The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Broadcast General Conference Archives
Conferences
April dari 1999
Kesempatan Kita Satu-satunya

Kesempatan Kita Satu-satunya

Sheri L. Dew
Penasihat Kedua dalam Presidensi Umum Lembaga Pertolongan

Dia tahu cara menolong kita semua. Tetapi kita mengaktifkan kuasa Korban Tebusan itu dalam hidup kita . . . dengan mencari Dia.

Sheri L. Dew

Dalam amanatNya yang terakhir kepada para muridNya sebelum ke Getsemani dan Kalvari, Juruselamat menyatakan bahwa Dia adalah "jalan, kebenaran, dan hidup" (Yohanes 14:6). Pada pagi Paskah yang indah ini, saya bersaksi dengan nabi Alma bahwa "tiada jalan . . . dengan mana manusia dapat diselamatkan, hanya di dalam dan melalui Kristus" (Alma 38:9).

Korban Tebusan Juruselamat secara menakjubkan bersifat melibatkan semua! "Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus" (I Korintus 15:22, penekanan ditambahkan). Datang satu, datang semua, Tuhan telah mengundang. Injil Yesus Kristus adalah untuk semua pria dan wanita, anak lelaki dan perempuan. Dia tidak mengubah peraturan bagi yang kaya atau miskin, yang menikah atau lajang, orang Portugis atau Cina. Injil adalah untuk setiap dari kita, dan persyaratan serta upah rohaninya adalah universal. Dalam hal-hal yang berhubungan dengan keselamatan, "semuanya sama bagi Allah" (2 Nefi 26:33, penekanan ditambahkan). Motif Tuhan berdiri amat kontras dengan motif Lusifer, yang terobsesi dengan usaha untuk menjadikan kita merasa kurang daripada kita adanya sebagai para putra dan putri Allah. Dia membenci umat yang dikuduskan dan senang mengaburkan visi kita dan memikat kita untuk menjauh dari jalan yang memimpin kembali ke rumah surgawi kita.

Sebagai seorang pelajar BYU muda saya belajar sedikit tentang tetap berada pada jalur sewaktu menuju rumah. Pada suatu malam Natal saudara lelaki saya dan saya pergi untuk mengendarai mobil pulang ke Kansas. Tetapi di awal perjalanan kami, kami mengetahui bahwa sebuah badai salju yang besar tengah menuju ke arah kami, jadi kami mengambil sebuah peta, mengidentifikasi sebuah jalan putar yang akan menghindari tepi badai tersebut, dan menuju ke tempat-tempat yang tidak diketahui. Navigasi kami yang kreatif terbukti membahayakan. Rute kami yang baru ternyata tidak kami kenali, dan kami tetap menerjang badai salju itu. Yang memperburuk masalah, larut malam itu sewaktu kami melaju dalam salju tebal di sebuah jalan raya yang kabur, mobil Ford tua kami berhenti. Kami terhempas. Dan kami sama sekali tidak tahu di mana kami berada.

Akhirnya kami mendapat tumpangan ke kota yang terdekat, di mana kami menemukan bahwa kami masih jauh dari rumah, dan terdampar di Last Chance, Colorado. Pada saat itu hanya ada satu hal yang harus dilakukan. Kami menelepon ke rumah meminta bantuan. Di tengah malam ayah kami berangkat untuk datang dan menyelamatkan kami. Pada siang keesokan harinya kami semua tiba di rumah dengan selamat.

Saya tidak akan pernah lupa Malam Natal di Last Chance, di mana kami dilumpuhkan oleh sebuah persoalan yang sebagian besar kami ciptakan sendiri dan yang tidak mampu kami pecahkan. Pada hari itu ayah kami melakukan bagi kami apa yang tidak dapat kami lakukan bagi diri kami sendiri. Setiap dari kita berada di jalan menuju rumah kekal kita. Dan untuk berbagai alasan kita semua perlu penyelamatan--penyelamatan dari kesepian dan sakit hati, dari keputusasaan dan kekecewaan, dari akibat kesalahan-kesalahan yang tidak disengaja dan dosa yang menyolok.

Ke mana kita berpaling untuk bantuan? "Di dalam karunia PutraNya, Allah telah menyiapkan satu jalan yang lebih unggul" (Eter 12:11). Juruselamat bukanlah kesempatan kita yang terakhir, Dia adalah kesempatan kita satu-satunya. Kesempatan kita satu-satunya untuk mengatasi keraguan pribadi dan menangkap sebuah visi mengenai siapa kita dapat menjadi. Kesempatan kita satu-satunya untuk bertobat dan menjadikan dosa kita tercuci bersih. Kesempatan kita satu-satunya untuk memurnikan hati kita, menaklukkan kelemahan kita, dan menghindari musuh. Kesempatan kita satu-satunya untuk mendapatkan penebusan dan permuliaan. Kesempatan kita satu-satunya untuk menemukan kedamaian dan kebahagiaan dalam kehidupan ini serta kehidupan kekal di dunia yang akan datang.

Dibiarkan dalam perlengkapannya sendiri, manusia duniawi tak terelakkan lagi mengalah kepada Setan (lihat Mosia 3:19), yang meninggalkan umpannya setelah dia memikat mereka dari jalan yang lurus dan sempit. Tetapi Juruselamat akan membimbing mereka yang mengikutiNya sepanjang perjalanan pulang. Keluarga Lehi mengalami pengalaman padang belantara yang berat yang dirancang untuk mengajar, mencobai, dan menguduskan mereka. Demikian pula, jalan kecil dari rumah kita terdahulu ke kehidupan kekal melintasi padang belantara duniawi ini, di mana kita dapat mengharapkan tatangan-tantangan dan kesulitan-kesulitan serupa. Tetapi dalam perjalanan itu kita tidak sendiri, karena janji Tuhan kepada Lehi adalah sama bagi kita: "Aku akan mempersiapkan jalan untukmu . . . [dan] sejauh engkau akan mematuhi perintah-perintahKu engkau akan dipimpin menuju negeri yang dijanjikan. . . . Setelah engkau sampai . . . engkau akan mengetahui bahwa. . . . Aku, Tuhan telah melepaskan engkau" (1 Nefi 17:13­14).

Tuhan tahu jalannya karena Dia adalah jalan itu dan adalah kesempatan kita satu-satunya untuk berhasil menghadapi kehidupan fana. Korban TebusanNya menyediakan semua kuasa, kedamaian, terang, dan kekuatan yang kita perlukan untuk menangani tantangan kehidupan--semuanya berkisar dari kesalahan dan dosa kita sendiri, sampai pencobaan yang atasnya kita tidak memiliki kendali tetapi masih merasakan sakitnya.

Tuhan telah berjanji untuk menyembuhkan patah hati kita dan "membebaskan orang-orang yang tertindas" (Lukas 4:19); untuk memberikan kekuatan kepada yang lelah, untuk menyembuhkan jiwa yang terluka, dan untuk mengubah kelemahan kita menjadi kekuatan (lihat Yesaya 40:29; Yakub 2:8, Eter 12:27); untuk mengambil ke atas diriNya penderitaan dan kesakitan kita, untuk menghapuskan pelanggaran kita jika kita bertobat, dan mematahkan ikatan kematian (lihat Alma 7:11­13). Dia berjanji bahwa jika kita akan membangun kehidupan kita di atas batu karangNya, iblis tidak akan memiliki kuasa atas kita (lihat Helaman 5:12). Dan Dia telah bersumpah bahwa Dia tidak akan pernah meninggalkan kita atau membiarkan kita (lihat Ibrani 13:5). Benar-benar tidak ada yang setara di antara yang fana. Tidak dalam hal komitmen, kuasa, atau kasih. Dialah kesempatan kita satu-satunya.

Tanggung jawab kita adalah untuk belajar menimba dari kuasa Korban Tebusan. Jika tidak demikian kita berjalan melalui kefanaan bersandar hanya pada kekuatan kita sendiri. Dan melakukan itu berarti mengundang keputusasaan atas kegagalan dan menolak karunia yang terbesar sepanjang waktu dan kekekalan. "Karena, apakah keuntungan manusia bila kepadanya dianugerahkan suatu karunia dan dia tidak menerima karunia itu?" (A&P 88:33). Saudara lelaki saya dan saya akan sangat bodoh bila tidak mencari atau menerima bantuan ayah kami ketika kami terhempas. Demikian juga, Tuhan adalah Pengacara kita, dan Dia "mengetahui kelemahan manusia, dan bagaimana menolong mereka yang dicobai" (A&P 62:1). Dengan kata lain, Dia tahu cara menolong kita semua. Tetapi kita mengaktifkan kuasa Korban Tebusan itu dalam hidup kita. Kita melakukan ini dengan pertama-tama mempercayai Dia, dengan bertobat, dengan mematuhi perintah-perintahNya, dengan mengambil bagian dalam tatacara suci dan mematuhi perjanjian-perjanjian, serta dengan mencari Dia dalam puasa dan doa, dalam tulisan suci, dan dalam bait suci.

Semuanya itu memerlukan iman kita kepada Tuhan. Presiden Gordon B. Hinckley telah mengatakan bahwa "Jika ada satu hal saja yang anda dan saya perlukan . . . itu adalah iman. Memiliki iman kepada Kristus adalah percaya kepadaNya, mengikutiNya, dan bersandar kepadaNya. Dan adalah diberkati dengan kedamaian hati nurani dan pikiran yang dibicarakan Rasul Paulus ketika dia berkata, "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku" (Filipi 4:13).

Beberapa waktu yang lalu presidensi umum Lembaga Pertolongan diminta untuk bertemu dengan dua wartawan dari Eropa timur yang ingin tahu me- ngenai pelayanan yang dilakukan oleh para sister kita di negera mereka. Kami menjelaskan bahwa sejak awalnya organisasi besar dari para wanita saleh ini telah berusaha bukan saja untuk "meringankan beban yang miskin tetapi juga untuk menyelamatkan jiwa."2 Ketika mereka bertanya apakah kita membantu para wanita dengan "persoalan emosi" mereka, menjelaskan bahwa banyak di negara mereka yang putus asa, kami menanggapi bahwa dalam Lembaga Pertolongan kita mempelajari injil, dan injil mengajarkan kita cara untuk menjadi bahagia bahkan ketika hidup itu sulit. Salah seorang dari reporter itu meragukan: "Apakah itu mungkin?" tanyanya. "Apakah mungkin untuk menjadi bahagia ketika hidup itu sulit?" Pertanyaannya menarik bagi saya, karena saya tahu bahwa dia tidak tahu ke mana harus berpaling bagi kedamaian.

Apakah mungkin untuk menjadi bahagia ketika hidup itu sulit? Untuk merasakan kedamaian di tengah-tengah ketidakpastian dan harapan ditengah-tengah kesinisan? Apakah mungkin untuk berubah, untuk membuang kebiasaan-kebiasaan lama dan menjadi baru lagi? Apakah mungkin untuk hidup dengan integritas dan kemurnian di dunia yang tidak lagi menghargai kebajikan yang membedakan para pengikut Kristus?

Ya. Jawabannya adalah ya karena Yesus Kristus, yang Korban TebusanNya memastikan bahwa kita tidak perlu menanggung beban kefanaan seorang diri. Tidak ada yang lebih diperlukan oleh dunia yang bingung ini, tidak ada yang mengilhami perasaan kesejahteraan yang lebih besar, tidak ada yang memiliki kuasa lebih besar untuk memperkuat keluarga dari pada injil Yesus Kristus. Presiden Howard W. Hunter mengatakan, "di atas apa pun Yesus meletakkan tanganNya, hidup. Jika Yesus meletakkan tanganNya di atas pernikahan, pernikahan itu hidup. Jika Dia dibiarkan untuk meletakkan tanganNya di atas keluarga, keluarga itu hidup."3 Juruselamat akan melakukan untuk setiap dari kita apa yang telah Dia janjikan akan dilakukanNya--jika kita akan memiliki iman kepada Dia dan menerima karuniaNya.

Selama bertahun-tahun saya, seperti anda, telah mengalami tekanan dan kekecewaan yang dapat menghancurkan saya jika saja saya tidak menimba dari sumber kebijaksanaan dan kekuatan yang lebih besar dari yang saya miliki. Dia tidak pernah melupakan atau meninggalkan saya, dan saya telah mengetahui bagi diri saya sendiri bahwa Yesus adalah Kristus dan bahwa ini adalah GerejaNya. Dengan Amon saya berkata, "[Karena] siapakah yang dapat terlampau banyak bersukaria di dalam Tuhan? Ya, siapakah yang dapat mengatakan terlampau banyak tentang kekuatanNya yang besar serta tentang belas kasihanNya . . . ? Lihatlah, . . . aku tidak dapat mengatakan bagian yang terkecil dari apa yang kurasakan" (Alma 26:16). Saya bersaksi bahwa pada saat ini, fajar dari masa kelegaan kegenapan waktu, ketika Lusifer bekerja lembur untuk membahayakan perjalanan pulang kita dan untuk memisahkan kita dari kuasa korban tebusan Juruselamat, jawaban satu-satunya bagi setiap dari kita adalah Yesus Kristus.

Semoga kita membulatkan tekad diri kembali untuk mencari Yesus ini yang telah dipersaksikan para nabi. Semoga kita menggabungkan diri kita kepada Dia, menimba dengan bebas dari kuasa Korban TebusanNya yang tak ada tandingannya, dan bangkit sebagai para putra dan putri Allah serta membersihkan diri dari dunia. Kepada mereka yang "mau memiliki Dia sebagai Allah mereka" (1 Nefi 17:40), Tuhan telah menyampaikan sebuah janji yang luar biasa: "Aku akan pergi di mukamu. Aku akan berada di sebelah kananmu dan juga di sebelah kirimu, dan RohKu akan ada di hatimu, dan para malaikatKu akan berada di sekelilingmu untuk menghibur kamu" (A&P 84:88). Yesus Kristus adalah kesempatan kita satu-satunya. Dia akan menunjukkan kepada kita jalannya karena Dia adalah jalan itu, yang saya persaksian dalam nama Yesus Kristus, amin.

CATATAN

1. Teachings of Gordon B. Hinckley, (1997), hlm. 186.
2. Relief Society Minutebook, 9 Juni 1842.
3. Dalam Conference Report, Oktober 1979, hlm. 93.

 
© 2008 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy