The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Broadcast General Conference Archives
Conferences
Oktober 2003
Pesan Pemulihan

Pesan Pemulihan

PENATUA CHARLES DIDIER
dari Presidensi Dewan Tujuh Puluh

Pesan Pemulihan ialah undangan ini untuk mengetahui mengapa Injil Yesus Kristus dan Gereja-Nya yang benar dipulihkan melalui seorang nabi pada zaman modern ini.

PENATUA CHARLES DIDIERKata-kata adalah bagian dari kosa kata yang kita gunakan untuk membagikan perasaan, pengetahuan, atau informasi di antara orangorang. Di antara kata-kata ini, satu kata digunakan untuk menemukan akibat atau alasan dari suatu hal. Ketika dinyatakan, hal itu memuaskan keingintahuan kita, untuk mengungkapkan yang tidak diketahui, atau untuk menerima jawaban atas pertanyaan-pertanyaan penting yang berhubungan dengan kehidupan fana kita. Jika tidak digunakan atau diabaikan, proses pemikiran berhenti dan ketidaktahuan menang. Jadi, apakah kata yang penting itu? Dapatkah Anda menebaknya? Kata itu dieja dalam tujuh huruf; yaitu kata mengapa.

Mengapa berada dalam kata pertama dan favorit yang diucapkan awal oleh anak-anak dan khususnya remaja. Sebuah kata mengapa favorit salah satu cucu saya: "Mengapa saya perlu makan sayur?" Kemudian, saat anak-anak tumbuh, kata mengapa memulai pencarian kita akan perasaan. "Mengapa nenek meninggal?" Kemudian kata itu digunakan untuk pencarian akan pengetahuan atau penegasan akan tanggung jawab: "Mengapa saya perlu ke gereja atau melayani misi?" "Mengapa kita diperintahkan untuk membagikan Injil kepada sesama?"

Pertanyaan terakhir ini menantang! Pekerjaan misionari juga merupakan tanggung jawab setiap anggota—untuk mengumandangkan "suara peringatan, setiap orang kepada sesamanya, dengan halus dan lemah lembut" (lihat A&P 38:41). Mengapa? Agar orang lain dapat menerima tata cara-tata cara penyelamatan di Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir dengan mengundang mereka untuk datang kepada Kristus (lihat Moroni 10:32). Pesan Pemulihan ialah undangan ini untuk mengetahui mengapa Injil Yesus Kristus dan Gereja-Nya yang benar dipulihkan melalui seorang nabi pada zaman modern ini.

Bagaimana Anda menyampaikan undangan semacam itu kepada seseorang?

Pertama, dengan menyatakan bahwa Allah Bapa kita hidup, mengasihi kita, dan bahwa Dia adalah Allah pewahyu. Bagaimana hal itu diketahui? Melalui wahyu dan kesaksian para nabi. Ketetapan waktu sejarah keagamaan dimulai dengan Alkitab. Itu merupakan sebuah catatan mengenai wahyu terdahulu Allah kepada para nabi-Nya yang berhubungan dengan umat manusia. Alkitab dimulai dengan sebuah catatan mengenai Adam dan Hawa, orang tua pertama kita; penciptaan mereka; kejatuhan mereka, dengan segala akibatnya—kefanaan dan perpisahan dari Allah; serta langkahlangkah pertama mereka di dunia fana. Mungkin pada saat itu salah satu dari pertanyaan pertama mereka adalah, "Mengapa kita berada di sini?" Untuk mengetahuinya, satu-satunya jalan keluar mereka ialah dengan memanggil nama Tuhan, satu-satunya sumber pengetahuan sejati (lihat Kejadian 4:26). Melalui wahyu langsung, mereka mendengar suara Tuhan yang memerintahkan mereka agar mereka hendaknya memuja Tuhan Allah mereka dan hendaknya mempersembahkan sebuah persembahan kepada-Nya (lihat Kejadian 4:4; Musa 5:4-5). Wahyu berikutnya kepada Adam dan Hawa mengajarkan kepada mereka bahwa persembahan itu serupa dengan pengurbanan Putra Tunggal Bapa, bahwa Yesus Kristus adalah nama satu-satunya di mana keselamatan akan datang kepada mereka. Kemudian, karunia Roh Kudus dijanjikan kepada mereka sehingga apa pun yang akan mereka minta, hal itu akan diberikan kepada mereka (lihat Musa 5:6-7; 6:52).

Kemudian, Adam memperoleh, melalui kuasa Roh Kudus, sebuah kesaksian yang pasti dan sempurna, bahwa Yesus adalah Kristus, Juruselamat serta Penebus dunia. Terdapat pemulihan sesungguhnya akan pengertian dari keadaan fana Adam dan Hawa yang terjatuh dengan memberikan kepada mereka pengetahuan mengenai hubungan mereka dengan Bapa, Putra, dan Roh Kudus; pengetahuan mengenai Kurban Tebusan serta Kebangkitan; dan pengetahuan lebih lanjut mengenai asas-asas serta tata cara-tata cara pertama Injil keselamatan.

Karena apa yang telah didengar dan dilihat Adam, dia memenuhi syarat untuk dipanggil menjadi nabi pertama di bumi, sebuah kesaksian pribadi yang diberikan kepada manusia. Tanggung jawab utamanya setelah dipanggil ialah untuk mempertahankan kebenaran Injil juga untuk mengajarkannya sebagaimana hal itu diberikan kepadanya. Di sisi lain, Setan yang mewakili pertentangan, akan melakukan dan mengajarkan segala sesuatu untuk menyangkal, menolak, atau mengabaikan Injil yang diterima melalui wahyu yang karenanya mempengaruhi orangorang yang telah menerimanya pada kemurtadan, suatu keadaan kebingungan, perpisahan dari, keadaan ditinggalkan atau penolakan dari kepercayaan mereka sebelumnya! Kisah Perjanjian Lama yang kemudian menjadi sebuah sejarah keagamaan akan wahyu yang terus-menerus, melalui berbagai nabi seperti Nuh, Abraham, dan Musa, yang pada berbagai zaman—disebut masa kelegaan—untuk memulihkan apa yang telah hilang karena kemurtadan yang diperbarui. Para nabi ini selalu dipanggil oleh Allah. Mereka diberi wewenang ilahi, mereka memiliki kunci-kunci keimamatan, mereka memiliki perintah ilahi untuk berbicara di dalam nama Tuhan dan mengajarkan serta menubuatkan kedatangan dan Kurban Tebusan Yesus Kristus, Juruselamat dan Penebus dunia (lihat Amos 3:7).

Perjanjian Baru menegaskan pengajaran, kesaksian, dan nubuat dari para nabi Perjanjian Lama. Itu merupakan sebuah catatan mengenai kelahiran, kehidupan, dan pelayanan Yesus Kristus, Putra Allah yang hidup; Kurban Tebusan serta KebangkitanNya. Perjanjian Baru mengisahkan mengenai pembangunan Gereja-Nya, wewenang ilahi-Nya, Injil-Nya, dan perintah-Nya kepada para murid-Nya untuk membagikan, untuk "pergi[lah] ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk" (Markus 16:15).

Pesan dari Perjanjian Baru amat jelas: "satu kandang; satu iman; satu Injil; satu imamat; satu gereja" untuk "menjadi satu, anak-anak Kristus" (4 Nefi 1:17).

Namun sekali lagi, penganiayaan, penyangkalan akan identitas ilahi, dan penolakan Injil Kristus dan para hamba keimamatan yang berwenang-Nya mencerminkan masa pasca-Kebangkitan-Nya. Dan sejarah keagamaan menunjukkan kepada kita bukti akan cepatnya wewenang imamat digantikan oleh wewenang dunia; betapa ajaran ilahi telah ditukarkan dengan filosofi manusia yang berubah-ubah dan tidak jelas. Betapa tata cara-tata cara keselamatan diputarbalikkan atau diperjualbelikan untuk uang; betapa wahyu telah digantikan oleh sebuah tabir kegelapan yang membimbing ke masa-masa kegelapan rohani.

Meskipun demikian, ada saat selama kemurtadan besar ini, yang telah dinubuatkan sebelumnya, ketika pencarian keagamaan muncul lagi—dan orang-orang kembali mempertanyakan "mengapa demikian?" Orangorang yang memiliki iman besar tampil untuk mencoba mereformasi ajaran-ajaran dan wewenang kerohanian yang salah. Usaha-usaha mereka yang jujur dan tulus hanya menghasilkan penciptaan lebih banyak gereja yang menyandang nama mereka, dan protes mereka, dan menambah lebih banyak kebingungan serta perpecahan. Dalam kenyataannya, dua unsur utama telah hilang dalam reformasi: wahyu dan wewenang—satu-satunya cara Tuhan untuk mengomunikasikan kebenaran ilahi kepada umat manusia. Ketika kita tetap maju dengan pesat dalam ketetapan waktu sejarah keagamaan ini, kita menemukan sebuah waktu dan nama. Waktunya adalah tahun 1820, namanya adalah Joseph Smith. Dengan merenungkan mengenai kebingungan keagamaan yang mutlak dan perpecahan gereja pada zamannya, pemuda ini bertanya kepada dirinya sendiri, Jika salah satu di antara [mereka itu] benar, yang manakah itu, dan bagaimanakah aku dapat mengetahuinya? (Joseph Smith 2:10). Mengapa begitu banyak kebingungan? Teladan kenabiannya ialah untuk bertanya kepada Allah. Sejarah keagamaan tiba-tiba terulang kembali sesuai dengan metode Allah dalam cara menjawab pertanyaan mengapa umat manusia. Sekali lagi sebuah penglihatan datang sebagai sebuah jawaban, kali ini penglihatan akan Bapa dan Putra. Sekali lagi, kesaksian ilahi mengenai Bapa telah diberikan. "Inilah Putra-Ku yang Kukasihi. Dengarkanlah Dia!" (Joseph Smith 2:17). Sekali lagi, wahyu yang langsung menjawab pertanyaan Joseph Smith, "Yang manakah dari kesemua sekte itu yang benar dan yang mana sebaiknya aku ikuti? Aku menda pat jawaban agar aku jangan menggabungkan diri dengan [mereka], sebab kesemua sekte itu salah" (Joseph Smith 2:18-19). Sekali lagi, kemurtadan yang terjadi telah dinyatakan dari sumber kebenaran—oleh Yesus Kristus Sendiri. Dan sekali lagi, hal itu harus diikuti dengan sebuah pemulihan, dan sesungguhnya pemulihan memang terjadi. Pada tahun-tahun setelah penglihatan pertama itu, melalui wahyu, Joseph Smith menerima pengetahuan sepenuhnya akan ajaran yang ilahi dan wewenang serta kuncikunci keimamatan. Akhirnya, pada tahun 1830, Gereja Yesus Kristus dengan semua ajaran keselamatan serta tata caranya telah dipulihkan pada waktunya. Joseph Smith memenuhi syarat untuk dipanggil sebagai nabi Pemulihan pada zaman modern.

Sebagaimana Alkitab merupakan bukti yang nyata akan wahyu ilahi yang diberikan kepada para nabi zaman dahulu, demikian halnya dengan Kitab Mormon: Satu Kesaksian Lagi tentang Yesus Kristus, juga merupakan bukti modern yang meyakinkan bahwa Joseph Smith adalah seorang Nabi yang menerima wahyu dan wewenang seperti yang mereka lakukan. Sebuah kesaksian mengenai keaslian Kitab Mormon membantu orangorang untuk menemukan jawaban terhadap pertanyaan mengapa Injil dan Gereja Yesus Kristus dipulihkan melalui seorang nabi dan mengapa kita memiliki seorang nabi yang hidup pada saat ini, bernama Gordon B. Hinckley? Hal itu juga menjawab pertanyaan penting mengapa semua tata cara Injil menyediakan berkat terbesar untuk mempersiapkan keselamatan kita dan memenuhi tujuan fana kita untuk menciptakan keluarga kekal? Pesan dari Pemulihan ini benar karena hal itu ilahi.

Mengenai ini saya bersaksi, dalam nama Yesus Kristus, amin.

 
© 2008 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy