Penatua M. Russell Ballard
Dari Kuorum Dua Belas Rasul
Waspadalah terhadap mereka yang berbicara dan muncul dalam pertentangan terhadap para nabi sejati Allah.
Di akhir pelayanan Juruselamat di bumi, para murid-Nya datang kepada-Nya dengan beberapa pertanyaan perihal masa depan: "Katakanlah kepada kami . . . apakah tanda kedatang-Mu dan tanda kesudahan dunia?"
Yesus menjawab: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu.
Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang. Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang . . . dan akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan" (Matius 24:38).
Rasul Paulus memperingatkan akan zaman ini: "Karena akan datang waktunya, orang tidak akan dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.
"Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran" (2 Timotius 4:34).
Paulus juga mengajarkan bahwa Tuhan "memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi . . . .
"Untuk memperlengkapi orang-orang kudus, bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus.
"Sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman, dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah . . .
"Sehingga kita bukanlagi anak-anak yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan" (Efesus 4:1114).
Saudara dan saudari sekalian, waktu yang tepat dari kedatangan ke dua tidak seorangpun yang tahu kecuali Bapa sendiri (Matius 24:36). Terdapat, meskipun demikian, tanda-tanda yang dinubuatkan tulisan suci yang berkaitan dengan hari yang menggemparkan itu digenapi. Yesus memperingatkan berulang kali bahwa sebelum kedatangan-Nya yang ke dua, "banyak nabi-nabi palsu muncul dan menyesatkan banyak orang" (Matius 24:11). Sebagai para rasul Tuhan Yesus Kristus adalah tugas kita untuk menjadi para penjaga dari atas menara, yang memperingatkan anggota Gereja untuk waspada terhadap nabi-nabi palsu dan guru-guru palsu yang berkeliaran untuk menipu kita dan menghancurkan iman serta kesaksian kita. Saat ini kami memperingatkan Anda bahwa terdapat nabi-nabi palsu dan guru-guru palsu muncul; dan jika kita tidak waspada, bahkan mereka yang berada diantara anggota Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci yang penuh iman akan menjadi korban penipuan mereka.
Presiden Joseph F. Smith memberi nasihat bijaksana dan jelas yang sesuai bagi kita pada zaman sekarang:
"Kita tidak dapat menerima apa pun sebagai perintah kecuali yang datang langung melalui saluran yang telah ditunjuk, organisasi-organisasi imamat yang telah ditetapkan, yaitu saluran yang telah ditunjuk Allah untuk menyampaikan pikiran dan kehendak-Nya kepada dunia . . . . Dan pada saat orang-orang tersebut berpaling pada sumber lain, saat itu pula mereka membuka diri mereka terhadap pengaruh-pengaruh bujukan Setan, dan membuat diri mereka rentan untuk menjadi hamba Setan; mereka lupa akan aturan sejati melalui mana berkat-berkat Imamat seharusnya dinikmati; mereka melangkah ke luar wilayah kerajaan Allah, dan berada di tempat yang berbahaya. Kapan pun Anda melihat seseorang bangkit menuntut untuk menerima wahyu langsung dari Tuhan kepada Gereja, bebas dari aturan dan saluran Imamat, Anda dapat menganggapnya sebagai penipu" (Gospel Doctrine, 4142).
Sewaktu kita memikirkan nabi-nabi palsu dan guru-guru palsu, kita cenderung memikirkan mereka yang mendukung suatu ajaran yang nyata-nyata palsu atau menganggap memiliki wewenang untuk mengajarkan injil yang benar dari Kristus menurut penafsiran mereka sendiri. Kita seringkali menganggap orang seperti itu berhubungan dengan kelompok radikal kecil dalam segelintir masyarakat. Tetapi demikian, saya mengulang kembali pernyataan: terdapat nabi-nabi palsu dan guru-guru palsu yang memiliki atau setidaknya menuntut untuk memiliki keanggotaan di Gereja. Terdapat mereka yang, tanpa wewenang, menuntut persetujuan Gereja terhadap produk dan praktek mereka. Waspadalah terhadap orang seperti itu.
Kemarin, anggota Gereja mendukung Presidensi Utama dan anggota Kuorum Dua belas Rasul sebagai: "Nabi, Pelihat dan Pewahyu," dengan Presiden Gereja di dukung sebagai "Nabi." Dia, dan hanya dia, yang memegang dan melaksanakan kegenapan dari semua kunci-kunci kerajaan Allah di bumi. Betapa bersyukurnya kita semua untuk me- ngetahui dan untuk mendukung Presiden Gordon B. Hinckley.
Dalam kesederhanaan dan kekuasaan Presiden Hinckley mengajarkan rencana keselamatan kekal, menegur dosa, mengajak semua orang untuk bertobat dan menerima Kristus dan injil-Nya. Ajaran keselamatan kekal bukan tidak jelas atau tidak tetap, tetapi ajaran-ajaran itu konsisten dengan kebenaran yang diwahyukan, baik zaman dulu maupun zaman sekarang.
Presiden Spencer W. Kimball mengingatkan kita bahwa para nabi "tak henti-hentinya berseru terhadap apa yang tidak bertoleransi pada pandangan Tuhan; terhadap polusi pikiran, tubuh, dan lingkungan kita; terhadap kekerasan, pencurian, kebohongan, kesombongan, dan pemfitnahan; terhadap hubungan seks di luar nikah, perzinaan, homoseksualitas, dan perundungan-perundungan lainnya dari kuasa kudus untuk menciptakan; terhadap pembunuhan dan semua yang sejenisnya; terhadap semua bentuk penajisan." Dia melanjutkan: "Hal seperti itu dapat ditemukan bahkan diantara Orang-orang Suci terhadap beberapa tingkat yang hampir tidak mungkin dipercaya . . . . Menyedihkan, meskipun demikian, kita mendapati yang diperlihatkan sebagai jalan tidaklah perlu untuk berjalan di dalamnya" (Ensign, Juni 1976, hlm. 4, 6).
Oleh karena itu, marilah kita waspada terhadap nabi-nabi palsu dan guru-guru palsu, baik pria maupun wanita, yang menunjuk dirinya sendiri memberitakan ajaran-ajaran Gereja dan yang berusaha untuk menyebarkan injil palsu dan menarik pengikutnya dengan mensponsori simposia, buku-buku, dan koran yang isinya menentang ajaran dasar dari Gereja. Waspadalah terhadap mereka yang berbicara dan muncul dalam pertentangan terhadap para nabi sejati Allah dan yang secara aktif mencari anggota dengan tidak mempedulikan atas keberadaan kekal orang-orang yang mereka bujuk. Seperti Nehor dan Korihor dalam Kitab Mormon, mereka bergantung pada argumentasi untuk membujuk dan menarik orang lain pada pendapat mereka. "Mereka menetapkan diri mereka sebagai suatu terang bagi dunia; supaya mereka tidak dapat memperoleh untung dan pujian dunia, tetapi mereka tidak mencari kesejahteraan Sion" (2 Nefi 26:29).
Mengenai hal itu Presiden Joseph F. Smith memperingatkan, ketika dia berbicara tentang pembualan dan kesombongan diri, yang merasa memahami lebih baik dari pada orang lain; yang menafsirkan dengan aturan-aturan dari rancangan mereka sendiri; yang menjadi hukum bagi diri mereka sendiri, dan bertindak sebagai hakim tunggal bagi perbuatan-perbuatan mereka sendiri" (Gospel Doctrine, hlm. 381).
Sekarang izinkan saya memberi Anda beberapa contoh tentang ajaran palsu dari mereka yang "berlagak tahu," yang walaupun "selalu ingin belajar," tetapi "tidak pernah dapat mengenal kebenaran" (2 Timotius 3:7).
Nabi-nabi palsu dan guru-guru palsu adalah mereka yang memberitakan bahwa Nabi Joseph Smith adalah penipu ulung; mereka menantang Penglihatan Pertama sebagai suatu pengalaman otentik. Mereka memberitakan bahwa Kitab Mormon dan tulisan suci lainnya bukan merupakan catatan kuno tulisan suci. Mereka juga menantang untuk menegaskan kembali sifat tubuh ketuhanan, dan mereka mengingkari bahwa Allah telah memberi dan terus memberikan wahyu zaman akhir kepada para nabi yang telah ditahbiskan dan ditetapkan-Nya.
Nabi-nabi palsu dan guru-guru palsu adalah mereka yang dengan kesombongan berusaha membuat penafsiran baru akan tulisan suci untuk memperlihatkan bahwa tulisan suci ini hendaknya tidak dibaca sebagai perkataan Allah kepada anak-anak-Nya, tetapi hanya sebagai ucapan dari orang yang tidak terilhami, yang dibatasi oleh anggapan mereka sendiri dan prasangka adat istiadat. Mereka menentang, oleh karenanya, bahwa tulisan suci memerlukan penafsiran baru dan bahwa mereka secara unik mampu memberikan penafsiran itu.
Mungkin yang paling memberatkan, mereka mengingkari kebangkitan dan penebusan Kristus, dengan menyatakan bahwa "tidak ada Allah yang dapat menyelamatkan kita." Mereka menolak kebutuhan akan seorang Juruselamat. Singkatnya, pemfitnah ini berusaha untuk menafsirkan kembali ajaran-ajaran Gereja untuk menyesuaikan dengan pendapat mereka sebelumnya, dan dalam proses mengingkari peran Kristus dan Mesias-Nya.
Nabi-nabi palsu dan guru-guru palsu juga terdapat mereka yang berusaha untuk mengubah ajaran-ajaran yang diberikan Allah dan berdasarkan tulisan suci yang melindungi kesucian pernikahan, sifat ilahi keluarga, dan ajaran penting dari moralitas pribadi. Mereka menyerukan penegasan kembali akan moralitas untuk membenarkan pernikahan di luar pernikahan, perzinaan, dan hubungan homoseksual. Beberapa orang secara terang-terangan memperjuangkan legalitas apa yang disebut "pernikahan sesama jenis." Untuk membenarkan penolakan mereka terhadap hukum Allah yang kekal yang melindungi keluarga, nabi-nabi palsu dan guru-guru palsu ini bahkan menyerang pernyataan yang diilhami tentang pernyataan keluarga kepada dunia pada tahun 1995 oleh Presidensi Utama dan Dua belas Rasul.
Tanpa menghiraukan tentang ajaran-ajaran palsu tertentu yang mereka ajarkan, nabi-nabi palsu dan guru-guru palsu merupakan suatu bagian yang tak terelakkan dari zaman akhir ini. "Nabi-nabi palsu," menurut Nabi Joseph Smith, "selalu muncul untuk menentang nabi-nabi sejati" (Teaching of the Prophet Joseph Smith, sel. Joseph Fielding Smith [1976], 365).
Tetapi, dalam Gereja Tuhan tidak ada sesuatu pun sebagai "penentang setia." Yang seorang bagi kerajaan Allah dan berdiri dalam melindungi para nabi dan rasul Allah, dan yang seorang lagi berdiri sebagai penentang. Dan sebagaimana Lehi dari zaman dahulu menasihati putra-putranya, begitu juga nasihat ini benar adanya bagi kita pasa zaman sekarang.
"Maka Mesias datang, supaya Ia boleh menebus anak-anak manusia dari kejatuhan. Dan karena mereka telah ditebus dari kejatuhan, mereka telah menjadi bebas untuk selama-lamanya, mengetahui yang baik dari pada yang jahat; untuk bertindak untuk dirinya sendiri dan tidak untuk diperlakukan, kecuali oleh hukuman undang-undang pada hari yang besar dan terakhir, sesuai dengan perintah-perintah yang telah diberikan Allah.
"Oleh karena itu, manusia bebas secara jasmani dan segala sesuatu yang layak untuk manusia diberikan kepada mereka. Dan mereka bebas untuk memilih kemerdekaan dan hidup yang kekal, melalui perantaraan besar bagi semua orang atau untuk memilih penawanan dan kematian sesuai dengan penawanan dan kekuasaan iblis, karena ia berusaha supaya semua manusia menjadi sengsara seperti dirinya sendiri.
"Maka sekarang putra-putraku, aku ingin supaya kamu memandang Perantara yang Agung dan mendengar perintah-perintah-Nya yang besar, dan setia kepada firman-Nya dan memilih hidup yang kekal, sesuai dengan kehendak Roh-Nya yang Kudus" (2 Nefi 2:2628).
Saudara-saudari sekalian, marilah kita menjadi terlibat dalam perkara yang baik. Marilah kita mengasihi Bapa dan Putra-Nya, Yesus Kristus. Marilah kita mendukung dan hidup dengan wahyu-wahyu dari injil yang dipulihkan. Marilah kita mengasihi sesama kita, dan memenuhi hati dan jiwa kita dengan terang injil Yesus Kristus. Maka kita akan berkidung dengan Yesaya:
"Sungguh, Allah itu kesela- matanku; aku percaya dengan tidak gemetar; maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan" (Yesaya 12:23).
Kita juga mengetahui dari perkataan Paulus yang diilhami kepada Orang-orang Suci di Galatia, bahwa "Buah Roh ialah: kasih, suka cita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri: tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita dipimpin oleh Roh" (Galatia 5:2223, 25).
Sebagai anggota Gereja, setiap dari kita perlu menjadi teladan tentang apa yang sesungguhnya dimaksud dengan menjadi percaya dan hidup sebagai Orang-orang Suci Zaman Akhir. Teladan kita akan memiliki pengaruh kuat pada orang lain, menjadikan injil yang dipulihkan lebih relevan, berarti, meyakinkan dan diinginkan bagi mereka. Marilah kita, setiap dari kita, memancarkan kepada orang lain suka cita, keyakinan, kasih dan kehangatan dari menjadi bagian dari Gereja Kristus yang sejati. Kemuridan kita bukanlah hal untuk dipertahankan dengan rasa sedih dan terbebani. Bukan pula hal yang menjadi kecemburuan untuk dipertahankan, dan tidak membaginya dengan orang lain. Sewaktu kita memahami kasih Bapa dan Putra-Nya bagi kita, roh kita akan bersorak, dan kita akan "datang ke Sion sambil menyanyikan lagu-lagu kesukaan abadi" (A&P 45:71).
Marilah kita menjangkau dalam persahabatan dan kasih kepada tetangga kita, termasuk mereka yang berasal dari keyakinan lain, dengan demikian membantu untuk membangun hubungan yang lebih baik antar keluarga dan keselarasan yang lebih besar dalam hubungan ketetanggaan. Ingatlah: Terlalu sering tindakan kita merupakan suatu penangkis bagi orang lain dari pada ajaran kita. Dalam roh kasih bagi semua pria dan wanita serta anak-anak bantulah mereka untuk memahami dan merasa diterima dan dihargai.
Marilah kita mengingat bahwa ini adalah tugas kita untuk tetap setia terhadap kebenaran yang dipulihkan dari Injil Yesus Kristus. Hal itu memerlukan imaniman yang sesungguhnya, sepenuhnya dan terang-terangan untuk menerima dan berusaha menjalankan nasihat para nabi. Lusifer, musuh kebenaran, tidak menginginkan kita untuk merasakan atau mengembangkan jenis iman seperti itu. Dia mendorong ketidakpatuhan, menanam kebencian di hati mereka yang tidak waspada. Jika dia berhasil, mereka akan berpaling dari terang, menuju kegelapan dunia. Keselamatan kita, kedamaian kita, bergantung pada pekerjaan, semampu kita, untuk hidup sebagaimana Bapa dan Putra kehendaki kita hidup, dalam menjauhkan diri dari nabi-nabi palsu dan guru-guru palsu, dan dalam menjadi wajib terlibat dalam perkara yang baik.
Saya tahu Allah hidup. Yesus adalah Kristus. Injil yang dipulihkan adalah benar, dan ada suka cita yang besar dalam menjadi "wajib terlibat" dalam pekerjaan yang benar dan kudus ini. Mengenai semua ini saya bersaksi, di dalam nama Yesus Kristus, amin.