Penatua Robert J. Whetten
Dari Tujuh Puluh
Sebagai para pengikut sejatiNya, Juruselamat menginginkan agar kita mengasihi orang lain, sebagaimana Dia mengasihi mereka--dengan lebih tanpa syarat, dengan lebih murni, dengan lebih sempurna.
Sendirian di kamar atas bersama sebelas muridNya, Yesus menggunakan kesempatan pengajaran terakhir dari pelayanan fanaNya ini untuk mengajarkan "Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-muridKu, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."
1 Dia berbicara tentang kematian dan kebangkitanNya yang telah mendekat, "Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya."
2 Dia menegaskan kembali KeputraanNya yang ilahi, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."
3 Dan, Dia menjanjikan bahwa Bapa akan mengutus kepada mereka penghibur lainnya, yaitu Roh Kudus, "Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu."
4
Kasih tanpa syarat Yesus bagi kita memotivasi korban penebusanNya untuk dosa-dosa kita. Tanpa kasihNya, kita tidak akan dapat kembali kepada Bapa Surgawi kita. Cara Dia menjalankan hidupNya adalah teladan yang seharusnya kita ikuti. JalanNya seharusnya menjadi jalan kita. "Karena itu, harus menjadi orang yang bagaimanakah kamu ini? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Bahkan seperti Aku."5 Dia memperlihatkan kepada kita bahwa kita harus melakukan perbuatan baik, bahwa kesejahteraan rohani dan jasmani sesama kita sama pentingnya dengan kesejahteraan kita sendiri, dan bahwa kita hendaknya memperlihatkan kepedulian dan belas kasih yang murni kepada semua anak Bapa Surgawi kita. Moroni mendefinisikan kasih seperti Kristus tersebut sebagai kasih yang murni. "Dan sekarang aku tahu bahwa kasih ini yang Engkau miliki untuk anak-anak manusia adalah kasih yang murni. Oleh karena itu, jika manusia tidak mempunyai kasih yang murni, mereka tidak dapat mewarisi tempat yang telah Engkau sediakan itu di rumah BapaMu."6 Tidaklah cukup untuk mengatakan kita percaya dan bahwa kita mengasihi Dia, kita harus kedapatan memiliki jenis kasihNya yang murni bagi sesama pada hari terakhir itu. Kita tidak perlu menyerahkan nyawa kita bagi orang lain seperti yang Dia lakukan, tetapi seperti Juruselamat, kita hendaknya memberkati kehidupan orang lain dengan memberikan apa yang membentuk kehidupan kita; waktu kita, bakat kita, milik kita, dan diri kita.
Mormon mendorong kita, "berdoalah kepada Bapa dengan segala kekuatan hati, supaya kamu boleh dipenuhi dengan kasih ini, yang telah Ia limpahkan kepada semua orang yang menjadi para pengikut sejati PutraNya, Yesus Kristus."7 Seperti Iman, kasih seperti Kristus adalah karunia dari Roh, diberikan berdasarkan asas-asas kesalehan seseorang dan sesuai dengan tingkat kepatuhan kita terhadap hukum-hukum atas mana hal itu ditautkan. Seperti iman, kasih harus diterapkan agar dapat tumbuh. Kita semua menjalani hidup kita sehari demi sehari dan kita semua tanpa memandang umur atau keadaan kita dihadapkan setiap hari pada pilihan-pilihan dalam hubungan kita dengan orang lain. Sewaktu kita menyangkal diri sendiri dan mengulurkan tangan kita dengan penuh empati untuk melayani orang lain, Roh akan memurnikan serta mengajar kita dan kita akan mengetahui apa yang dimaksud oleh Paulus, "Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,"8 Pelayanan kasih kita yang diberikan tanpa syarat kepada orang lain akan tumbuh menjadi kasih ilahi dan akan mengubah kita "supaya apabila Ia akan memperlihatkan diri, kita akan menjadi seperti Dia."9
Brigham Young mengajarkan: "Kita hendaknya memulai pekerjaan kasih dan kebaikan kita dengan keluarga kita sendiri, dan kemudian menyampaikannya kepada orang lain."10 Raja Benyamin menasihati para orang tua agar mengajar anak-anak mereka "untuk saling mengasihi dan saling melayani."11 Keduanya--kasih dan pelayanan--berjalan bersama. Presiden Kimball mengajarkan bahwa "Allah memang memperhatikan kita, dan menjaga kita. Tetapi biasanya melalui orang lainlah Dia memenuhi kebutuhan kita. Oleh karena itu, penting sekali agar kita saling melayani di dalam kerajaan."12
Bulan Januari yang lalu sebuah gempa bumi di daerah pegunungan bagian tengah Kolombia menyebabkan kota Armenia hancur. Para presiden wilayah yang prihatin menelepon Presidensi Area di Quito untuk mencari tahu apa yang dibutuhkan para anggota yang tinggal di Armenia. Presiden Distrik menegaskan bahwa banyak anggota Gereja telah kehilangan rumah mereka dan telah berlindung di empat gedung Gereja yang tidak mengalami kerusakan, tetapi, dengan sangat mendesak membutuhkan makanan dan pakaian. Para pemimpin Lembaga Pertolongan dan Imamat segera mengambil tindakan dan sumbangan makanan serta pakaian dari para anggota di seluruh Kolombia berdatangan ke gedung Gereja yang telah ditentukan di setiap kota. Seorang gadis yang berumur tujuh tahun datang bersama orang tuanya ke gedung Gereja di kota Cali dan mengamati sementara Uskup Villareal menerima sumbangan dari para anggota. "Uskup, bagaimana saya dapat menolong anak-anak di Armenia?" "Neidi, orang tuamu telah menolong." Dia pergi ke ujung lain gedung Gereja dan mengamati bahwa pakaian kecil tetapi tanpa sepatu bagi anak-anak sedang dikemas. Neidi kembali menemui Uskup dengan membawa sepatunya di tangannya, "sekarang saya tahu bagaimana saya dapat membantu, tolong berikan sepatu ini kepada seorang anak gadis lainnya di Armenia yang telah kehilangan sepatunya." Kakinya yang telanjang tidak menimbulkan suara ketika dia berangsur pergi.
Raja Benyamin menasihati rakyatnya untuk mengikuti bisikan Roh Kudus, "menyingkirkan manusia duniawi dan menjadi seorang suci melalui korban tebusan Kristus Tuhan dan menjadi seperti seorang anak, penurut, lemah lembut, rendah hati, sabar, penuh kasih sayang."13
Pada akhir musim semi tahun 1829, sewaktu peristiwa pemulihan yang menakjubkan sedang diungkapkan, Tuhan memberitahu Joseph Knight melalui Nabi Joseph, "dan tidak seorang pun dapat membantu dalam pekerjaan ini kecuali kalau dia merendahkan diri dan penuh kasih."14 Sekarang setiap remaja putra yang layak diminta mempersiapkan dirinya untuk memberikan dua tahun dalam pelayanan misionari penuh waktu. Sewaktu misionari mengajarkan injilNya dan melayani orang lain dengan sepenuh hati, daya, akal budi dan kekuatan mereka, mereka dianugerahi karunia-karunia roh, termasuk kasih seperti Kristus bagi orang-orang yang mereka layani. Pelayanan misionari dapat dan seharusnya menjadi landasan bagi kebahagiaan seumur hidup yang dibangun di atas kasih dan pelayanan kepada orang lain. Peranan keibuan, seperti Imamat, adalah suatu panggilan ilahi untuk melayani dan memelihara orang lain. Siapakah yang pernah menyaksikan kasih murni seorang ibu bagi anaknya dapat menyangkal bahwa kasih jenis ini berasal dari Allah? Para sister sekalian, jenis yang sama dari kasih seperti Kristus ini dapat dan seharusnya diulurkan kepada orang lain sepanjang kehidupan anda.
Sewaktu orang kaya datang kepada Yesus dan bertanya, "'Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?' Tuhan mengulangi kembali perintah-perintah yang harus dia lakukan dan orang itu menjawab 'Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?' Kata Yesus kepadanya: 'Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.'"15
Sebagai murid-muridNya dewasa ini, kita hendaknya bertanya, apa lagi yang masih kurang? Anda dapat melakukan perbuatan baik, anda dapat mengasihi dan melayani orang lain dalam keluarga anda, di dalam Gereja, dan dalam masyarakat. Ada kalanya anda harus bersedia "memberi kepadaNya segala apa yang kaumiliki serta dirimu."16
Beberapa di antara para pengikut sejati yang saya kenal adalah pasangan-pasangan yang telah menunda kenyamanan dan kenikmatan masa pensiun yang telah diantisipasi dan mengikuti Dia ke dalam pelayanan penuh waktu dalam kerajaanNya. Jika hasrat anda adalah untuk tumbuh dalam kemuridan anda bersama-sama, berbicaralah kepada Uskup anda mengenai pelayanan misi. Setiap misi di Gereja memerlukan lebih banyak lagi misionari pasangan dan 100 bait suci yang tidak lama lagi akan beroperasi memerlukan pekerja. Presiden Hinckley telah mengatakan, "Di antara semua orang, kita tentunya harus sadar bahwa tidak bisa ada ibadah sejati kepadaNya, yang adalah sang Kristus, tanpa memberi dari diri kita sendiri. Mengapa misionari bahagia? Karena mereka kehilangan diri mereka sendiri dalam pelayanan terhadap sesama. Mengapa orang yang bekerja di bait suci bahagia? Karena pekerjaan kasih mereka memang sangat selaras dengan pekerjaan perwalian besar Juruselamat umat manusia."
"Apakah anda ingin bahagia? Lupakanlah diri anda sendiri dan benamkanlah diri dalam pekerjaan yang besar ini. Kerahkanlah usaha anda untuk menolong orang lain. . . . Pandanglah Tuhan dan hiduplah dan bekerjalah untuk mengangkat serta melayani para putra dan putriNya, anda akan me- ngenal sebuah kebahagiaan yang belum pernah anda kenal sebelumnya."17
Saya bersyukur telah dikelilingi oleh orang-orang yang saya kasihi yang telah memberkati kehidupan saya melalui kasih dan pelayanan mereka. Seperti orang-orang yang telah bertobat di zaman Alma, jika kita ingin dipanggil umatNya, kita harus "bersedia saling menanggung beban, supaya beban itu menjadi ringan."18 Kita masing-masing dapat berpikir tentang para pengikut sejati yang telah mengangkat beban banyak orang melalui kasih dan pelayanan seperti Kristus mereka. Ernest LeRoy Hatch adalah seorang dokter di lingkungan tempat saya dibesarkan di Meksiko Utara. Dia juga presiden misi saya dan telah melayani beberapa misi lainnya. Selama sebagian besar dari kehidupannya dia membawa lirik tertulis dari nyanyian rohani "Ya, Tuhan Tambahkan." Dua baris terakhir berbunyi "tambah 'ku berguna dalam kerjaMu. Tambah 'ku menjadi s'perti Tuhanku."19
Sebagai para pengikut sejatiNya, Juruselamat menginginkan agar kita mengasihi orang lain sebagaimana Dia mengasihi mereka--dengan lebih tanpa syarat, dengan lebih murni, dengan lebih sempurna. Seperti di zaman dahulu, para Rasul dan nabiNya di zaman sekarang terus memberikan teladan dan mengajarkan bahwa kasih seperti Kristus ini adalah inti dari injilNya. Saya telah mengenal dan merasakan kasih mereka bagi satu sama lain dan bagi kita. Saya memberikan kesaksian bahwa mereka adalah murid sejati Yesus Kristus. Gereja ini adalah KerajaanNya di bumi. Kita memiliki teladanNya dan teladan mereka akan kasih dan pelayanan; semoga kita juga dapat menjadi murid sejati. Dalam nama Yesus Kristus, amin.
CATATAN
1. Yohanes 13:34, 35.
2. Yohanes 15:13.
3. Yohanes 14:6.
4. Yohanes 14:26.
5. 3 Nefi 27:27.
6. Eter 12:34.
7. Moroni 7:48.
8. Galatia 5:22.
9. Moroni 7:48.
10. Discourses of Brigham Young, diseleksi oleh John A. Widtsoe (1954), 271.
11. Mosia 4:15.
12. The Teachings of Spencer W. Kimball, hlm. 252.
13. Mosia 3:19.
14. A&P 12:8.
15. Matius 19:1621.
16. Mosia 2:34.
17. Teachings of Gordon B. Hinckley (1997)hlm. 595, 597.
18. Mosia 18:8.
19. Nyanyian Rohani, no. 48.