Penatua David B. Haight
Dari Kuorum Dua Belas Rasul
Izinkanlah saya mengingatkan anda semua tentang kebutuhan besar yang kita miliki . . . akan misionari pasangan. . . . Jika anda telah pensiun dan bertanya-tanya apa yang harus dilakukan selama tahun-tahun ekstra tersebut, di luar sana ada dunia yang menyenangkan.
Brother dan sister sekalian yang terkasih, betapa indahnya hari ini. Betapa menakjubkannya hari ini, betapa menakjubkannya hidup di zaman ini, dan betapa menakjubkannya menjadi anggota Gereja di zaman ini.
Meskipun penglihatan mata saya tidak sebaik dahulu lagi, sewaktu saya menginjak usia semakin senja saya mendapati bahwa pandangan saya menjadi lebih baik, bahwa saya melihat gambar lebih besar dengan lebih jelas dengan berjalannya waktu. Saya melihat Ruby duduk di sini, diberkatilah dirinya; tahun ini kami akan merayakan ulang tahun perkawinan kami yang ke 69. Maka pada hari ini hati saya dipenuhi dengan puji syukur atas berkat-berkat yang telah saya terima dan atas pengaruh Gereja terhadap diri saya dan kehidupan saya, bersama Ruby di sisi saya, dan atas putra-putra yang telah kami besarkan, Bruce dan Robert, serta putri kami, Karen dan keluarga-keluarga mereka. Saya juga dapat membayangkan dalam mata benak saya pada waktu ini, bukan saja di sini di Utah, tetapi di California dan di Texas dan di Carolina Utara dan di Boston, cicit-cicit saya di depan pesawat televisi. Dan mereka mungkin mengatakan, "Orang yang sudah lanjut usia itu adalah Kakek. Dia kelihatan sudah tua, bukan? Tetapi dia kakek kita." Dan kepada mereka semua saya ingin mengungkapkan kasih dan rasa syukur saya.
Sewaktu saya berusia semakin lanjut dan sewaktu saya menengok, ke belakang pada dunia dan pada kehidupan yang telah saya jalani, saya merasa bahwa adalah kasih yang kita berikan dan pelayanan yang kita lakukan yang benar-benar merupakan imbalan yang terbesar.
Beberapa tahun yang lalu, menjelang akhir suatu penerbangan dalam sebuah perjalanan tugas, pramugari datang menanyakan apa yang kami inginkan sebagai hidangan, sebagai minuman. Dan saya mengatakan kepadanya bahwa saya ingin minum 7-Up atau minuman ringan dari jeruk limun.
Sewaktu dia membawa minuman itu dan memberikannya kepada saya, dia memperhatikan penjepit dasi saya, yang saya pegang sekarang--kami memakainya di Misi Skotlandia dulu--terdapat hiasan dari lambang keluarga kerajaan Inggris. Tetapi di tengah hiasan tersebut terdapat gambar Bait Suci London. Jadi pada penjepit dasi ini terdapat bait suci dengan gambar lambang kerajaan Inggris di sekelilingnya. Sewaktu pramugari tersebut memberikan minuman 7-Up kepada saya, dia berkata, "Wah, itu penjepit dasi yang lain sekali. Hiasannya bergambar apa?"
Dan saya menjawab, "Itu adalah bait suci."
Dan gadis muda ini berkata, "Bait Suci? Bait suci apa?"
Dan saya menjawab, "Bait suci Tuhan."
Dan dia berkata, "Apa?"
Dan saya berkata, "Ini adalah Bait suci Tuhan."
Dan saya dapat melihat sedikit minat dalam dirinya, dan berkata, "Anda anggota dari Gereja mana?"
Saya mengatakan kepadanya tentang Gereja kita, dan kemudian saya berkata kepadanya, karena saya dapat melihat bahwa ada sedikit minat, "Jika anda bersedia memberikan nama dan alamat anda, saya akan mengutus beberapa pemuda untuk mampir serta mengunjungi anda, dan mereka akan menceritakan kepada anda mengenai bait suci ini dan mengenai bait-bait suci."
Dia memandang kepada saya dengan pandangan agak aneh lalu berja-lan pergi. Kemudian tidak berapa lama kemudian, dia kembali dan memberikan kepada saya selembar kertas kecil disertai namanya, Penny Harryman, dengan alamat di Los Angeles.
Saya menelepon presidensi misi dan mengatakan kepadanya, seperti yang selalu kami lakukan, "Tolong Kirimkan dua misionari terbaik anda. Saya ingin agar anda pergi dan mengunjungi gadis muda ini," karena saya telah mengatakan kepadanya, "Saya akan mengutus beberapa pemuda untuk datang serta mengunjungi anda, dan jika anda melakukan apa yang mereka minta agar anda lakukan dan mendengarkan mereka, saya berjanji bahwa anda akan memperoleh berkat-berkat terbesar yang dapat datang ke dalam kehidupan anda."
Kira-kira satu tahun lebih kemudian, telepon berdering di kantor saya pada suatu hari dan suara seorang gadis berkata, "Nama saya Penny Harryman. Apakah anda masih ingat saya?"
Dan saya menjawab, "Tentu saja saya masih ingat."
Dia berkata, "Dapatkah anda mengatur untuk menikahkan saya dan tunangan saya di Bait Suci Salt Lake jika tanggalnya sudah kami tentukan?"
Saya menjawab, "Tentu saja bisa."
Dan sementara saya memeteraikan gadis muda ini dengan pemuda yang telah dia jumpai dalam rangkaian perjalanan peristiwa, saya mendapati bahwa ibunya sedang berjalan-jalan di sekeliling Taman Bait Suci di Salt Lake bertanya-tanya apa yang sedang kami lakukan terhadap putrinya di bait suci, karena dia tidak diizinkan untuk berada di sana.
Sementara waktu berlalu, adalah kasih yang kita berikan dan pelayanan yang kita lakukan yang menjadi begitu penting dalam kehidupan kita.
Setelah Kebangkitan, kita semua mengetahui tentang penampakan diri yang dilakukan Juruselamat--salah satu di antaranya adalah ketika Dia bertemu dengan Petrus dan para nelayan di pantai Galilea. Waktu itu tampaknya pagi-pagi sekali, dan Dia berseru serta bertanya apakah mereka memperoleh hasil. Mereka mengatakan tidak, dan Dia meminta mereka untuk menebarkan jala di sisi lainnya. Dan kemudian dalam laporan yang dilaporkan dengan sangat indah itu oleh Yohanes, mereka menarik jala dan mendapat ikan banyak sekali.
Juruselamat ada di sana. Ada api, menurut laporan Yohanes, dan mereka memakan ikan dan madu atau roti. Dan pada kesempatan itu, Juruselamat berkata kepada Petrus, "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih daripada mereka ini?" (Yohanes 21:15; lihat ayat 117). Pastilah Dia telah menunjuk kepada ikan-ikan itu yang mungkin masih melompat-lompat di jaring jala.
"Apakah engkau mengasihi Aku lebih daripada mereka ini?" Mereka miskin. Mereka dapat mengambil ikan-ikan itu dan menjualnya, menjualnya untuk memperoleh uang, lalu menggunakannya.
Petrus berkata--memberikan isyarat bahwa Juruselamat mengetahui segala hal--"Engkau tahu, bahwa aku me- ngasihi Engkau." Dan Juruselamat berkata kepada Petrus, "Gembalakanlah domba-dombaKu" (ayat 15).
Kemudian untuk yang kedua kalinya, Juruselamat berkata kepada Petrus, "Apakah engkau mengasihi Aku?" dan Petrus kemudian merasa sedih karena Juruselamat telah bertanya kepadanya untuk kedua kalinya, dan Juruselamat berkata, "Gembalakanlah domba-dombaKu" (ayat 16).
Kemudian untuk ketiga kalinya Dia bertanya kepadanya, "Apakah engkau mengasihi Aku? . . . Gembalakanlah domba-dombaKu" (ayat 17).
Apakah yang sedang kita lakukan? Dalam usaha kita untuk membuktikan kepada Juruselamat di zaman sekarang yang begitu berharga bagi kita semua, sewaktu kita merayakan, mengkhotbahkan, dan mengajarkan tentang Kebangkitan dan tentang Juruselamat yang mematahkan belenggu kematian, apa yang kita lakukan dan bagaimana kita memperlihatkan kepada Juruselamat kasih yang kita miliki bagiNya? Bukankah melalui kepatuhan kita dan melalui pelayanan kita serta apa yang kita lakukan dengan waktu yang kita miliki?
Saya menerima sepucuk surat yang menarik pada suatu hari dari seorang presiden wilayah di Phoenix, Arizona. Dia menanyakan apakah saya dapat berkunjung kapan-kapan, dan dia akan mengatur acara api unggun. Dia ingin saya berbicara kepada para "burung salju." Dia menjelaskan bahwa ratusan orang, para "burung salju," terbang ke Arizona pada musim dingin, datang dari berbagai wilayah di Amerika Serikat untuk menetap di sana selama musim dingin. Dan dia berkata, "Kini mereka sudah pensiun, orang-orang yang baik, sangat memenuhi syarat. Mereka datang dan kini ada di lingkungan-lingkungan." Jika anda adalah seekor burung salju, anda tahu, anda dapat meluangkan sebagian waktu anda di Arizona dan sebagian waktu di tempat lainnya, dan dengan demikian anda bebas melakukan apa saja yang anda ingin lakukan.
Izinkanlah saya mengingatkan anda semua tentang kebutuhan besar yang kita miliki di dunia pada saat program misionari terus maju akan misionari pasangan untuk membantu memperkuat cabang-cabang dan wilayah-wilayah di seluruh dunia sementara kita membawa lebih banyak orang lagi ke dalam Gereja.
Anda semua mungkin telah mendengar tentang kisah mengenai apa yang terjadi di Mongolia ketika Ken Beesley bertugas di sana dan menolong pemerintah dalam membangun sebuah lembaga pendidikan yang lebih tinggi, mengajar mereka mengenai kurikulum dan administrasi, serta dengan melakukan ini dia mulai membuka pintu bagi Gereja.
Anda juga mungkin telah mendengar cerita tentang Presiden Gary Cox dan istrinya, Sister Joyce Cox, yang dipanggil untuk pergi ke sana sebagai misionari dan kemudian sebagai presiden misi dan tentang pelayanan luar biasa yang mereka lakukan.
Dan kemudian datang Dr. John Bennet dan istrinya, Carolyn, yang telah melayani di Mongolia dan yang menceritakan tentang saat ketika mereka mengira bahwa mereka akan dikirim ke Kepulauan Canary, karena seseorang yang tinggal di sana telah mengundang mereka untuk datang, tetapi ketika panggilan misi datang mereka dipanggil ke Mongolia. Mereka heran. Saya telah membaca beberapa komentar mereka di kemudian hari, tentang apa yang telah terjadi kepada mereka di Mongolia, semua kehidupan yang telah mereka sentuh dan pelayanan yang telah mereka lakukan. Dan meskipun di kampung halaman ada seorang saudara laki-laki yang meninggal serta ada anak-anak yang menikah dan mengadakan resepsi, mereka berkata, "Kami dapat berhubungan dengan mereka melalui telepon sementara semua hal ini berlangsung."
Pikirkanlah tentang apa yang telah terjadi di Mongolia sekarang, di mana kita memiliki kira-kira 1.300 anggota dan sembilan cabang.
Saya juga berpikir tentang Brother Ken Woolstenhulme dan istrinya, Sister Karren Woolstenhulme, dari Oakley, Utah, yang ingin dikirim ke tempat yang banyak kegiatannya, dan mereka dikirim ke Perth, Australia. Mereka sekarang berada di sebuah cabang kecil kira-kira 300 mil sebelah utara Perth, di sebuah tempat di mana mereka menulis dan menceritakan mengenai hal-hal menyenangkan yang telah datang ke dalam kehidupan mereka sementara mereka mengamati dan menjadi bagian dari perkembangan Gereja di bagian dunia sana.
Jika anda telah pensiun dan bertanya-tanya apa yang harus dilakukan selama tahun-tahun ekstra tersebut, di luar sana ada dunia yang menyenangkan. Saya berpikir tentang Talmage Nielsen di sini di Salt Lake City, seorang pensiunan dokter, dan istrinya, yang melayani misi di Amerika Selatan maupun di Frankfurt, Jerman, menolong kami di sana dengan masalah-masalah kedokteran, dan juga membantu masalah kedokteran di Rusia. Setelah berada di rumah cukup lama untuk memberi cucu-cucu mereka ciuman selamat berjumpa dan selamat berpisah, mereka kemudian dipanggil untuk melayani di Hawaii, di mana dia menjadi direktur pusat pengunjung. Saya mengetahui waktu, pengalaman dan berkat-berkat besar yang telah mereka alami dalam melayani bersama di tiga misi ini.
Ketika saya berbicara dengannya baru-baru ini, saya berkata, "Sekarang apa yang anda lakukan dengan sisa hidup anda?"
Dan dia berkata, "Yah, saya berusia 72 tahun."
Dan saya berkata, "Anda berusia 72 tahun? Saya 20 tahun lebih tua dari anda! Dan kalau saya memikirkan tentang apa yang telah terjadi kepada saya selama 20 tahun terakhir ini, Talmage, pikirkanlah apa yang masih dapat anda lakukan sewaktu anda pergi ke tengah dunia."
Saya meninggalkan bersama anda saksi saya, kesaksian saya, bahwa injil adalah benar, bahwa Allah hidup, bahwa Dia adalah Bapa kita, dan bahwa dengan cara yang menakjubkan Dia menyentuh hati kita dan suara hati kita mengenai kebenaran pekerjaan ini. Kita memahaminya, kita merasakannya, dan kita merasakan kasihNya serta belas kasihNya bagi kita semua.
Semoga kita menjalankan asas-asas injil. Semoga kita menggunakan waktu kita dengan efekfif, semua waktu yang kita miliki, saya berdoa dengan rendah hati sewaktu saya tinggalkan bersama anda kasih saya dan kesaksian saya akan kebenaran pekerjaan ini dalam nama Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, amin.