Penatua Jeffrey R. Holland
Dari Kuorum Dua Belas Rasul
Beberapa berkat datang dengan segera, beberapa lainnya datang terlambat, dan beberapa lagi tidak datang sampai surga; tetapi bagi mereka yang memiliki injil Yesus Kristus, berkat-berkat itu datang.
Sewaktu kita memiliki kebutuhan khusus akan bantuan surga, kita hendaknya mengingat salah satu judul yang diberikan Juruselamat di dalam surat kepada orang-orang Ibrani. Berbicara me-ngenai "pelayanan yang jauh lebih agung" dari Yesus, dan mengapa Dia merupakan "Pengantara dari perjanjian yang lebih mulia" yang dipenuhi dengan "janji yang lebih tinggi," penulis ini--Rasul Paulus--mengatakan kepada kita bahwa melalui perantaraan dan Kurban Tebusan-Nya, Kristus menjadi "seorang imam besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang."
1
Ada kalanya setiap dari kita perlu mengetahui hal-hal yang akan menjadi lebih baik. Moroni berbicara mengenai hal ini di dalam Kitab Mormon sebagai "harapan untuk dunia yang lebih baik."2 Untuk kesehatan emosional dan stamina kerohanian, setiap orang perlu untuk menantikan sesuatu yang memberikan peristirahatan, sesuatu yang menyenangkan dan memperbarui serta penuh harapan, baik berkat-berkat itu sudah dekat atau masih jauh di depan. Adalah cukup hanya untuk mengetahui kita dapat mencapainya ke sana, bahwa betapa pun dekat atau jauh, masih ada janji akan "hal-hal yang baik yang akan datang."
Pernyataan saya adalah bahwa inilah yang sesungguhnya apa yang injil Yesus Kristus tawarkan kepada kita, khususnya pada saat-saat sulit. Ada pertolongan. Ada kebahagiaan. Ada terang setelah kita melewati kesulitan-kesulitan kita. Ini adalah Terang Dunia, Bintang Timur yang gilang gemilang, "terang yang tidak berkesudahan, yang tidak dapat dipadamkan."3 Terang ini adalah juga Putra Allah Sendiri. Dalam menyatakan kasih melebihi pernyataan Romeo kepada Juliet kita mengatakan, "Terang apakah yang memancar melalui jendela di sana?" Ini adalah kebalikan dari harapan, dan Yesus adalah Matahari.4 Kepada siapa pun yang mungkin sedang berjuang untuk melihat terang itu dan menemukan harapan, saya katakan: Bertahanlah. Teruslah mencoba. Allah mengasihi Anda. Hal-hal akan menjadi lebih baik. Kristus datang kepada Anda dalam "pelayanan yang jauh lebih agung" dengan sebuah masa depan akan "janji yang lebih baik." Dia adalah "imam besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang" bagi Anda.
Saya memikirkan mengenai para misionari yang baru dipanggil, yang meninggalkan keluarga dan teman-temannya untuk menghadapi saat-saat penolakan dan kekecewaan, serta paling tidak pada saat permulaan rindu ingin pulang ke rumah dan mungkin sedikit khawatir.
Saya memikirkan para ibu dan ayah muda yang memiliki keluarga selagi masih kuliah--atau baru saja lulus--berusaha memenuhi kebutuhan sehari-hari bahkan sewaktu mereka mengharapkan keadaan keuangan yang lebih baik kelak. Pada saat yang sama, saya memikirkan orang tua lainnya yang harus mengorbankan harta duniawi milik mereka untuk mendapatkan kembali anak yang hilang untuk pulang ke rumah.
Saya memikirkan orang tua tunggal yang menghadapi semua hal ini, tetapi menghadapinya sendirian, menghadapi maut atau perceraian, pengasingan atau terbuang, atau pun beberapa ketidakberuntungan lain yang mereka tidak alami pada saat-saat bahagia dan yang sesungguhnya tidak mereka inginkan.
Saya memikirkan mereka yang ingin menikah dan belum menikah, mereka yang menginginkan memiliki anak dan tidak dapat memilikinya, mereka yang telah bergaul tetapi memiliki sedikit teman, mereka yang berduka atas kematian orang yang dikasihi atau menderita penyakit. Saya memikirkan mereka yang menderita dari dosa-dosa mereka sendiri atau orang lain--serta yang perlu mengetahui bahwa ada jalan untuk kembali dan bahwa kebahagiaan dapat dipulihkan. Saya memikirkan orang-orang yang hidup sendirian dan tertindas, yang merasa bahwa mereka kehilangan pengalaman hidup yang berharga, atau sekarang berharap tidak lagi memiliki pengalaman seperti itu. Kepada mereka semua dan masih banyak lagi saya katakan: Berpeganglah teguh pada iman Anda. Bertahanlah pada pengharapan Anda. "Berdoalah selalu dan percayalah."5 Sesungguhnya, seperti Paulus menulis tentang Abraham, dia "terhadap [semua] harapan percaya dalam harapan" dan "tidak bimbang . . . karena ketidakpercayaan." Dia "diperkuat dalam imannya" dan "dengan penuh keyakinan bahwa [Allah] telah berjanji, dia . . . . dapat melaksanakannya."6
Bahkan jika Anda tidak dapat selalu melihat bahwa kebaikan dapat datang dari kesulitan-kesulitan kita. Allah mampu, karena Dia adalah sumber dari terang yang Anda cari. Dia sungguh mengasihi Anda dan Dia mengetahui ketakutan Anda. Dia mendengarkan doa-doa Anda. Dia adalah Bapa Surgwi Anda dan sesungguhnya Dia mencucurkan air mata ketika anak-anak-Nya mencucurkan air mata.
Disamping nasihat ini, saya tahu beberapa di antara Anda benar-benar merasa tersesat dalam keadaan paling menakutkan itu. Berada dalam kesulitan, Anda bahkan dapat menangis bersama penyair ini:
Hari menjadi gelap. Aku kehilangan arah pulang.
Semuanya kelihatan berbeda.
Batu-batu karang tampak menakutkan
Tuhan, aku sangat takut.7
Bukan, ini bukan tanpa suatu pengenalan akan cobaan kehidupan tetapi sepenuhnya dan secara langsung karena hal-hal tersebutlah saya bersaksi akan kasih Allah dan kuasa Juruselamat untuk menenangkan badai. Selalu ingatlah dalam kisah tulisan suci bahwa Dia berada di sana di atas permukaan air, Dia berada di tengah-tengah bersama orang-orang yang sangat ketakutan. Hanya Seseorang yang telah melawan gelombang badai yang tidak menyenangkan itulah yang dibenarkan dalam mengatakan kepada kita untuk "tenanglah."8 Hanya Seseorang yang telah mengambil kekuatan penuh dari kemalangan seperti itu dapat dibenarkan dalam mengatakan kepada kita untuk "menguatkan hati." Nasihat seperti itu bukan merupakan sebuah pidato mengenai kekuatan berpikir positif, walaupun berpikir positif banyak diperlukan di dunia. Tidak, Kristus mengetahui lebih baik daripada orang lain bahwa pencobaan kehidupan dapat lebih mendalam dan kita tidak meremehkan orang jika kita berjuang bersama mereka. Tetapi bahkan ketika Tuhan menghindari berbicara dengan lembut, Dia mengutuk ketidaksetiaan dan Dia menyesalkan pesimisme. Dia mengharapkan kita untuk percaya!
Tidak ada mata seorang pun lebih tajam daripada milik-Nya, dan banyak dari apa yang Dia lihat menembus hati-Nya. Telinga-Nya pasti telah mendengar setiap tangisan kesedihan, setiap suara keinginan, dan keputusasaan. Terhadap suatu tingkat lebih jauh daripada yang dapat kita pahami, Dia adalah "seorang yang penuh kedukaan dan telah biasa dengan kesedihan."10 Juga, bagi orang awam di jalan-jalan di Yudea, karir Kristus seperti sebuah kegagalan, sebuah tragedi, seorang pria baik-baik berbeban berat dengan kejahatan mengelilingi-Nya dan perlakuan kasar dari orang lain. Dia disalahartikan, bahkan dibenci sejak permulaan. Tidak peduli apa yang Dia katakan atau lakukan, pernyataan-Nya diputarbalikkan, tindakan-Nya dicurigai, alasan-alasan-Nya ditolak. Dalam keseluruhan sejarah dunia tidak ada seorang pun yang memiliki kasih sedemikian murni dan melayani sedemikian tidak mementingkan diri--dan telah diperlakukan sedemikian kejamnya karena usaha-Nya. Meskipun demikian, melalui semua itu, Dia tidak pernah berkecil hati. Dia tidak pernah kehilangan harapan. Tidak ada satu pun dapat menghancurkan iman-Nya di masa yang akan datang. Bahkan di saat-saat paling gelap di Getsemani dan Kalvari. Dia tetap percaya kepada Allah yang Dia takuti telah meninggalkan Dia.
Sebab mata Kristus terus tertuju pada masa depan, Dia dapat mena-han semua yang menghendaki diri-Nya, menderita bahkan melebihi yang dapat diderita manusia kecuali "mati"11 seperti Raja Benyamin mengatakan, lihatlah ke dalam kehidupan seseorang yang rapuh dan janji-janji yang dibuat oleh bangsa Israel zaman dahulu telah dihancurkan di depannya dan masih mengatakan sesudahnya, "Janganlah gelisah dan gentar hatimu."12 Bagaimana dia dapat melakukan ini? Bagaimana dia dapat mempercayainya? Karena Dia mengetahui bahwa bagi yang setia segalanya akan berakhir dengan baik. Dia adalah Raja; Dia berbicara atas nama kerajaan; Dia tahu apa yang dapat dijanjikan. Karena Dia mengetahui bahwa "Tuhan adalah tempat perlindungan bagi orang yang terinjak, tempat perlindungan pada waktu kesesakan . . . . Sebab bukan untuk seterusnya orang miskin dilupakan, bukan untuk selamanya hilang harapan orang sengsara."13 Karena Dia mengetahui bahwa "apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka Tuhan mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakan." Dia mengetahui bahwa "Tuhan membebaskan jiwa hamba-hamba-Nya, dan semua orang yang berlindung pada-Nya tidak akan menanggung hukuman."14
Maafkan saya atas rangkuman pribadi, yang tidak menggambarkan beban berat yang Anda sekalian tanggung, tetapi itu dimaksudkan untuk membesarkan jiwa. Tiga puluh tahun silam sebuah keluarga kecil memutuskan untuk melintasi Amerika Serikat untuk melanjutkan pendidikan pascasarjana--Tanpa uang, sebuah mobil tua, setiap harta benda duniawi yang mereka miliki di kemas di dalam tidak kurang dari setengah ruangan dari mobil gandengan paling kecil yang ada. Dengan mengucapkan selamat tinggal kepada orang tua yang cemas, mereka menempuh jarak kira-kira 55 km di jalan raya di mana mobil penuh muatan itu mogok.
Sambil menepi dari jalan tol menuju bahu jalan, ayah muda itu memeriksa mesinnya, kesal terhadap dirinya, kemudian meninggalkan istri yang dikasihinya serta dua anaknya yang tak berdosa--yang paling kecil berusia tiga bulan--menunggu di dalam mobil sementara dia berja-lan menempuh 5 km ke kota kecil Kanarraville di bagian Selatan Utah, yang berpenduduk kira-kira 65 orang. Di pinggiran kota terdapat air dan seorang penduduk yang ramah menawarkan jasa mengantarnya kembali kepada keluarganya yang terlantar. Mobil itu diurus dan dengan pelan--sangat pelan--dikendarai kembali ke St. George untuk diperbaiki.
Setelah lebih dari dua jam diperiksa dan diperiksa kembali, tidak ada masalah yang dapat ditemukan, maka sekali lagi perjalanan dilanjutkan. Dalam jarak waktu tempuh yang sama, di tempat yang juga sama di jalan raya itu, dengan ledakan mesin yang sama dari bawah kap, mobil itu rusak lagi. Tempat mobil itu rusak kira-kira 5 meter dari kerusakan pertama, mungkin tidak lebih dari 1 meter dari situ! Tak pelak lagi hukum fisika otomotif paling tepat benar-benar bekerja.
Sekarang dengan perasaan lebih bodoh daripada marah, ayah muda yang merasa malu ini sekali lagi meninggalkan istri yang dikasihinya, dan mulai melakukan perjalanan panjang mencari bantuan sekali lagi. Kali ini pria yang memberinya air mengatakan, "Baik Anda, maupun orang yang kelihatannya seperti Anda itu, harus mengganti radiator mobil itu dengan yang baru." Untuk kedua kalinya tetangga yang baik hati ini menawarkan tumpangan kembali ke mobil yang sama dan penumpang kecilnya yang cemas. Pria itu tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis atas keadaan menyedihkan dari keluarga ini.
"Berapa jauh yang telah Anda tempuh?" katanya. "50 kilometer," jawab saya. "Berapa jauh yang ingin Anda tempuh?" "4.200 kilometer," ujar saya. "Ya, Anda dapat melanjutkan perjalanan itu, dan istri Anda serta dua anak Anda juga dapat, tetapi tidak satu pun dari Anda dapat melanjutkan perjalanan dengan mobil itu." Dia menegaskan ramalannya pada pernyataan itu.
Dua minggu yang lalu, saya mengendarai mobil menuju tempat yang sama itu ke tempat jalan bebas hambatan yang mengarah ke bahu jalan, hanya 5 kilometer arah barat Kanarraville, Utah. Istri yang sama, cantik dan setia, teman sejati saya dan pendukung terbesar selama bertahun-tahun, tertidur lelap di kursi samping saya. Anak-anak di dalam kisah ini, dan adik mereka yang lahir kemudian telah menjadi dewasa dan melayani misi, menikah dengan sempurna dan sekarang membesarkan anak-anak mereka sendiri. Mobil yang kami kendarai kali ini sederhana, tetapi sangat nyaman dan sangat aman. Sesungguhnya, kecuali bagi saya dan Pat terkasih yang tertidur pulas di samping saya, keadaan yang kami alami dua minggu yang lalu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan keadaan menyedihkan yang terjadi tiga puluh tahun yang lalu.
Tetapi di dalam benak saya seperti baru saja terjadi, seolah-olah saya melihat di sisi jalan sebuah mobil tua dengan seorang istri muda yang setia dan dua anak kecil berusaha dengan sangat tabah menghadapi situasi yang buruk itu. Tepat di luar sana saya membayangkan bahwa saya melihat seorang pria muda berja-lan menuju Kanarravile, dengan jarak panjang yang masih harus ditempuh di depannya. Pundaknya tampak sedikit lemas, beban ketakutan dari seorang ayah muda terlihat di dalam langkahnya. Dalam kalimat tulisan suci tangannya tampak "terkulai."15 Dalam ingatan sejenak itu saya merasa terdorong untuk berteriak kepadanya, "Jangan menyerah, bung. Jangan berhenti. Teruslah berjalan. Teruslah berusaha. Ada bantuan dan kebahagiaan di depan--banyak sekali--30 tahun dari sekarang, dan masih banyak lagi. Jangan putus asa. Segalanya akan baik nantinya. Yakinlah kepada Allah dan percaya pada hal-hal yang baik yang akan datang."
Saya bersaksi bahwa Allah hidup, bahwa Dia adalah Bapa Kekal kita, bahwa Dia mengasihi setiap dari kita dengan kasih ilahi. Saya bersaksi bahwa Yesus Kristus adalah Putra Tunggal-Nya di dalam daging dan, setelah mengatasi dunia ini sekarang adalah ahli waris kekekalan, ahli waris bersama-sama dengan Allah, dan sekarang berdiri di sebelah kanan tangan Bapa-Nya. Saya bersaksi bahwa ini adalah Gereja-Nya yang benar dan bahwa Mereka mendukung kita pada saat-saat sulit kita--dan akan selalu mendukung, bahkan ketika kita tidak dapat mengenali campur tangan itu. Beberapa berkat datang dengan segera, beberapa lainnya datang terlambat, dan beberapa lagi tidak datang sampai kita berada di surga; tetapi bagi mereka yang memiliki injil Yesus Kristus, berkat-berkat itu datang. Akan hal itu saya secara pribadi membuktikan. Saya bersyukur kepada Bapa di Surga atas kebaikan-Nya di masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang, dan saya berikan semua ini dalam nama Putra Tunggal-Nya dan imam besar paling mulia, Tuhan Yesus Kristus, amin.
CATATAN
1. Ibrani 8:6; 9:11.
2. Eter 12:4.
3. Lihat Yohanes 8:12; Wahyu 22:16; Mosia 16:9.
4. Lihat William Shakespeare, Romeo and Juliet, babak II, adegan ii, baris 23.
5. A&P 90:24.
6. Roma 4:18, 2021.
7. Joseph Hilaire Belloc, "The Prophet Lost in the Hills at Evening," dalam Lord David Cecil, edisi The Oxford Book of Christian Verse (1940), 520.
8. Markus 4:39; lihat juga A&P 101:16.
9. Yohanes 16:33; A&P 68:6.
10. Mosia 14:3; Yesaya 53:3.
11. Mosia 3:7.
12. Yohanes 14:27.
13. Mazmur 9:10, 19; penekanan ditambahkan.
14. Mazmur 34:18, 22.
15. Lihat A&P 81:5.