The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Broadcast General Conference Archives
Conferences
Oktober dari 1999
Tujuan Kita

Tujuan Kita

Penatua L. Aldin Porter
Dari Presidensi Tujuh Puluh

Pusat rencana keselamatan adalah Tuhan Yesus Kristus. Jika kita menolak atau mengabaikan Dia maka rencana besar kebahagiaan tidak dapat berfungsi bagi kita.

Penatua L. Aldin Porter

Beberapa bulan yang lalu setelah mengikuti sesi konferensi wilayah, seorang remaja putri yang cantik berbicara kepada saya mengenai keprihatinannya terhadap beberapa aspek pernyataan tentang keluarga. Sikapnya bukan penolakan tetapi keinginan tulus untuk memahami. Saya telah memikirkan dengan mendalam tentang keprihatinannya.

Allah penciptaan berbicara kepada Musa dalam usaha menolongnya memahami tujuan dunia ini. "Dandunia yang tak terhitung telah Aku ciptakan; dan Aku juga telah menciptakan mereka untuk keperluanKu sendiri; dan oleh Putra telah Aku ciptakan mereka, yaitu Putra TunggalKu" (Musa 1:33).

Simaklah perkataan Tuhan, "Aku juga telah menciptakan mereka untuk keperluanKu sendiri." Tuhan memiliki tujuan di dalam menciptakan dunia dan Dia menjelaskan tujuan tersebut. "Karena lihatlah, inilah pekerjaanKu serta kemuliaanKu-- untuk mendatangkan kebakaan serta hidup yang kekal bagi manusia" (Musa 1:39).

Jelas bahwa Tuhan telah meletakkan rencana untuk mencapai tujuan-tujuanNya. Di dalam tulisan suci kita membaca banyak nama tentang rencana itu: "Rencana kebahagiaan yang besar," "rencana penebusan," "rencana belas kasih Pencipta yang agung," "rencana keselamatan," "rencana keadilan," dan "rencana besar Allah yang kekal."

Setiap nama menekankan satu atau aspek lainnya dari rencana tersebut. Tetapi di dalam kenyataannya hanya ada satu rencana yang disebut melalui banyak nama dengan tujuan untuk mendatangkan kebakaan serta hidup yang kekal bagi manusia.

Pikirkanlah tentang pesawat terbang yang meninggalkan bandara dengan rute perjalanan yang telah ada dalam peta dan telah direncanakan. Pilot dan awak pesawat mengetahui secara pasti ke mana mereka akan pergi, dan mereka tidak akan menyimpang dari jalur dan gagal tiba di tempat tujuan sekali pun di antara lima puluh ribu penerbangan kecuali karena alasan cuaca atau mengalami gangguan masalah mekanis. Bayangkanlah pesawat lainnya dengan kapten dan awak pesawat yang tidak memiliki rencana penerbangan. Mesin dinyalakan, dan pesawat bergerak di atas landasan pacu. Sewaktu pesawat itu mulai naik, awak pesawat tidak tahu apakah harus berbelok ke timur atau ke barat. Jika Anda berada di dalam pesawat itu, Anda hampir pasti tidak akan sampai di tempat tujuan. Jelas bagi kita masing-masing bahwa awak pesawat membutuhkan rencana penerbangan.

Demikian juga dengan kehidupan kita. Orang tidak dapat membuat keputusan jangka panjang kecuali dia memahami perlunya memiliki tujuan dan mengakui bahwa paling tidak dia harus memahami beberapa aspek rencana belas kasih Pencipta yang Agung.

Tuhan telah memberikan kepada kita petunjuk-petunjuk dan perintah-perintah untuk menolong kita sampai di tujuan yang Dia rencanakan bagi kita. Perintah-perintah dapat dimengerti dengan paling baik setelah seseorang mengetahui sesuatu tentang rencana tersebut. Alma mengajarkan asas ini ketika dia mengatakan: "Karena itu Allah memberi mereka perintah-perintah, setelah memberitahukan kepada mereka tentang rencana penebusan, supaya mereka jangan berbuat jahat, karena hukumannya adalah kematian yang kedua, yaitu kematian yang abadi mengenai hal-hal yang berkenaan dengan kebenaran, karena bagi yang seperti itu rencana penebusan tidak akan mempunyai kekuatan, karena sesuai dengan kebaikan Allah yang luar biasa, perbuatan-perbuatan keadilan tidak dapat dimusnahkan" (Alma 12:32).

Bagian yang sangat penting dari rencana itu adalah hak untuk memilih. Tuhan menyebutnya hak pilihan bebas moral. Kita dapat memilih sesuai dengan yang kita suka, tetapi kita tidak dapat menghindari akibat-akibat dari pilihan kita. Pikirkanlah tentang hal itu.Kita diizinkan membuat pilihan kita di dalam kehidupan ini, tetapi kita tidak boleh menyebut rencana itu tidak adil karena kita harus menerima akibat-akibat dari pilihan kita.

Pusat rencana keselamatan adalah Tuhan Yesus Kristus. Jika kita menolak atau mengabaikan Dia maka rencana besar kebahagiaan tidak dapat berfungsi bagi Anda. Kehidupan-Nya dipersembahkan di dalam kehidupan pradunia, melalui kefanaan, dan bahkan di dunia-dunia kekal untuk menegakkan rencana Bapa bagi berkat dan manfaat kita. Harga yang harus ditanggung Tuhan besar sekali. Pikirkanlah tentang Getsemani dan penderitaan-Nya di Kalvari. Ini hendaknya memberikan kita konsep mengenai pentingnya rencana penebusan.

Kesombongan, mencari hal-hal duniawi yang sia-sia, ketidaksucian, kesalahpahaman peranan jenis kelamin, keserakahan, dan tidak menghormati kekudusan kehidupan manusia adalah beberapa di antara rintangan di dalam kehidupan fana. Hal-hal itu dapat menghindari atau mencegah kita dari mencapai tujuan kita. Rencana itu memungkinkan adanya pertobatan, tetapi tidak memungkinkan diterimanya perilaku yang menghancurkan diri sendiri.

"Karena Aku, Tuhan, tidak dapat membiarkan dosa berlangsung sekalipun kecil;

"Meskipun demikian, ia yang bertobat dan melakukan perintah-perintah Tuhan akan diampuni" (A&P 1:31­32).

Memahami rencana Tuhan dapat memberikan kita penghiburan besar di dalam menghadapi ujian-ujian berat yang datang kepada umat manusia. Salah yang saya maksud adalah berpisahnya orang-orang yang kita kasihi karena kematian. Rencana Tuhan adalah penghiburan yang besar jika kita memahami perkataan tulisan suci berikut:

"Karena seperti kematian telah datang kepada semua orang, maka untuk menggenapi rencana belas kasih Pencipta yang Agung, perlu kiranya ada suatu tenaga kebangkitan, dan kebangkitan perlu datang kepada manusia oleh sebab kejatuhan; dan kejatuhan datang oleh sebab pelanggaran; dan karena manusia menjadi jatuh, mereka disingkirkan dari hadirat Tuhan" (2 Nefi 9:6).

Kita benar-benar putra dan putri Allah. Pemikiran itu hendaknya tertanam di dalam setiap sanubari manusia. Mengetahui kebenaran ini akan sangat mempengaruhi keputusan-keputusan hidup yang dapat membawa kita kepada sukcacita besar atau penyelesalan yang pahit.

Banyak yang merancang falsafah manusia mengetahui sedikit atau tidak sama sekali tentang tujuan Allah. Konsep-konsep duniawi mereka sering sangat tidak memadai bagi tujuan-tujuan kekal. Jika, misalnya, orang percaya bahwa keberadaan manusia di bumi bersifat kebetulan--penilaian orang tersebut salah. Para ilmu filsafat zaman modern ini tidak mengetahui tentang kehidupan pradunia umat manusia dan mereka juga tidak menyadari akan tujuan kekal manusia. Bagaimana mungkin mereka dapat membangun konsep-konsep yang akan tahan uji selama berabad-abad?

Presiden Gordon B. Hinckley mengumumkan pernyatan tentang keluarga dengan mengatakan: "Dengan begitu banyak cara berpikir yang menyesatkan yang dianggap benar, dengan begitu banyak tipu daya mengenai standar dan nilai-nilai, dengan begitu banyak daya pikat dan bujukan untuk mengikuti noda dunia, kami merasa perlu untuk mengingatkan dan memperingatkan terlebih dahulu. Untuk melakukan hal ini, kami dari Presidensi Utama dan Dewan Dua Belas Rasul kini mengeluarkan pengumuman kepada Gereja dan dunia sebagai pernyataan dan penegasan kembali tentang standar, doktrin, dan kebiasaan-kebiasaan yang berhubungan dengan keluarga yang telah berulang kali dinyatakan di sepanjang sejarah oleh para nabi, pelihat, dan pewahyu" ("Stand Strong Against the Wiles of the World," Ensign, November 1995, hlm. 100).

Ada yang mengeluh bahwa ketika nabi berbicara dengan jelas dan tegas mereka berusaha mengambil hak pilihan bebas kita. Kita masih bebas untuk memilih. Tetapi kita harus menerima konsekuensi dari keputusan-keputusan itu. Para nabi tidak mengambil hak pilihan bebas kita. Mereka hanya mengingatkan kita tentang konsekuensi-konsekuensi dari pilihan-pilihan kita. Mungkin tidak menyenangkan mendengar konsekuensi-konsekuensi tersebut. Betapa bodohnya orang yang mempersalahkan para nabi karena peringatan mereka.

Kembangkanlah iman terhadap nabi dan nasihat-nasihat mereka. Carilah penegasan dari roh bahwa mereka diilhami. Kemudian ketika mereka berbicara dan Anda menanggapi nasihat mereka, Anda akan memperoleh penghiburan, kedamaian, dan bahkan sukacita.

Alma merasakan keprihatinan yang kuat atas sesamanya ketika dia mengatakan: "Ya, aku akan membe-ritahukan kepada setiap jiwa seperti dengan suara guntur, pertobatan dan rencana penebusan bahwa mereka harus bertobat dan datang kepada Allah kita agar tidak lagi ada kedukaan di atas seluruh permukaan bumi" (Alma 29:2).

Jika Anda memahami Rencana Besar Allah yang Kekal, pernyataan mengenai keluarga membawa kedamaian dan kepastian. Pekerjaan itu memberikan kesaksian sendiri, karena Roh Allah menyertainya.

Pesan pernyatan itu akan menghibur orang tua yang mungkin meragukan peranan mereka dalam rumah. Pernyataan itu akan membawa keamanan kepada anak-anak sewaktu mereka dibesarkan oleh orang tua yang mengasihi mereka dan memahami tujuan ilahi mereka. Dan pernyataan itu akan membawa kebahagiaan kekal kepada remaja putri yang berbicara kepada saya sewaktu dia memahami dan memenuhi peranan yang dirancang baginya oleh Bapa di Surga yang bijaksana dan penuh kasih. Dalam nama Yesus Kristus, amin.

 
© 2008 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy