The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Broadcast General Conference Archives
Conferences
Oktober 2003
Kami Percaya Akan Segala Hal yang Telah Dinyatakan Allah

Kami Percaya Akan Segala Hal yang Telah Dinyatakan Allah

PENATUA L . TOM PERRY
Dari Kuorum Dua Belas Rasul

Allah terus menyatakan kehendak-Nya kepada umat manusia, seperti yang telah Dia lakukan di sepanjang zaman ketika Dia memberikan wewenang kepada para hamba-Nya di atas bumi.

PENATUA L . TOM PERRYKami percaya akan segala yang telah dinyatakan Allah, segala yang sekarang dinyatakanNya, dan kami percaya bahwa Dia masih akan menyatakan banyak hal yang besar dan penting mengenai Kerajaan Allah."1

Kita menyatakan kepada dunia bahwa surga tidak tertutup. Allah terus menyatakan kehendak-Nya kepada umat manusia, seperti yang telah Dia lakukan di sepanjang zaman ketika Dia memberikan wewenang kepada para hamba-Nya di atas bumi. Kenyataan ini seharusnya tidak asing lagi bagi semua anak Bapa di Surga, karena tulisan suci memberi banyak bukti mengenai hal ini.

Kadang-kadang, kita mengartikan komunikasi mengenai kehendak Allah sebagai wahyu. Kadang-kadang kita merujuk pada komunikasi seperti itu sebagai ilham. Namun, wahyu memiliki arti yang lebih luas. Sementara ilham dapat dengan tepat dianggap sebagai wahyu, wahyu dapat juga termasuk penglihatan, mimpi, kata-kata yang diucapkan, atau pernyataanpernyataan rohani lainnya. Penatua Talmage menjelaskan:

"Wahyu menjelaskan pernyataan kebenaran ilahi melalui komunikasi dari surga ....

Kata ilham kadang-kadang diartikan hampir sama dengan wahyu, walaupun penggunaan dasar dan awalnya memiliki arti yang berbeda. Mengilhami dalam arti yang sebenarnya adalah hidup dengan roh, seseorang terilhami ketika dipengaruhi kuasa lain yang bukan dari dirinya. Ilham ilahi dapat dianggap sebagai suatu tindakan intensif yang pengaruh rohaninya lebih rendah atau tidak langsung daripada ... wahyu. Oleh karena itu perbedaannya cenderung pada tingkatannya daripada macamnya."2

Ada aturan dalam cara Tuhan menyatakan kehendak-Nya kepada umat manusia. Kita semua memiliki hak untuk berdoa kepada Tuhan dan menerima ilham melalui kuasa-Nya dalam lingkup tugas pengawasan kita sendiri. Orang tua dapat menerima wahyu bagi keluarganya sendiri, uskup bagi jemaat yang menjadi tanggung jawabnya, dan sampai pada Presidensi Utama untuk seluruh Gereja. Namun, kita tidak dapat menerima wahyu untuk tugas pengawasan orang lain. Nabi Joseph Smith menyatakan:

"Adalah bertentangan dengan cara Allah bekerja jika anggota Gereja atau orang lain mana pun menerima petunjuk untuk pemimpin yang lebih berwenang daripada mereka.3

Wahyu dari pikiran dan kehendak Allah kepada Gereja, datang melalui Presidensi [Utama]. Ini adalah peraturan surgawi, dan kuasa serta hak istimewa Imamat ini. Adalah juga hak istimewa bagi pejabat mana pun di Gereja ini untuk memperoleh wahyu, sejauh berkaitan dengan pemanggilan dan tugasnya dalam Gereja."4

Semakin ketat kita menjaga kehidupan kita selaras dengan petunjuk yang Tuhan telah berikan kepada kita untuk membimbing kita, semakin serasi kita dengan Roh-Nya. Seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk mendapatkan petunjuk harus layak menerimanya. Kehidupannya harus selaras dan mematuhi standar Tuhan yang telah ditetapkan bagi anakanak-Nya. Kehidupannya harus bajik di hadapan Allah serta umat-Nya. Harus selaras dengan ajaran tulisan suci, nabi, dan peraturan Gereja.

Seseorang dapat berkata bahwa dia telah menerima wahyu untuk tidak jujur supaya keadaan keuangannya membaik. Atau seseorang dapat berkata bahwa dia telah diberi petunjuk bahwa Gereja seharusnya mengambil arah lain daripada yang ditunjukkan oleh nabi. Kita segera akan tahu bahwa pernyataan seperti itu bukan berasal dari Allah.

Ada kekuatan dan kuasa besar dalam kenyataan bahwa jutaan orang di seluruh dunia berbagi kesaksian yang sama mengenai Allah, Juruselamat, dan pemanggilan Nabi Joseph Smith. Kita tidak pernah diimbau untuk menjadi patuh tanpa memikirkan terlebih dahulu mengenai perintah itu, ini merupakan kepatuhan kaum cerdik pandai yang mencirikan anggota Gereja.

Brigham Young dilaporkan telah mengatakan bahwa ketakutan terbesarnya adalah bahwa para anggota Gereja akan mengambil apa yang dia katakan sebagai pikiran dan kehendak Allah tanpa terlebih dahulu berdoa dan memperoleh kesaksian yang sama bagi diri mereka sendiri.5

Dalam mendirikan kerajaan-Nya di bumi, Tuhan meletakkan empat asas dasar dan hukum-hukum untuk memimpin anak-anak-Nya di sini. Kepatuhan terhadap hukum dan asas itu menghasilkan berkat-berkat yang telah Dia janjikan akan dianugerahkan kepada kita. Para pelanggar harus tunduk pada pengadilan-Nya.

Meninjau kembali sejarah manusia terungkap teladan kepatuhan yang menghasilkan berkat dan ketidakpatuhan yang menghasilkan kesengsaraan serta kehancuran. Jalan yang kita ikuti diwahyukan melalui para nabi kudus-Nya, yang memimpin kita untuk menjadi patuh terhadap petunjuk-petunjuk Tuhan.

Satu contoh adalah petunjuk Tuhan kepada anak-anak Israel, ketika mereka melakukan perjalanan ke padang belantara. Supaya mereka memiliki sebuah asas untuk peribadatan dan kegiatan mereka, Tuhan memberi petunjuk kepada Musa untuk membangun sebuah kemah suci (tabernakel). Kemah suci itu merupakan bentuk awal bait suci, yang dapat dibawa ke mana-mana, sehingga mereka dapat dengan mudah membawanya bersama mereka.

"Karena Tuhan [berkata] ... kepada Musa,

Tetapi tugaskanlah mereka [suku Lewi] untuk mengawasi Kemah Suci, tempat hukum Allah dengan segala perabotan dan perlengkapannya; mereka harus mengangkat Kemah Suci dengan segala perabotannya; mereka harus mengurusnya dan harus berkemah di sekelilingnya.

Apabila berangkat, Kemah Suci harus dibongkar oleh orang Lewi, dan apabila berkemah, Kemah Suci harus dipasang oleh mereka;

Orang Israel haruslah berkemah masing-masing di tempat perkemahannya dan masing-masing dekat panji-panjinya, menurut pasukan mereka.

Tetapi orang Lewi haruslah berkemah di sekeliling Kemah Suci, tempat hukum Allah, supaya umat Israel jangan terkena murka; orang Lewi haruslah memelihara Kemah Suci, tempat hukum itu."6

Kemah Suci ini menjadi pusat perkemahan mereka ketika mereka melakukan perjalanan ke negeri yang dijanjikan. Di sini upacara-upacara kudus dapat dilaksanakan. Pada hari Kemah Suci telah rampung, awan menutupinya. Awan disingkirkan ketika mereka melanjutkan perjalanan. Pada saat awan menutupi Kemah Suci, mereka tidak boleh melakukan perjalanan.

Tuhan memimpin mereka dalam perjalanan mereka ke perkemahan di kaki Gunung Sinai. Di sana Musa diberi petunjuk untuk mendaki gunung dan berbicara dengan Tuhan. Di sini dia menerima petunjuk tentang bagaimana anak-anak Israel akan dipimpin di padang belantara. Musa juga diberi "kedua loh hukum Allah, loh batu, yang ditulisi oleh jari Allah."7

Musa berada jauh dari orangorangnya untuk beberapa saat.

"Dan ketika bangsa itu melihat, bahwa Musa mengundur-undurkan turun dari gunung itu, maka berkumpullah mereka mengerumuni Harun dan berkata kepadanya: "Mari buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah menuntun kami keluar dari Mesir—kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia."8

Harun tidak tahan akan keinginan bangsa itu dan mengatakan kepada mereka untuk mengumpulkan emas dan perak mereka dan barang-barang berharga serta meleburnya menjadi satu bentuk yaitu anak lembu emas, sebuah gambaran patung berhala yang dapat mereka sembah dan bawa bersama mereka ketika mereka melakukan perjalanan. Pada saat yang sama, Musa menerima dua loh kesaksian yang berisi perintah-perintah Allah kepada umat-Nya. Dengan kedua loh di tangan, Musa segera turun dari gunung.

"Dan ketika ia dekat ke perkemahan itu dan melihat anak lembu dan melihat orang menari-nari, maka bangkitlah amarah Musa; dilemparkannyalah kedua loh itu dari tangannya dan dipecahkannya pada kaki gunung itu."9

Karena ketidakpatuhan anak-anak Israel, "Musa mengambil kemah [dari tengah-tengah mereka dan] membentangkannya di luar perkemahan."10

Sekarang, asas mereka, Kemah Suci, tidak ada bersama mereka. Mereka tidak dapat lagi dipimpin dan dilindungi dengan kehadiran Kemah Suci tersebut. Sekarang, hanya orang yang beriman diizinkan datang ke Kemah Suci. Satu hal yang tidak dapat ditoleransi oleh Tuhan adalah penyembahan allah lain. Karena selama bertahun-tahun penawanan di Mesir, saat itu merupakan tantangan bagi anak-anak Israel. Setelah sekian lama memohon pengampunan dari Tuhan, Musa diberi petunjuk untuk, "pahatlah ... dua loh batu sama dengan yang mula-mula"11 serta naik ke atas gunung. Musa menghabiskan empat puluh hari dan empat puluh malam di puncak Gunung Sinai, tanpa roti maupun air, dan Tuhan memberikan kepadanya petunjuk:

"Tuliskanlah segala firman ini, sebab berdasarkan firman ini telah Kuadakan perjanjian dengan Engkau dan Israel.

Dan ia menuliskan pada loh itu segala perkataan perjanjian, yakni Kesepuluh Firman."12

Oleh karena itu, Sepuluh Perintah diberikan kepada umat manusia untuk dipatuhi dan digunakan selama hidup mereka. Kepatuhan pada akhirnya membawa hukum Tuhan kepada anakanak Israel. Ketidakpatuhan hanya menunda keberangkatan anak-anak Israel menuju negeri yang dijanjikan kepada mereka. Mereka harus layak untuk menerima hukum Tuhan.

Perhatikanlah bahwa Tuhan menyampaikan perkataan-Nya kepada Musa, nabi-Nya. Tuhan mengetahui apa yang akan memberkati anak-anakNya, dan untuk tujuan itu, Dia mengirimkan hukum-hukum-Nya melalui para nabi-Nya, kepada bangsa itu. Apabila dipatuhi, hukum ini akan memimpin kita kembali kepada Allah. Kita tidak menentukan sendiri hukum apa itu. Hukum-hukum itu diberikan dari Allah untuk manusia.

Juruselamat memenuhi hukum Musa,13 dan petunjuk ilahi yang serupa telah dinyatakan pada zaman kita melalui Nabi Joseph Smith, seperti yang terdapat di dalam Ajaran dan Perjanjian bagian 59. Tuhan memerintahkan:

"Oleh karena itu, Aku memberi mereka sebuah perintah yang mengatakan demikian: Engkau hendaknya mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hati, daya, akal budi dan kekuatanmu; dan dalam nama Yesus Kristus hendaknya engkau melayani Dia.

Engkau hendaknya mengasihi sesamamu seperti dirimu sendiri. Jangan engkau mencuri; juga jangan berbuat zina, atau membunuh, atau segala sesuatu yang serupa itu.

Engkau hendaknya mengucapkan terima kasih kepada Tuhan, Allahmu dalam segala hal.

Engkau hendaknya mempersembahkan kurban bagi Tuhan Allahmu, dalam kebenaran, yaitu dari hati yang patah dan jiwa yang menyesal.

Dan supaya engkau dapat menjaga dirimu tak ternoda dari dunia, hendaknya engkau pergi ke rumah sembahyang dan mempersembahkan sakramen pada hari-Ku yang kudus;

Karena sesungguhnya inilah hari yang ditentukan bagimu untuk beristirahat dari pekerjaanmu, dan melakukan ibadahmu kepada Yang Mahatinggi;

Walaupun demikian, hendaknya nazarmu dipersembahkan dalam kebenaran pada semua hari dan pada segala saat;

Tetapi ingatlah bahwa pada hari ini, hari Tuhan, engkau hendaknya mempersembahkan persembahanmu kepada Tuhan dan sakramenmu kepada Yang Mahatinggi, mengakui dosadosamu kepada saudara-saudaramu di hadapan Tuhan.

Dan pada hari ini engkau jangan melakukan pekerjaan yang lain, hanya biarlah makananmu dipersiapkan dengan ketulusan hati agar puasamu boleh menjadi sempurna, atau dengan perkataan lain, agar kesukaanmu boleh menjadi penuh."14

Perhatikanlah bahwa jalur komunikasi datang dari Tuhan kepada kita. Begitu banyak waktu di dalam sejarah kita, menurut penilaian kita sendiri, kita telah mencoba mengganti jalur komunikasi itu dan mengubah hukum Allah. Kita tidak menemukan catatan bahwa hal seperti ini pernah berhasil.

Tetapi, kita mendapatkan, bahwa kapan pun anak-anak Allah melakukan hal yang bertentangan dengan hukum-Nya, ketetapan dan tata tertib ilahi terhalangi oleh ketidakpatuhan dan kehancuran. Sistem Allah selalu berhasil. Kepatuhan terhadap hukum serta perintah-Nya selalu mendatangkan berkat-berkat yang dijanjikan-Nya.

Nefi diberi perintah oleh Tuhan untuk mendapatkan lemping-lemping kuningan agar dibawa bersama mereka pada saat mereka melakukan perjalanan menuju padang belantara. Laban menghalangi segala usaha yang mereka lakukan untuk memperoleh catatan itu. Tuhan kemudian mengirimkan bantuan-Nya kepada Nefi. Mengenai pembunuhan Laban, Nefi diajar: "Lebih baik seorang binasa daripada satu bangsa tersesat dan binasa dalam ketidakpercayaan."15

Wahyu ini menolong Nefi mengingat sesuatu yang sebelumnya Tuhan janjikan kepadanya di padang belantara:

"Sejauh keturunanmu akan mematuhi perintah-perintah-Ku, mereka akan menjadi makmur di negeri perjanjian."16

Lalu, Nefi beralasan: "Ya dan aku juga berpikir bahwa mereka tidak dapat mematuhi perintah-perintah Tuhan menurut Hukum Musa kalau mereka tidak mempunyai hukum itu. Dan aku juga tahu bahwa hukum itu diukir di atas lempinglemping kuningan itu."17

Berulang kali, tulisan suci menyatakan bahwa Tuhan memberikan perintah-perintah-Nya kepada anak-anak manusia melalui para nabi yang hidup. Tidak ada komite, perkumpulan, atau wewenang lain mana pun yang memiliki hak untuk mendiktekan kepada Dia ajaran yang bertentangan dengan hukum-Nya. Berkat-berkat kekal Allah bergantung pada kepatuhan dan ketaatan kita terhadap firman Tuhan yang diwahyukan kepada kita melalui para nabi-Nya yang kudus.

Allah menganugerahkan agar kita senantiasa dapat memiliki tekad serta keberanian untuk patuh kepada-Nya, yang adalah Bapa Kekal kita, dan kepada Putra terpilih-Nya, Tuhan serta Juruselamat kita, agar kita dapat menikmati berkat-berkat Mereka di dunia ini dan di dalam kekekalan yang akan datang. Dalam nama Tuhan dan Juruselamat kita, yaitu Yesus Kristus, amin.

CATATAN

1. Pasal-pasal Kepercayaan 9.

2. The Articles of Faith, edisi ke-12 (1924), 296.

3. Teachings of the Prophet Joseph Smith, diseleksi oleh Joseph Fielding Smith (1976), 21.

4. Teachings, 111.

5. Lihat Deseret News, 9 Desember 1857, 317; 12 Februari 1862, 257.

6. Bilangan 1:48, 50-53.

7. Keluaran 31:18.

8. Keluaran 32:1.

9. Keluaran 32:19.

10. Keluaran 33:7.

11. Keluaran 34:1.

12. Keluaran 34:27-28.

13. Lihat 3 Nefi 15:5.

14. A&P 59:5-13.

15. 1 Nefi 4:13.

16. 1 Nefi 4:14.

17. 1 Nefi 4:15-16.

 
© 2009 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy