The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Broadcast General Conference Archives
Conferences
Oktober dari 1999
Roh Wahyu

Roh Wahyu

Presiden Boyd K. Packer
Penjabat Presiden Kuorum Dua Belas Rasul

Para remaja OSZA sekalian, berusahalah untuk menjadi sehat! Hadapilah tantangan! Kendalikanlah kehidupan Anda! Kekanglah pikiran Anda!

Presiden Boyd K. Packer

Saya berbicara kepada anak-anak dan remaja serta meminta agar Anda memberitahu orang tua dan kakek nenek Anda untuk duduk dengan tenang dan tidak mengganggu kita selama beberapa menit kita berbicara.

Saya ingin menyampaikan sesuatu kepada Anda yang saya pelajari dari saudara lelaki saya yang menjadi pelindung saya. Saya pernah memberi ceramah mengenai ini sebelumnya, tetapi tidak serinci yang akan saya sampaikan hari ini.

Saya lulus dari pelatihan penerbangan dan menerima tanda jasa wing dua hari sebelum ulang tahun ke-20 saya. Lalu saya ditugaskan di Langley Field, Virginia, sebagai co-pilot pada pesawat pembom B-24 untuk melatih awak pesawat menggunakan senjata rahasia--radar.

Saudara lelaki saya, Kolonel Leon C. Packer, ditugaskan di Pentagon, di Washington, D.C. Sebagai seorang pilot B-24 yang berpengalaman, dia diangkat menjadi brigadir jenderal Angkatan Udara.

Sementara saya di Langley Field, perang Eropa berakhir, maka kami diperintahkan ke Pasifik. Saya tinggal dengan Leon beberapa hari di Washington sebelum berangkat bertempur.

Dia memberitahu saya mengenai hal-hal yang telah dipelajarinya dalam pertempuran. Dia terbang dari Afrika Utara ke tambang minyak Ploesti di Romania; hanya sedikit pesawat yang berhasil.

Tanggal 16 April 1943, dia adalah kapten sebuah pesawat pembom B-24 yang sedang dalam perjalanan pulang ke Inggris setelah membom di Eropa. Pesawatnya, the Yard Bird, rusak berat oleh tembakan anti pesawat dan terpaksa meninggalkan formasinya.

Lalu ketika mereka terbang sendirian, mereka dihujani tembakan dari pesawat pemburu.

Catatan satu halaman mengenai pengalaman itu berbunyi demikian: "Mesin nomor tiga berasap dan baling-baling copot. Mesin nomor empat juga tertembak. Kabel aileron kanan dan kabel penyeimbangnya juga rontok. Kemudi pada ekor pesawat setengah macet. Radio mati. Lubang besar menganga di sayap kanan. Flap juga macet. Bagian belakang pesawat penuh lubang. Sistem hidrolik mati. Kabin senapan mesin di ekor pesawat juga macet."

Sejarah mengenai Angkatan Udara kesatuan Delapan, yang diterbitkan dua tahun lalu, menjelaskan peristiwa tersebut secara rinci yang ditulis oleh salah satu awak pesawat.1

Dengan satu mesin dalam keadaan terbakar, sedang yang tiga lainnya mati, mereka akan jatuh. Lampu tanda bahaya memerintahkan agar mereka meloncat ke luar. Prajurit peluncur bom adalah satu-satunya yang berhasil keluar dan mendarat di English Channel.

Para pilot meninggalkan kursi mereka dan pindah ke tempat penyimpanan bom untuk meloncat ke luar. Tiba-tiba Leon mendengar sebuah mesin terbatuk-batuk. Dengan cepat dia kembali ke kursinya dan memaksa mesin itu mencapai pantai Inggris. Lalu mesin itu mati lagi, dan mereka jatuh.

Roda pendarat menabrak bukit; pesawat menerjang pohon-pohon dan berhenti. Lumpur masuk ke dalam badan pesawat.

Yang mengherankan, meskipun semuanya luka parah, tetapi semua yang ada dalam pesawat hidup. Prajurit peluncur bom hilang, tetapi mungkin dia telah menyelamatkan sembilan orang lainnya. Ketika asap mengepul dari mesin dan ada parasut keluar, pesawat pemburu menghentikan serangannya.

Itu bukan satu-satunya pengalaman Leon mendaratkan pesawat dalam keadaan darurat.

Sewaktu kami mengunjunginya, Leon menjelaskan bagaimana dia bisa tetap tenang meskipun di bawah serangan. Dia berkata, "Saya memiliki lagu rohani kesukaan"--dan disebutkannya--"dan ketika keadaan tak terkendali saya menyanyikannya diam-diam, lalu datanglah iman dan kepastian yang membuat saya tetap tenang."

Dia mengantar saya pergi bertempur dengan pelajaran itu.

Pada musim semi 1945 saya berkesempatan mencoba pelajaran yang telah diajarkan Leon kepada saya beberapa bulan sebelumnya.

Perang di Pasifik berakhir sebelum saya mencapai Filipina, dan kami semua diperintahkan untuk berangkat ke Jepang.

Suatu hari kami terbang dari bandara Atsuqi dekat Yokohama dalam pesawat pembom B-17 menuju Guam untuk mengambil lampu sorot.

Setelah sembilan jam di udara, kami turun melewati awan tebal dan tersesat. Radio kami mati. Ternyata, kami berada di tengah-tengah badai.

Dengan terbang sedikit di atas permukaan samudra, kami mulai mencari tanda-tanda. Dalam keadaan yang sangat sulit itu, saya ter- ingat kata-kata saudara lelaki saya. Saya belajar bahwa kita dapat berdoa dan bahkan bernyanyi tanpa mengeluarkan suara.

Setelah beberapa saat kami menghindari batu-batu karang, kami naik ke atas. Mungkinkah itu kepulauan Mariana? Kami mengikuti alur pulau-pulau itu. Segera kami melihat pulau Tinian, dan mendarat hanya sesaat sebelum bahan bakar habis. Sewaktu kami melaju di landasan pacu, satu per satu mesin berhenti.

Saya belajar bahwa doa dan musik dapat menjadi sangat tenang dan sangat pribadi.

Sementara pengalaman itu begitu dramatis, nilai ajaran Leon yang lebih besar muncul dalam kehidupan setiap hari ketika saya menghadapi godaan yang sama seperti yang Anda para remaja dan anak-anak hadapi sekarang.

Ketika tahun-tahun berlalu saya belajar bahwa, meskipun tidak mudah, saya dapat mengendalikan pikiran saya jika saya memberinya tempat. Anda dapat mengganti pikiran yang menggoda itu, kemarahan, kekecewaan, atau ketakutan dengan pikiran yang lebih baik--dengan musik.

Saya suka dengan musik kudus Gereja. Lagu-lagu rohani pemulihan memberi ilham dan perlindungan.

Saya juga tahu beberapa musik merusak rohani, tidak baik, dan berbahaya! Para remaja sekalian, jangan menyentuhnya!

Saya juga tahu mengapa Leon menasihati anak-anaknya, "Ingat, serangan makin berat bila kita berada lebih dekat kepada tujuan kita."

Pikiran adalah ceramah kepada diri sendiri. Apakah Anda mengerti mengapa tulisan suci mengatakan "Biarlah kebajikan tak henti-hentinya menghiasi pikiranmu" dan berjanji kepada kita bahwa jika kita demikian, maka "keyakinan [kita] akan menjadi kuat di hadirat Allah; dan ajaran mengenai keimamatan akan meresap ke dalam jiwa [kita] bagaikan embun dari surga" lalu "Roh Kudus akan menjadi teman [kita] yang setia."2

"Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu."3

Para remaja sekalian, suara Roh akan dirasakan daripada didengarkan. Anda dapat belajar ketika Anda muda bagaimana Roh Kudus bekerja.

Tulisan suci penuh dengan bantuan mengenai hal-hal baik yang dapat mempengaruhi pikiran Anda dan bagaimana kejahatan mengendalikan Anda jika Anda membiarkannya. Pergulatan itu tidak akan berakhir. Tetapi ingatlah ini:

Semua air di dunia,
Betapa pun berat usahanya,
Tidak dapat menenggelamkan kapal terkecil
Kecuali air itu masuk ke dalam.
 
Dan semua kejahatan di dunia,
Dosa yang paling gelap sekali pun,
Tidak pernah sedikit pun menyakiti Anda
Kecuali Anda mengizinkannya.4

Bila Anda belajar mengendalikan pikiran Anda, Anda akan selamat.

Seseorang yang saya kenal melakukan ini: Kapan saja pikiran buruk mencoba memasuki pikirannya, dia menggosokkan jempolnya ke cincin kawinnya. Itu akan menghentikan pikiran buruk itu dan baginya hampir secara otomatis menutup jalan masuk pikiran dan gagasan yang tidak dikehendaki.

Saya tidak tahan untuk tidak menceritakan kepada Anda hal lainnya mengenai kunjungan saya kepada saudara lelaki saya di Washington. Dia akan membawa pesawat pembom B-25 ke Texas untuk mengambil sesuatu dan kembali ke Washington keesokan harinya. Saya ikut dengan dia. Itulah satu-satunya saat kami terbang bersama.

Beberapa tahun kemudian saya diberi penghargaan oleh Universitas Weber State yaitu sekolah tempat kami berdua lulus. Dia pernah menjadi ketua senat selama kuliah. Karena saya akan pergi ke Amerika Selatan, dia setuju menghadiri perjamuan makan dan menerima penghargaan tersebut mewakili saya.

Dalam pidato penerimaan itu dia menceritakan cerita ini--sebagian dari cerita itu nyata. Dia berkata bahwa di Texas kami beriring-iringan untuk tinggal landas. Dia berbicara lewat radio kepada saya, "Sampai jumpa di atas--jika kamu sanggup!"

Lalu dia bercerita kepada mereka bahwa setelah saya menjadi Pembesar Umum Gereja saya akan mengawasi perilakunya dan berkata, "Sampai jumpa di atas--jika kamu sanggup!"

Nah, Leon berhasil. Dia sekarang berada di tempat di mana saya berharap berada suatu hari kelak.

Para remaja OSZA sekalian, berusahalah untuk menjadi sehat! Hadapilah tantangan! Kendalikanlah kehidupan Anda! Kekanglah pikiran Anda! Jika Anda memiliki teman-teman yang pengaruhnya tidak baik, buatlah perubahan meskipun Anda harus menghadapi kesepian, bahkan penolakan.

Jika Anda sudah membuat kesalahan, masih ada cara untuk memperbaiki dan dapat pulih seperti sedia kala.

Kadang-kadang perasaan bersalah menguasai dan membelenggu pikiran kita. Betapa bodohnya untuk tetap di dalam belenggu ketika pintu sudah terbuka lebar. Jangan mengatakan kepada diri sendiri bahwa dosa tidak nyata. Itu tidak akan menolong; pertobatanlah yang dapat menolong.

Jadilah pemimpin atas diri Anda. Betapa indahnya menjadi remaja OSZA di zaman penuh tantangan ini.

Paulus memberitahu Timotius yang masih muda, "Jangan seorang pun menganggap engkau rendah."5

Dan Louisa May Alcott berumur 14 ketika dia menulis:

Sebuah kerajaan kecil saya miliki
Di mana pikiran dan perasaan berada,
Dan sangat sulit saya mencoba
Mengendalikannya;
 
Saya tidak meminta mahkota apa pun
Kecuali yang bisa dimenangkan setiap orang
Tidak juga saya berusaha menaklukkan dunia mana pun
Kecuali yang ada di dalam.6
 
Anda dapat melakukannya--Anda harus melakukannya. Masa depan kita bergantung pada Anda, anak-anak dan remaja kita.

Nah, itulah nasihat saya kepada Anda. Sekarang bangunkanlah orang tua Anda, dan beritahu mereka bahwa Anda telah belajar cara untuk menolong diri Anda sendiri menjadi sempurna. Mungkin Anda tidak akan sesempurna itu, tetapi Anda dapat datang cukup dekat.

Saya dapat memberi Anda dorongan: "Seorang guru, berusaha menjelaskan apa teori itu, bertanya: Jika Anda membawa sepucuk surat, berjalan separo jarak ke kotak surat dan berhenti, lalu berjalan lagi separo sisa jarak itu dan berhenti, lalu mengulang proses itu berulang-ulang, secara teori akankah Anda sampai ke kotak surat itu?" Seorang murid yang pandai berkata, "Tidak, tetapi Anda akan cukup dekat untuk mengeposkan surat itu."

Anda, para remaja akan cukup dekat pada kesempurnaan untuk memiliki hidup yang penuh tantangan dan kesulitan ini dengan ilham, kebahagiaan, dan sukacita kekal.

Tuhan berjanji, "Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu."7

"Aku dengan perantaraan Roh Kudus akan menceritakan kepadamu

dalam akalmu dan dalam hatimu, hal yang akan datang ke atasmu dan yang akan tinggal di dalam hatimu . . . .

"Inilah Roh wahyu . . .

"Karena itu, inilah karuniamu, terapkanlah karunia itu, dan berhagialah engkau karena karunia itu akan membebaskanmu."8

Semoga Allah memberkati Anda. Anda telah menyanyikan kepada kami, "Ku tau rencana Allah Bapa. 'Ku setia pada-Nya."9 Suatu saat Anda akan mampu memberikan kesaksian Anda kepada cucu-cucu Anda, dan mereka kepada cicit mereka, dan mereka kepada generasi berikutnya.

Lihatlah ke depan menuju kehidupan yang panjang, menuju masa depan yang panjang di hadapan Gereja ini, di hadapan anak-anak dan remaja, dan di hadapan kita semua sebagai Orang Suci Zaman Akhir. Dan saya bersaksi kepada Anda, para remaja sekalian, bahwa Yesus adalah Kristus, Putra Allah. Sebagai seorang kakek, dan sebagai seorang buyut, saya tahu betapa kami sangat mengasihi Anda. Saya memberitahukan kepada Anda betapa kami sangat mengasihi Anda, betapa Anda sangat dikasihi di dalam Gereja ini, dan saya memohon berkat-berkat Tuhan agar dicurahkan kepada Anda sewaktu Anda menghadapi kehidupan yang indah ini di hadapan Anda sebagai Orang Suci Zaman Akhir. Hal ini saya ucapkan sebagai hamba Tuhan dan dalam nama Yesus Kristus, amin.

CATATAN

1. Lihat Gerald Astor, The Mighty Eighth: The Air War in Europe Told by the Men Who Fought It (1997).
2. A&P 121:45­46.
3. Yohanes 14:26.
4. Tak dikenal, "All the Water in the World," Best-Loved Poems of the LDS People, ed. Jack M. Lyon and others, (1996), 302.
5. 1 Timotius 4:12.
6. Louisa May Alcott, "My Little Kingdom," Louisa May Alcott--Her Girlhood Diary, ed. Cary Ryan (1993) 8­9.
7. Yohanes 14:18.
8. A&P 8:2­4; penekanan ditambahkan.
9. "Gereja Yesus Kristus," Buku Nyanyian Anak-anak (edisi Internasional), hlm. 48.

 
© 2008 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy