberapa sifat mereka mungkin adalah sifat kita. Saya memperhatikan beberapa saat lalu bahwa salah seorang buyut saya, seorang balita, kelihatannya memiliki cara berjalan yang menarik. Istri saya mengatakan, "Dia berjalan persis seperti cara kamu berjalan." Sekarang saya bertanya-tanya dari siapa saya mewarisi sifat ini.

Amatlah menyenangkan untuk mengenali para leluhur kita yang telah meninggal cukup lama. Kita masingmasing memiliki sejarah keluarga yang menakjubkan. Menemukan para leluhur Anda dapat menjadi salah satu permainan bongkar-pasang yang amat menarik yang dapat Anda, para remaja putra, lakukan.

Kita masing-masing harus memulai pekerjaan ini segera dan hal itu dapat dilakukan oleh mereka yang muda ataupun tua. Pada musim panas tahun ini 170 anak dari Wilayah Lartebiokorshie Accra Ghana mengerjakan empat generasi garis keturunan mereka selama sebuah program dua jam, dengan lebih dari 74 anak menyelesaikan dan mempertunjukkan garis keturunan mereka.

Sebagaimana yang Presiden Boyd K. Packer telah katakan, "Jika Anda tidak mengetahui dari mana memulainya, mulailah dengan diri Anda sendiri. Jika Anda tidak mengetahui catatan apa yang harus diperoleh, dan bagaimana memperolehnya, mulailah dengan apa yang Anda miliki."2 Anda akan mempelajari mengenai diri Anda yang menakjubkan. Hal itu dapat lebih menyenangkan daripada film apa pun yang mungkin Anda saksikan atau permainan komputer apa pun yang mungkin Anda mainkan. Anda perlu mencari tahu siapa kakek-nenek dan kakek-nenek buyut Anda, serta pekerjaan bait suci apa yang telah dilakukan bagi mereka. Jika Anda tidak mengetahui bagaimana memperoleh informasi ini, tanyakanlah kepada orang-orang di lingkungan Anda yang mengetahui caranya.

Tanyakanlah kepada anggota keluarga Anda yang hidup, apa yang mereka ketahui mengenai keluarga besar Anda. Lihatlah catatan-catatan yang berada dekat dengan Anda, seperti Alkitab keluarga, untuk menemukan lebih banyak rincian mengenai leluhur Anda. Kemudian Anda dapat menjangkau sumber-sumber lain, seperti catatan-catatan penting, gereja, sensus, dan militer. Jika Anda memiliki akses ke komputer, Anda dapat menggunakan keterampilan komputer Anda untuk bekerja dan masuk ke situs Jaringan Gereja, yaitu Family Search.org. Sejarah keluarga telah menjadi sebuah kegiatan yang rumit dengan komputer yang menyediakan sumber-sumber besar bagi pencarian Anda. Anda dapat dengan mudah mengakses suatu koleksi catatan sejarah keluarga yang besar, dengan menggunakan Internet di komputer di rumah Anda atau di Pusat Sejarah Keluarga yang terdekat dengan Anda.

Pusat Sejarah Keluarga sekarang tersedia di 88 negara. Mereka adalah bagian dari sebuah sistem penyimpanan catatan yang tidak ada tandingannya yang membantu melindungi warisan keluarga-keluarga di seluruh dunia. Di Perpustakaan Sejarah Keluarga di Salt Lake City para patron [orang-orang yang datang ke bait suci] secara tetap berkorespondensi dan menyerahkan informasi mengenai sejarah keluarga mereka. Seseorang menulis, "Kami mengirimkan kepada Anda lima anak dalam amplop yang terpisah."

Pekerjaan besar yang menyediakan tata cara-tata cara penyelamatan bagi kerabat kita yang telah meninggal merupakan bagian yang penting dari tiga misi Gereja. Kita melakukan pekerjaan ini untuk satu tujuan, yaitu untuk menebus para leluhur kita yang telah meninggal. Pekerjaan bait suci adalah penting baik bagi kita dan sanak saudara kita yang telah meninggal yang menantikan tata cara-tata cara penyelamatan ini dilakukan bagi mereka. Pekerjaan itu penting karena "kita tanpa mereka tidak dapat menjadi sempurna; begitu pula mereka tanpa kita tidak dapat menjadi sempurna."3 Mereka memerlukan tata cara-tata cara penyelamatan, dan kita perlu dimeteraikan kepada mereka. Untuk alasan ini, adalah penting bahwa kita menelusuri garis keluarga kita agar tidak ada yang terabaikan.

Pencarian bagi kerabat kita yang telah meninggal bukanlah sekadar hobi. Hal itu merupakan sebuah tanggung jawab yang mendasar bagi semua anggota Gereja. Kita percaya bahwa kehidupan berlanjut setelah kematian dan bahwa semua orang akan dibangkitkan.4 Kita percaya bahwa keluargakeluarga dapat berlanjut di kehidupan yang akan datang jika mereka telah mematuhi perjanjian-perjanjian khusus yang dibuat di dalam sebuah bait suci yang kudus di bawah wewenang Allah. Kami percaya bahwa para leluhur kita yang telah meninggal juga dapat secara kekal dipersatukan dengan keluarga mereka ketika kita membuat perjanjian-perjanjian mewakili mereka di bait suci. Para leluhur kita yang telah meninggal dapat menerima perjanjian ini, jika mereka memilih untuk melakukannya, di dunia roh.5

Pekerjaan perwakilan yang besar bagi kerabat kita yang telah meninggal di bait suci-bait suci kita menunjukkan baik keadilan maupun kebijaksanaan Injil Yesus Kristus. Nabi Joseph Smith menjelaskan dilema buruk yang harus dihadapi oleh anak-anak Allah tanpa pekerjaan bait suci bagi kerabat kita yang telah meninggal. Dia mengatakan, "Seseorang meninggal dan dikuburkan, yang tidak pernah mendengar Injil yang mendamaikan manusia kepada Allah; kepada orang lainnya pesan keselamatan dikirimkan, dia mendengar dan melaksanakannya, serta dijadikan ahli waris kehidupan kekal. Haruskah seseorang menjadi pengambil bagian dari kemuliaan dan yang lainnya terkutuk dalam kebinasaan yang sia-sia? Tidak adakah kesempatan menghindar baginya?"6 Untungnya para leluhur kita akan memiliki kesempatan untuk menerima dan mempercayai tata cara penyelamatan seperti kita mengenalinya dan menyelesaikan tata cara-tata cara yang kudus ini bagi mereka melalui perwakilan. Kita melakukan bagi mereka apa yang tidak dapat mereka lakukan bagi diri mereka sendiri. Ini merupakan pengalaman yang memuaskan.

Dalam penglihatan yang besar di Bait Suci Kirtland, Elia, sang Nabi menampakkan diri kepada Nabi Joseph Smith dan Oliver Cowdery serta mempercayakan kunci-kunci pekerjaan bait suci dan kuasa pemeteraian ke tangan Joseph Smith.7 Hal ini menggenapi nubuat Maleakhi bahwa Elia akan dikirim "untuk membalikkan hati para ayah kepada anak-anak, anak-anak kepada para ayah, jangan sampai seluruh bumi didera dengan sebuah kutukan."8

Jadi apakah artinya ini? Untuk membalikkan hati kita kepada ayah kita ialah untuk mencari nama para leluhur kita yang telah meninggal dan melaksanakan tata cara penyelamatan di bait suci bagi mereka. Hal ini akan menciptakan sebuah jalinan yang terus-menerus antara kita dan para leluhur kita sampai akhirnya kepada Bapa Adam dan Ibu Hawa.

Hati seorang anak lelaki berusia sebelas tahun dibalikkan kepada ayahnya selama sebuah malam keluarga ketika anak-anak mengumpulkan buku kenangan pribadi. Jeff yang masih muda ingin menemani ibunya ke Badan Arsip Nasional. Si ibu khawatir bahwa dia akan mengganggu mereka yang sedang melakukan pencarian di sana. Tetapi dia bersikeras, dan si ibu mengizinkannya dan mengajaknya serta. Setelah empat jam pencarian mereka, dia berseru, "Mama, saya menemukan Kakek!" Sesungguhnya dia telah menemukan kakek canggahnya.9 Meskipun demikian, tidak selalu begitu kejadiannya. Dalam sebuah surat kepada Departemen Sejarah Keluarga, seseorang menulis, "Kami kehilangan nenek kami. Maukah Anda mengirimkan salinannya?"

Injil Yesus Kristus mengajar kita bahwa organisasi keluarga selestial akan menjadi "suatu organisasi yang lengkap," yaitu, "sebuah organisasi yang dihubungkan dari ayah dan ibu serta anak-anak dari satu generasi, kepada ayah dan ibu serta anak-anak

dari generasi berikutnya, dengan demikian diperluas dan disebarkan sampai pada akhir zaman."10

Dalam menelusuri nama-nama keluarga kita, kita sering kali menemukannya dieja secara berbeda, bergantung pada sumbernya. Ini merupakan kasus yang dialami oleh seorang mahasiswa universitas di Provo, Utah, yang memulai dengan tekun untuk mencari hubungan generasi ini. Dia sedang melewati perpustakaan pada suatu malam dan ingat mendengar seseorang di keluarga Searing menceritakan mengenai sebuah kota di Negara Bagian New York yang telah dinamai sesuai dengan nama seorang leluhur. Jadi dia memutuskan untuk mencari kota itu. Secara kebetulan dia menemukan sebuah kamus tua mengenai New York dan membaca mengenai seseorang bernama Simon Searing yang membantu pemukiman Long Island pada tahun 1600-an. Mungkinkah Simon adalah leluhurnya? Dia harus menemukan jawabannya. Dia memulai pencariannya dengan tekun dan menelusuri garis keturunannya sampai ke beberapa generasi. Namun tetap saja dia memerlukan penghubung antara tahun 1800-an dan 1600-an. Kemudian sebuah mukjizat terjadi. Tanpa diduga dia menemukan sebuah sejarah mengenai keluarga Syring. Keluargakeluarga di buku Syring berakhir pada generasi yang sama yang telah ditemukannya dalam pencariannya sendiri. Dia tidak saja dapat menghubungkan banyak generasi tetapi dia juga menghubungkan dirinya sendiri kepada pemukim pertama, Simon Searing.11

Beberapa orang yang tertarik dengan sejarah keluarga mencoba meningkatkan gambaran mereka sendiri dengan menghubungkannya kepada orang-orang penting. Dalam pengalaman saya pribadi sangatlah berbeda. Saya telah sangat terkesan dengan pembelajaran beberapa orang yang tidak dikenal, orang-orang biasa, yang catatannya mengisahkan hidup kepahlawanan. Arthur R. Bassett pernah berkata, "Siapakah di antara kita yang ingin menemukan kesalahan para leluhur mereka sendiri? Saya, sebagai contoh, tertarik pada peperangan mereka—kemenangan mereka juga kekalahan mereka ... saya tertarik pada apa yang tampaknya kehidupan paling sederhana karena saya telah memahami semangat yang terselubung dalam apa yang sederhana itu."12 Kemungkinan Anda tidak akan menemukan pencuri kuda di dalam garis keturunan Anda. Tetapi, jika Anda menemukannya, adalah penting bahwa pekerjaan bait suci mereka dilaksanakan, karena kita percaya pada pertobatan bagi mereka yang telah meninggal juga. "Orang-orang yang telah mati yang bertobat akan ditebus melalui kepatuhan akan tata cara-tata cara rumah Allah. Dan sesudah mereka membayar denda pelanggaran-pelanggaran mereka dan telah dicuci bersih, akan menerima upah sesuai dengan pekerjaan mereka, karena mereka adalah para ahli waris penyelamatan."13

Proses menemukan para leluhur kita satu per satu dapat sangat menantang tetapi juga menyenangkan dan mendatangkan pahala. Kita sering kali merasakan bimbingan rohani ketika kita pergi ke sumbersumber yang mengidentifikasi mereka. Karena ini merupakan pekerjaan rohani, kita dapat mengharapkan bantuan dari dunia roh. Kita merasakan suatu pengaruh dari kerabat kita yang menantikan kita untuk menemukan mereka sehingga pekerjaan tata cara mereka dapat dilaksanakan. Ini adalah pelayanan seperti Kristus karena kita melakukan sesuatu bagi mereka yang tidak dapat mereka lakukan sendiri.

Banyak dari Anda para remaja putra telah merasakan pekerjaan bait suci ketika Anda berperan serta dalam pembaptisan bagi mereka yang telah meninggal. Ketika kami ke bait suci lebih awal, kami sering kali melihat orang muda mengenakan pakaian putih, siap mengambil bagian dalam pengalaman yang memuaskan ini sebelum pergi ke sekolah. Anda patut mendapat pujian atas dedikasi Anda dalam melaksanakan pekerjaan yang penting ini. Dalam melakukannya Anda telah merasakan kedamaian dan ketenteraman yang ditemukan di dalam bait suci.

Saya bersaksi bahwa Allah adalah seorang Allah yang adil, dan Dia tidak akan memberikan kesempatan kepada kita serta menahan berkat-berkat itu dari para leluhur kita. Namun, kita perlu melakukan pembaptisan, endowmen, dan pemeteraian bagi mereka dengan perwakilan di bumi ini agar kita dan mereka dapat dihubungkan bersama bagi kekekalan "serta memiliki bagian dari kebangkitan pertama."14

Saya lebih jauh bersaksi bahwa Tuhan mengarahkan dan mengilhami Presiden Hinckley ketika dia memimpin kita dalam pekerjaan yang penting ini. Semoga kedamaian yang datang dari memenuhi tugas-tugas keimamatan kita dengan setia selalu bersama kita, dalam nama Yesus Kristus, amin.

CATATAN:

1. "What Roots Means to Me," Reader's Digest, Mei 1977, 73-74.

2. "Your Family History: Getting Started," Liahona, Agustus 2003, 15.

3. A&P 128:18.

4. Lihat Kisah para Rasul 24:15; Alma 11:41-45.

5. Lihat "Why Family History?" Internet, www.familysearch.org.

6. History of Church, 4:425-426.

7. Lihat A&P 110:13-14, 16.

8. Lihat A&P 110:14-15.

9. R. Scott Lloyd, "Hearts of the Children," Church News, 14 September 1986, 16.

10. Joseph Fielding Smith, Doctrines of Salvation, dikumpulkan oleh Bruce R. McConkie, 3 jilid (1954-1956), 2:175.

11. Bryan Searing, "The link made," Church News, 27 Oktober 1990, 16.

12. "The Relationship of Genealogy and History" dalam Proceedings of the 1980 World Conference on Record, 13 jilid, Archives of The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints, 2:4.

13. Joseph F. Smith—Penglihatan Mengenai Penebusan Orang yang Telah Mati:58-59.

14. Wilford Woodruff, The Discourses of Wilford Woodruff, diseleksi oleh G. Homer Durham (1946),149.

 
© 2008 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy