PENATUA L . TOM PERRY
Dari Kuorum Dua Belas Rasul
Allah terus menyatakan kehendak-Nya kepada umat manusia, seperti yang
telah Dia lakukan di sepanjang zaman ketika Dia memberikan wewenang kepada
para hamba-Nya di atas bumi.
Kami percaya akan segala yang telah dinyatakan Allah, segala yang sekarang
dinyatakanNya, dan kami percaya bahwa Dia masih akan menyatakan banyak hal
yang besar dan penting mengenai Kerajaan Allah."1
Kita menyatakan kepada dunia bahwa surga tidak tertutup. Allah terus menyatakan
kehendak-Nya kepada umat manusia, seperti yang telah Dia lakukan di sepanjang
zaman ketika Dia memberikan wewenang kepada para hamba-Nya di atas bumi.
Kenyataan ini seharusnya tidak asing lagi bagi semua anak Bapa di Surga,
karena tulisan suci memberi banyak bukti mengenai hal ini.
Kadang-kadang, kita mengartikan komunikasi mengenai kehendak Allah sebagai
wahyu. Kadang-kadang kita merujuk pada komunikasi seperti itu sebagai ilham.
Namun, wahyu memiliki arti yang lebih luas. Sementara ilham dapat dengan
tepat dianggap sebagai wahyu, wahyu dapat juga termasuk penglihatan, mimpi,
kata-kata yang diucapkan, atau pernyataanpernyataan rohani lainnya. Penatua
Talmage menjelaskan:
"Wahyu menjelaskan pernyataan kebenaran ilahi melalui komunikasi
dari surga ....
Kata ilham kadang-kadang diartikan hampir sama dengan wahyu,
walaupun penggunaan dasar dan awalnya memiliki arti yang berbeda. Mengilhami
dalam arti yang sebenarnya adalah hidup dengan roh, seseorang terilhami ketika
dipengaruhi kuasa lain yang bukan dari dirinya. Ilham ilahi dapat dianggap
sebagai suatu tindakan intensif yang pengaruh rohaninya lebih rendah atau
tidak langsung daripada ... wahyu. Oleh karena itu perbedaannya cenderung
pada tingkatannya daripada macamnya."2
Ada aturan dalam cara Tuhan menyatakan kehendak-Nya kepada umat manusia.
Kita semua memiliki hak untuk berdoa kepada Tuhan dan menerima ilham melalui
kuasa-Nya dalam lingkup tugas pengawasan kita sendiri. Orang tua dapat menerima
wahyu bagi keluarganya sendiri, uskup bagi jemaat yang menjadi tanggung jawabnya,
dan sampai pada Presidensi Utama untuk seluruh Gereja. Namun, kita tidak
dapat menerima wahyu untuk tugas pengawasan orang lain. Nabi Joseph Smith
menyatakan:
"Adalah bertentangan dengan cara Allah bekerja jika anggota Gereja
atau orang lain mana pun menerima petunjuk untuk pemimpin yang lebih berwenang
daripada mereka.3
Wahyu dari pikiran dan kehendak Allah kepada Gereja, datang melalui Presidensi [Utama].
Ini adalah peraturan surgawi, dan kuasa serta hak istimewa Imamat ini. Adalah
juga hak istimewa bagi pejabat mana pun di Gereja ini untuk memperoleh wahyu,
sejauh berkaitan dengan pemanggilan dan tugasnya dalam Gereja."4
Semakin ketat kita menjaga kehidupan kita selaras dengan petunjuk yang Tuhan
telah berikan kepada kita untuk membimbing kita, semakin serasi kita dengan
Roh-Nya. Seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk mendapatkan petunjuk harus
layak menerimanya. Kehidupannya harus selaras dan mematuhi standar Tuhan
yang telah ditetapkan bagi anakanak-Nya. Kehidupannya harus bajik di hadapan
Allah serta umat-Nya. Harus selaras dengan ajaran tulisan suci, nabi, dan
peraturan Gereja.
Seseorang dapat berkata bahwa dia telah menerima wahyu untuk tidak jujur
supaya keadaan keuangannya membaik. Atau seseorang dapat berkata bahwa dia
telah diberi petunjuk bahwa Gereja seharusnya mengambil arah lain daripada
yang ditunjukkan oleh nabi. Kita segera akan tahu bahwa pernyataan seperti
itu bukan berasal dari Allah.
Ada kekuatan dan kuasa besar dalam kenyataan bahwa jutaan orang di seluruh
dunia berbagi kesaksian yang sama mengenai Allah, Juruselamat, dan pemanggilan
Nabi Joseph Smith. Kita tidak pernah diimbau untuk menjadi patuh tanpa memikirkan
terlebih dahulu mengenai perintah itu, ini merupakan kepatuhan kaum cerdik
pandai yang mencirikan anggota Gereja.
Brigham Young dilaporkan telah mengatakan bahwa ketakutan terbesarnya adalah
bahwa para anggota Gereja akan mengambil apa yang dia katakan sebagai pikiran
dan kehendak Allah tanpa terlebih dahulu berdoa dan memperoleh kesaksian
yang sama bagi diri mereka sendiri.5
Dalam mendirikan kerajaan-Nya di bumi, Tuhan meletakkan empat asas dasar
dan hukum-hukum untuk memimpin anak-anak-Nya di sini. Kepatuhan terhadap
hukum dan asas itu menghasilkan berkat-berkat yang telah Dia janjikan akan
dianugerahkan kepada kita. Para pelanggar harus tunduk pada pengadilan-Nya.
Meninjau kembali sejarah manusia terungkap teladan kepatuhan yang menghasilkan
berkat dan ketidakpatuhan yang menghasilkan kesengsaraan serta kehancuran.
Jalan yang kita ikuti diwahyukan melalui para nabi kudus-Nya, yang memimpin
kita untuk menjadi patuh terhadap petunjuk-petunjuk Tuhan.
Satu contoh adalah petunjuk Tuhan kepada anak-anak Israel, ketika mereka
melakukan perjalanan ke padang belantara. Supaya mereka memiliki sebuah asas
untuk peribadatan dan kegiatan mereka, Tuhan memberi petunjuk kepada Musa
untuk membangun sebuah kemah suci (tabernakel). Kemah suci itu merupakan
bentuk awal bait suci, yang dapat dibawa ke mana-mana, sehingga mereka dapat
dengan mudah membawanya bersama mereka.
"Karena Tuhan [berkata] ... kepada Musa,
Tetapi tugaskanlah mereka [suku Lewi] untuk mengawasi Kemah Suci, tempat
hukum Allah dengan segala perabotan dan perlengkapannya; mereka harus mengangkat
Kemah Suci dengan segala perabotannya; mereka harus mengurusnya dan harus
berkemah di sekelilingnya.
Apabila berangkat, Kemah Suci harus dibongkar oleh orang Lewi, dan apabila
berkemah, Kemah Suci harus dipasang oleh mereka;
Orang Israel haruslah berkemah masing-masing di tempat perkemahannya dan
masing-masing dekat panji-panjinya, menurut pasukan mereka.
Tetapi orang Lewi haruslah berkemah di sekeliling Kemah Suci, tempat hukum
Allah, supaya umat Israel jangan terkena murka; orang Lewi haruslah memelihara
Kemah Suci, tempat hukum itu."6
Kemah Suci ini menjadi pusat perkemahan mereka ketika mereka melakukan perjalanan
ke negeri yang dijanjikan. Di sini upacara-upacara kudus dapat dilaksanakan.
Pada hari Kemah Suci telah rampung, awan menutupinya. Awan disingkirkan ketika
mereka melanjutkan perjalanan. Pada saat awan menutupi Kemah Suci, mereka
tidak boleh melakukan perjalanan.
Tuhan memimpin mereka dalam perjalanan mereka ke perkemahan di kaki Gunung
Sinai. Di sana Musa diberi petunjuk untuk mendaki gunung dan berbicara dengan
Tuhan. Di sini dia menerima petunjuk tentang bagaimana anak-anak Israel akan
dipimpin di padang belantara. Musa juga diberi "kedua loh hukum Allah,
loh batu, yang ditulisi oleh jari Allah."7
Musa berada jauh dari orangorangnya untuk beberapa saat.
"Dan ketika bangsa itu melihat, bahwa Musa mengundur-undurkan turun
dari gunung itu, maka berkumpullah mereka mengerumuni Harun dan berkata kepadanya: "Mari
buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini,
orang yang telah menuntun kami keluar dari Mesir—kami tidak tahu apa
yang telah terjadi dengan dia."8
Harun tidak tahan akan keinginan bangsa itu dan mengatakan kepada mereka
untuk mengumpulkan emas dan perak mereka dan barang-barang berharga serta
meleburnya menjadi satu bentuk yaitu anak lembu emas, sebuah gambaran patung
berhala yang dapat mereka sembah dan bawa bersama mereka ketika mereka melakukan
perjalanan. Pada saat yang sama, Musa menerima dua loh kesaksian yang berisi
perintah-perintah Allah kepada umat-Nya. Dengan kedua loh di tangan, Musa
segera turun dari gunung.
"Dan ketika ia dekat ke perkemahan itu dan melihat anak lembu dan melihat
orang menari-nari, maka bangkitlah amarah Musa; dilemparkannyalah kedua loh
itu dari tangannya dan dipecahkannya pada kaki gunung itu."9
Karena ketidakpatuhan anak-anak Israel, "Musa mengambil kemah [dari
tengah-tengah mereka dan] membentangkannya di luar perkemahan."10
Sekarang, asas mereka, Kemah Suci, tidak ada bersama mereka. Mereka tidak
dapat lagi dipimpin dan dilindungi dengan kehadiran Kemah Suci tersebut.
Sekarang, hanya orang yang beriman diizinkan datang ke Kemah Suci. Satu hal
yang tidak dapat ditoleransi oleh Tuhan adalah penyembahan allah lain. Karena
selama bertahun-tahun penawanan di Mesir, saat itu merupakan tantangan bagi
anak-anak Israel. Setelah sekian lama memohon pengampunan dari Tuhan, Musa
diberi petunjuk untuk, "pahatlah ... dua loh batu sama dengan yang mula-mula"11 serta
naik ke atas gunung. Musa menghabiskan empat puluh hari dan empat puluh malam
di puncak Gunung Sinai, tanpa roti maupun air, dan Tuhan memberikan kepadanya
petunjuk:
"Tuliskanlah segala firman ini, sebab berdasarkan firman ini telah
Kuadakan perjanjian dengan Engkau dan Israel.
Dan ia menuliskan pada loh itu segala perkataan perjanjian, yakni Kesepuluh
Firman."12
Oleh karena itu, Sepuluh Perintah diberikan kepada umat manusia untuk dipatuhi
dan digunakan selama hidup mereka. Kepatuhan pada akhirnya membawa hukum
Tuhan kepada anakanak Israel. Ketidakpatuhan hanya menunda keberangkatan
anak-anak Israel menuju negeri yang dijanjikan kepada mereka. Mereka harus
layak untuk menerima hukum Tuhan.
Perhatikanlah bahwa Tuhan menyampaikan perkataan-Nya kepada Musa, nabi-Nya.
Tuhan mengetahui apa yang akan memberkati anak-anakNya, dan untuk tujuan
itu, Dia mengirimkan hukum-hukum-Nya melalui para nabi-Nya, kepada bangsa
itu. Apabila dipatuhi, hukum ini akan memimpin kita kembali kepada Allah.
Kita tidak menentukan sendiri hukum apa itu. Hukum-hukum itu diberikan dari
Allah untuk manusia.
Juruselamat memenuhi hukum Musa,13 dan petunjuk ilahi yang serupa
telah dinyatakan pada zaman kita melalui Nabi Joseph Smith, seperti yang
terdapat di dalam Ajaran dan Perjanjian bagian 59. Tuhan memerintahkan:
"Oleh karena itu, Aku memberi mereka sebuah perintah yang mengatakan
demikian: Engkau hendaknya mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hati, daya,
akal budi dan kekuatanmu; dan dalam nama Yesus Kristus hendaknya engkau melayani
Dia.
Engkau hendaknya mengasihi sesamamu seperti dirimu sendiri. Jangan engkau
mencuri; juga jangan berbuat zina, atau membunuh, atau segala sesuatu yang
serupa itu.
Engkau hendaknya mengucapkan terima kasih kepada Tuhan, Allahmu dalam segala
hal.
Engkau hendaknya mempersembahkan kurban bagi Tuhan Allahmu, dalam kebenaran,
yaitu dari hati yang patah dan jiwa yang menyesal.
Dan supaya engkau dapat menjaga dirimu tak ternoda dari dunia, hendaknya
engkau pergi ke rumah sembahyang dan mempersembahkan sakramen pada hari-Ku
yang kudus;
Karena sesungguhnya inilah hari yang ditentukan bagimu untuk beristirahat
dari pekerjaanmu, dan melakukan ibadahmu kepada Yang Mahatinggi;
Walaupun demikian, hendaknya nazarmu dipersembahkan dalam kebenaran pada
semua hari dan pada segala saat;
Tetapi ingatlah bahwa pada hari ini, hari Tuhan, engkau hendaknya mempersembahkan
persembahanmu kepada Tuhan dan sakramenmu kepada Yang Mahatinggi, mengakui
dosadosamu kepada saudara-saudaramu di hadapan Tuhan.
Dan pada hari ini engkau jangan melakukan pekerjaan yang lain, hanya biarlah
makananmu dipersiapkan dengan ketulusan hati agar puasamu boleh menjadi sempurna,
atau dengan perkataan lain, agar kesukaanmu boleh menjadi penuh."14
Perhatikanlah bahwa jalur komunikasi datang dari Tuhan kepada kita. Begitu
banyak waktu di dalam sejarah kita, menurut penilaian kita sendiri, kita
telah mencoba mengganti jalur komunikasi itu dan mengubah hukum Allah. Kita
tidak menemukan catatan bahwa hal seperti ini pernah berhasil.
Tetapi, kita mendapatkan, bahwa kapan pun anak-anak Allah melakukan hal
yang bertentangan dengan hukum-Nya, ketetapan dan tata tertib ilahi terhalangi
oleh ketidakpatuhan dan kehancuran. Sistem Allah selalu berhasil. Kepatuhan
terhadap hukum serta perintah-Nya selalu mendatangkan berkat-berkat yang
dijanjikan-Nya.
Nefi diberi perintah oleh Tuhan untuk mendapatkan lemping-lemping kuningan
agar dibawa bersama mereka pada saat mereka melakukan perjalanan menuju padang
belantara. Laban menghalangi segala usaha yang mereka lakukan untuk memperoleh
catatan itu. Tuhan kemudian mengirimkan bantuan-Nya kepada Nefi. Mengenai
pembunuhan Laban, Nefi diajar: "Lebih baik seorang binasa daripada satu
bangsa tersesat dan binasa dalam ketidakpercayaan."15
Wahyu ini menolong Nefi mengingat sesuatu yang sebelumnya Tuhan janjikan
kepadanya di padang belantara:
"Sejauh keturunanmu akan mematuhi perintah-perintah-Ku, mereka akan
menjadi makmur di negeri perjanjian."16
Lalu, Nefi beralasan: "Ya dan aku juga berpikir bahwa mereka tidak
dapat mematuhi perintah-perintah Tuhan menurut Hukum Musa kalau mereka tidak
mempunyai hukum itu. Dan aku juga tahu bahwa hukum itu diukir di atas lempinglemping
kuningan itu."17
Berulang kali, tulisan suci menyatakan bahwa Tuhan memberikan perintah-perintah-Nya
kepada anak-anak manusia melalui para nabi yang hidup. Tidak ada komite,
perkumpulan, atau wewenang lain mana pun yang memiliki hak untuk mendiktekan
kepada Dia ajaran yang bertentangan dengan hukum-Nya. Berkat-berkat kekal
Allah bergantung pada kepatuhan dan ketaatan kita terhadap firman Tuhan yang
diwahyukan kepada kita melalui para nabi-Nya yang kudus.
Allah menganugerahkan agar kita senantiasa dapat memiliki tekad serta keberanian
untuk patuh kepada-Nya, yang adalah Bapa Kekal kita, dan kepada Putra terpilih-Nya,
Tuhan serta Juruselamat kita, agar kita dapat menikmati berkat-berkat Mereka
di dunia ini dan di dalam kekekalan yang akan datang. Dalam nama Tuhan dan
Juruselamat kita, yaitu Yesus Kristus, amin.
CATATAN
1. Pasal-pasal Kepercayaan 9.
2. The Articles of
Faith, edisi ke-12 (1924), 296.
3. Teachings of the Prophet Joseph
Smith, diseleksi oleh Joseph
Fielding Smith (1976), 21.
4. Teachings, 111.
5. Lihat Deseret News, 9 Desember 1857,
317; 12 Februari 1862, 257.
6. Bilangan 1:48, 50-53.
7. Keluaran 31:18.
8. Keluaran 32:1.
9. Keluaran 32:19.
10. Keluaran 33:7.
11. Keluaran 34:1.
12. Keluaran 34:27-28.
13. Lihat 3 Nefi 15:5.
14. A&P 59:5-13.
15. 1 Nefi 4:13.
16. 1 Nefi 4:14.
17. 1 Nefi 4:15-16.