The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Broadcast General Conference Archives
Conferences
Oktober 2003
Tuhan, Aku Percaya; Tolonglah Aku yang Tidak Percaya Ini

Tuhan, Aku Percaya; Tolonglah Aku yang Tidak Percaya Ini

PRESIDEN JAMES E . FAUST
Penasihat Kedua dalam Presidensi Utama

Iman yang mendukung kita dapat menjadi penghiburan terbaik dalam kehidupan. Kita semua harus mendapatkan kesaksian kita sendiri.

PRESIDEN JAMES E . FAUSTPagi ini saya ingin memberikan sebuah kesaksian yang rendah hati kepada mereka yang sedang berjuang dan memiliki keraguan pribadi mengenai misi ilahi Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir. Banyak dari kita terkadang seperti ayah yang meminta Juruselamat untuk menyembuhkan anaknya yang kerasukan "roh yang membisukan". Ayah anak tersebut berseru, "Tuhan, Aku percaya; tolonglah aku yang tidak percaya ini."1 Kepada semua yang masih ragu dan bertanya-tanya, ada cara untuk mengatasi ketidakpercayaan Anda. Dalam proses menerima dan menolak informasi dalam mencari terang, kebenaran, dan pengetahuan, hampir setiap orang memiliki— suatu saat atau yang lain—beberapa pertanyaan pribadi. Itu merupakan proses belajar.

Iman yang mendukung kita dapat menjadi penghiburan terbaik dalam kehidupan. Kita semua harus mendapatkan kesaksian kita sendiri.

Sebuah kesaksian dimulai dengan menerima, melalui iman, misi ilahi Yesus Kristus, kepala Gereja ini dan Nabi Pemulih, Joseph Smith. Injil, seperti yang dipulihkan oleh Joseph Smith jika tidak benar, berarti salah. Untuk menerima semua berkat yang dijanjikan kita harus menerima Injil tersebut dalam iman dan secara keseluruhan. Namun, iman yang meyakinkan ini biasanya tidak datang bersamaan. Kita belajar secara rohani baris demi baris dan ajaran demi ajaran.

Joseph Hamstead, seorang dosen di Universitas London, telah berbicara mengenai Gereja dan para remajanya, dan program keluarga kepada temantemannya sesama dosen di universitas yang hebat itu. Salah satu dari mereka mengatakan, "Saya menyukai semuanya, apa yang dilakukan bagi keluarga, dan sebagainya. Apabila Anda dapat menghilangkan bagian mengenai seorang malaikat yang menampakkan diri kepada Joseph Smith, saya mau bergabung dalam gereja Anda." Brother Hamstead menjawab, "Ah, tetapi apabila Anda menghilangkan bagian mengenai malaikat yang menampakkan diri kepada Nabi Joseph, maka saya tidak mau bergabung dalam Gereja karena itu merupakan dasarnya."2

Sama seperti profesor di Universitas London itu, banyak orang melihat keraguan yang bulat akan Gereja ini dan diyakinkan bahwa Gereja memiliki nilai dan isi pokok yang hebat. Mereka menghargai apa yang Gereja dapat lakukan bagi orang-orang yang percaya kepadanya. Namun, mereka kekurangan penegasan rohani bahwa Joseph Smith benar-benar melihat Bapa dan Putra melalui penglihatan, dan bahwa seorang malaikat mengirimkan kepada Joseph Smith lemping-lemping yang kemudian diterjemahkan menjadi Kitab Mormon. Memperoleh pengetahuan tentang Allah adalah karunia asas rohani yang dapat datang kepada setiap pria atau wanita. Joseph Smith menerima pengetahuan tentang Allah ini secara pribadi. Bertahun-tahun kemudian, masih merenungkan dampak dari hal itu dan hal-hal lain yang terjadi dalam hidupnya, Joseph Smith sendiri berkata, "Saya tidak menyalahkan siapa-siapa karena tidak mempercayai sejarah saya. Apabila saya tidak mengalaminya sendiri, saya sendiri tidak akan percaya."3

Tak seorang pun menemani seorang anak lelaki, Joseph Smith, di Hutan Kudus di Palmyra, New York, ketika Allah Bapa dan Putra-Nya, Yesus Kristus, menampakkan diri. Bahkan mereka yang tidak percaya hal ini terjadi, mendapatkan kesulitan membuktikan bahwa penglihatan pertama itu tidak terjadi. Terlalu banyak hal yang terjadi sejak kejadian itu sehingga sulit untuk menyangkalnya.

Bagi Anda yang, seperti ayah dalam Alkitab, berkata, "Aku percaya, tolonglah aku yang tidak percaya ini," Anda dapat memiliki penegasan dengan mengikuti petunjuk dari Kitab Mormon yang menantang kita untuk bertanya kepada "Allah, Bapa yang Kekal, dalam nama Kristus," mengenai kebenaran yang hanya dapat datang melalui iman dalam Kristus dan oleh wahyu. Namun, ada dua dasar yang sangat penting. Seseorang harus "bertanya dengan hati yang tulus, dengan maksud yang sungguh-sungguh," dan kemudian Allah "akan menyatakan kebenarannya kepadamu, melalui kuasa Roh Kudus. "Dan oleh kuasa Roh Kudus kamu dapat mengetahui kebenaran akan segala hal."4

Bukti yang kuat selain Kitab Mormon meneguhkan pernyataan Joseph Smith. Diawali dengan, Tiga Orang Saksi dan Delapan Orang Suci, yang menangani lemping-lemping dan melihat ukirannya, memberi kesaksian bahwa Kitab Mormon diterjemahkan melalui kuasa Allah. Anggota keluarga Joseph Smith, yang paling mengenal dia, juga menerima dan mempercayai pesannya. Diantara orang yang percaya adalah orang tuanya, saudara laki-lakinya dan saudara perempuannya dan pamannya, John Smith. Kakak laki-lakinya, Hyrum, menunjukkan imannya yang penuh dalam pekerjaan Joseph dengan memberikan hidupnya bersama Joseph. Para saksi yang dapat diandalkan ini semua menegaskan kesaksian Nabi.

Teman-teman dekatnya sungguhsungguh percaya akan misi ilahi Joseph Smith. Dua dari mereka, William Richards dan John Taylor, ada bersama dengan Joseph dan Hyrum pada saat mereka dibunuh. Joseph bertanya kepada Willard Richards apakah dia bersedia pergi bersama mereka. Williard dengan jelas mengatakan, "Brother Joseph, Anda tidak meminta saya untuk menyeberangi sungai itu bersama Anda—Anda tidak meminta saya untuk datang ke Carthage—Anda tidak meminta saya untuk masuk ke penjara bersama Anda—dan apakah Anda beranggapan saya akan meninggalkan Anda sekarang? Tetapi saya akan mengatakan kepada Anda apa yang akan saya lakukan; apabila Anda dijatuhi hukuman gantung karena pengkhianatan, saya akan digantung menggantikan Anda, dan Anda dapat dibebaskan."5

John Taylor bersaksi, "Joseph Smith, Nabi dan Pelihat Allah, telah melakukan lebih daripada siapa pun yang hidup di bumi, kecuali Yesus, untuk keselamatan manusia di bumi ini."6 Brigham Young yang realis berkata, "Saya sangat ingin berteriak Haleluya, setiap saat, ketika saya memikirkan bahwa saya pernah mengenal Joseph Smith, Nabi yang Allah tinggikan dan tahbiskan, yang kepadanya Dia berikan kunci dan kuasa untuk membangun Kerajaan Allah di bumi dan yang mendukungnya."7 Menurut pendapat saya, orang-orang yang kuat, dan berakal ini tidak mungkin tertipu.

Juga sangatlah meyakinkan bagi saya bahwa tak ada agama lain yang mengaku memiliki kunci-kunci untuk menyatukan hubungan keluarga untuk selama-lamanya. Presiden Hinckley berkata, "Setiap bait suci, baik besar atau kecil, lama atau baru, merupakan ungkapan kesaksian kita bahwa kehidupan setelah kematian adalah nyata dan benar-benar ada sama seperti dalam kefanaan."8 Mereka yang menjunjung keluarganya memiliki alasan yang kuat untuk menerima berkat-berkat luar biasa karena dimeteraikan untuk selamanya di dalam bait suci Allah. Untuk semua kakeknenek, orang tua, suami, istri, anakanak, cucu, kuasa dan wewenang pemeteraian ini adalah asas yang menyempurnakan, nilai tertinggi dalam pemulihan "segala hal"9 melalui Nabi Joseph Smith. Pemeteraian mengikat selamanya. Berkat ini dapat diperluas untuk mereka yang sekarang hidup, dan juga dengan cara diwakilkan bagi mereka yang telah meninggal, jadi mengikat keluarga untuk selamanya.10

Bukti lain yang sangat kuat mengenai keilahian pekerjaan kudus ini adalah pertumbuhan dan kekuatan Gereja di seluruh dunia yang menakjubkan. Ini adalah institusi yang unik. Tidak ada yang dapat dijadikan bandingan. Seperti yang dikatakan Gamaliel ketika Petrus dan para rasul terdahulu memberikan kesaksian mengenai keilahian Yesus Kristus, "Jika [ini] ... pekerjaan manusia, tentu akan lenyap. Tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini."11

Semua ini benar, namun, setiap orang harus memiliki penegasan rohani oleh kuasa Roh Kudus, yang lebih kuat dari semua perasaan yang ada. Kepada mereka yang berkata, "Tuhan, saya percaya, tolonglah aku yang tidak percaya ini," saya ingin menganjurkan supaya "kamu menanti-nantikan dengan mata iman."12 Kepada mereka yang melakukan hal ini Tuhan telah berjanji, "Aku dengan perantaraan Roh Kudus akan menceritakan kepadamu dalam akalmu dan dalam hatimu, hal yang akan datang ke atasmu dan yang akan tinggal di dalam hatimu."13

Beberapa alasan yang diberikan orang ketika api iman mereka berkedip dan mati adalah: kelemahan manusiawi dan ketidaksempurnaan yang lain; sesuatu dalam sejarah Gereja yang tidak dapat mereka pahami; perubahan dalam prosedur karena pertumbuhan dan wahyu yang terus menerus; perbedaan; atau pelanggaran.

Pada suatu hari Tuhan berkata bahwa Dia "merasa puas" dengan Joseph Wakefield.14 Dia berani dan beriman, dan mengajarkan beratus-ratus pekerjaan kenabian Joseph Smith. Tetapi dari tahun 1833-1834 dia terpengaruh oleh orang-orang yang menentang di Kirtland. Suatu hari dia berada di rumah Joseph Smith. Joseph Smith keluar dari ruangan tempat dia menerjemahkan perkataan Allah dan segera setelah itu bermain bersama beberapa anak. "Hal ini meyakinkan [Brother Wakefield] bahwa [Joseph] bukan orangnya Allah, dan bahwa [oleh karena itu] pekerjaan itu salah."15 Dalam jalan hidupnya Joseph Wakefield mengingkari gereja dan dikucilkan, dan menjadi penganiaya Gereja dan Orang Suci.

Seorang anggota gereja yang tidak aktif, kaget menyadari bahwa dia tidak bertobat ke dalam Gereja ketika putranya pergi menjalankan misi. Membandingkan dirinya dengan orang lain dari yang dia dengar memiliki cerita pertobatan yang indah, dia bertanya kepada dirinya sendiri, "Mengapa orang-orang ini dipertobatkan dengan sangat istimewa, sedangkan saya, dengan warisan pionir, tetap tidak bertobat?" Dia mulai membaca Kitab Mormon walaupun dia meragukan nilainya dan menjadi bosan. Kemudian seorang teman menantang dia. Dia berkata, "Anda berkata Anda percaya akan doa. Jadi, mengapa Anda tidak berdoa mengenai hal ini?"

Kemudian dia melakukannya, dan setelah dia berdoa, dia mulai membaca Kitab Mormon lagi. Tidak lagi membosankan. Semakin dia membaca, semakin dia menjadi kagum, dan berpikir, "Joseph Smith tidak mungkin menulis kitab ini—perkataan ini datang dari Allah!" Dia selesai membacanya, kemudian bertanya-tanya bagaimana Allah akan mengatakan kepada dia bahwa hal ini benar. Dia berkata, "Sebuah kuasa, kuat, indah, penuh sukacita memenuhi tubuhnya ... saya tahu bahwa Yesus Kristus dibangkitkan, bahwa Joseph Smith adalah seorang Nabi yang melihat Allah dan Yesus Kristus. Saya tahu bahwa dia dengan mukjizat menerjemahkan catatan kuno dengan bimbingan Allah. Saya tahu bahwa Joseph Smith menerima wahyu dari Allah." Kesaksian ini mengubah hidupnya karena sekarang dia juga orang yang bertobat.16

Kepada mereka yang imannya telah luntur, alasannya mungkin benar bagi mereka, tetapi alasan ini tidak dapat mengubah kenyataan tentang apa yang telah dipulihkan oleh Joseph Smith. Nabi Joseph Smith berkata, "Saya tidak pernah mengatakan saya sempurna, tetapi tidak ada yang salah dalam wahyu yang saya ajarkan."17 Seseorang tidak dapat berhasil melawan asas atau ajaran yang benar karena hal-hal itu kekal. Wahyu yang datang melalui Nabi Joseph Smith masih benar! Adalah suatu kesalahan untuk membiarkan kehancuran, tanggapantanggapan yang mengejek, atau pelanggaran-pelanggaran yang merubuhkan iman.

Kita dapat memiliki kesaksian yang pasti bahwa Yesus adalah Kristus, Putra Allah, dan Penebus umat manusia, dan bahwa Joseph Smith adalah Nabi yang secara khusus ditugaskan untuk memulihkan Gereja pada zaman dan era kita tanpa memiliki pemahaman lengkap tentang semua asas Injil. Tetapi ketika Anda memungut sebuah tongkat, Anda memungut kedua ujungnya. Dan sama seperti Injil. Sebagai anggota Gereja, kita perlu menerima semuanya. Bahkan keyakinan akan beberapa aspek Injil rohani yang terbatas adalah sebuah berkat, dan pada saatnya asas yang Anda ragukan dapat datang melalui iman dan kepatuhan.

Perbedaan antara yang dikenal dan yang benar semakin besar. Seperti yang dinubuatkan Yesaya, banyak orang saat ini "menyebut kejahatan itu baik, dan kebaikan itu jahat."18 Wahyu yang datang dari nabi Allah tidak seperti makanan yang disediakan di kantin, beberapa makanan dipilih dan yang lain tidak dihiraukan. Kita sangat berhutang kepada Nabi Joseph Smith karena banyak wahyu yang hebat yang datang melalui dia.19 Telah ada pemenuhan wahyu yang diberikan kepada Joseph Smith pada bulan Maret 1839: "Segala ujung bumi akan menanyakan namamu, dan orang-orang bodoh akan mencemoohkan engkau, dan neraka akan marah terhadapmu;

Sedangkan yang suci hatinya, yang bijaksana, yang agung, dan yang berbudi, secara teratur akan mencari nasihat, wewenang serta berkat dari tanganmu."20

Kepada mereka yang percaya, tetapi berharap rasa percaya mereka dikuatkan, saya menasihati Anda untuk berjalan dalam iman dan percaya pada Allah. Pengetahuan rohani selalu memerlukan pelatihan iman. Kita memperoleh sebuah kesaksian mengenai asas Injil dengan kepatuhan dan mencoba untuk menjalankannya. Kata Juruselamat. "Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu ajaran."21 Sebuah kesaksian mengenai keefektifan doa datang melalui doa yang rendah hati dan tulus. Sebuah kesaksian mengenai persepuluhan datang dengan membayar persepuluhan. Jangan biarkan keraguan pribadi memisahkan Anda dari sumber pengetahuan ilahi. Dengan penuh doa teruslah dengan rendah hati mencari terang kekal, dan ketidakpercayaan Anda akan dikalahkan. Saya bersaksi bahwa apabila Anda melanjutkan dalam proses yang bertujuan untuk mencari dan menerima terang rohani, kebenaran dan pengetahuan, hal itu pasti akan datang. Dengan terus berjalan dalam iman Anda akan mendapatkan bahwa iman Anda ditingkatkan. Seperti sebuah biji yang baik apabila tidak disingkirkan oleh ketidakpercayaan Anda, hal ini akan mengembang di dalam dada Anda.22

Saya percaya bahwa setiap kesaksian pribadi seseorang mengenai Yesus Kristus datang sebagai karunia rohani. Tidak seorang pun dapat dengan berhasil membantah atau menentangnya karena hal ini merupakan sebuah karunia yang sangat pribadi yang diberikan kepada orang yang diberi. Kesaksian pribadi kita akan terus memberikan kekuatan rohani untuk menjaga agar terang rohani kita tetap berjalan, untuk memperlihatkan jalan menuju kebahagiaan kekal. Tetapi saya bersaksi bahwa kesaksian ini dapat lebih—jauh, jauh lebih banyak. Dengan melakukan perjanjian dengan "Allah untuk melakukan kehendak-Nya, serta mentaati perintah-perintah-Nya di dalam segala hal yang akan diperintahkan-Nya kepada kita, di sepanjang kehidupan kita, hati [kita] diubah melalui iman kepada nama [Kristus]." Dengan demikian kita dapat "dilahirkan daripada-Nya dan ... menjadi para putra serta purti-Nya."23 Saya memiliki pengetahuan yang pasti mengenai hal ini, yang saya nyatakan di dalam nama kudus Yesus Kristus, amin.

CATATAN

1. Markus 9:22, 24.

2. Surat Pribadi.

3. History of the Church 6:14.

4. Moroni 10:4-5.

5. History of the Church 6:616.

6. A&P 135:3.

7. Teachings of Presidents of the Church: Brigham Young (1997), 98

8. "This Peaceful House of God," Ensign, Mei 1993, 74.

9. Kisah para Rasul 3:21.

10. Lihat A&P 110:15-16.

11. Kisah para Rasul 5:38-39.

12. Alma 5:15.

13. A&P 8:2.

14. A&P 50:37.

15. George A. Smith JD 7:112.

16. Lihat Grace Jorgensen, "Every Member a Convert," Ensign, April 1980, 70-71.

17. History of the Church 6:366.

18. Yesaya 5:20.

19. Lihat A&P 135:3.

20. A&P 122:12.

21. Yohanes 7:17.

22. Lihat Alma 32:28.

23. Mosia 5:5, 7.

 
© 2009 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy