Penatua Russell M. Nelson
Dari Kuorum Dua Belas Rasul
Bersyukurlah kepada Tuhan atas para sister ini yang--seperti Bapa Surgawi kita--mengasihi kita bukan saja sebagaimana kita adanya, tetapi juga atas potensi kita.
Merupakan sukacita berada bersama anda pada malam ini, saudara-saudara sekalian, dan senang melihat begitu banyak remaja putra berada bersama ayah mereka. Kita berkumpul karena hasrat kita untuk mengindahkan para pemimpin Gereja. Tetapi jemaat ini unik. Saya tidak melihat adanya kaum ibu. Tidak seorang pun di antara kita dapat berada di sini tanpa seorang ibu, namun kita semua berada di sini--tanpa ibu kita.
Malam ini saya hadir bersama seorang putra, beberapa menantu pria, dan cucu putra saya. Di manakah ibu mereka? Berkumpul di dapur rumah kami! Sedang apa mereka? Sedang membuat banyak kue donat! Dan pada waktu kami pulang nanti, kami akan berpesta dengan donat tersebut. Sementara kami menikmatinya, para ibu, saudara perempuan, dan putri ini akan mendengarkan dengan penuh perhatian sewaktu kami masing-masing menceritakan kepada mereka tentang hal-hal yang kami pelajari di sini malam ini. Ini adalah tradisi keluarga yang baik, yang merupakan simbol akan fakta bahwa segala sesuatu yang kami pelajari dan lakukan sebagai penyandang imamat hendaknya memberkati keluarga kami.1
Marilah kita berbicara tentang para sister kita yang layak dan luar biasa, khususnya para ibu kita, dan mempertimbangkan kewajiban kudus kita untuk menghormati mereka.
Sewaktu saya masih menjadi siswa muda universitas, salah seorang teman sekelas saya memohon dengan sangat kepada sekelompok dari kami--teman-teman OSZAnyauntuk menyumbangkan darah bagi ibunya, yang sedang mengalami banyak pendarahan. Kami langsung pergi ke rumah sakit untuk mengenali dan memeriksakan jenis darah kami. Saya tidak akan pernah melupakan keterkejutan kami ketika diberitahu bahwa salah seorang calon donor dinyatakan tidak memenuhi syarat karena adanya hasil pemeriksaan darah yang positif terhadap penyakit kelamin. Darah yang tercemar itu adalah milik anak itu sendiri! Untunglah, ibunya selamat, tetapi saya tidak akan pernah melupakan perasaan sedih yang dialami anaknya. Dia menanggung beban karena mengetahui bahwa pelanggaran susilanya sendiri telah membuatnya tidak memenuhi syarat untuk memberikan bantuan yang dibutuhkan kepada ibunya, dan dia telah menambah kesedihan ibunya. Saya memetik pelajaran yang besar; jika seseorang tidak menghormati perintah-perintah Allah, dia tidak menghormati ibunya, dan jika seseorang tidak menghormati ibunya, dia tidak menghormati perintah-perintah Allah.2
HORMATILAH PERAN KEIBUAN
Selama karier profesional saya sebagai dokter medis, saya kadang-kadang ditanya mengapa saya memilih melakukan pekerjaan yang sulit itu. Saya menjawab dengan pendapat saya bahwa pekerjaan tertinggi dan termulia di dalam kehidupan ini adalah pekerjaan seorang ibu. Karena pilihan itu tidak tersedia bagi saya, maka saya berpikir bahwa mengurus orang yang sakit mungkin mendekatinya. Saya berusaha merawat pasien saya dengan belas kasih dan kompeten seperti layaknya Ibu merawat saya.
Bertahun-tahun yang lalu, Presidensi Utama mengeluarkan satu pernyataan yang memiliki pengaruh yang dalam dan membekas terhadap diri saya. "Peranan keibuan," tulis mereka, "adalah dekat dengan keilahian. Itu merupakan pelayanan tertinggi dan termulia yang dapat dipikul umat manusia. Tugas itu menempatkan ibu yang menghormati pemanggilan dan pelayanan kudusnya sejajar dengan para malaikat."3
Karena ibu adalah penting bagi rencana kebahagiaan besar Allah, pekerjaan kudus mereka ditentang oleh Setan, yang ingin menghancurkan keluarga dan merendahkan nilai wanita.
Anda para remaja putra sekalian perlu mengetahui bahwa anda hampir sama sekali tidak bisa mencapai potensi tertinggi anda tanpa pengaruh wanita yang baik, khususnya ibu anda, dan dalam beberapa tahun mendatang, seorang istri yang baik. Belajarlah sekarang untuk memperlihatkan rasa hormat dan syukur anda. Ingatlah bahwa ibu anda adalah ibu anda. Dia seharusnya tidak perlu memberikan perintah. Keinginannya, harapannya, petunjuknya, seharusnya memberikan pengarahan yang perlu anda hormati. Berterima kasihlah kepadanya dan ungkapkanlah kasih anda kepadanya. Dan jika dia berjuang untuk membesarkan anda tanpa ayah anda, anda memiliki kewajiban ganda untuk menghormatinya.
Pengaruh ibu anda akan memberkati anda di sepanjang kehidupan, khususnya sewaktu anda melayani sebagai misionari. Bertahun-tahun yang lalu, Penatua Frank Croft melayani misi di negara bagian Alabama. Sewaktu sedang berkhotbah kepada orang-orang, dia diculik secara paksa oleh sekelompok geng yang kejam, untuk dicambuk dan didera di punggungnya yang telanjang. Penatua Croft diperintahkan untuk melepaskan mantel dan kemejanya sebelum dia diikat di sebuah pohon. Sewaktu dia melakukannya, sepucuk surat yang baru-baru ini dia terima dari ibunya terjatuh ke tanah. Pemimpin geng yang kejam itu mengambil surat tersebut. Penatua Croft menutup matanya dan mengucapkan doa secara diam-diam. Penyerang itu membaca surat dari ibu Penatua Croft. Dari salinan surat itu, saya mengutip:
"Putraku yang terkasih, . . . ingatlah perkataan Juruselamat ketika Dia berkata, . . . 'Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di surga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.' Juga ingatlah Juruselamat di kayu salib yang menderita karena dosa-dosa dunia ketika Dia mengucapkan kata-kata yang baka ini, 'Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.' Tentu saja, putraku, mereka yang menganiayamu . . . tidak tahu apa yang mereka perbuat atau mereka tidak akan melakukannya. Suatu hari kelak, di mana pun mereka berada, mereka akan memahami dan kemudian mereka akan menyesali tindakan mereka dan mereka akan menghormatimu karena pekerjaan mulia yang kaulakukan. Oleh karena itu bersabarlah, putraku, kasihilah mereka yang menganiayamu dan memfitnahkan segala yang jahat terhadapmu dan Tuhan akan memberkati serta meninggikanmu. . . . Ingatlah juga, putraku, bahwa siang dan malam, ibumu mendoakanmu."
Penatua Croft menyaksikan orang yang penuh kebencian itu sementara dia mempelajari surat itu. Dia membaca satu atau dua kalimat, kemudian duduk dan merenungkannya. Dia bangkit untuk mendekati tawanannya. Pria itu berkata: "Sobat, kamu pasti memiliki seorang ibu yang luar biasa. Kau tahu, dahulu saya pernah memiliki ibu yang baik seperti itu juga." Kemudian, seraya berbicara kepada kelompok geng tersebut, dia berkata, "Teman-teman, setelah membaca surat dari ibu orang Mormon ini, saya benar-benar tidak sanggup melakukannya. Mungkin lebih baik kalau kita melepaskannya." Penatua Croft akhirnya dibebaskan tanpa cidera.4
Kita sangat bersyukur atas para ibu dan ayah yang setia dari misionari-misionari kita yang luar biasa. Kasih yang mereka rasakan bagi anak-anak mereka adalah mulia.
HORMATILAH PARA SISTER
Kita yang menyandang imamat kudus memiliki kewajiban kudus untuk menghormati para sister kita. Kita cukup dewasa dan cukup bijaksana untuk mengetahui bahwa menggoda adalah salah. Kita menghormati para sister--tidak saja di antara keluarga langsung kita, tetapi semua sister yang luar biasa di dalam kehidupan kita. Sebagai putri Allah, potensi mereka ilahi. Tanpa mereka, kehidupan kekal tidaklah mungkin. Penghargaan tinggi kita bagi mereka hendaknya berasal dari kasih kita terhadap Allah dan dari sebuah kesadaran akan tujuan mulia mereka dalam rencana kekal Allah yang besar.
Oleh karena itu, saya memperingatkan anda terhadap pornografi. Ini merendahkan martabat wanita. Ini adalah kejahatan. Ini menular, merusak, dan mengakibatkan ketagihan. Tubuh memiliki cara untuk membersihkan diri dari dampak-dampak berbahaya akibat makanan atau minuman yang tercemar. Tetapi tubuh tidak dapat memuntahkan kembali racun pornografi. Sekali terekam, gambaran itu selalu dapat teringat kembali, menghidupkan bayangan-bayangan tercela itu dalam benak anda, dengan kekuatan untuk menarik anda menjauh dari hal-hal yang sehat di dalam kehidupan. Hindarilah pornografi bagaikan wabah penyakit!
HORMATILAH ISTRI ANDA
Bagi anda yang belum menikah, pikirkanlah tentang pernikahan masa depan anda. Pilihlah pasangan anda dengan baik. Ingatlah tulisan suci yang mengajarkan pentingnya pernikahan di bait suci:
"Di dalam kemuliaan selestial terdapat tiga surga atau tingkatan;
"Dan untuk mencapai yang tertinggi, seseorang harus memasuki tata tertib keimamatan ini [yang dimaksud ialah perjanjian perkawinan yang baru dan kekal];
"Dan bila dia tidak melakukannya, dia tidak dapat memperolehnya."5
Tatacara tertinggi di dalam rumah Tuhan diterima oleh suami dan istri bersama-sama dan secara setara--atau tidak sama sekali!
Dalam kasus saya, saya melihat bahwa hari terpenting di dalam kehidupan saya adalah hari ketika saya dan kekasih saya, Dantzel, dinikahkan di bait suci yang kudus. Tanpa dia saya tidak dapat memiliki berkat imamat yang tertinggi dan paling abadi. Tanpa dia saya tidak akan menjadi ayah dari anak-anak kami yang hebat atau kakek dari cucu-cucu kami yang sangat berharga.
Sebagai ayah kita hendaknya memiliki kasih yang tak terbatas bagi ibu dari anak-anak kita. Kita hendaknya memberikan kepada mereka rasa syukur, hormat dan pujian yang patut mereka terima. Para suami, hidupkanlah terus semangat romantisme di dalam pernikahan anda, ramahlah dan bertimbangrasalah dalam keintiman lembut kehidupan pernikahan anda. Biarlah pikiran dan tindakan anda mengilhamkan keyakinan dan kepercayaan. Biarlah kata-kata anda pantas dan waktu anda bersama meningkatkan iman. Jangan biarkan apa pun dalam kehidupan me- ngalihkan prioritas atas istri anda--baik pekerjaan, rekreasi, maupun hobi.
Pernikahan yang ideal adalah kemitraan yang sejati antara dua orang yang tidak sempurna, masing-masing berusaha untuk saling melengkapi, untuk mematuhi perintah-perintah, dan untuk melakukan kehendak Tuhan.
AYAH MEMIMPIN KELUARGA DALAM KASIH
Keluarga adalah unit masyarakat dan Gereja yang paling penting. Keluarga ditetapkan oleh Allah. Keluarga merupakan inti dari rencanaNya bagi tujuan kekal anak-anakNya.6 "Allah telah menegakkan keluarga untuk mendatangkan kebahagiaan bagi anak-anakNya, untuk memungkinkan mereka mempelajari asas-asas kebenaran dalam suasana yang penuh kasih, dan mempersiapkan mereka bagi kehidupan kekal."7
Orang tua memiliki tanggung jawab utama bagi kesejahteraan anak-anak mereka.8 Gereja tidak menggantikan tanggung jawab orang tua tersebut. Idealnya, keluarga Orang Suci Zaman Akhir dipimpin oleh seorang pria layak yang memegang imamat. Wewenang kebapa-bangsaan ini telah dihormati di antara umat Allah dalam segala masa kelegaan. Wewenang ini bersifat ilahi, dan kesatuan ini, jika dimeteraikan melalui wewenang yang semestinya, akan terus berlanjut sepanjang kekekalan. Dia yang adalah Bapa dari kita semua dan sumber dari wewenang ini menuntut agar pemerintahan di dalam rumah tangga dilaksanakan dalam kasih dan kebenaran.9
Anda para ayah dapat menolong dengan mencuci piring, mengurus bayi yang menangis, dan menggantikan popok. Dan mungkin pada suatu hari Minggu, anda dapat mempersiapkan anak-anak untuk pergi ke Gereja sementara istri anda duduk menunggu di mobil dan membunyikan klakson.
"Para suami sekalian, kasihilah istri anda sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat, dan menyerahkan diriNya baginya."10 Dengan kasih seperti itu, saudara-saudara sekalian, kita akan menjadi suami dan ayah yang lebih baik, pemimpin yang lebih mengasihi dan rohani. Kebahagiaan di rumah akan lebih mungkin dicapai sewaktu kegiatan-kegiatan di sana didasarkan pada ajaran-ajaran Yesus Kristus.11 Merupakan tanggung jawab kita untuk memastikan agar kita mengadakan doa keluarga, pembelajaran tulisan suci, dan malam keluarga. Merupakan tanggung jawab kita untuk mempersiapkan anak-anak kita untuk menerima tatacara-tatacara keselamatan dan permuliaan serta berkat-berkat yang dijanjikan kepada para pembayar persepuluhan. Merupakan kesempatan istimewa kita untuk menganugerahkan berkat-berkat imamat penyembuhan, penghiburan, dan pengarahan.
Rumah adalah laboratorium kasih yang hebat. Di sana unsur-unsur kimia keegoisan dan ketamakan dilebur dalam proses kerja sama untuk menghasilkan kepedulian dan kasih penuh sayang terhadap satu sama lain.12
Hormatilah para sister yang istimewa di dalam kehidupan anda, saudara-saudara sekalian. Ungkapkanlah kasih anda kepada istri anda, kepada ibu anda, dan kepada para sister. Pujilah mereka atas ketabahan mereka terhadap anda, bahkan ketika anda tidak berperilaku sebagaimana mestinya. Bersyukurlah kepada Tuhan atas para sister ini yang--seperti Bapa Surgawi kita--mengasihi kita bukan saja sebagaimana kita adanya, tetapi juga atas potensi kita. Dengan kerendahan hati saya berterima kasih kepada Allah atas ibu saya, saudara-saudara perempuan saya, putri-putri saya, cucu-cucu perempuan saya, serta atas kekasih, rekan, dan teman saya yang istimewa--istri saya!
Semoga Allah memberkati kita untuk menghormati setiap wanita yang bajik, saya doakan dalam nama Yesus Kristus, amin.
CATATAN
1. Lihat A&P 23:3.
2. Banyak tulisan suci mengajarkan kita untuk menghormati orang tua kita. Lihat Keluaran 20:12; Ulangan 5:16; Matius. 15:4; 19:19; Markus 7:10; 10:19; Lukas 18:20; Efesus 6:2; 1 Nefi 17:55; Mosia 13:20; TJS, Matius. 19:19; TJS, Markus 7:12.
3. Dalam James R. Clark, Messages of the First Presidency of the Church of Jesus Christ of Latter-day Saints, 6 jilid (196575), 6:178. Tahun 1935 Presidensi Utama menyatakan, "Roh sejati Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir memberikan kepada wanita tempat kehormatan yang tertinggi dalam kehidupan manusia" (dalam Messages of the First Presidency, 6:5).
4. Lihat Arthur M. Richardson, The Life and Ministry of John Morgan (1965), 26768.
5. A&P 131:13.
6. Lihat "Keluarga--Pernyataan Kepada Dunia," Ensign, Nov. 1995, 102.
7. Family Guidebook (pamflet, 1992), iv.
8. Lihat A&P 68:2528.
9. Lihat A&P 121:4145.
10. Efesus 5:25.
11. Lihat Ensign, Nov. 1995, 102.
12. Lihat Mosia 4:1415; A&P 68:2531.