Mary Ellen Smoot
Presiden Umum Lembaga Pertolongan
Kaum wanita di seluruh dunia akan tertarik kepada Gereja sewaktu kita menyempurnakan kehidupan kita dan menjalani kebenaran penting untuk menerangi jalan agar diikuti orang lain.
|
|
Para sister Lembaga Pertolongan yang terkasih, dengan segala kerendahan hati saya berdiri di hadapan Anda hari ini disertai puji syukur tak terhingga di dalam hati saya. Saya bersaksi kepada Anda bahwa pada bulan-bulan terakhir roh Tuhan telah menyertai organisasi-organisasi Gereja ini. Kami telah merasakan pengaruh bimbingan-Nya sewaktu saya bekerja bersama para penasihat saya yang sangat cakap, para penasihat keimamatan kami yang penuh pengabdian, para anggota dewan dan staf pendukung kami yang berdoa dengan sungguh-sungguh memohon pengarahan dalam usaha kami untuk memajukan pekerjaan ini. Kami telah menyelidiki dan mengevaluasi dengan tekun cara untuk memberi semangat kepada para sister kita, di mana pun Anda melayani, dalam upaya untuk menentukan cara agar setiap dari kita dapat memahami visi potensi besar organisasi Lembaga Pertolongan.
Saya berdoa agar Roh Kudus memberkati Anda dengan visi yang lebih besar lagi mengenai siapa diri Anda, mengapa Anda berada di sini dan bakat-bakat khas yang harus Anda berikan kepada Lembaga Pertolongan. Harapan saya adalah sewaktu Anda merenungkan petunjuk dari Presidensi Utama, dan presidensi umum Lembaga Pertolongan yang akan Anda terima pada malam ini, Anda akan menerima kesaksian bahwa itu adalah petunjuk dari Tuhan. Ini adalah saat yang sangat istimewa, merupakan salah satu peristiwa paling penting bagi persiapan masa depan kita.
Dalam Zakharia 2:1011 kita membaca:
"Bersorak-sorailah dan bersukarialah, hai puteri Sion, sebab sesungguhnya Aku datang dan diam di tengah-tengahmu, demikianlah firman Tuhan.
"Dan banyak bangsa akan menggabungkan diri kepada Tuhan pada waktu itu dan akan menjadi umat-Ku dan Aku akan diam di tengah-tengahmu. Maka engkau akan me- ngetahui, bahwa Tuhan semesta alam yang mengutus aku kepadamu."
Kita berkumpul bersama sebagai para sister Gereja di seluruh dunia dengan bersukacita di dalam berkat-berkat yang dibawa injil. Sungguh ini merupakan hari untuk meningkatkan rohani kita! Pertama dan yang paling utama kita bersukacita di dalam pengetahuan bahwa Bapa Surgawi kita mengasihi setiap dari kita. Kita bersukacita di dalam kesaksian kita kepada Yesus Kristus dan kurban tebusan-Nya. Kita bersukacita di dalam pemulihan injil dan pekerjaan hebat yang dilaksanakan Nabi Joseph Smith. Kita bersukacita bahwa kita hidup di zaman ketika seorang nabi yang masih hidup, Presiden Gordon B. Hinckley, dengan berani memajukan pekerjaan besar Tuhan. Kita bersukacita atas banyaknya bait suci yang sedang dibangun, terobosan di dalam ilmu sains komputer untuk menyelidiki para leluhur kita, dan semangat untuk melayani. Kita bersukacita atas banyaknya misionari yang dikirim ke semua negara di bumi untuk mengumpulkan orang-orang yang tulus hatinya. Kita bersukacita di dalam kehidupan individu kita masing-masing dan atas kesempatan yang diberikan kepada setiap dari kita untuk menjadi bagian dari rencana kebahagiaan besar Allah. Kita bersukacita di dalam organisasi Lembaga Pertolongan, dan kita tahu bahwa kaum wanita di seluruh dunia akan tertarik kepada Gereja sewaktu kita menyempurnakan kehidupan kita dan menjalani kebenaran penting untuk menerangi jalan agar diikuti orang lain.
Kita mengenang perkataan Wordsworth:
Kelahiran kita adalah saat ketika kita tertidur dan lupa:
Jiwa yang bangkit bersama kita, yaitu bintang kehidupan kita,
Pernah tinggal,
Di suatu tempat yang sangat jauh:
Dalam keadaan yang tidak lupa seluruhnya,
Dan tidak telanjang sama sekali,
Tetapi diliputi oleh awan kemuliaan kita berasal
Dari Allah yaitu rumah kita.
(Syair pujian: Intimations of Immortality from Recollections of Early Childhood)
Selama dua setengah tahun ter-akhir pelayanan kami di dalam presidensi umum Lembaga Pertolongan, kami sadar bahwa orang-orang di seluruh dunia ingin tahu tentang Lembaga Pertolongan.
Dalam usaha menanggapi pertanyaan-pertanyaan dari luar Gereja, dan untuk mengingatkan kita akan berkat-berkat besar kewanitaan, kami sebagai presidensi umum Lembaga Pertolongan menyajikan hal berikut ini:
Kita adalah putri-putri roh Allah yang terkasih, dan kehidupan kita memiliki makna, tujuan, dan arah. Sebagai persaudaraan antarsister di seluruh dunia, kita bersatu di dalam pengabdian kita kepada Yesus Kristus, Juru Selamat dan Teladan kita. Kita adalah wanita yang memiliki iman, kebajikan, visi dan kasih yang:
Meningkatkan kesaksian kita kepada Yesus Kristus melalui doa dan mempelajari tulisan suci.
Mencari kekuatan rohani dengan mengikuti bisikan-bisikan dari Roh Kudus.
Mengabdikan diri kita untuk memperkuat pernikahan, keluarga dan rumah tangga.
Memperoleh kemuliaan di dalam keibuan dan sukacita di dalam kewanitaan.
Bersukacita di dalam pelayanan dan pekerjaan yang baik.
Mencintai kehidupan dan pengetahuan.
Membela kebenaran dan kehidupan yang benar.
Mendukung imamat sebagai wewenang dari Allah di bumi.
Bersukacita atas berkat-berkat bait suci, memahami tujuan ilahi kita, dan berusaha untuk memperoleh permuliaan.
Kami, sebagai presidensi, bersukacita atas pernyataan ini, disetujui dan disahkan oleh Presidensi Utama dan Kuorum Dua Belas, yang dengan jelas menetapkan asas-asas tentang sikap dan tindakan yang akan menuntun kita masing-masing kembali ke hadirat Bapa Surgawi. Sewaktu kita secara individu menerapkan ajaran-ajaran ini maka kita, seperti yang diharapkan oleh ayah Lehi, meraih pohon kehidupan. Di dalam 1 Nefi 8:12 membaca, "Dan sewaktu aku memakan buah pohon itu, buah itu memenuhi jiwaku dengan kesukaan yang sangat besar. Karena itu aku mulai berkeinginan agar keluargaku dapat memakannya pula, karena aku tahu bahwa buah itu patut diinginkan melebihi semua buah yang lain."
Seperti ayah Lehi, kita berharap bahwa sewaktu kita menempuh perjalanan hidup kita, kita akan mengambil bagian dari buah yang ditemukan dalam injil Yesus Kristus secara pribadi dan mengalami sukacita yang akan memenuhi jiwa kita dengan iman, pengharapan, dan kasih yang lebih besar. Secara bersama-sama, marilah kita menyimak beberapa di antara sifat-sifat dan cara sifat-sifat tersebut dapat mempengaruhi kehidupan kita.
Sebagai persaudaraan antarsister di seluruh dunia, kita bersatu di dalam pengabdian kita kepada Yesus Kristus, Juru Selamat dan Teladan kita.
Kita menyatakan kepada dunia bahwa kita menerima injil Yesus Kristus bukan secara kebetulan--itu benar! Rencana besar ini, jika direnungkan akan membawa kehidupan ini dalam sudut pandang yang sebenarnya.
Kita tahu bahwa kita pernah ada dan akan senantiasa ada. Kita tahu bahwa kita telah dikirim ke bumi untuk memperoleh pengalaman dan membuktikan diri kita. Keputusan-keputusan yang kita buat sangat penting jika kita ingin memperoleh kehidupan kekal dan permuliaan. Kita tahu bahwa kehidupan di dunia ini penting dan pemahaman akan hal ini memberikan makna, tujuan, dan arah di dalam kehidupan kita. Pada akhirnya kita semua ingin mempelajari pelajaran-pelajaran kita dengan baik dan kembali ke rumah Bapa Surgawi yang penuh kasih.
Kita menerima Juru Selamat sebagai Putra Tunggal Bapa Surgawi kita. Kita tahu bahwa melalui Dia kita akan ditebus dan dibangkitkan. Oleh karena itu, "kita berbicara tentang Kristus, kita bersukacita dalam Kristus, kita berkhotbah tentang Kristus" (2 Nefi 25:26).
Kita memiliki iman, kebajikan, visi dan kasih.
Sewaktu kami mengunjungi bagian dari dunia, kami melihat banyak sister Lembaga Pertolongan yang berpegang teguh pada pegangan besi. Kita tetap beriman ketika badai kehidupan datang, dan kita memilih untuk tetap bersih dan murni ketika godaan timbul.
Kita melihat sumber kasih muncul dari setiap hati sewaktu sister mencari "kasih murni Kristus" (Moroni 10:47).
Kita mengabdikan diri kita untuk memperkuat pernikahan, keluarga, dan rumah tangga dan memperoleh kemuliaan di dalam keibuan dan sukacita di dalam kewanitaan.
Kita memahami bahwa rumah tangga adalah unit dasar yang diciptakan Allah bagi pelayanan dan tempat kita belajar. Dari pemahaman ini tumbuh komitmen untuk menjadikan waktu yang kita luangkan bersama keluarga sebagai prioritas utama, para sister yang ingin menerima berkat-berkat bait suci dan melihat ke dalam untuk menentukan cara menjadi rekan yang lebih baik. Dari renungan ini muncul tindakan-tindakan yang baik dan penuh kasih dan mau memaafkan pasangan mereka. Kami melihat para sister yang sungguh-sungguh menginginkan agar anak-anak mereka mengambil bagian dari buah injil dengan melayani misi dan menikah di bait suci sehingga mereka meluangkan waktu untuk mengadakan malam keluarga yang bermakna, mempelajari tulisan suci dan berdoa bersama keluarga. Pernyataan ini akan senantiasa menjadi pengingat bagi kita agar memusatkan perhatian pada tanggung jawab-tanggung jawab kita yang paling penting.
Tetapi tidak semua wanita melahirkan orang-orang yang mereka asuh.
Presiden Joseph F. Smith menjadi anak yatim piatu ketika dia berusia 13 tahun. Dia kemudian diutus untuk melayani misi di Kepulauan Hawai. Di pulau Molokai dia terkena demam dan menderita sakit parah selama tiga bulan. Seorang sister dari Hawai membawa dia ke rumahnya dan merawat dia dengan penuh kasih seperti anaknya sendiri.
Bertahun-tahun kemudian, Presiden Smith mengunjungi kepulauan tersebut sebagai Presiden Gereja. Charles Nibley menggambarkan dengan lembut pengalaman tersebut:
"Sungguh merupakan pemandangan yang tidak terlupakan melihat kasih yang telah tertanam dalam, bahkan kasih sayang yang penuh uraian air mata, yang dimiliki orang-orang ini kepadanya. Di tengah-tengah semua itu saya memperhatikan seorang wanita tua yang miskin dan buta berjalan tertatih-tatih dalam usianya yang kira-kira sembilan puluh tahun dituntun masuk. Di tangannya dia memegang beberapa buah pisang terbaik. Hanya itu yang dia miliki--yaitu persembahannya. Dia memanggil, 'Iosepa, Iosepa.' Segera setelah dia melihat ibu itu, dia berlari menuju ke arahnya dan mendekapnya, memeluknya, dan menciumnya . . . seraya membelai kepalanya dengan mengatakan 'Mama, Mama, oh, Mamaku yang tersayang.'
"Dan dengan air mata berlinang di pipinya dia berpaling kepada saya dan berkata, 'Charlie, ini ibu saya yang telah merawat saya ketika saya masih muda, dalam keadaan sakit tanpa seorang pun merawat saya. Dia membawa saya ke rumahnya dan dia menjadi ibu saya.' (Teachings of Presidents of the Church: Joseph F. Smith [1998] xvi. 192).
Kita semua dapat mengulurkan tangan kita untuk mengasihi orang lain dan memberikan karunia belas kasih dan kelembutan yang hanya dapat muncul dari hati seorang wanita.
Kita bersukacita dalam pelayanan dan pekerjaan yang baik.
Beberapa minggu yang lalu angin badai tornado melanda Salt Lake City yang menimbulkan kerusakan dan kehancuran. Keesokan harinya seorang presiden Lembaga Pertolongan, yang rumahnya sendiri menderita kerusakan parah, telah menyiapkan laporan yang berisikan informasi kepada para pemimpin imamat mengenai rumah-rumah yang perlu segera dikunjungi dan diadakan penaksiran.
Melek huruf adalah cara lain untuk menolong orang lain dan mengubah kehidupan mereka untuk selamanya. Seorang penyuluh pendidikan memahami visi ini. Dia mengundang dua teman dan bersama-sama mereka menghadiri kelas untuk belajar cara mengajarkan Inggris sebagai bahasa kedua. Kini mereka sedang mengajar bahasa Inggris kepada sebuah keluarga yang baik dari Kosovo yang terdiri dari tiga belas anggota keluarga. Melek huruf memberikan berkat bagi guru dan murid.
Kita membela kebenaran dan kehidupan yang benar.
Kita berbicara lantang untuk menghentikan membanjirnya kotoran dan kebusukan yang mengganggu masyarakat kita. Para sister yang mengetahui yang benar dari yang salah dan berdiri teguh di pihak Tuhan, membuat pilihan-pilihan yang menjauhkan mereka dari orang-orang lain di dunia sewaktu mereka dengan seksama memantau acara-acara televisi yang ditonton keluarga, cara berpakaian dengan sopan, dan tidak menonton film apa pun yang mengagungkan kekerasan dan perilaku tidak bermoral.
Kita mendukung imamat sebagai wewenang Allah di bumi.
Kita melihat para sister di Gereja yang besar ini, yang mengenali berkat-berkat imamat yang dipulihkan. Kita bersukacita sewaktu setiap bayi diberkati, setiap anak dibaptiskan, sewaktu kita mengambil sakramen dan ditetapkan bagi pemanggilan Gereja dan melihat suami kita memberikan berkat seorang ayah. Kita bersyukur atas berkat-berkat imamat yang menerangi jalan kita dan memberikan kita arah dan pengharapan. Kita bersukacita dan mendukung pemegang imamat yang layak.
Kita bersukacita atas berkat-berkat bait suci, memahami tujuan ilahi kita, dan berusaha memperoleh permuliaan.
Kita melihat para sister yang bersukacita atas berkat-berkat bait suci. Para sister yang berusaha membuat dan mematuhi perjanjian-perjanjian mereka, melakukan pekerjaan bagi sanak saudara mereka yang telah meninggal, dan sementara dalam proses itu mendapati beban mereka sendiri diangkat dan kekuatan mereka untuk menahan godaan diperkuat.Putri-putri Allah yang memahami tujuan ilahi mereka, memahami visi potensi mereka, dan memusatkan perhatian untuk mengatasi kelemahan-kelemahan.
Kami bersaksi bahwa setiap dari kita memiliki peranan penting, bahkan untuk melaksanakan misi yang kudus sebagai putri di Sion. Ini adalah zaman yang baru, permulaan era baru. Ini adalah waktu kita, dan merupakan tujuan kita untuk bersukacita sewaktu kita mengisi bumi dengan kebaikan dan kelembutan yang lebih besar, dengan kasih dan belas kasih yang lebih besar, dengan simpati dan empati yang lebih besar dari yang pernah dikenal sebelumnya. Inilah saatnya untuk memberikan diri kita kepada Tuhan dan membiarkan Dia membimbing kita kepada ladang-ladang yang menghasilkan buah di tempat kita dapat memperkaya dunia yang dipenuhi dengan kegelapan dan kesedihan. Setiap dari kita, tanpa memandang siapa diri kita, harus bangkit dan memanfaatkan kesempatan yang datang dengan sebaik-baiknya. Kita harus mengikuti nasihat yang diberikan Tuhan dan para hamba-Nya dan menjadikan rumah kita sebagai rumah tempat berdoa dan tempat yang tentram dan aman. Kita dapat dan harus memperdalam iman kita dengan meningkatkan kepatuhan dan pe-ngorbanan kita. Dalam proses individu ini mujizat akan terjadi. Lembaga Pertolongan akan mulai mengulurkan tangan dan menggapai jutaan orang yang membutuhkan. Lembaga Pertolongan akan terus menjadi organisasi yang membawa pertolongan dan sukacita. Ini akan terjadi dari satu sister ke sister lainnya. Kita akan bersatu di dalam kebenaran kita dan benar-benar mengambil bagian dari buah Pohon Kehidupan secara bersama-sama. Buah pekerjaan kita dapat menyembuhkan dunia dan dalam prosesnya dapat menyembuhkan kita juga!
Dengan segala kerendahan hati saya berdoa agar setiap dari kita, setelah meninggalkan pertemuan ini mau bertekad untuk mengabdikan kehidupan kita kepada Kristus. Saya berjanji bahwa jika Anda berbuat demikian, Anda akan memiliki setiap alasan untuk bersukacita karena "Tuhan akan diam di tengah-tengahmu" (Zakharia 2:11). Inilah kesaksian saya dalam nama Yesus Kristus, amin.