The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Broadcast General Conference Archives
Conferences
Oktober dari 1999
Makna Menjadi Putri Allah
Arrow icon acting as a button to Previous Page Previous      

Makna Menjadi Putri Allah

Presiden James E. Faust
Penasihat Kedua dalam Presidensi Utama

Komitmen dan dedikasi para sister Gereja ini sejak permulaan telah menjadi unsur yang mengagumkan dan menguatkan.

Presiden James E. Faust

Para sister terkasih, Saya merasa rendah hati berada bersama Anda. Secara khusus kita merasa terhormat berada bersama Presiden Hinckley dan Presiden Monson pada malam ini. Musik yang dipersembahkan oleh paduan suara yang luar biasa ini telah menggembirakan pikiran. Doa manis yang dipanjatkan Sister Butterfield adalah undangan bagi Roh Tuhan untuk hadir bersama kita. Kita telah diilhami oleh pesan dari Sister Jensen, Sister Dew, dan Sister Smoot sewaktu mereka berbicara mengenai tema konferensi ini: "Bersorak-sorailah dan bersukarialah, hai puteri Sion sebab sesungguhnya Aku datang dan diam di tengah-tengahmu, demikian firman Tuhan."1 Anda masing-masing, sebagai putri Sion memancarkan iman dan kebaikan.

Rasa hormat dan kagum saya kepada Anda para sister yang sangat baik, tua dan muda, tidak dapat diungkapkan. Terimalah rasa terima kasih kami atas iman, pengabdian, dan teladan kebenaran Anda. Komitmen dan dedikasi para sister di Gereja ini sejak permulaan telah menjadi unsur yang mengagumkan dan menguatkan bagi Gereja. Tantangan-tantangan yang Anda hadapi di zaman sekarang berbeda dengan tantangan-tantangan yang dihadapi leluhur Anda, tetapi tantangan-tantangan itu nyata.

Pada malam ini saya akan berbicara mengenai makna menjadi putri Allah. Moto baru Lembaga Pertolonga berbunyi, "Kita adalah putri-putri roh yang terkasih dari orang tua surgawi kita." Menjadi putri Allah berarti Anda adalah keturunan Ilahi, keturunan sesungguhnya Bapa Ilahi yang mewarisi sifat-sifat dan potensi ketuhanan. Menjadi putri Allah berarti juga bahwa Anda telah dilahirkan kembali, diubah dari "keadaan jasmani dan keadaan mereka yang telah jatuh kepada keadaan yang benar."2

Seorang remaja putri menjadi lebih sadar akan hubungan indah yang kita miliki dengan Bapa Surgawi kita ketika dia meninggalkan rumah untuk yang pertama kalinya guna menuntut ilmu di perguruan tinggi. Ayahnya telah memberikan berkat kepadanya dan mengungkapkan kasihnya. Kemudian remaja putri ini menulis:

"Saya memegang teguh kata-kata kasih dan dukungan ayah saya sementara saya mengucapkan selamat berpisah dengan perasaan sedih kepada keluarga saya. Saya merasa kesepian dan takut berada di wilayah yang belum saya kenal itu. Sebelum saya meninggalkan apartemen pagi itu, saya berlutut berdoa untuk memohon bantuan. Dengan perasaan putus asa saya memohon kepada Bapa Surgawi untuk memberikan saya kekuatan agar saya dapat menghadapi sendiri dunia peguruan tinggi. Saya telah meninggalkan keluarga dan teman-teman saya dan segala sesuatu yang saya kenal sehari sebelumnya, dan saya tahu bahwa saya membutuhkan bantuan-Nya.

"Doa saya terjawab sewaktu saya memikirkan pengalaman lembut yang saya alami bersama ayah saya sehari sebelumnya. Perasaan terhibur menyelimuti diri saya sewaktu saya menyadari bahwa saya menuntut ilmu di perguruan tinggi bukan hanya disertai oleh berkat dari bapa surgawi saya. Tiba-tiba saya menyadari bahwa pada suatu hari, tidak berapa lama yang lalu, Bapa Surgawi saya pernah memeluk saya. Mungkin Dia telah memberikan saya kata-kata nasihat dan dorongan semangat dan mengatakan kepada saya bahwa Dia percaya kepada saya, sama seperti bapa duniawi saya. Dan pada saat itu, saya mengetahui bahwa saya tidak pernah tanpa kasih yang sempurna dan dukungan yang tak henti-hentinya dari Bapa saya di Surga."3

Keanggotaan di Lembaga Pertolongan, yaitu hak istimewa secara otomatis bagi setiap wanita dewasa di Gereja, menyediakan rumah yang jauh dari rumah surgawi, tempat Anda untuk dapat saling menemani dengan orang lain yang memiliki kepercayaan dan nilai-nilai yang sama.

Saya teringat baru-baru ini ketika saya berada di kota Nauvoo yang bersejarah. Kami mengunjungi bangunan kecil tempat Lembaga Pertolongan diorganisasi bersama 18 anggota pada tanggal 17 Maret 1842. Beberapa hari kemudian, pada tanggal 28 April 1842, Nabi Joseph Smith menyatakan: "Lembaga ini akan memperoleh petunjuk melalui tata cara yang telah ditegakkan Allah dengan perantara mereka yang telah dipilih untuk memimpin." Lalu datang pernyataan nubuat yang penting dan memiliki pengaruh yang luas ini: "Dan sekarang aku menyerahkan kunci ini kepadamu dalam nama Allah, dan lembaga ini akan bersukacita dan pengetahuan dan kecerdasan akan mengalir sejak saat ini. Ini adalah awal dari hari-hari yang lebih baik bagi lembaga ini."4

Di Bait Suci Kirtland dan Bait Suci Nauvoo para wanita menanggapinya dengan menghancurkan porcelain mereka yang sangat berharga menjadi potongan-potongan kecil untuk digunakan sebagai dinding bait suci. Sejak awal lembaga ini, usaha besar dan prestasi yang tak henti-hentinya telah behasil dicapai.

Apakah Lembaga Pertolongan itu? Menurut hemat saya fokusnya terpusat pada empat konsep besar:

Pertama, ini adalah persaudaraan antarsister yang didirikan secara ilahi.

Kedua, lembaga ini adalah tempat untuk belajar.

Ketiga, ini adalah organisasi yang piagam dasarnya adalah mempedulikan orang lain. Motonya adalah: "Kasih tidak berkesudahan."

Keempat, Lembaga Pertolongan adalah tempat yang dapat memenuhi kebutuhan kaum wanita untuk bersosialisasi.

Keikutsertaan di dalam Lembaga Pertolongan dapat menolong baik sister yang lebih muda maupun yang lebih tua untuk menjadi putri-putri Allah yang lebih baik lagi. Anda, para sister yang lebih muda mungkin merasa bahwa Anda tidak memiliki banyak kesamaan sewaktu Anda menghadiri pertemuan bersama para ibu dan nenek Anda. Akan tetapi, seperti yang diamati Bethany Collard, remaja putri yang berusia 19 tahun, mengatakan: "Hal yang mulai dibangun oleh Remaja Putri. . . . Lembaga Pertolongan meneruskan membangun dan mempertahankannya." Dia mulai "melihat pekerjaan-pekerjaan baik yang dilakukan oleh para anggota Lembaga Pertolongan" karena pekerjaan-pekerjaan baik adalah hal yang biasa dilakukan oleh para sister di semua zaman. Sesungguhnya, mereka adalah benang yang mempersatukan para sister bersama tanpa memandang usia atau keadaan. Seperti yang diucapkan Bethany, "Semua hal ini adalah sifat khas seorang wanita ilahi yaitu putri Allah yang benar."5 Seperti yang ditulis oleh Emily H. Woodmansee di dalam nyanyian rohani yang kita nyanyikan:

Tugas malaikat diberikan pada kita;
Dan inilah hak karunia wanita:
Lakukan pekerjaan kemanusiaan,
Datangkan berkat dengan kelembutan.6
 
Mungkin ada di antara para sister yang lebih tua menanyakan, "Bukankah saya sudah mendengar setiap pelajaran di Lembaga Pertolongan? Lalu untuk apa saya menghadiri Lembaga Pertolongan setiap minggu?" Jawaban terhadap pertanyaan itu mungkin dapat diberikan dengan paling baik dengan menceritakan kisah tentang seorang murid muda yang baru belajar main piano. Ibunya, berusaha untuk memberikan dorongan semangat kepadanya, "membeli karcis untuk menonton pertunjukan pianis besar Polandia, Paderewski. Malam konser tersebut tiba dan ibu dan putranya mendapatkan tempat duduk di dekat bagian depan aula konser. Sewaktu ibunya mengunjungi teman-temannya, anak laki-laki tersebut menyelinap keluar dari tempat duduk secara diam-diam.

"Tiba-tiba waktu untuk pertunjukan dimulai dan lampu sorot tunggal yang memecah kegelapan aula konser menerangi piano besar yang ada di panggung. Saat itu penonton memperhatikan seorang anak kecil duduk di bangku piano, secara lugu memainkan lagu 'Twinkle, Twinkle, Little Star.'

"Ibunya terperangah, tetapi sebelum dia dapat bergerak, Paderewski muncul di panggung dan dengan cepat berdiri menghampiri piano. Dia berbisik kepada anak lelaki itu, 'Jangan berhenti. Teruskan.' Lalu, sambil membungkuk, sang maestro menggunakan tangan kirinya dan mulai mengimbangi dengan memainkan bagian bas. Tidak lama kemudian dengan tangan kanannya dia memainkan piano di sisi lainnya dalam keadaan berdiri di belakang anak laki-laki itu, untuk menambahkan suara obligato. Bersama-sama, sang maestro tua dan anak yang baru belajar membuat penonton terpesona.

"Di dalam kehidupan kita, dalam keadaan kita yang mungkin belum terasah, kita dikelilingi oleh Tuhan yang berulang kali membisikkan di telinga kita, 'Jangan berhenti. Teruskan.' Dan sewaktu kita mendengarkan, Dia memperbanyak dan memberikan tambahan sampai tercipta suatu karya indah yang menakjubkan. Dia ada bersama kita semua, berulang kali memberitahukan kepada kita, 'Teruskan.'"7

Jika memang Anda telah "mendengar semua pelajaran sebelumnya," yang jelas Anda masih membutuhkan pengingat. Selain itu, seperti yang dikatakan oleh Presiden Hugh B. Brown, "Meski pun teologi mungkin hanya menarik perhatian kaum intelek, namun agama menyentuh hati manusia . . . . Teologi mungkin hanya merupakan cara menulis atau berbicara, tetapi agama mengharuskan tindakan."8 Tindakan diperlukan untuk melaksanakan moto Anda: "Kasih tidak berkesudahan."

Kita semua berhutang terima kasih kepada Hawa. Di Taman Eden, dia dan Adam diperintahkan untuk tidak makan buah dari pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat. Akan tetapi, mereka juga diingatkan, "engkau boleh memilihnya bagi dirimu sendiri."9 Sebetulnya pilihan itu adalah antara kelangsungan keberadaan mereka yang menyenangkan di Taman Eden, tempat mereka tidak akan pernah maju, atau keluar untuk sementara ke dalam kehidupan fana dengan keadaan yang tidak menyenangkan: rasa sakit, pencobaan, dan kematian jasmani yang kontras dengan sukacita, pertumbuhan, dan potensi kehidupan kekal. Di dalam merenungkan pilihan ini, kita diberitahu: "Dan ketika perempuan itu melihat bahwa pohon itu baik untuk dimakan, . . . pohon yang patut diingini untuk membuatnya bijaksana, maka diambilnya buah itu dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya, dan dia memakannya."10 Dan sejak itulah mereka mulai mengalami pencobaan duniawi dan menjadi orang tua.

Setelah pilihan diambil Adam mengucapkan ungkapan puji syukur ini: "Terpujilah nama Allah, yang disebabkan pelanggaranku mataku telah terbuka, dan di dalam kehidupan ini akau akan memperoleh kegembiraan, dan juga di dalam daging aku akan melihat Allah."11

Hawa bahkan mengucapkan pernyataan yang bahkan lebih besar lagi tentang pandangan kebijaksanaan setelah meninggalkan Taman Eden: "Kalau bukan dikarenakan pelanggaran kita, kita tidak akan pernah mempunyai keturunan, dan tidak pernah akan mengetahui yang baik dari yang jahat, serta kegembiraan akan pe- nebusan kita, serta hidup kekal yang Allah karuniakan bagi semua orang yang patuh."12 Kalau bukan karena Hawa maka tidak seorang pun di antara kita akan berada di sini.

Lehi membagikan kepada kita:

"Tetapi lihatlah, segala sesuatu telah dilakukan di dalam kebijaksanaan dari Dia, Yang mengetahui segala hal.

"Adam jatuh supaya manusia boleh ada; dan manusia ada, supaya mereka boleh bersukacita."13

Presiden Joseph F. Smith mencatat penglihatannya tentang bala tentara orang mati, yang melihat orang-orang yang hebat dan perkasa, dan di an- taranya adalah Adam dan Hawa. Dia menggambarkan keadaan ketika dia melihat Hawa dalam bahasa ini: "Dan ibu kita yang mulia, Hawa, bersama banyak anak perempuan yang setia yang telah hidup sepanjang abad dan memuja Allah yang sejati dan yang hidup."14 Sesungguhnya, Ibu kita Hawa, telah meninggalkan pusaka abadi yang diturunkan dari abad ke abad untuk memberkati kehidupan seluruh wanita.

Sebagai putri Allah, Anda tidak dapat membayangkan potensi ilahi yang ada di dalam diri Anda masing-masing. Tentu saja benteng rahasia kekuatan dalam wanita adalah kerohanian mereka. Di dalam kerohanian ini mereka setara dan bahkan melampaui pria, dalam hal yang menyangkut iman, moralitas, dan komitmen ketika mereka benar-benar menjadi percaya kepada injil. Mereka memiliki lebih banyak kepercayan "di hati ini . . . serta memuji."15 Perasaan rohani yang dalam ini tampaknya memberikan mereka daya tahan untuk mengatasi kesedihan, kesulitan, dan ketidakpastian.

Anda tidak dapat membayangkan betapa besar karunia dan bakat yang Anda masing-masing miliki. Semua wanita memiliki ciri khas daya tarik tersendiri. Maksud saya bukan daya tarik seperti model, tetapi yang berasal dari kepribadian , sikap, dan eskpresi Anda. Saya mendorong Anda untuk meningkatkan karunia-karunia alami kewanitaan yang diberikan Allah dengan mana Anda telah sangat diberkati. Tidak ada seorang pun di antara Anda yang harus merasa sangat puas sehingga Anda berhenti mempedulikan penampilan dan cara Anda bertindak. Di zamannya, Presiden Brigham Young mendorong wanita untuk memperoleh pendidikan. Ini masih merupakan nasihat yang baik, tetapi saya ingin menambahkan, dalam segala hal yang Anda peroleh janganlah kehilangan sifat kewanitaan Anda yang manis.

Anda para sister sekalian, tidak menyadari jangkauan luas pengaruh yang Anda miliki. Perkayalah semua sisi kemanusiaan Anda. Seluruh kehidupan manusia diawali bersama Anda. Setiap wanita membawa kekuatan uniknya masing-masing kepada keluarga dan Gereja. Menjadi putri Allah berarti bahwa jika Anda mencarinya, Anda dapat menemukan jati diri Anda yang sesungguhnya. Anda akan mengetahui siapa diri Anda. Ini akan membuat Anda bebas­bukan bebas dari kekangan, tetapi lebih bebas dari keraguan, ketakutan, atau tekanan teman sebaya. Anda tidak akan perlu khawatir, "Apakah penampilan saya baik?" "Apakah saya kelihatan baik-baik saja?" "Apakah pendapat orang tentang saya?" Keyakinan bahwa Anda adalah putri Allah memberikan anda suatu perasaan terhibur terhadap harga diri Anda. Ini berarti bahwa Anda dapat memperoleh kekuatan di dalam balsem Kristus. Ini akan menolong Anda menghadapi rasa sakit dan tantangan-tantangan dengan iman dan ketenangan.

Saya bertanya-tanya apakah Anda para sister sekalian dapat menghargai sepenuhnya karunia-karunia pembawaan lahir, berkat-berkat, dan endowmen yang Anda miliki hanya karena Anda adalah putri Allah. Adalah keliru bagi wanita mengira bahwa kehidupan hanya dimulai dengan pernikahan. Seorang wanita dapat dan harus memiliki jati diri dan merasa berguna, dihargai, dan diperlukan baik yang masih lajang maupun telah menikah. Dia harus merasa bahwa dia dapat melakukan sesuatu bagi orang lain yang tidak dapat dilakukan oleh orang lain.

Para nabi Allah telah berulang kali meyakinkan para wanita yang setia dan tidak menikah bahwa mereka dapat dipermuliakan. Permuliaan mengharuskan agar calon penerima permuliaan menerima tata cara-tatacara dan berkat-berkat pemeteraian, yang tentu saja artinya bahwa mereka akan dimeteraikan kepada pemegang imamat yang layak di kehidupan yang akan datang dan menikmati semua berkat pernikahan.

Bibi ibu saya tidak pernah menikah. Mungkin dia percaya kepada falsafah: "Ketika saya merasa resah dengan status kehidupan saya yang lajang ini, yang tampaknya sudah menjadi suratan saya, saya senang bahwa saya bukan istri dari salah satu di antara banyak pria yang terpikir oleh saya." Bagaimanapun juga, dia adalah salah seorang di antara dokter wanita pertama di negara bagian Utah. Ketika saya masih muda, saya dan saudara-saudara lelaki saya tidur di serambi belakang yang telah dijadikan kamar di rumah kami yang kecil. Suatu hari, saya melompat ke tempat tidur berusaha mengetahui seberapa jauh saya dapat melompat. Saya melompat terlalu dekat ke dinding dan mengakibatkan wajah saya terluka terkena paku yang terpancang. Luka di wajah saya perlu diobati. Bibi Ada dipanggil untuk datang dan menjahit luka saya. Pada kesempatan-kesempatan lainnya, ketika kami tidak merasa sehat, dia mengobati kami dengan minyak jarak dan Susu Magnesia. Dia datang dengan membawa obat kompres dan menghangatkan dada kami ketika kami menderita flu. Sekarang kalau saya mengalami sakit, yang semakin sering terjadi ketika usia saya semakin tua, saya berharap Bibi Ada datang untuk menolong dan menjaga agar saya tetap sehat. Setiap kali saya melihat ke cermin dan melihat bekas luka­bekas luka permanen sewaktu terkena paku­kasih yang mendalam terhadap Bibi Ada membara di dalam sanubari saya. Dia mengisi peranan yang berharga dan penuh kasih di dalam kehidupan saya.

Saya mendorong Anda dengan segenap hati saya, para sister sekalian yang telah menerima endowmen Anda agar berusaha mencari berkat, kedamaian, dan penghiburan bait suci. Kelayakan bait suci memungkinkan Anda memperoleh perlindungan rohani yang besar, bahkan bagi sister yang tidak memiliki akses secara tetap terhadap berkat-berkat bait suci. Dalam kebijaksanaan-Nya yang tak terbatas, Tuhan mengharuskan para pemegang imamat yang layak untuk memakai jubah imamat agar dapat masuk ke dalam bait suci, tetapi Dia mengizinkan para sister masuk bait suci hanya melalui kebajikan kelayakan pribadi mereka.

Beberapa tahun yang lalu, setelah menghadiri bait suci untuk pertama kalinya seorang sister menulis:

"Sungguh merupakan berkat yang mulia dapat berada di dalam rumah itu! Mata, telinga, dan hati saya terbuka lebar untuk meresap ajaran-ajarannya. Saya merasakan realitas dari setiap perjanjian yang telah saya buat di dalam serat dan tulang tubuh saya. Saya merasa berdiri tepat di depan Tuhan setiap kali saya membuat perjanjian dengan-Nya. Pengaruh Tuhan sedemikian besar sehingga saya tidak berkeinginan untuk meninggalkan bait suci setelah setiap sesi berakhir. Hal itu telah menjadi nyata bagi saya pada waktu itu sehingga saya benar-benar berada di dalam dunia, bukan dari dunia."

Empat minggu kemudian, dia melaksanakan tata cara bait suci atas nama ibunya, dan dia menulis:

"Ini adalah pengalaman mulia lainnya. Saya merasakan kehadiran ibu saya sewaktu saya mengikuti sesi endowmen, dan ketika pemeteraian pernikahan dilaksanakan bagi orang tua saya, saya betul-betul merasakan kehadiran mereka di mezbah. Pengaruh Roh Kudus di ruangan itu sangat kuat sehingga saya menangis sementara saya dimeteraikan bersama orang tua saya. Saya benar-benar mengalami reuni bersama mereka. Sejak hari itu saya merasakan kehadiran mereka sedemikian dekat sehingga tampaknya tidak lagi nyata bagi saya bahwa mereka telah tiada."16

Seperti yang dinyatakan dalam moto Lembaga Pertolongan, Anda adalah anak-anak roh dari orang tua surgawi. Selain itu, dalam sebuah wahyu yang diberikan melalui Nabi Joseph Smith, kita diberitahukan bahwa "Mereka semua yang menerima injil-Ku ialah putra dan putri dalam kerajaan-Ku."17 Dan sebagai putri-putri di dalam kerajaan-Nya, Anda dapat menerima semua berkat injil.

Sejak awal angkatan ini, banyak sumbangan dari para sister untuk tujuan kudus ini benar-benar luar biasa. Saya bersaksi kepada Anda, para sister sekalian, bahwa tidak pernah dalam sejarah dunia kecuali di zaman sekarang kita memiliki kebutuhan yang lebih besar akan kehidupan benar Anda, teladan Anda, dan pekerjaan-pekerjaan baik Anda untuk memajukan pekerjaan kudus ini.

Para sister sekalian yang terkasih, saya berdoa agar karunia-karunia ilahi di dalam diri Anda masing-masing dapat berkembang sepenuhnya. Semoga penganugerahan kekuatan rohani kewanitaan Anda yang diperkaya, kebaikan, kelembutan, belas kasih, dan kebaikan hati dapat diungkapkan sepenuhnya. Ini akan terjadi sewaktu Anda melayani Tuhan, keluarga Anda, sesama manusia. Semoga Tuhan memberkati Anda untuk melakukan hal ini, inilah doa saya dalam nama Yesus Kristus, amin.

CATATAN

1. Zakharia 2:10.
2. Mosia 27:25.
3. "Leaving Home," Caroline Hinckley, New Era, Mei, 1999, 35.
4. Laporan Nauvoo, 28 April, 1842; dikutip dalam Andrew F. Ehat and Lyndon W. Cook, kumpulan, The Words of Joseph Smith (1980), 118.
5. Catatan dari ceramah yang disampaikan oleh Bethany Collard dari Idaho Falls.
6. "P'ra Sister di Zion," Nyanyian Rohani, no. 139.
7. Kutipan yang diambil dari ceramah yang disampaikan oleh Ann Woodland, Idaho Falls.
8. Conference Report, Okt. 1962, hlm. 41.
9. Musa 3:17.
10. Musa 4:12.
11. Musa 5:10.
12. Musa 5:11.
13. 2 Nefi 2:24­25.
14. A&P 138:39.
15. "Ya Tuhan, Tambahkan," Nyanyian Rohani, no. 48.
16. "The Glorious Moments," Sipuao Matuauto, Ensign, Aug. 1974, 64.
17. A&P 25:1.

 
Arrow icon acting as a button to Previous Page Previous      
© 2008 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy