The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Broadcast General Conference Archives
Conferences
Oktober 2003
Sungguh Pelihat yang Terpilih!

Sungguh Pelihat yang Terpilih!

PENATUA NEAL A . MAXWELL
Dari Kuorum Dua Belas Rasul

Jika Joseph Smith adalah perantara bagi sebuah wahyu ilahi seperti itu, mungkin, hal itu sendiri, sudah cukup meyakinkan kebesaran kenabiannya.

PENATUA NEAL A . MAXWELLSejak tahun 1820 dan seterusnya, Joseph Smith tak henti-hentinya diserang dengan pola tuduhan —yang diikuti dengan bukti kebenarannya. Pola itu berlanjut.

Seperti yang dinubuatkan, kebodohan mencemoohnya, neraka mengamuk melawannya, namanya "akan terkenal dengan baik maupun buruk" (Joseph Smith 2:33). Pusaran ini dengan sia-sia menyita perhatian beberapa orang yang tampaknya lebih memilih untuk tidak terlibat daripada menikmati jamuan wahyu yang luar biasa, sehingga mengalihkan perhatian terhadap misi Joseph sebagai "seorang pelihat yang terpilih" (lihat 2 Nefi 3:6-7).

Seperti yang diajarkan pengalaman Amon, seorang pelihat memiliki kuasa untuk menerjemahkan catatan kuno, dan "seorang pelihat adalah, lebih besar dari seorang nabi." Namun, kata Amon, "seorang pelihat adalah juga ... seorang nabi" (lihat Mosia 8:11-16). Jadi karena dipanggil, Joseph telah menjadi "seorang yang besar gunanya bagi manusia" (Mosia 8:18).

Seorang penerjemah "pilihan" menampilkan—"dengan anugerah dan kuasa Allah" (A&P 135:3)—Kitab Mormon, sesuatu yang nyata dan pasti. Bagi semua orang yang mengindahkannya, Kitab Mormon, yang dianggap sebagai tulisan suci standar yang lengkap terbuka kembali seperti pintu yang setelah lama tertutup.

Yang tercatat dalam halaman judul adalah peran khusus kitab tersebut dalam "meyakinkan" manusia fana "bahwa Yesus adalah Kristus" (lihat 2 Nefi 25:18). Pada hari ketidakpercayaan dan keraguan mengenai kenyataan penting ini, dampak yang "meyakinkan" ini akan sangat diperlukan. Betapa kuatnya janji itu!

Kitab Mormon akan "dibacakan dari atap-atap rumah" (2 Nefi 27:11). Bahkan jika diabaikan, akan tetap menjadi sebuah undangan yang tetap beredar "selama bumi berdiri" (2 Nefi 25:22).

Tak heran "ujung bumi akan menanyakan nama [Joseph]" (A&P 122:1). Nubuat yang meyakinkan lebih jauh menyatakan bahwa musuh Joseph "akan dipermalukan" dan bahwa umat Nabi akan "berbalik melawan [dia]" oleh kesaksian para pengkhianat (lihat 2 Nefi 3:14; A&P 122:3).

Sebagaimana Presiden Faust mengingatkan kita kemarin, mengenai ketidaksempurnaannya sendiri, Joseph berkata, "Saya tidak pernah mengatakan kepada Anda bahwa saya sempurna—namun tidak ada yang salah dalam wahyu-wahyu yang saya ajarkan" (Andrew F. Ehat and Lyndon W. Cook, The Words of Joseph Smith [1980], 369).

Ironinya, pemuda Joseph Smith pergi ke hutan hanya ingin mengetahui gereja manakah yang hendaknya dia ikuti—tidak berusaha untuk dipanggil sebagai seorang pelihat, pewahyu, penerjemah, dan nabi (lihat A&P 21:1). Kemudian di dalam hutan itu muncullah keberuntungan dengan tiba-tiba. Wahyu dan terjemahan yang dihasilkan bukan hanya spekulasi, renungan untuk hari ini, atau bahkan epigram, namun wahyu dan terjemahan tersebut merupakan wahyu yang bersifat maklumat yang ilahi.

Isi wahyu dan terjemahan yang dihasilkan sangat luar biasa, yang menggarisbawahi kata-kata "pelihat yang terpilih." Namun ini bukan hanya kitab mengenai apa yang Joseph terima yang sekarang sedang dibagikan kepada umat manusia, kitab itu juga merupakan keberadaan "hal-hal yang menakjubkan" di tengah-tengah kelimpahan seperti itu.

Melalui wahyu dan terjemahan yang terus-menerus, misalnya, datang sebuah uraian mengenai sebuah dunia yang jauh, jauh di luar astrofisika tahun 1830-an, sebuah dunia yang berisi "dunia yang tak terhitung" dan yang menasihati kita lebih lanjut bahwa "para penduduknya adalah para putra dan putri yang diperanakkan Allah" (Musa 1:33; A&P 76:24).

Pada zaman dahulu, banyaknya keturunan Abraham yang akhirnya dibandingkan dengan pasir di laut, adalah sebuah janji yang menakjubkan (lihat Kejadian 22:17). Wahyu dan terjemahan pemulihan mengisi alam semesta yang luas ini; jadi tidak mengherankan bagi kita bahwa perkiraan terbaru para ilmuwan mengenai jumlah bintang di alam semesta ini sekitar 70 juta triliun—"lebih banyak bintang di angkasa," kata para ilmuwan, daripada butir-butir pasir di setiap pantai dan gurun pasir di Bumi" (Allison M. Heinrichs, "The Stellar Census: 70 Sextillion," Los Angeles Times, 26 Juli 2003; lihat juga Carl Sagan, Cosmos [1980], 196).

Wahyu dan terjemahan juga datang berkenaan dengan tujuan utama Allah "untuk mendatangkan kebakaan serta hidup yang kekal bagi manusia," yang memberi kita keyakinan ilahi dan jelas (lihat Musa 1:39). Rencana-rencana Allah untuk pertumbuhan jiwa belum berubah. Rencana itu diuraikan kepada bangsa Israel kuno, yang selama 40 tahun di padang gurun "merendahkan hatimu, dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak" (Ulangan 8:2). Oleh karena itu, para murid saat ini memahami mengapa iman dan kesabaran kita kadang-kadang diuji—supaya kita dapat dipersiapkan untuk pulang (lihat Mosia 23:21).

Brother dan sister, kita tidak memboroskan banyak waktu dalam hidup kita untuk memutuskan lagi "menghadap ke mana kita" dan apakah kita akan memasang tenda kita menghadap ke Sodom atau ke bait suci yang kudus (lihat Kejadian 13:12; Mosia 2:6).

Allah tidak memiliki ketertarikan lain yang mengganggu perhatian-Nya di bumi ini. Kita adalah pusat perhatian dan tujuan-Nya. Alangkah berbedanya dengan mereka yang percaya bahwa manusia hidup di "dunia yang tidak sadar" (Bertrand Russell, "A Free Man's Worship," dalam Mysticism and Logic and Other Essays [1917], 50), sebuah "dunia ... tanpa tuan" (Albert Camus, The Myth of Sisyphus and Other Essays, trans. Justin O'Brien [1955], 123).

Wahyu turun menjelaskan mengenai kekekalan kita sebagai anakanak roh Allah, karena "manusia juga pada mulanya bersama Allah"—sebuah pernyataan yang disertai dengan kejelasan yang lebih terang mengenai sifat kekal manusia (lihat A&P 93:29). Pernyataan ini dengan penerapan yang dalam adalah penting, dan menantang, membatalkan pernyataan sebelumnya misalnya, ajaran bahwa manusia diciptakan dalam sekejap "dari nol."

Kenyataan lebih jauh mengenai kehidupan kita dengan Allah "pada mulanya" berarti bahwa Anda telah menjadi diri Anda sendiri sejak lama. Oleh karena itu, Rasul Yohanes dengan tepat menulis bahwa "Allah lebih dahulu mengasihi kita" (lihat 1 Yohanes 4:19). Demikian juga, di tengah-tengah kekacauan dunia ini, kita belajar siapa sebenarnya orang-orang fana lainnya—mereka adalah saudara-saudara rohani kita, bukan pesaing, atau musuh kita. Selain itu, kita hendaknya memiliki kekudusan dan rasa hormat yang khusus bagi kehidupan manusia.

Semua "hal yang menakjubkan" itu, tiga wahyu dan terjemahan ini benar-benar menjawab keinginan dan kebingungan manusia yang terdalam. Wahyu dan terjemahan ini membangun kembali pemahaman kita akan sifat Allah, bumi, dan juga jati diri kita serta makna kehidupan! Adakah yang lebih bersifat pribadi selain pernyataan singkat namun padat ini?

Jika Joseph Smith adalah perantara bagi sebuah wahyu ilahi seperti itu, mungkin, hal itu sendiri, sudah cukup meyakinkan kebesaran kenabiannya. Namun, Allah tetap ingin memberikan kepada kita "segala yang [Dia] miliki," kita masih kekurangan wawasan! (lihat A&P 84:38).

Sedikit yang mempertanyakan mengapa Paulus memuji Abraham yang "tidak bimbang ... [dalam] ketidakpercayaan" (Roma 4:20). Ada risikonya ketika kita memikirkan ajaran Pemulihan yang membuat kita mungkin "bimbang" dalam menghadapi kebenaran yang kuat dan menjanjikan itu.

Oleh karena itu, dengan diberinya wahyu dan terjemahan yang menakjubkan seperti itu, marilah kita memperhatikan nasihat Raja Benyamin: "Percayalah kepada Allah. Percayalah bahwa manusia tidak memahami segala hal yang dapat dipahami Tuhan" (Mosia 4:9).

Allah Yang Mahabesar memberi semua manusia fana kebebasan untuk memilih, namun betapa bersyukurnya kita seharusnya karena jauh sebelumnya Allah memilih untuk menolong dan membangkitkan semua anak-Nya melalui Kurban Tebusan Putra-Nya. Namun, beberapa orang menolak dan banyak yang tidak menanggapi hal ini dan hal-hal ilahi lainnya, kebanyakan karena mereka sedemikian terjebak dalam masalah-masalah duniawi. Mereka tidak mengenal Juruselamat, yang berada jauh dari pikiran dan maksud hati mereka (lihat Mosia 5:13).

Di tengah-tengah rencana Allah dan luasnya alam semesta ada pribadi yang luar biasa. Contohnya, "[Allah] melihat ke bawah kepada segenap anak manusia dan Ia mengetahui segala pikiran dan niat hati" (Alma 18:32, lihat juga Yesaya 66:18).

Karena kita sepenuhnya bertanggung jawab kepada-Nya, pada Hari Penghakiman kita tidak dapat memohon Amandemen Kelima!

Saya telah menyimpan wahyu terbaik yang benar-benar ada di urutan pertama: perwujudan Tuhan dalam bentuk manusia menunjukkan kenyataan akan Yesus Kristus yang telah bangkit yaitu Juruselamat kita! Dimulai dari Hutan Kudus, penampakan-penampakan lainnya yang meyakinkan segera diikuti di tempat-tempat tak dikenal seperti Kirtland serta Hiram, dan karenanya semua umat manusia menerima peneguhan yang sangat diperlukan ini.

Sayangnya, di dunia fana ini Yesus dianggap oleh banyak orang, paling tidak, sebagai sosok yang jauh. Oleh karena itu, betapa istimewanya wahyu Pemulihan yang menegaskan kenyataan besar ini: "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal" (Yohanes 3:16).

Yesus, yang melaksanakan "penebusan yang tak terbatas," karenanya sangat menderita dan Juruselamat yang benar-benar memahami, karena Dia telah "turun ke bawah segala hal" dan "memahami segala hal" (2 Nefi 9:7; A&P 88:6). Ya, seperti dalam lirik kerohanian yang menyentuh tahun kemarin, "Tak seorang pun tahu kemalangan yang saya rasakan, tak seorang pun tahu kecuali Yesus."

Brother dan sister, kelompok para pemain di bumi ini yang menganggap wahyu dan terjemahan sangat penting termasuk di dalamnya adalah mereka yang, dalam kalimat yang tidak asing, menjalani "kehidupan penuh keputusasaan secara diam-diam" (lihat Henry David Thoreau, Walden [1965], 7). Sekarang mereka bergabung dengan orang-orang yang menjalani kehidupan ingar-bingar, berfoya-foya, dengan keliru merayakan kemampuan mereka untuk merasakan sehingga akhirnya mereka kehilangan kemampuan untuk merasakan dan menjadi "tidak berperasaan" (lihat Moroni 9:20; Efesus 4:19; 1 Nefi 17:45). Oleh karenanya mereka menentang dengan keras kebenaran ini untuk mendapatkan lebih banyak sensasi. Namun, orangorang seperti itu masih tidak banyak, hanya "sebagian kecil" dari rakyat ini (lihat Mosia 29:26-27).

Khususnya, pada hari kiamat musuh "tidak akan" mendukung mereka yang mengikutinya (lihat Alma 30:60). Dia tidak dapat mendukung mereka. Yesus akan menang dengan segala kehormatan, dan konsep musuh yang cerdik "menyenangkan pikiran lahiriah," juga akan roboh, dan "robohnya sangat dahsyat" (lihat Alma 30:35; 1 Nefi 11:36). Bahkan sekarang, seseorang dapat melihat dalam kehidupan mereka yang hilang, yang mendatangkan bagi diri mereka sendiri ajaran iblis akan jatuh dan mati (lihat Lukas 15:17). Banyak orang, karena mengalami kehampaan hidup dari tindakan yang lebih rendah, "siap mendengarkan firman itu" dan sekarang menunggu kabar mengenai wahyu serta terjemahan yang menyelamatkan itu (lihat Alma 32:6).

Brother dan sister, janganlah menahan pernyataan Injil yang dipulihkan! Janganlah menahan wahyu yang meyakinkan dan terjemahan yang menyatakan kebenaran, mengenai "halhal sebagaimana adanya dan ... hal-hal sebagaimana terjadi." Hal-hal ini sangat diperlukan oleh mereka yang tangannya lemah terkulai karena mereka menderita anemia ajaran, serta yang dapat dirawat dengan sel-sel darah merah Pemulihan (lihat Yakub 4:13). Mundur berarti menunda pertobatan dan berarti sulit memahami kerohanian yang memberi isyarat lainnya, yang akan menjadi "indah seperti matahari, dan jernih seperti bulan" (lihat A&P 105:31).

Sementara itu, marilah kita mengharapkan banyak orang akan memandang kita acuh tak acuh. Yang lain akan menganggap kita sebagai orang aneh atau sesat. Marilah kita bertahan dalam tuduhan yang, ironinya, milik orang yang pada akhirnya, karena bosan, menemukan "bangunan yang besar dan luas" untuk dijadikan sebuah hotel tua kelas tiga dan terbatas (lihat 1 Nefi 8:31-33). Janganlah kita menghina orang-orang yang menghina kita dan janganlah mendengarkan mereka (lihat A&P 31:9). Sebagai gantinya, marilah kita menggunakan tenaga kita untuk memasang perisai iman untuk melawan panah-panah api yang datang—mungkin dibantu dengan sentuhan terang rohani (lihat 1 Nefi 15:24).

Brother dan sister, setelah semua yang saya berikan, "apa lagi yang dapat kukatakan" selain "Puji Dia yang tinggal dengan Yehova" (Yakub 6:12; "Puji Dia yang Tinggal dengan Yehova," Nyanyian Rohani, no. 14). Dalam nama Yesus Kristus, amin!

 
© 2008 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy