The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Broadcast General Conference Archives
Conferences
April dari 1999
Saksi: Martin Harris

Saksi: Martin Harris

Penatua Dallin H. Oaks
Dari Kuorum Dua Belas Rasul

Satu di antara sumbangan terbesar Martin Harris kepada Gereja, yang untuknya dia seharusnya dihormati sepanjang waktu, adalah dibiayainya penerbitan Kitab Mormon.

Penatua Dallin H. Oaks

HUKUM SAKSI-SAKSI

Saksi-saksi dan menyaksikan adalah sangat penting dalam Rencana Allah bagi keselamatan anak-anakNya. Dalam Tubuh Ketuhanan, fungsi dari Roh Kudus adalah untuk memberikan kesaksian mengenai Bapa dan Putra (lihat 2 Nefi 31:18). Bapa telah memberikan kesaksian tentang Putra (lihat Matius 3:17; 17:5; Yohanes 5:31­39), dan Putra telah memberikan kesaksian tentang Bapa (lihat Yohanes 17). Tuhan telah memerintahkan para hambaNya untuk bersaksi tentang dia (lihat Yesaya 43:10; Mosia 18:9; A&P 84:62), dan semua nabi telah memberikan kesaksian tentang Yesus Kristus (lihat Kisah para Rasul 10:43; Wahyu 19:10).

Tulisan suci menyatakan bahwa "baru dengan keterangan dua atau tiga orang saksi suatu perkara sah" (II Korintus 13:1; A&P 6:28; lihat juga Ulangan 19:15). Tatacara keselamatan terpenting--pembaptisan, pernikahan dan tatacara bait suci lainnya--memerlukan saksi-saksi (lihat A&P 127:6; 128:3).

Alkitab mempersaksikan Yesus Kristus melalui nubuat-nubuat tentang kedatanganNya, melalui catatan tentang pelayananNya, dan melalui kesaksian-kesaksian dari mereka yang membawa pesanNya ke seluruh dunia. Kitab Mormon berisikan hal yang sama: saksi-saksi sebelum, pada saat, dan setelah pelayanan Mesias. Secara tepat, kitab ini sekarang berjudul "Saksi Lain dari Yesus Kristus."

KITAB MORMON MEMPERSAKSIKAN

Ada saksi-saksi dari Kitab Mormon itu sendiri. Saya telah memilih untuk berbicara mengenai pentingnya kesaksian mereka dan tentang kehidupan salah seorang di antaranya.

Ketika Joseph Smith sedang menerjemahkan Kitab Mormon, Tuhan mewahyukan bahwa, selain kesaksian Nabi, dunia akan memiliki "kesaksian tiga orang hambaKu, yang akan Aku panggil dan tahbiskan, yang kepada mereka hal-hal ini akan Aku perlihatkan" (A&P 5:11; lihat juga Eter 5:2­4; 2 Nefi 27:12­13). "Ya, mereka akan mengetahui dengan pasti bahwa hal-hal ini adalah benar," Tuhan telah menyatakan, "karena dari surga akan Kunyatakan kepada mereka" (A&P 5:12).

Ada juga delapan saksi, tetapi kesaksian mereka adalah sebuah topik untuk waktu yang lain.

Tiga orang yang terpilih sebagai saksi-saksi Kitab Mormon adalah Oliver Cowdery, David Whitmer, dan Martin Harris. "Kesaksian Tiga Orang Saksi" mereka yang tertulis telah disertakan di dalam semuanya dari hampir 100 juta salinan Kitab Mormon yang telah diterbitkan Gereja sejak 1830. Saksi-saksi ini dengan khusyuk bersaksi bahwa mereka "telah melihat lemping-lemping yang berisikan tulisan sejarah ini" dan "ukiran-ukiran yang terdapat di atas lemping-lemping." Mereka mempersaksikan bahwa tulisan ini "telah diterjemahkan dengan anugerah dan kuasa Allah, karena suaraNya telah memaklumkannya kepada kami." Mereka bersaksi, "Dan dengan sadar kami mengatakan, bahwa seorang malaikat telah turun dari surga, dan ia membawa serta meletakkan di hadapan mata kami sehingga kami melihat lemping-lemping itu beserta ukiran-ukiran di atasnya; dan kami tahu bahwa oleh karunia Allah Bapa dan Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa kami telah melihat dan memberikan kesaksian bahwa hal-hal ini adalah benar."

Lebih lanjut, "suara Tuhan memerintahkan kami agar kami hendaknya memberikan kesaksian tentang hal-hal ini; oleh karena itu, untuk mematuhi perintah-perintah Allah, kami memberikan kesaksian akan hal-hal ini." ("Kesaksian Tiga Orang Saksi," Kitab Mormon).

Orang yang menentang kemungkinan adanya makhluk gaib mungkin menolak kesaksian istimewa ini, tetapi orang yang terbuka untuk mempercayai pengalaman yang menakjubkan akan menganggapnya menarik. Tulisan kesaksian kudus dari tiga orang saksi mengenai apa yang mereka dengar dan lihat--dua di antara mereka secara serentak dan yang ketiga segera setelah itu berhak atas pertimbangan yang dalam. Sesungguhnya, kita mengetahui bahwa berdasarkan kesaksian satu saksi mukjizat-mukjizat hebat telah dinyatakan dan diterima oleh banyak orang beragama, dan secara duniawi, kesaksian satu orang saksi telah dianggap memadai untuk penghukuman dan pengadilan yang berat.

Orang-orang yang berpengalaman dalam menilai kesaksian umumnya menilai kesempatan seorang saksi untuk mengamati suatu kejadian dan kemungkinan biasnya dalam hal itu. Ketika saksi-saksi yang berbeda memberikan kesaksian yang identik tentang suatu kejadian yang sama, orang-orang yang skeptis akan mencari bukti adanya kolusi di antara mereka atau saksi-saksi lain yang dapat menentang mereka.

Dinilai terhadap semua kemungkinan bantahan ini, kesaksian Tiga Orang Saksi akan Kitab Mormon berdiri tegak dengan kekuatan yang besar. Setiap dari ketiga orang ini memiliki alasan dan kesempatan yang banyak untuk menarik kesaksiannya jika hal itu tidak benar, atau untuk meralat rinciannya jika ada yang tidak akurat. Sebagaimana yang telah diketahui, oleh karena ketidaksetujuan atau keirihatian yang melibatkan para pemimpin lainnya dalam Gereja, setiap orang dari ketiga saksi ini dikucilkan dari Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir selama sekitar delapan tahun setelah penerbitan kesaksian mereka. Ketiganya menempuh jalan mereka masing-masing, tanpa ada keinginan bersama untuk mendukung sebuah upaya kolusi. Bahkan sampai akhir kehidupan mereka masing-masing--dalam kurun waktu antara dua belas sampai lima puluh tahun setelah pengucilan mereka--tidak satu pun dari para saksi ini mengingkari kesaksiannya yang telah diterbitkan atau mengatakan sesuatu yang menimbulkan keraguan pada kebenarannya.

Lebih jauh lagi, kesaksian mereka berdiri tanpa dipertentangkan oleh satu pun dari para saksi lainnya. Menolaknya boleh saja, tetapi bagaimana orang menjelaskan tiga orang dengan karakter yang baik bersatu dan bersikeras dalam kesaksian yang telah diterbitkan ini sampai akhir kehidupan mereka dalam menghadapi pencemoohan yang hebat dan ketidakberuntungan pribadi lainnya? Seperti Kitab Mormon itu sendiri, tidak ada penjelasan yang lebih baik daripada yang diberikan dalam kesaksian itu sendiri, pernyataan khusyuk dari orang-orang yang baik dan jujur yang mengatakan apa yang telah mereka lihat.

MARTIN HARRIS

Memiliki minat khusus terhadap Martin Harris, saya telah disedihkan dengan bagaiamana dia diingat oleh sebagian besar anggota Gereja. Dia berhak lebih daripada diingat semata-mata sebagai orang yang secara tidak benar telah mendapatkan dan kemudian menghilangkan lembaran-lembaran naskah asli dari Kitab Mormon.

Ketika Kitab Mormon diterbitkan, Martin Harris hampir berusia 47 tahun, lebih dari dua puluh tahun lebih tua dari pada Joseph Smith dan dua saksi lainnya. Dia adalah warga yang makmur dan terhormat dari Palmyra, New York. Dia memiliki sebuah tanah pertanian seluas lebih dari 240 hektar, luas untuk saat dan tempat itu. Dia adalah seorang veteran kehormatan dari dua peperangan di tahun 1812. Masyarakat sekitarnya mempercayai dia dengan banyak jabatan pemilihan dan tanggung jawab dalam masyarakat. Dia dihormati secara umum karena kerajinan dan integritasnya. Penaksiran oleh orang yang hidup pada zamannya menggambarkan dia sebagai "seorang petani yang rajin, yang bekerja keras, bijaksana dan pandai dalam perhitungan bisnisnya, hemat dalam kebiasaannya," dan "jujur secara ketat dalam urusan-urusan bisnisnya" (dikutip dalam Richard Lloyd Anderson, Investigating the Book of Mormon Witnesses [1981], hlm. 96­97, 98).

Orang lebih tua yang makmur dan teguh ini berkawan dengan Joseph Smith yang muda dan miskin, memberi dia 50 dollar yang memungkinkan dia membayar hutangnya di Palmyra dan menetap di sebelah timur laut Pennsylvania sekitar 150 mil jauhnya. Di sana, pada bulan April 1828, Joseph Smith memulai penerjemahan tetapnya yang pertama dari Kitab Mormon. Dia mendiktekan, dan Martin Harris menulis sampai ada 116 halaman naskah.

Permintaan Martin yang bersikeras untuk memperlihatkan naskah ini kepada keluarganya melelahkan Joseph hingga membiarkannya membawanya ke Palmyra, di mana halaman-halaman itu akhirnya dicuri darinya, hilang, dan mungkin dibakar. Karena hal ini Tuhan menegur Martin dan Joseph. Karunia untuk menerjemahkan Joseph dihentikan untuk suatu waktu, dan Martin ditegur sebagai "seorang yang jahat" yang telah "meremehkan peringatan Tuhan, dan . . . melanggar janji yang paling suci yang dibuat di hadapan Tuhan" (A&P 3:12­13; lihat juga A&P 10). Untungnya, baik Joseph maupun Martin pada akhirnya diampuni oleh Tuhan, dan pekerjaan penerjemahan dilanjutkan lagi dengan juru tulis-juru tulis lainnya. Kita pastilah menghormati Joseph untuk pelayanannya yang hebat, tetapi kesetiaan Martin selanjutnya terus berada di bawah bayang-bayang yang darinya orang yang penting ini harus diselamatkan.

Saya ingin mengulang beberapa kejadian penting dari kehidupan Martin Harris setelah kejadian yang meluluhkan mengenai naskah yang hilang dan tercuri.

Kira-kira sembilan bulan setelah teguran pada Martin Harris, Nabi Joseph Smith menerima wahyu yang menyatakan bahwa akan ada tiga saksi untuk lemping-lemping itu dan jika Martin mau merendahkan hatinya dia akan memiliki hak istimewa untuk melihatnya (A&P 5:11, 15, 24). Beberapa bulan kemudian, Martin Harris terpilih sebagai salah satu dari Tiga Orang Saksi dan memperoleh pengalaman tersebut serta memberikan kesaksian seperti yang disebutkan sebelumnya.

Satu di antara sumbangan terbesar Martin Harris kepada Gereja, yang untuknya dia seharusnya dihormati sepanjang waktu, adalah dibiayainya penerbitan Kitab Mormon. Pada bulan Agustus 1829 dia mengagunkan rumah dan tanah pertaniannya kepada Egbert B. Grandin untuk menjamin pembayaran bagi kontrak pencetakannya. Tujuh bulan kemudian, 5.000 salinan terbitan pertama Kitab Mormon telah selesai. Kemudian, ketika surat jaminan jatuh tempo, rumah dan sebagian tanah pertanian itu dijual dengan harga 3.000 dolar. Dengan cara ini, Martin Harris telah patuh pada wahyu Tuhan:

"Engkau jangan terikat oleh harta bendamu sendiri, melainkan lepaskanlah dengan sukarela demi pencetakan Kitab Mormon. . . .

"Bayarlah hutang yang telah kaujanjikan kepada pencetak. Lepaskanlah dirimu dari perbudakan" (A&P 19:26, 35).

Catatan-catatan dan wahyu-wahyu lain memperlihatkan keterlibatan penting Martin Harris dalam kegiatan dari Gereja yang dipulihkan dan kedudukannya dengan Allah. Dia hadir pada saat pengorganisasian Gereja tanggal 6 April 1830, dan dibaptiskan pada hari yang sama. Setahun kemudian dia dipanggil untuk pergi ke Missouri bersama Joseph Smith, Sidney Rigdon, dan Edward Partridge (lihat A&P 52:24). Di Missouri tahun itu--1831--dia diperintahkan untuk "menjadi contoh untuk gereja dalam menyerahkan uangnya kepada uskup gereja" (A&P 58:35), dengan demikian menjadi orang pertama yang disebut namanya oleh Tuhan untuk menguduskan hartanya di Sion. Dua bulan kemudian dia disebut bersama Joseph Smith, Oliver Cowdery, Sidney Rigdon, dan lainnya untuk menjadi "penjaga harta atas wahyu-wahyu dan perintah-perintah" (A&P 70:1, 3; lihat juga 70:1), sebuah petunjuk untuk menerbitkan dan mengedarkan apa yang kelak menjadi Ajaran dan Perjanjian.

Di tahun 1832, kakak Martin Harris, Emer, yaitu kakek buyut saya, dipanggil misi dari Ohio (lihat A&P 75:30). Emer selama setahun mengabarkan injil di dekat rumah lamanya di timur laut Pennsylvania. Selama sebagian besar dari waktu ini rekan Emer adalah saudaranya, Martin, yang semangatnya dalam berkhotbah bahkan menyebabkannya di penjara selama beberapa hari. Harris bersaudara membaptiskan sekitar 100 orang. Di antara mereka yang dibaptiskan ada keluarga yang bernama Oaks, yang menyertakan kakek buyut saya. Dengan demikian, nama tengah dan nama belakang saya berasal dari para kakek yang berjumpa pada pertemuan misionari itu di Negara Bagian Susquehanna pada tahun 1832­33.

Kembali ke Kirtland, Ohio, setelah misinya, di bulan Februari 1834 Martin Harris terpilih melalui wahyu untuk melayani sebagai anggota Dewan Tinggi pertama dalam Gereja (lihat A&P 102:3). Kurang dari tiga bulan kemudian, dia meninggalkan Kirtland dengan para pria Perkemahan Sion, berjalan sejauh 900 mil ke Missouri untuk membantu para Orang Suci yang tertekan di sana.

Salah satu kejadian terpenting dari Pemulihan adalah pemanggilan sebuah Kuorum Dua Belas pada bulan Februari 1835. Tiga Orang Saksi, termasuk Martin Harris, ditunjuk untuk "mencari Dua Belas" (A&P 18:37), untuk memilih mereka dan, di bawah wewenang yang diberikan oleh Nabi dan para penasihatnya, untuk menahbiskan mereka [Penahbisan ini kemudian ditetapkan di bawah tangan Preisdensi Utama] (lihat B. H. Roberts, Comprehensive History, I:372­75).

Dari sebuah posisi dengan pengaruh dan wewenang yang besar, Tiga Saksi ini semuanya jatuh, masing-masing dengan caranya sendiri. Selama tahun 1837 ada konflik keuangan dan kerohanian yang hebat di Kirtland, Ohio. Martin Harris kemudian mengatakan bahwa dia "kehilangan kepercayaan terhadap Joseph Smith" dan "pikirannya menjadi digelapkan" (dikutip dalam Anderson, Investigating the Book of Mormon Witnesses, hlm. 110). Dia dibebastugaskan dari dewan tinggi pada bulan September 1837 dan tiga bulan kemudian dikucilkan.

Istri Martin, Lucy, yang telah terlibat dalam hilangnya halaman-halaman naskah, meninggal di Palmyra tahun 1836. Dalam jangka waktu setahun kemudian, Martin dan keluarganya bermukim di Kirtland, dan Martin menikah dengan Caroline Young, seorang keponakan Brigham Young.

Ketika sebagian besar Orang Suci berpindah--ke Misiouri, ke Nauvoo, dan ke Barat--Martin menetap di Kirtland. Di sana dia dibaptiskan kembali oleh seorang misionari yang berkunjung pada tahun 1842. Pada tahun 1856 Carolyn dan empat anak mereka melakukan perjalanan jauh ke Utah, tetapi Martin, ketika itu berusia 73 tahun, tetap tinggal di tanah miliknya di Kirtland. Di tahun 1860, dia mengatakan kepada pegawai sensus bahwa dia adalah seorang "penginjil Mormon," bukti dari kesetiaannya yang berlanjut terhadap injil yang dipulihkan. Di kemudian hari dia mengatakan kepada seorang pengunjung, "saya tidak pernah meninggalkan Gereja; Gereja yang meninggalkan saya" (dikutip dalam William H. Homer, Jr., "'Publish It Upon the Mountains': The Story of Martin Harris," Improvement Era, Juli 1955, hlm. 505), yang artinya tentu saja bahwa Brigham Young memimpin Gereja ke Barat dan Martin yang berumur tetap tinggal di Kirtland.

Selama sebagian dari sisa hidupnya di Kirtland, Martin Harris bertindak sebagai pemandu--pengurus yang ditunjuk sendiri dari Bait Suci Kirtland yang ditinggalkan, yang dikasihinya. Pengunjung melaporkan pengasingannya dari para pemimpin Gereja di Utah, tetapi juga penegasannya kembali yang kuat akan kesaksian mengenai Kitab Mormon yang telah diterbitkan.

Akhirnya, pada 1870, hasrat Martin untuk dipersatukan kembali dengan keluarganya di Utah menghasilkan sebuah undangan yang hangat dari Brigham Young, sebuah tiket untuk perjalanannya, dan seorang pengawal resmi dari salah seorang Presiden Tujuh Puluh. Seorang pewawancara Utah dari orang tua berusia 87 tahun itu menggambarkan dia sebagai "seorang yang sungguh-sungguh bersemangat untuk orang seusianya, . . . ingatannya masih sangat bagus" (Deseret News, 31 Agu. 1870). Dia dibaptiskan kembali, satu hal yang biasa dilakukan saat itu, dan berbicara dua kali kepada hadirin di Tabernakel ini. Kita tidak memiliki catatan khusus tentang apa yang dia katakan, tetapi kita dapat memastikan pesan utamanya karena lebih dari 35 orang meninggalkan catatan pribadi yang serupa tentang apa yang dia katakan kepada mereka pada saat itu. Seorang mencatat Martin mengatakan, "Itu bukan kepercayaan semata, tetapi ini adalah masalah pengetahuan. Saya melihat lemping-lemping tersebut dan tulisan di atasnya. Saya melihat malaikat itu, dan dia memperlihatkannya kepada saya (dikutip dalam Anderson, Investigating the Book of Mormon Witnesses, hlm. 116).

Ketika dia menyatakan kembali kesaksiannya tentang Kitab Mormon pada hari-hari terakhir kehidupanya, Martin Harris menyatakan: "Saya mengatakan kepada anda mengenai hal ini agar anda dapat mengatakan kepada yang lain bahwa apa yang saya katakan adalah benar, dan saya tidak berani menyangkalnya; Saya mendengar suara Allah yang memerintahkan saya untuk bersaksi mengenai hal yang sama" (dikutip dalam Anderson, Investigating the Book of Mormon Witnesses, hlm. 118).

Martin Harris meninggal di Clarkston, Utah, pada tahun 1875, pada usia 92 tahun. Kehidupannya diperingati dalam drama yang mengesankan, Martin Harris: Orang yang Mengetahui, yang digelar setiap musim panas di Clarkston, Utah.

Apa yang kita pelajari dari contoh ini? (1) Saksi-saksi adalah penting, dan kesaksian Tiga Orang Saksi dari Kitab Mormon adalah mengesankan dan dapat dipercaya. (2) Kebahagiaan dan perkembangan rohani terletak dalam mengikuti para pemimpin Gereja. (3) Ada harapan untuk setiap dari kita, bahkan jika kita telah berdosa dan menyimpang dari kedudukan yang berkenan.

Ajakan Tuhan adalah hangat dan penuh kasih: "Kembalilah dan bersukarialah dalam perjamuan Tuhan, dan rasakan kembali buah penemanan yang manis dan memuaskan bersama orang-orang suci" (Presidensi Utama, "An Invitation to Come Back," Church News, 22 Des. 1985, 3). Saya bersaksi bahwa ini adalah firman Tuhan dan pekerjaan Tuhan, dalam nama Yesus Kristus, amin.

BIBLIOGRAFI

1. Anderson, Richard Lloyd. Investigating the Book of Mormon Witnesses, 1981 bab 7­8.
2. Homer, William H., Jr. "'Publish It Upon the Mountains': The Story of Martin Harris." Improvement Era. Mar.­Juli 1955, 144 ­46, 194­95, 238­39, 244, 310­11, 344­46, 387, 462­63, 505­7, 524­26.
3. James, Rhett Stephens. The Man Who Knew: The Early Years, 1983. "Dramatic Biography Annotations." hlm. 95­169.
4. Ludlow, Daniel H., edisi. Encyclopedia of Mormonism, 1992.
"Book of Mormon Witnesses."
"Martin Harris."
"Witnesses, Law of."
5. Roberts,B. H., A Comprehensive History of The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints, 6 jilid. 1930. 1:371­76.
6. Tuckett, Madge Harris dan Belle Harris Wilson, The Martin Harris Story. 1983.

 
© 2008 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy