Penatua L. Tom Perry
Dari Kuorum Dua Belas Rasul
Marilah kita meletakkan prioritas lebih tinggi pada doa keluarga, pembelajaran tulisan suci keluarga, dan malam keluarga, dan menghapus kegiatan yang memenuhi kehidupan kita dengan keduniawian dan kejahatan.
|
|
Saya yakin saya akan selalu mengingat menjadi pembicara pertama dalam sesi terakhir dari konferensi umum yang bersejarah ini. Itu bukan hanya sesi ter- akhir dari konferensi ini, ini adalah sesi terakhir dekade ini. Ini adalah sesi terakhir yang akan membawa tanggal dari 1900an. Sesi ini seharusnya layak menjadi bagian dari sebuah masukan buku catatan harian yang istimewa. Peristiwa bersejarah khususnya menarik perhatian kita ketika kita mengingat masa lalu dan mengantisipasi masa depan. Selama beberapa minggu terakhir dari tahun ini, siaran televisi dan radio akan dipenuhi dengan bagian yang paling menarik dari peristiwa utama Abad Dua puluhan. Para peramal akan mencoba mengarahkan perhatian kita pada kemungkinan dari abad Duapuluh Satu. Sebagai orang-orang percaya yang telah memeluk injil Tuhan dan Juruselamat, ini hendaknya juga menjadi saat istimewa untuk mengingat berkat-berkat-Nya kepada anak-anak-Nya yang percaya dan janji tentang berkat-berkat yang bahkan lebih besar di masa depan.
Tuhan, sepanjang masa, telah memperingatkan anak-anak-Nya tentang tanggungjawab mereka kepada-Nya. Saya selalu tertarik dalam cara Tuhan memberi petunjuk dan memelihara Israel selama empatpuluh tahun mereka berkelana di padang belantara. Dalam kitab Imamat, dinamakan begitu karena berhubungan tentang tugas dan ajaran orang-orang Lewi, petunjuk-petunjuk diberikan untuk tahun peringatan dan perayaannya. Saya percaya ada pesan untuk kita bagaimana Israel merayakan tahun yang istimewa itu. Kita membaca dari pasal 25 dari Imamat:
"Tuhan berfirman kepada Musa di gunung Sinai, berkata,
"Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: apabila kamu telah masuk ke negeri yang akanKu berikan kepadamu, maka tanah itu harus mendapat perhentian sebagai sabat bagi Tuhan.
"Enam tahun lamanya engkau harus menaburi ladangmu, dan enam tahun lamanya engkau harus merantingi kebun anggurmu dan mengumpulkan hasil tanah itu;
"Tetapi pada tahun yang ketujuh haruslah ada bagi tanah itu suatu sabat, masa perhentian penuh, suatu sabat bagi Tuhan: Ladangmu janganlah kau taburi dan kebun anggurmu janganlah kau rantingi . . . .
"Selanjutnya engkau harus menghitung tujuh tahun sabat, yakni tujuh kali tujuh tahun, sehingga masa tujuh tahun sabat itu sama dengan empatpuluh sembilan tahun.
"Lalu engkau harus memperdengarkan bunyi sangkakala di mana-mana dalam bulan yang ketujuh pada tanggal sepuluh bulan itu, pada hari raya Pendamaian kamu harus memperdengarkan bunyi sangkakala di mana-mana di seluruh negerimu.
"Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu masing-masing harus pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya" (Imamat 25: 14, 810).
Hukum yang berhubungan dengan tahun Yobel termasuk tiga hal. Pertama, orang-orang hendaknya menghentikan tanah supaya itu dapat dipulihkan menjadi lebih produktif pada tahun-tahun yang akan datang. Pada zaman sekarang dalam kehidupan kita yang rumit dan sibuk, tahun Yobel menawarkan saat yang luar biasa untuk mengevaluasi tujuan kita dan menentukan apakah prioritas kita dalam teratur. Apakah kita meletakkan kesempatan untuk berkat-berkat kekal di depan ambisi duniawi? Apakah ada bagian dari kehidupan kita di mana kita dapat berhenti pada suatu masa dalam usaha untuk memperbarui jiwa kita supaya menjadi lebih produktif, khusunya dalam cara yang paling berarti bagi Tuhan?
Seratus tahun yang lampau kita telah memasuki perubahan industri yang luar biasa. Kecerdasan manusia yang kreatif mengembangkan berbagai macam alat untuk membuat kehidupan kita lebih mudah. Pertimbangkan saja saat terakhir Anda mengubah bentuk bagian apa saja dari rumah Anda dan memperhatikan berapa banyak soket yang Anda tambahkan dalam setiap kamar. Kemudian pikirkanlah di mana Anda telah menambahkan kabel penghubung dengan empat atau lebih dari enam soket untuk menyediakan listrik untuk alat-alat listrik yang baru. Meskipun dengan semua alat-alat hemat tenaga itu, saya kira kehidupan Anda lebih, tidak kurang, rumit daripada sebelumnya.
Sewaktu kita memasuki Abad Dua Puluh Satu, kita berada ditengah-tengah perubahan informasi--yang disebut sebagai zaman informasi--dengan segala tantangan dan kesempatannya. Sekarang kita sedang dibanjiri dengan informasi. Bagi kebanyakan orang, televisi merampas dari mereka waktu keluarga yang sangat berharga. Internet adalah sumber informasi baru yang menawarkan kesempatan luar biasa dan juga potensi lainnya menjadi pecandu. Sayangnya, dengan berkat zaman informasi yang baru juga membawa tantangan di mana pengaruh jahat mempunyai cara penyebaran baru untuk menembus pikiran kita. Pengaruh duniawi memasuki rumah kita dengan bentuk dan rupa yang baru untuk menantang tekad kita untuk menggunakan waktu kita dengan bijak dan untuk tujuan-tujuan Tuhan.
Mungkin kita dapat belajar dari hukum Israel kuno dan berhenti melakukan hal-hal yang bernilai kecil. Marilah kita membuat daftar tentang kegiatan yang menambah nilai pada pria dan wanita kekal dalam tahun Yobel kita agar kita dapat menghentikan kegiatan yang bernilai dan berharga kecil itu yang bahkan akan membahayakan kesejahteraan kekal kita. Marilah kita meletakkan prioritas lebih tinggi pada doa keluarga, pembelajaran tulisan suci keluarga, dan malam keluarga dan menghapus kegiatan yang memenuhi kehidupan kita dengan keduniawian dan kejahatan.
Sejak September 1995 kami terus mempromosikan pentingnya pelatihan kepemimpinan yang mendorong kita membangun kembali keunggulan rumah dan keluarga sebagai unit organisasi dasar dari Gereja, dengan mendorong setiap anggota keluarga menentukan waktu keluarga sebagai prioritas utama. Dapatkah tahun Yobel kita menjadi sebuah saat mengulang kembali tindakan masa lalu, dan mengabaikan hal-hal yang mencegah kemajuan kekal? Kemudian dapatkah kita mengabdikan kembali diri kita pada hal-hal yang akan membawa kepada kita sukacita kekal?
Hukum kedua yang berhubungan dengan tahun Yobel adalah pengembalian harta benda kepada pemilik asli atau pewarisnya. Jika pada zaman sekarang kita memiliki pelaksanaan itu, pada tanggal 1 Januari saya dapat pergi ke Utah, dan meminta para penghuni tanah yang dimiliki oleh kakek buyut saya untuk pergi supaya keluarga saya dapat sekali lagi memilikinya. Betapa menarik pengaturan yang diciptakan untuk memelihara tanah kepada setiap generasi berikutnya untuk menikmatinya sebagai warisan. Tentunya, pelaksanaan kepemilikan tanah seperti itu tidak ada sekarang--jadi para penduduk Perry, Utah, tidak perlu cemas--tetapi pelaksanaan pemeliharaan bentuk warisan lainnya, seperti warisan kita, hendaknya didorong.
Apakah kita telah menyimpan bagi anak-anak kita kisah-kisah yang agung tentang bagaimana injil disampaikan kepada dan diterima oleh anggota keluarga yang mendahului kita? Pembelajaran dan penerimaan injil mereka membuka bagi kita kesempatan besar untuk menerima berkat-berkat kekal.
Pada saat umur 17 tahun, kakek saya meninggalkan rumah di Denmark untuk menemukan sebuah kehidupan baru di Amerika Serikat. Dia berusaha sendiri ke Mendon, Utah, di mana pamannya menetap. Dia dipekerjakan oleh pamannya untuk membantu dengan pertaniannya. Setelah beberapa waktu, dia datang kepada pamannya dan berkata: "Anda orang-orang Mormon adalah orang-orang yang lucu. Saya telah bekerja dengan Anda untuk beberapa bulan dan tidak sekalipun Anda mencoba mengatakan sesuatu tentang agama Anda atau mengundang saya untuk menghadiri pertemuan gereja dengan Anda." Pamannya bertanya kepadanya apakah dia ingin mengetahui sesuatu tentang itu, dan dia menjawab ya. Jadi pamannya menceritakan kepadanya tentang Nabi Joseph Smith dan tampilnya Kitab Mormon. Dia memberinya salinan Kitab Mormon untuk dibaca. Setelah membaca beberapa dalam buku, kakek saya mengembalikannya kepada pamannya dan mengatakan: "Saya tidak melihat apa pun dalam buku itu yang mempunyai banyak nilai bagi saya." Keesokan harinya dia di luar menggarap sawah, dan pikirannya beralih pada kisah yang diceritakan oleh pamannya mengenai tampilnya Kitab Mormon. Dia berpikir bahwa tidak ada seorang pemuda dengan pendidikan terbatas dapat membuat buku seperti itu. Mungkin dia harus melihatnya kembali. Dia meminta pamannya apakah dia dapat meminjam buku itu lagi. Kali ini dia tidak dapat berhenti membacanya. Roh membara di dalam dirinya bahwa buku itu benar. Dia minta dibaptis dan tetap aktif sepanjang kehidupannya.
Pengalaman perubahan anggota keluarga kami, yang menunjukkan komitmen besar dan iman di dalam kehidupan mereka, memberi kami sangat banyak apa yang kita nikmati sekarang melalui buah dari injil. Tentunya pengetahuan tentang iman dan komitmen itu harus diteruskan dari generasi ke generasi untuk memperdalam keinginan kita hidup dengan keyakinan sama yang mereka perlihatkan dalam kehidupan mereka. Tentunya kesaksian mereka menambah keyakinan dan kekuatan bagi kesaksian kami.
Helaman mempunyai cara khusus memberikan warisannya kepada putra-putranya: dia menamakan putra-putranya dengan nama leluhurnya untuk membantu anak-anaknya mengingat mereka dan perbuatan mereka. Tulisan suci mencatat: "Lihatlah, putra-putraku, aku ingin agar kamu ingat untuk mematuhi perintah-perintah Allah dan aku ingin agar kamu memaklumkan kata-kata ini kepada rakyat. Lihatlah, aku telah memberikan nama leluhur kita yang pertama kepadamu, yang telah meninggalkan negeri Yerusalem; dan ini telah aku lakukan agar apabila kamu ingat nama kamu, kamu akan mengingat mereka; dan bilamana kamu akan mengingat mereka, kamu akan mengingat perbuatan mereka, dapatlah kamu ketahui yang dikatakan dan dituliskan, bahwa mereka itu baik" (Helaman 5:6).
Akhirnya, selama tahun Yobel, semua orang Israel yang berada dalam perbudakan untuk alasan apa saja diberi kebebasan mereka. Tentunya, praktek perbudakan telah lama dihapus hampir di seluruh bagian dunia. Bagaimanapun juga, bila kita tidak waspada, siapa saja di antara kita dapat terjerat, kemudian diperbudak, oleh si iblis.
Masing-masing dari kita telah diberi hak pilihan. Itu adalah sebuah berkat yang diberikan kepada manusia sejak permulaan. Tuhan menyatakan kepada Adam, "Dan kepada mereka diberikan pengetahuan tentang yang baik daripada yang jahat, karena itu mereka menjadi perantara bagi diri mereka sendiri dan Aku telah memberimu hukum serta perintah yang lain" (Musa 6:56).
Karena harus ada pertentangan dalam segala hal (2 Nefi 2:11), dengan hak pilihan datang kebutuhan untuk memilih yang baik dari yang jahat. Lagipula, hak pilihan juga membuka kemungkinan untuk dosa; yang, sebaliknya, menciptakan perlunya pertobatan. Presiden Kimball mengatakan: "Dosa adalah sangat membentuk kebiasaan dan kadang-kadang menggerakkan manusia pada titik tragis tanpa harapan. Tanpa pertobatan tidak akan pernah ada pengampunan, dan tanpa pengampunan semua berkat kekekalan terhambat dalam bahaya. Saat orang yang berdosa terperosok semakin dalam lagi ke dalam dosanya, dan kesalahan menjadi kukuh lebih dalam dan keinginan untuk merubah dilemahkan, itu semakin meningkat dekat dalam keputusasaan dan dia tergelincir ke bawah sampai dia tidak ingin memanjat kembali atau dia telah kehilangan kekuatan untuk melakukannya" (The Techings of Spencer W. Kimball, ed. Edward L. Kimball [1982], hlm. 83).
Dia kemudian menasihati kita:
"Gantikan kebiasaan, ubah lingkungan. Perubahan datang dengan menggantikan kebiasaan baru pada yang lama. Anda membentuk karakter dan masa depan Anda melalui pikiran dan perbuatan.
"Anda dapat berubah dengan mengubah lingkungan Anda. Lepaskanlah hal-hal yang rendah, dan gapailah hal-hal yang tinggi. Kelilingi diri Anda dengan buku, musik, seni, dan orang-orang yang baik" (The Teachings of Spencer W. Kimball, hlm. 172).
Sewaktu kita mendekati abad baru, tentunya itu adalah saat untuk memeriksa apa pola kita pada masa lalu. Dapatkah ini menjadi waktu untuk memperkuat perlakuan itu yang menuntun pada kebaikan dan kemajuan kita? Apakah itu dapat menjadi waktu untuk mengabaikan kebiasaan dan kegiatan itu yang menjerat dan memperbudak kita dalam perangkap iblis dan menghambat kemajuan kekal kita?
Harry Emerson Fosdick pernah menulis: "Beberapa orang Kristen membawa agama mereka di punggung mereka. Itu adalah paket kepercayaan dan perlakuan yang mereka harus tanggung. Kadang-kadan itu tumbuh berat dan mereka akan dengan rela menurunkannya ke bawah, tetapi itu akan berarti menyimpang dari tradisi lama, jadi mereka menaruhnya ke punggung lagi. Tetapi orang kristen sejati tidak mengangkat agama mereka, agama mereka yang mengangkat mereka. Agama itu tidak berat; Agama itu adalah sayap. Itu mengangkat mereka ke atas, itu membantu mereka dalam cobaan dan kesulitan, itu membuat alam semesta ramah, kehidupan yang bertujuan, pengharapan nyata, pengorbanan berharga. Itu membebaskan mereka dari ketakutan, kesia-siaan, kekecewaan, dan dosa--pembudak jiwa manusia yang besar. Anda dapat mengetahui orang Kristen sejati, jika Anda melihatnya, dengan keceriaannya" (Twelve Tests of Character [1923], 8788).
Saya berharap itu jelas nyata ketika dunia melihat kepada kita bahwa kita dikenal dengan keceriaan kita--bahwa kita hidup, percaya, dan menjalankan gagasan dan ajaran orang Kristen yang sejati. Semoga Tuhan memberkati kita supaya kita boleh menghadapi abad baru dengan iman, kesaksian, kepercayaan, dan ketetapan untuk mempersiapkan diri kita lebih baik bagi kehidupan kekal yang kita semua cari. Semoga tahun yang baru memulainya dengan bunyi terompet dan seruan sukacita sewaktu kita menggunakan sebaik-baiknya tahun Yobel ini yang akan datang adalah doa saya yang rendah hati dalam nama Yesus Kristus, amin.